Selasa, 29 Desember 2020

Catatan akhir tahun

Well, ini sudah mendekati tahun baru, tepatnya dua hari lagi. Untuk tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya banyak kejadian yang menyenangkan pun juga yang sebaliknya. Sekian banyak hal yang perlu disyukuri.

Yang terpenting adalah kesehatan dan masih diberikan berkah rejeki untuk tetap bertahan di masa pandemi seperti ini. Ya, tahun 2020 ini berbeda sekali dari tahun-tahun yang sebelumnya. Tahun ini diwarnai dengan adanya pandemi covid 19.

Virus ini diyakini muncul pertama kali di Wuhan, China per Desember 2019 yang lalu, namun kian menyebar ke seluruh dunia di tahun 2020 ini. Banyak sekali korban yang telah meninggal dan banyak juga yang telah terinfeksi dan sembuh.

Di tahun ini gencar sekali disuarakan agar kita tetap menjaga kesehatan, berjemur di pagi hari, menggunakan masker, sering mencuci tangan, tidak berkerumun dan tidak keluar rumah atau bepergian kecuali perlu.

Hastag #dirumahaja #workfromhome #stayathome #stayhealthy menjadi hal yang sering terdengar.

Kita diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah sehingga perlahan tapi pasti banyak sekali penjual masker yang terbuat dari kain karena masker jenis ini bisa dipakai berulang karena bisa dicuci. Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun dihentikan, para siswa/i belajar di rumah masing-masing dengan tetap dipantau para guru tentu saja.

Awal-awal pandemi, masker medis, vitamin c dan handsanitizer langka keberadaannya karena banyaknya permintaan sedangkan ketersediaannya tidak sebanding. Namun, sesudah beberapa bulan, ketiganya telah banyak tersedia kembali.

Minggu, 27 Desember 2020

Belajar membuat pancake

Pancake siap disantap
Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat pancake menggunakan pancake kemasan yang instan. Pancake mama suka yang saya beli di Indomart. Waktu itu memang tidak sengaja untuk membelinya karena pas saya membeli paket brownies instan eh saya lihat ada kemasan itu yang bertuliskan tanpa ditambah telor dan mentega cukup air saja. Kurang lebih seperti itu.

Dan saya jadi tertarik. Keliatannya gampang banget bikinnya Cuma tambahin air terus dimasak.

Maka saya cobalah itu pancake mamasuka dan hasilnya lumayan enak. Tapi buat saya terlalu manis. Yah, maklumlah kalao tepung kue yang instan memang seperti itu. Kita tidak bisa mengontrol seberapa manis dan lainnya karena kan instan.

Sip, saya sih ga pa-pa. Itung-itung pengalaman dan selanjutnya saya mencari resep membuat pancake. Saya cari di cookpad dan juga di youtube.

Lalu beberapa hari yang lalu saya pun membuat pancake sendiri dengan salah satu resep yang saya dapatkan di cookpad. Wis, lumayan lah

Berikut ini resepnya;

Bahan-bahan

  • Terigu 100gr
  • 2 sdm gula putih
  • Sedikit garam
  • Vanili halus sedikit saja
  • 30 gr mentega (saya ganti dengan 2 sdm minyak goreng)
  • 1 sdt  baking powder
  • 1 telor
  • 100 ml susu cair (saya pakai susu dancow putih yang saya larutkan dlm air)

Cara membuatnya

  • Ayak lebih dulu terigu dan baking powdernya dan garam lalu sisihkan
  • Kocok telor dengan gula putih
  • Lalu tambahkan susu  ke dalamnya, aduk aduk
  • Tambahkan minyak goreng atau mentega
  • Tambahkan vanili, aduk
  • Tambahkan juga susu cair, aduk hingga tercampur rata
  • Lalu pelan-pelan masukkan terigu ke dalamnya
  • Aduk hingga rata
  • Adonan memang agak cair, tidak apa-apa
  • Lalu mulai tuang satu sendok sayur ke dalam teflon dengan api sedang cenderung kecil
  • Bila sudah ada buih atau lubang-lubang di adonan tadi, balik adonan
  • Masak hingga matang
  • Lakukan hingga adonan habis 

Rabu, 23 Desember 2020

Belajar membuat semur

Semur siap disantap
Sudah beberapa kali mau posting ini, tapi ga jadi-jadi terus. Yo wis, kali ini saya mau posting. Sepertinya semua orang umumnya tahu tentang semur atau setidaknya sudah pernah makan semur. Entah itu semur tahu, tempe, kentang, semur telur atau semur lainnya.

Biasanya semur disandingkan dengan nasi uduk untuk sarapan di pagi hari. Banyak penjual nasi uduk yang menyediakan semur sebagai menu tambahan. Meski tampilannya tidak menarik karena warnya yang coklat bahkan bisa mengarah ke coklat gelap, namun rasa dari semur tidak bisa dibilang tidak enak, alias enak.

Saya suka semur terutama semur kentang dan semur telur.

Nah kali ini saya mau sharing resep membuat semur tahu, kentang dan telur.

Bahan-bahannya;

  • Tahu
  • Kentang
  • Telur
  • Kecap manis

Bumbu-bumbu;

  • Lada
  • Kemiri
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cengkeh
  • Pala
  • Daun salam
  • jahe
  • Garam
  • Penyedap atau kaldu jamur

Cara membuatnya:

  • Pertama-tama siapkan bahannya
  • Goreng tahu lalu sisihkan, kupas kentang dan potong sesuai selera
  • Rebus telur lalu buang kulitnya. Sisihkan
  • Haluskan bumbu-bumbu kecuali daun salam, cengkeh, pala, jahe
  • Rebus kentang, tahu dan telur dengan air hingga semua bahan agak terendam
  • Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum
  • Lalu masukkan ke dalam panci yang berisi kentang, telur dan tahu
  • Tambahkan kecap manis sesuai selera
  • Masukkan daun salam dan jahe yang digeprek
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Cicipi rasanya
  • Masak hingga air sedikit menyusut dan semua bahan menyerap warna kecap

Senin, 07 Desember 2020

Untuk mu para penyintas kanker


Minggu demi minggu berlalu

Aku bersyukur karena bisa bergabung

Dalam program seva untuk para penyintas kanker

 

Banyak pelajaran/hikmah yang aku dapatkan

Para penyintas kanker, kalian sungguh tangguh

Bahkan penyakit yang ada dalam tubuh

Tidak mematahkan semangat untuk terus berlatih meditasi bersama

 

Semangat yang membara

Harapan yang menggelora

Guna mengisi hidup dan kehidupan ini dengan penuh makna

 

Minggu, 06 Desember 2020

Belajar membuat bolu chocolatos


Potongan bolu chocolatos
Pernah terbersit dalam hati bilamana pisang bisa dijadikan bolu, entah dipanggang atau dikukus, berarti bisa juga menggunakan bahan lainnya seperti tape, buah lain. Terus terbersit juga bagaimana kalau pisangnya diganti dengan chocolatos aja.

Berhubung suami saya ga terlalu suka bolu pisang, maka saya carilah itu resep bolu chocolatos dan berhasil. Atau banyak banget resepnya di online entah di youtube atao di website resep makanan seperti cook pad itu.

Saya liat yang di youtube dan ternyata ga terlalu ribet caranya. Terus bisa dipanggang ataupun dikukus. Itu dia yang bikin saya pengen nyoba.

Jadilah hari ini saya eksekusi nih.

Bahan-bahan yang digunakan;

  • Chocolatos coklat 2 bungkus
  • Telor 2 butir
  • Air panas 6 sdm
  • Minyak goreng 6 sdm
  • Terigu 7 sdm
  • Garam sedikit saja
  • Vanili sedikit juga
  • Baking soda ¼ sdt
  • Baking powder ¼ sdt
  • Gula putih sesuai selera (saya pakai 2 sdm karena chocolatornya sdh manis)

Rabu, 02 Desember 2020

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 8)

Sudah memasuki bulan akhir di tahun ini dan virus corona masih belum juga kunjung menjauh dari muka bumi. Dari internet dikatakan bahwa hingga saat ini di seluruh dunia Total kasus 63,8 jt orang, yang sembuh sebanyak 41 jt orang, sedangkan yang meninggal dunia 1,48 jt  orang. 

Untuk di Indonesia, total kasus 544 rb orang yang positif, yang  sembuh 455 rb orang dan yang meninggal dunia sebanyak 17.081 orang.

Sejak awal wabah ini dikatakan bahwa tak ada satu negara pun yang siap menghadapi wabah ini dan oleh karenanya penanganannya pun belum benar-benar diketahui yang paling optimal yang mana. Hingga saat ini pun (hampir satu tahun virus ini ada) vaksin masih menjadi pilihan untuk mengatasi virus.

Di negara kita pun sudah ada rencana untuk melakukanvaksinasi

Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Nah, baru-baru ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis grand design pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Menurut hitungan Kemenkes, setidaknya Indonesia membutuhkan 320 juta vaksin corona. Dalam jumlah itu terdapat lima kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, yaitu:

  1. Garda terdepan, meliputi medis dan paramedis contact tracing; pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 3,4 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan dua kali lipat dari jumlah tersebut, yakni 6,9 juta dosis.
  2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah dari RT/RW hingga kecamatan,  sebagian pelaku ekonomi. Populasi kelompok sekitar 5,6 juta orang. Mereka perlu pasokan vaksin dua kali lipat dari populasi, yakni 11,2 juta dosis.
  3. Seluruh tenaga pendidik dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Kelompok ini menyasar 4,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, atau 8,7 juta dosis vaksin.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan lembaga legislatif/DPR). Kelompok ini menyasar 2,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 4,6 juta dosis.
  5. Peserta BPJS PBI, yaitu penerima jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu. Kelompok ini menyasar 86,6 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 173,2 juta dosis.

Tips merebus telor supaya ngga pecah

Telor rebus (gambar dari google)

Suatu hari saya mau membuat semur telor dan pastinya telor-telornya harus direbus lebih dahulu. Itu pertama kalinya saya membuat semur telor. Maka, saya rebuslah beberapa butir telor sesuai yang saya butuhkan.

Jrenggggg.... ternyata hasilnya telor-telor tersebut banyak yang pecah ketika direbus. Wal hasil kali itu saya anggap gagal saya dalam merebus telor. Maklum baru pertama kali. Meskipun semur telornya berhasil (dalam arti saya berhasil membuat semurnya) namun bentuk telornya tidak bulat lagi, akan tetapi banyak yang gompal karena pecah ketika direbus.

Walah walah....

Tapi itu adalah pengalaman yang berharga buat saya dan terkesan. Selanjutnya bagaimana supaya telor tidak pecah ketika direbus. Maka, saya cari jawabannya melalui mbah Google.

Dan ternyata tips merebus telor supaya ngga pecah adalah pada suhu telor ketika direbus. Jadi, suhu telor  harus dalam suhu ruang. Artinya bila telornya kita disimpan dalam kulkas, lemari pendingin, maka sebelum direbus haruslah didiamkan lebih dulu sampai suhu telor itu sudah suhu ruang alias tidak dingin lagi.

Ada yang merendam telor-telornya sebelum direbus, tapi saya biasanya biarkan saja sampai telor-telor itu dingin sendiri.

Senin, 23 November 2020

November akhir

Ini sudah di hari selasa dan enam hari lagi akan berakhir bulan November ini. Akan berganti dengan bulan Desember pastinya. Biasanya di bulan Desember akan lebih sering turun hujan. Maklumlah memang sudah musim hujan, jadi pasti akan sering hujan.

Dan bulan Desember nanti akan menjadi persis satu tahun kemunculan virus covid 19 ini yang tengah melanda di seluruh dunia. Belum ada kepastian mengenai kapan virus ini akan pergi dari muka bumi.

Korban kian hari kian bertambah. Sepertinya kian dekat saja keberadaan virus tersebut. Tapi, kita tak perlu takut berlebihan, akan tetapi kita mesti waspada dan tetap mengindahkan protokol kesehatan guna mencegah tertular virus ini.

Sudah banyak sekali artikel yang berseliweran di jagat maya terkait virus ini. Saya sih tak terlalu akrab dengan virus ini dan ga mau juga akrab2, ha ha ha. Yang penting kita harus tetap jaga kesehatan, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, pakai masker dan menjauhi kerumunan.

Sebisa mungkin tidak keluar rumah sehingga meminimalisir kontak dengan orang-orang meskipun kita tentu saja tidak menghakimi bahwa orang-orang di sekitar kita sudah tertular sehingga ktia tak perlu kontak. Bukan seperti ini. Akan tetapi kita menjaga diri kita dan juga menjaga orang lain dengan seperti itu.

Kamis, 12 November 2020

Kabar yang mengejutkan

Setelah agni hotra kemarin sore, seorang teman menelpon saya. Sebelum mengetahuinya (sebelum melihat hp saya), saya pikir yang menelpon adalah ibu mertua. Tak tahunya teman saya yang juga adalah teman dekat suami saya.

Saya tahu, kalau dia menelpon itu artinya ia ingin bicara dengan suami saya bukan dengan saya, he he he... biasanya memang seperti itu.

Dan ketika saya angkat, setelah menanyakan kabarnya, ia mengeluarkan pernyataan yang membuat saya terkejut dan untuk beberapa saat saya tak bisa berkata apa-apa alias terdiam alias tertegun sebentar.

Yang ia katakan memang bukan suatu kabar buruk, malah kabar yang baik, berita yang bagus tapi memang itu membuat saya terkejut. Tak apalah. Itu adalah hak dia, privasinya untuk melakukan hal yang ia katakan.

Setelah itu telpon saya alihkan ke suami saya, karena memang pada dasarnya ia ingin bicara dengan suami saya.  Setelah itu saya melakukan suatu hal yang lain, tidak mendengarkan pembicaraan mereka.

Macam-macam mangga

Buah mangga
Beberapa bulan belakangan ini mangga sedang ada dalam musimnya, jadi kita bisa dengan mudah mendapatkannya. Awal-awalnya memang harganya masih agak mahal, tapi makin ke sini, harganya makin murah.

Ya, karena stoknya banyak, jadi harga menjadi turun. Kalau lagi musim mangga begini, saya senang sekali karena dekat rumah ada penjual buah dan di sana ada beberapa pilihan buah mangga. Yakni mangga harum manis, mangga manalagi atau mangga madu dan juga mangga dermayu atau indramayu.

Sekarang ini mungkin karena stok mangga harum manis lagi banyak, maka harganya menjadi turun. Di penjual buah itu, 2 kg mangga harum manis dijual dengan harga Rp. 25 ribu. Untuk satu kilo bisa ada 4 buah kalau ukuran sedang atau 3 buah kalau ukuran besar.

Nah, untuk mangga sebenarnya saya suka yang masih mengkal atau menuju matang tapi kalau sudah matang juga ga pa2. Mangga dermayu dan mangga manalagi paling enak kalau dimakan ketika mengkal, tapi untuk mangga harum manis, ya  harus matang dulu baru enak karena manis.

Satu lagi macam mangga yang saya pernah konsumsi selama di sini yakni mangga golek. Ukuran mangga ini lebih besar dan panjang. Dia daging buahnya tebal dan meskipun masih belum matang, rasanya ga terlalu asem. Ini cocok dibuat ngerujak, he he he....

Musim mangga ini mungkin akan sampe bulan Januari yah, jadi, mumpung masih musimnya ayo konsumsi mangga dan mumpung harganya juga makin murah.

Untuk mangga harum manis yang sudah matang, saya suka sekali makannya dengan tambahan susu kental manis coklat dan ditambah sedikit es batu, hmmmm.... enak....

Senin, 09 November 2020

Belajar Membuat bolu pisang

Bolu pisang siap disantap, yummy....
Setelah melihat channel Benny Sitanggang edisi video membuat bolu pisang atau banana cake dan juga channel Tiyas Kosztya di Hungary yang di salah satu videonya membuat bolu pisang, membuat saya tambah yakin untuk membuat lagi bolu pisang setelah kurang lebih 2 minggu lalu membuatnya.

Meski kedua youtuber tersebut membuat bolu pisangnya dengan cara yang sedikit berbeda, yakni Benny Sitanggang membuatnya dengan cara dioven sedangkan Tiyas membuatnya dengan cara dikukus, namun hasilnya tetep sama-sama enak.

Oya, saya sudah pernah membuat bolu pisang yang dikukus.  Pisang yang saya gunakan saat itu adalah pisang ambon dengan kondisi yang sudah matang.

Kini saya ingin mencobanya dengan pisang uli karena beberapa hari yang lalu saya membeli pisang uli tapi masih ada di kulkas. Jadi, sepertinya ini saat yang tepat untuk mencoba membuat kue bolu  pisang dengan pisang uli.

Langsung saja.

Bahan-bahan yang dibutuhkan;

  • Pisang
  • Telur 2 butir
  • Terigu 200 gr
  • Minyak goreng 8 sendok makan
  • Soda kue  ½ sendok teh
  • Baking powder ½ sendok teh
  • Vanili bubuk ½ sendok teh
  • Gula putih 3 sendok makan
  • Susu cair 50 ml

 Cara membuatnya;

  • Ayak lebih dahulu terigu lalu sisihkan
  • Hancurkan pisangnya dalam wadah terpisah.
  • Kocok telur dengan gula hingga tercampur, lalu masukkan minyak goreng, susu cair, soda kue, baking powder dan vanili bubuknya. Aduk hingga tercampur.
  • Masukkan pisang yang telah dihancurkan ke dalam adonan telur tadi
  • Aduk hingga tercampur rata
  • Lalu sedikit demi sedikit tambahkan terigu ke dalamnya.
  • Setelah semua tercampur rata, masukkan adonan ke dalam cetakan yang telah diolesi mentega
  • Masukkan ke dalam oven dengan suhu 150 derajat selama 50 menit
  • Setelah itu, bolu pisang siap dihidangkan
Adonan bolu pisang sebelum masuk oven

Untuk pisang, bisa menggunakan pisang ambon ataupun pisang raja. Kalau menurut saya kalau pakai pisang ambon, aroma pisangnya sangat kuat dan enak sekali dibandingkan dengan pisang uli.

Rabu, 21 Oktober 2020

Belajar membuat tahu gejrot

Tahu gejrot siap disantap
Tahu gejrot ini cemilan yang biasa dijual secara keliling pakai gerobak dorong. Biasanya lewat depan rumah seingat saya. Tapi, ga tau sekarang ini, masih ada atau ngga.

Menurut wikipedia, tahu gejrot ini adalah makanan khas Cirebon.  Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabai, bawang putih, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil.

Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas. Saat ini tahu gejrot telah menyebar ke seluruh Indonesia seperti Jakarta, Malang, Depok, Surabaya, dan beberapa tempat di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kini, saya mencoba untuk membuatnya sendiri. Seperti yang sudah bisa kita ketahui dari wikipedia di atas, bahwa bumbu-bumbunya itu simple dan mudah didapat yah.

Langsung saja

Bahan-bahan

  • Tahu
  • Minyak goreng

Bumbu untuk kuah

  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cabe
  • Gula merah
  • Kecap
  • Asam matang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur

Senin, 12 Oktober 2020

Membuat orek tempe sederhana

Orek tempe

Hm... sudah lama saya tidak posting. Sekarang mau mulai lagi ceritanya. Dan masih posting tentang resep masakan yang sederhana tapi enak rasanya dan bergizi.

Tempe sudah menjadi makanan masyarakat Indonesia pada umumnya. Gampang sekali didapatkan baik itu di tukang sayur terdekat, di pasar tradisional ataupun di supermarket. Beruntung sekali kita bisa makan tempe setiap hari tentu saja diolah dengan bervariasi. Jadi ngga bosan dengan tempe.

Sudah beberapa bulan belakangan ini – sejak pandemi  tepatnya – saya mengikuti beberapa youtuber Indonesia yang tinggal di luar negeri baik itu karena mengikuti suami atau istri ataupun karena bekerja.

Dan pada umumnya mereka tersebut bilang bahwa tempe adalah makanan mewah bagi mereka lantaran harganya yang mahal. Kalau di sini 4000 ribu sudah bisa mendapatkan sepotong tempe yang bisa dimakan sekeluarga, tapi kalau di luar negeri, mahal.

Jadi, kita yang masih tinggal di Indonesia ini mesti bersyukur karena harga tempe amat terjangkau. Ok, kita kembali lagi ya. Ini mau membuat tempe orek yang gampang.

Berikut ini resepnya.

Bahan-bahan

  • Tempe
  • Kecap manis
  • Minyak goreng

Senin, 28 September 2020

Belajar membuat bubur kacang ijo dan ketan item

Bubur kacang ijo dan ketan item

Setelah beberapa waktu lalu pernah membuat bubur kacang ijo, sekarang saya mau membuat bubur kacang ijo plus ketan item. Untuk ketan itemnya ini saya pesan di tukang sayur langganan seperempat kilo dan sudah sebagian saya masak jadi bubur tanpa tambahan. Jadi, bubur ketan item tok.

Untuk membuat bubur kacang ijo dan ketan item ini, seperti biasanya kacang ijo dan ketan item dicuci lebih dulu dan selanjutnya direndam cukup lama dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore.

Bahan-bahannya sederhana banget; kacang ijo, ketan item, garam sedikit, gula merah, jahe dan daun pandan.

Setelah direndam, maka bisa mulai untuk dimasak;

  • Panaskan air dalam panci
  • Masukkan kacang ijo dan ketan item yang sudah direndam
  • Tambahkan garam, potongan jahe, daun pandan dan gula merah
  • Tunggu hingga airnya menyusut
  • Tambahkan sedikit air bila kacang ijo dan ketan itemnya belum empuk
  • Tunggu hingga air menyusut dan kacang ijo serta ketan itemnya empuk
  • Setelah itu matikan kompor
  • Bubur kacang ijo dan ketan item pun siap disantap

Selasa, 22 September 2020

Belajar membuat martabak telor

Martabak telor siap disantap
Ini kedua kalinya saya mencoba untuk membuat martabak telor. Tentu saja dengan membuat kulitnya sendiri. Kali pertama, gagal membuatnya karena saya kesulitan untuk melebarkan kulitnya dan saya menyerah.

Lalu saya melihat-lihat lagi channel youtube yang membawakan resep ini dan saya melihat bahwa untuk melebarkan kulitnya tak perlu meniru pedagang martabak yang mahir sekali melebarkan kulit martabak dengan cara dilempar-lempar.

Ya, caranya mudah saja. Tipiskan atau lebarkan kulit martabak dengan cara dipipihkan dengan tangan saja, dengan jari-jari. Itu pun sama saja yang penting kulitnya melebar dan tipis sehingga bisa digunakan.

Yo wis, saya pun semangat lagi untuk membuat martabak telor.

Bahan untuk membuat kulit

  • Tepung terigu 11 sdm
  • Garam secukupnya
  • Air 50 ml
  • Minyak goreng 2 sdm
  • Minyak goreng untuk merendam

Cara membuat kulitnya

  • Campurkan tepung terigu dengan garam.
  • Tambahkan air sedikit-sedikit,
  • Uleni hingga agak kalis lalu tambahkan minyak gorengnya
  • Uleni lagi hingga kalis
  • Setelah itu bagi adonan dan bulat-bulatkan
  • Rendam dalam minyak goreng hingga bulatan adonan terendam
  • Diamkan selama 2 jam 

Sabtu, 19 September 2020

Belajar membuat pastel isi bihun

Pastel goreng isi bihun
Sudah beberapa kali saya mencoba untuk membuat pastel, namun belum berhasil juga. Itu lho cara membuat kulitnya yang membuat pastel yang saya buat gagal, kulit terlalu tebal dan bentuknya ga bagus.

Wis, beberapa hari kemarin saya melihat beberapa channel youtube mengenai cara membuat pastel yang renyah dan enak. O... ternyata seperti itu toh caranya.

Maka, kemarin saya mencoba kembali dengan keyakinan akan berhasil kali ini.

Bahan-bahan untuk isian:

  • Bihun
  • Wortel
  • Daun bawang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Lada
  • Bawang putih
  • Minyak untuk menumis

Cara membuat isi:

  • Rebus atau rendam bihun dalam air panas untuk beberapa menit hingga mekar dan lunak. tiriskan
  • Potong-potong wortel dan daun bawang
  • Tumis bawang putih hingga harum lalu masukkan wortel dan daun bawang
  • Aduk-aduk hingga tercampur rata
  • Tambahkan lada bubuk dan aduk kembali
  • Masukkan bihun yang telah ditiriskan dan aduk kembali
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Aduk kembali hingga tercampur rata
  • Masak bihun hingga matang

Selasa, 15 September 2020

Membuat Nasi Uduk Menggunakan Langseng (kukusan)

Nasi uduk siap disantap
Setelah mengikuti acara program online via zoom meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untukPenyintas Kanker dan Perawatan Paliatif”, saya pun bergegas untuk mengerjakan kegiatan rumah tangga sehari-hari, yakni memasak.

Dan, saya memutuskan untuk memasak  nasi uduk. Oya, saya pernah sharing mengenai membuat nasi uduk menggunakan magic com yah, kini saya memasak nasi uduknya menggunakan langseng atau kukusan. Jadi, saya share lagi di sini karena caranya yang agak sedikit berbeda.

Kalau menggunakan magic com, kita hanya memasukkan beras berikut bumbu-bumbu dan santan ke dalam magic com, lalu tunggu matang. Namun untuk membuat nasi uduk menggunakan langseng, ada dua tahap.

Yakni pertama beras dijadikan aron lebih dahulu lalu ditanak atau dimasukkan ke dalam kukusan atau langseng.

Adapun bumbu-bumbunya sama seperti nasi uduk menggunakan magic com yah, ga ada yang berbeda.

Sabtu, 05 September 2020

Program Online via Zoom Meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untuk Penyintas Kanker dan Perawatan Paliatif"

Pagi tadi, pukul 9 – 10.30 saya mengikuti program online tersebut. Programnya memang diadakan tiap hari Sabtu. Program ini diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram yang didirikan oleh Bapak Anand Krishna. Program ini diberikan secara gratis, namun peserta harus mendaftar lebih dahulu.

Dan hari ini adalah pertemuan yang ke empat sejak tanggal 15 Agustus lalu diadakan.

Oya, hari ini pesertanya cukup banyak dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan yang lalu.

Latihan yang diberikan

Adapun latihan yang diberikan adalah latihan meditasi guna me-manage emosi – emotion culturing – membudayakan emosi. Ini merupakan latihan yang luar biasa manfaatnya bila dilakukan dengan sepenuh hati dan rutin.

Latihan ini merupakan salah satu latihan yang diracik oleh Bapak Anand Krishna dan sudah banyak yang mengikuti atau melakukan latihan ini dan merasakan manfaat yang luar biasa.

Latihan tersebut merupakan salah satu latihan yang diberikan dalam program NSE dan bisa ditemukan juga dalam buku "Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern" karya Bapak Anand Krishna 

Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern

Kamis, 03 September 2020

Rencana ke rumah Ibu

Hmmm....
Sudah memasuki bulan September, hari ke empat tepatnya. Dan, rencananya hari minggu ini saya sudah boleh mengunjungi ibu saya di Lebak Bulus. Wah... sudah lama banget ga ketemuan ama ibu saya dan adik-adik di sana.

Banyak yang berubah pastinya sejak terakhir saya berkunjung Maret lalu.

Belum tau juga apa saja yang berubah itu.

Pertama kali ke sana nanti, kira-kira bagaimana perasaan saya yah he he he... apakah ada rasa takut, senang atau kedua rasa itu bercampur aduk.

Takut karena kondisi covid 19 yang tak kunjung turun di Jakarta dan senang karena setelah sekian bulan tak ketemu, akhirnya bisa ketemu lagi.

Atau malah kikuk, canggung.

Enggak tau juga yah, soalnya ini baru hari Jum’at dan masih ada dua hari lagi.

Rabu, 02 September 2020

1 September

Guruji Anand Krishna
Tanggal 1 September selalu istimewa

Karena hari lahirnya Guruji Anand Krishna

Pendiri padepokan Anand Ashram di Indonesia

One earth one sky one humankind itulah visinya


Senantiasa berbagi ilmu dan kesadaran

Melalui buku-buku dan ceramahnya

Tiada lelah, tiada hilang kesabaran

Memberi bimbingan pada kita semuanya


Guruji Anand Krishna

Nama yang indah sesuai sosoknya

Semoga senantiasa terngiang-ngiang di setiap masa

Sehingga hidup menjadi bermakna

Kamis, 27 Agustus 2020

Membuat Roti Goreng Isi Keju

Sebenarnya rencananya mau bikin roti goreng isi coklat, tapi... karena masih ada keju sisa membuat pizza mini teflon yang cukup banyak (menurut saya), maka akhirnya saya ubah jadi bikin roti goreng isi keju.

Ga kalah enaknya kok. Caranya pun mudah.

Bahan-bahannya bisa kita gunakan saja resep untuk membuat donut yah. Dan cara memasukkan kejunya, sama seperti dalam cara membuat bakpao isi coklat.

Yuk, simak!

Bahan-bahan:

  • 250 gr tepung terigu (25 sdm)
  • 2 sdm mentega
  • 1 sdt ragi
  • 2,5 sdm gula putih
  • ½  sdt garam
  • ½ sdt sp
  • 125 ml air
  • Susu bubuk 2 sdm
  • Minyak goreng
  • Keju untuk isian

Rabu, 26 Agustus 2020

Terkadang

Terkadang saya bosan. Tapi... selanjutnya ada yang bilang, “wah... kurang kerjaan tuh, jadinya bosan”.

Mungkin. Tapi.... selanjutnya lagi ada yang bilang, “santai aja, enjoy your time”.

Bener juga. Tapi... ada yang bilang lagi, “ayo... kerja, kerja, kerja”.

Bagus juga solusinya. Selanjutnya ada terlintas, “hus... jangan banyak ngeluh. Banyak yang mesti disyukuri”.

Hmmmm... jadi setiap kali ada rasa bosan nyelinap, itu mesti alihkan dengan benar.

Memang sih, bosan itu rasa yang biasa kita alami. Rasa bosan bisa datang dari rutinitas yang kita lakukan. Nampaknya itu itu saja, pengulangan.

Nah, mesti diatasi cepat supaya ga berlama-lama bosannya.

Seperti...

Masa pandemi

Ini....

Kebosanan sudah pasti ada. Karena sebelum pandemi, kita yang biasa bepergian entah untuk bekerja, sekolah atau pun untuk travel, itu tidak bisa kita lakukan dengan bebas. Malah, di awal-awal pandemi, kita betul-betul dianjurkan untuk di rumah saja.

Stay at home, stay home. Bahkan kerja pun dari rumah – work from home – sekolah pun demikian, belajar di rumah dan beribadah pun demikian, di rumah saja.

Tentu saja berlama-lama di rumah saja menimbulkan kebosanan tersendiri yang juga harus kita atasi. Mungkin di awal-awalnya, kita senang-senang saja tidak kemana-mana, di rumah saja. Tapi... seiring berjalannya waktu, rasa bosan itu timbul. Dan kita merindukan untuk bepergian seperti belum adanya pandemi yang mana tidak mungkin terjadi.

Senin, 24 Agustus 2020

Selama di rumah aja

Bolu Kukus Pisang
Ini sudah memasuki bulan ke enam saya di rumah aja, tidak bepergian selain pergi belanja sayur dan kebutuhan sehari-hari di dekat rumah saja.

Keluar rumah untuk kebutuhan itu pun tidak setiap hari seperti sebelum adanya pandemi virus corona ini. Tiap tiga hari sekali saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Tidak juga membeli makanan di luar. Jadi, makanan yang saya dan suami konsumsi dimasak sendiri. Karena itulah, saya mencoba untuk membuat cemilan sendiri.

Dulu tidak pernah terpikir untuk membuat roti, tapi.... karena di rumah aja dan sering melihat channel youtube milik mba Yuni Leasure, saya jadi pingin juga membuat roti. Di channelnya itu, mba Yuni sering kali sharing resep membuat roti.

Karena ia menetap di Birmingham, Inggris lantaran ikut suaminya, maka mau tidak mau ia sering membuat roti, entah itu untuk sarapan, makan siang atau untuk makan malam. Dan, setelah saya perhatikan, ternyata setelah selesai makan, mereka terbiasa untuk makan hidangan penutup berupa kue.

Dan, kue-kue atau roti yang disajikan adalah buatan mba Yuni sendiri yang sering kali ia upload ke channel youtubenya.

Roti buatan saya

Setelah melihat beberapa channel memasak dan membuat kue, saya mencoba untuk membuatnya. Pertama kali yang saya buat adalah bolu kukus pisang, selanjutnya saya mencoba untuk membuat bakpao pandan isi coklat.

Donut

Setelah itu kok saya terbayang-bayang adonan roti saat membuat bakpao. Yo wis, saya pun mencoba untuk membuat donut dan juga pizza mini teflon.

Bakpao Pandan Isi Coklat


Sabtu, 22 Agustus 2020

Belajar Membuat Donut Yang Simple

Donut
Lagi seneng bikin roti nih. Setelah pernah berhasil membuat bolu kukus, bakpao pandan isi coklat dan juga pizza mini, sekarang saya mencoba untuk membuat donut.

Setelah saya perhatikan, ternyata bahan-bahannya tak jauh berbeda. Yuk langsung saja.

Bahan-bahan:

  • 250 gr tepung terigu (25 sdm)
  • 2 sdm mentega
  • 1 sdt ragi
  • 2,5 sdm gula putih
  • 1 sdt garam
  • 125 ml air
  • Minyak goreng

 Cara membuatnya:

  • Campurkan terigu, ragi dan gula putih dalam satu wadah. Aduk-aduk hingga rata
  • Tambahkan juga garam
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit
  • Uleni hingga kalis
  • Selanjutnya masukkan mentega dan uleni lagi hingga kalis
  • Setelah itu diamkan adonan hingga mengembang
  • Setelah mengembang, hilangkan gasnya
  • Bulat-bulatkan adonan menjadi bulatan kecil
  • Jangan lupa untuk lubangi bagian tengahnya
  • Setelah semua adonan di bentuk, diamkan sebentar hingga mengembang lagi
  • Lalu goreng adonan hingga matang
  • Donutpun siap disajikan 

Rabu, 19 Agustus 2020

Membuat kacang bawang

Kacang bawang
Udah lama banget ga bikin kacang goreng atau dikenal juga dengan nama kacang bawang. Yah, kacang bawang lantaran digoreng bersamaan dengan bawang supaya rasa dan aromanya enak.

Dulu, biasanya menjelang lebaran, saya biasa membantu ibu membuat kacang bawang ini. Sekarang, setelah menikah, saya belum pernah membuatnya meskipun menjelang lebaran.

Dan, di masa pandemi ini, rasanya waktu yang tepat untuk membuatnya sebagai cemilan.

Gampang saja membuatnya. Yuk, simak

Bahan-bahan:

  • Kacang tanah
  • Bawang putih
  • Garam
  • Minyak goreng

Cara membuatnya:

  • Pertama-tama, rendam kacang tanah dalam air panas dan garam secukupnya
  • Setelah kurang lebih 20 menitan atau lebih, buang airnya dan mulai buang kulit ari kacang tanahnya
  • Setelah dikupas dari kulit arinya, campurkan dengan bawang putih yang telah digeprek atau dipotong-potong.
  • Selanjutnya goreng hingga kekuningan.
  • Angkat dan tiriskan minyaknya
  • Masukkan ke dalam toples ketika sudah hilang uap panasnya 

Senin, 17 Agustus 2020

Belajar membuat singkong goreng yang merekah

Singkong Goreng Merekah
Kemarin, dapet rejeki dari mertua. Yakni dikasih dua umbi singkong yang lumayan besar. Dan terlintas langsung untuk menjadikannya singkong goreng yang merekah.

Katanya singkong goreng tersebut enak dan suami juga request untuk membuatnya. Beberapa kali saya mengolah singkong menjadi combro dan sepertinya sudah bosan juga makan combro.

Jadilah saya olah singkong dari mertua itu menjadi singkong goreng yang merekah.

Lantaran belum pernah membuatnya, maka segera saja saya cari resepnya di youtube. Dan terpampang video-video yang memuat tentang resep tersebut. Saya klik dua atau tiga video dan saya putuskan untuk membuat dengan cara saya sendiri.

Yuk, langsung saja

Bahan-bahan

  • Singkong
  • Minyak goreng
  • Air untuk merebus
  • Air dingin

Kamis, 13 Agustus 2020

Pengalaman baru (kolektif)

Di tahun 2020 ini memang banyak hal baru yang belum pernah kita temukan ataupun lakukan sebelumnya. Tahun dua nol dua nol ini memang nampaknya tahun yang ajaib, setidaknya demikian saya rasa.

Tahun yang tak akan mudah dilupakan lantaran banyak hal yang baru tadi. Hmm.... semua pasti merasakan dan mengalaminya. Demikian menurut saya. Ya, covid 19 memang membuat banyak hal berubah, cara pandang kita pun sebenarnya mesti berubah.

Pasti teman-teman sudah tahu bukan, hal-hal baru yang menjadi pengalaman kita semua di tahun 2020 ini? Hmmm... apa saja sih?

Pakai masker tiap kali keluar rumah

Ini merupakan hal yang baru bagi kita semua. Dulu, kita hanya pakai masker ketika sedang flue atau batuk saja (meskipun banyak juga yang tidak). Kini dengan adanya wabah covid 19, mau tidak mau kita mesti menjalankan protokol kesehatan yang salah satunya adalah menggunakan masker ketika keluar rumah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virusnya sehingga tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

Menggunakan handsanitizer

Di awal pandemi, barang ini sempat langka dan harganya melambung tinggi. Yang tadinya orang tak peduli dengan keberadaan barang ini, sejak adanya pandemi, handsanitizer menjadi primadona, banyak dicari.

Ya, handsanitizer memang diperlukan untuk membersihkan tangan bilamana tidak ada sabun dan air bersih tentu saja. Sehingga penggunaan handsanitizer di kala pandemi ini menjadi amat meningkat.

Sering mencuci tangan

Virus covid 19 menular melalui sentuhan tangan, sehingga untuk mencegah penularan virus ini kita dianjurkan untuk sering mencuci tangan. 

Ketika berada di rumah, maka kita mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air sedangkan ketika di luar rumah dan tidak tersedia air dan sabun, maka kita menggunakan handsanitizer.

Selasa, 11 Agustus 2020

Belajar membuat tempe katsu


Ini resep yang masih hangat karena baru saja saya praktekkan, he he he.  Sebenarnya ini request dari suami untuk membuat menu masakan yang mudah dan cepat dibuatnya. Jadilah saya membuatnya.

Resep ini pertama kali dilihat oleh suami saya di youtube channelnya chef Devina Hermawan 

Trus, akhirnya saya buat untuk menu siang kemarin. Gampang sih sebenarnya membuat tempe katsu ini, yuk simak saja.

Bahan-bahan:

  • Tempe
  • Tepung terigu 3 – 4 sdm
  • Santan 3 sdm
  • Telur 1 butir
  • Tepung panir
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Minyak goreng

Bumbu-bumbu

  • Lada bubuk
  • Bawang putih bubuk

 Cara membuatnya:

  • Pertama-tama potong tempe agak tebal lalu penyetkan atau ditekan supaya pipih.
  • Sekarang kita buat adonan tepungnya, masukkan tepung terigu, santan dan telurnya dalam satu wadah. Aduk-aduk.
  • Tambahkan bumbu-bumbu, garam dan penyedap rasa atau kaldu jamurnya.
  • Siapkan tepung panir dalam wadah terpisah. Jangan terlalu banyak, nanti kalau kurang bisa ditambahkan.
  • Setelah itu masukkan tempe yang sudah dipenyetkan ke dalam adonan tepung, angkat lalu masukkan ke dalam tepung panir, tekan-tekan supaya tepung panirnya menempel erat di tempe.
  • Lakukan untuk semua tempe
  • Setelah itu goreng dengan api sedang hingga matang 

Jumat, 07 Agustus 2020

Belajar Membuat Bakpao Pandan Isi Coklat

Bakpao Pandan Isi Coklat
Sebenarnya saya bukan penggemar bakpao, tapi... karena di rumah masih banyak pasta pandan sisa untuk mbikin kue klepon, maka saya cari cara untuk menggunakannya. Jadi... setelah saya pikir-pikir, apa ya makanan yang ijo-ijo?

Ternyata terlintas bakpao ijo. Jadilah saya cari resepnya di Youtube dan di Google. Akhirnya setelah menyimak beberapa resep, saya putuskan untuk menggunakan yang saya gunakan di bawah ini. Dan hasilnya, bagus. Bakpaonya enak dan teksturnya tetap empuk meskipun sudah dingin bakpaonya.

Yuk langsung saja:

Bahan-bahan

  • 250 gr tepung terigu
  • 1 sdt ragi instan
  • 1 sdm gula putih
  • 1 sdm margarin
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt baking powder
  • Air 150 ml
  • Pasta pandan
  • Selai coklat

Senin, 03 Agustus 2020

Belajar membuat nasi uduk menggunakan magic com

Siapa yang tak kenal dengan nasi uduk? Pastinya semua sudah tahu dan sudah pernah mencicipi makanan khas yang banyak kita temukan kala pagi hari untuk sarapan.

Dulu ketika masih bertempat tinggal di daerah Cirendeu, saya ingat pernah mencicipi nasi uduk di 5 pedagang nasi uduk yang berbeda. Tiga dari lima pedagang tersebut letaknya tak terlalu jauh dari tempat tinggal saya.

Dan masing-masing pedagang memiliki ciri khasnya tersendiri meskipun secara umum nasi uduk dibuat menggunakan santan kelapa dan rempah-rempah. Ada yang santannya terasa sekali ada yang ringan saja, ada yang rempahnya terasa, ada yang ringa saja. Dan menu tambahan untuk nasi uduk di masing-masing pedagang, ada perbedaan dan ada juga persamaannya.

Nah, sejak saya tinggal di daerah Rempoa ini, saya mendapati 6 pedagang nasi uduk. Saya pernah mencicipi nasi uduk di enam pedagang tersebut. Saya memang suka dengan nasi uduk. Dan di antara ke enam pedagang tersebut, ada satu yang menjadi favorit saya lantaran rasa dari nasi uduk, semur dan sambalnya yang pas. Meskipun agak jauh dari tempat tinggal saya, namun terkadang saya tetap membeli di sana.

Nasi uduk buatan sendiri

Dan karena pandemi, saya mencoba untuk membuat sendiri nasi uduk dengan menggunakan magic com. Sudah lama sebenarnya saya bertanya pada ibu saya mengenai caranya, tapi... lantaran masih bisa membeli di luar, jadi saya urungkan untuk membuat sendiri.

Kini, tak ada alasan lagi untuk tidak membuatnya sendiri. Kalau untuk resep dan caranya, ibu saya udah menjelaskannya dengan gamblang akan tetapi saya masih penasaran juga. Akhirnya saya coba cari di Youtube.

Kamis, 30 Juli 2020

Senantiasa Berharap

Sudah menjelang hari raya Idul Adha ini, yakni besok, Jum’at 31 Juli 2020. Masalah di dalam keluarga masih menggantung. Ibu dan adik-adik di sana masih bingung. Masih menanti-nanti kepulangan yang dicintai. Semoga segera kembali dengan keadaan sehat jasmani dan rohani.

Hmmm... sungguh kejadian yang tak disangka-sangka. Sudah satu bulan berlalu, belum juga bisa bertemu. Mudah-mudahan segera bisa bersama kembali setelah ini.

Memang hidup adalah misteri. Kita semua hanya menjalani dengan sebaik mungkin seharusnya. Tidak boleh menyakiti, siapa pun jua.

Tak bisa bersua sudah sejak pandemi ni meluas, saya hanya bisa komunikasi dengan ibu dan adik-adik serta kakak via telpon, wa ataupun video call. Rasanya waktu jalan melambat.

Sudah 4 bulan mau lewat, kasus covid 19 di Indonesia belum melambat. Malah kian banyak. Tiap hari kenaikannya bikin geleng kepala. Entah salahnya dimana.

Sebentar lagi bulan Agustus, bulan dimana hari kemerdekaan Indonesia tercatat. Entah berapa banyak lagi orang-orang yang akan terpapar. Entah sampai kapan semua ini akan usai.

Dan banyak lagi entah-entah yang lain.

Selasa, 28 Juli 2020

Jangan Anggap Remeh

Hari ini ada pengalaman yang ga terlalu luar biasa sih. Tapi bisa dijadikan catatan supaya selalu ingat dan diambil hikmahnya, inti sarinya. Ini dia pengalamannya.

Suami saya suka ngemil yang garing-garing di antaranya gorengan. Nah, sudah lama saya ingin membuat martabak telor sendiri yang kulitnya seperti di tukang martabak. Setelah saya menonton salah satu video terkait cara bikin kulit martabak telor, maka langsung saya eksekusi nih.

Dengan bahan-bahan yang mudah, kulit martabaknya saya buat step by step. Terigu kurang lebih 12 sendok makan dicampur dengan sedikit garam terus ditambahkan air, uleni hingga kalis selanjutnya tambahkan minyak goreng kurang lebih dua sendok makan. Uleni lagi hingga tercampur rata.

Terakhir bagi adonan tadi menjadi beberapa bagian dan bulatkan. Setelah itu rendam adonan di dalam minyak goreng kurang lebih 2 jam.

Nah, setelah dua jam, saya coba satu bulatan untuk dipipihkan. Secara tekstur sih sepertinya sudah pas, tapi ketika dilebarkan, kok bisa robek yah. Padahal kan seharusnya kulitnya itu anti robek.

Ya, sudah lah. Saya coba saya untuk memasaknya.

Setelah saya siapkan isian martabaknya yakni dua butir telor dicampur dengan irisan daun bawang plus sedikit garam, penyedap rasa dan lada halus. Kocok hingga tercampur rata.

Mulailah saya pipihkan satu bulatan adonannya. Trus saya masukkan ke dalam teplon dengan api kecil saja. Tapi karena kurang lebar, maka ketika saya masukkan isiannya yakni telor, eh kok ya keluar-keluar.

Kacau dah. Gagal ini kayaknya.

Dan ternyata memang gagal karena kulitnya terlalu tebal sehingga isiannya tidak matang optimal.

Senin, 27 Juli 2020

Belajar Membuat Klepon

Hmm. Beberapa hari yang lalu klepon menjadi trending topik di twitter. Ada suatu hal yang membuatnya trending dan itu suatu hal yang ajaib. Tapi, ada baiknya juga. Lantaran hal itu, banyak orang yang membuat klepon.

Klepon jadi naik daun lagi....

Dan saya pun ikut pengen mencoba membuat klepon. Saya sudah pernah menikmati cemilan ini, beberapa kali. Dulu, sudah lama sekali. Tapi, saya belum pernah membuatnya sekalipun.

Dan, mungkin ini saat yang tepat untuk mencoba membuat klepon sendiri. Masih terkait pandemi, saya belum berani untuk membeli makanan atau jajanan. Jadi, solusinya adalah membuatnya sendiri.

Ternyata kalau dipikir dan melihat tayangan di youtube ataupun membaca resepnya itu mudah saja, tapi setelah dipraktekkan, tak semudah yang kita saksikan dan bayangkan.

Untuk resepnya, saya cari via mbah Google dengan kata kunci resep klepon anti gagal, dan saya klik di sini

Saya menggunakan resep klepon biasa yang ada di link tersebut dengan sedikit modifikasi.

Yuk, simak!

Bahan-bahan:

  • Tepung beras ketan
  • Tepung beras
  • Air hangat
  • Garam
  • Gula merah untuk isi
  • Pasta pandan
  • Kelapa parut
  • Air untuk merebus

Sabtu, 25 Juli 2020

Membuat Soto Tanpa Ayam

Soto tanpa ayam

Sudah beberapa kali saya membuat menu ini. Lumayan, suami suka juga dengan menu ini. Dengan andalan bumbu-bumbu yang ada, soto tanpa ayam pun nikmat dan enak untuk dijadikan menu andalan.

Ya, ternyata inti dari menu ini ada pada bumbu-bumbu yang digunakan. Dan bumbu-bumbu ini sudah seharusnya selalu ada di dapur, supaya sewaktu-waktu mau bikin menu ini, jadi mudah.

Simak yah;

Bahan-bahan isi soto:
  • Bihun
  • Kol

Bumbu-bumbu:
  • Kemiri
  • Ketumbar
  • Kunyit
  • Lada
  • Jahe
  • Laos
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Sereh
  • Daun salam
  • Daun jeruk

Pelengkap:
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Daun seledri
  • sambal

Cara membuat kuah soto:
  • Panaskan air dalam panci
  • Tumis bumbu yang dihaluskan (kemiri, ketumbar, lada, kunyit, bawang merah, bawang putih) dan bumbu yang digeprek (laos, jahe, sereh) hingga harum
  • Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam panci
  • Aduk-aduk
  • Masukkan daun salam dan daun jeruk
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa
  • Terakhir masukkan potongan daun bawang
  • Cicipi rasanya, bila sudah pas, matikan kompor

Kamis, 23 Juli 2020

Membuat Bubur Kacang Ijo yang Simpel

Bubur kacang ijo 

Udah lama saya membeli kacang ijo, belum saya apa-apakan juga, belum saya olah juga itu kacang ijo. Ya, sudah lah kemarin akhirnya saya putuskan untuk saya bikin bubur kacang ijo saja. Yang gampang saja.

Sebenarnya kacang ijo itu bisa diolah menjadi peyek atau rempeyek atau dibuat menjadi toge atau kecambah. Tapi, suami saya ga doyan rempeyek pake kacang ijo dan saya juga belum bisa membuat toge.

Jadi.... bikin bubur kacang ijo sajalah. Karena bahan-bahannya dan bahan pelengkapnya juga ada.

Ini dia bubur kacang ijo yang saya buat.

Bahan-bahan
  • Kacang ijo
  • Jahe
  • Gula merah
  • Garam
  • Air

Cara membuat:
  • Pertama-tama cuci dan rendam lebih dulu kacang ijo kurang lebih 1 jam supaya lebih cepat lunak ketika dimasak
  • Potong-potong atau geprek jahe
  • Panaskan air dalam panci
  • Masukkan kacang ijo dan jahe ke dalamnya
  • Tambahkan sedikit garam
  • Bila air sudah surut, namun kacang ijo belum lunak, tambahkan air
  • Rebus hingga kacang ijo lunak
  • Matikan kompor
  • Bubur kacang ijo siap disajikan

Siang menjelang sore

Hujan

Hujan turun, terdengar suara di atas rumah. Di atap rumah. Suaranya berisik lantaran butiran-butiran air yang jatuh dari langit.

Sudah tiga hari seperti ini. Pagi dan menjelang siang cuaca panas sekali tapi menjelang sore mulai redup dan turun hujan atau gerimis saja yang tidak lama.

Untung cucian sudah kering semua, jadi tidak masalah.

Mungkin karena sudah masuk musim penghujan, jadi tiap sore kita dibiasakan untuk menikmati jatuhnya air dari langit  he he he...

Memori


Ada hal yang masih jadi pertanyaan dalam hati, masih mengganjal. Meskipun tidak terlalu mengganggu, tapi masih ada rasa penasaran. Ya, ada rasa sedih yang muncul tatkala selesai hujan di siang hari. Saya ga tau kenapa.

Sudah lama sekali perasaan itu muncul dan saya belum punya jawabannya.

Sabtu, 18 Juli 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (Bagian 7)

Beberapa Handsanitizer yang saya beli

Kini telah memasuki bulan ke empat saya dan suami tidak kemana-mana, lebih banyak di rumah saja. Kalau keluar pun hanya saya saja untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari itupun tiga hari sekali.

Wabah corona di beberapa negara memang sudah menunjukkan penurunan. Saya melihat beberapa Youtuber Indonesia yang tinggal di luar negeri sudah bisa beraktifitas di luar baik itu bekerja ataupun kegiatan lainnya dengan menggunakan masker tentu saja.

Anak-anak sekolah pun di beberapa negara sudah mulai belajar kembali di sekolah dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan di negara tersebut tentu saja.

Sedangkan di

Indonesia


Kasusnya masih terbilang tinggi, hampir tiap hari bertambah seribu kasus baru. Saya cek di sini
bahwa menjelang new normal atau normal baru kasus yang positif bertambah hampir seribu kasus.

Dan hari ini, Sabtu, 18 Juli 2020 diberitakan bertambah 1.752 kasus baru 

Kondisi di sekitar


Dari pengamatan saya, kini kondisinya sudah seperti biasa hanya saja memang kebanyakan tetangga menggunakan masker ketika keluar rumah seperti ketika belanja sayur meskipun dekat rumah. 

Namun, ada juga yang tidak, mereka cuek saja. Mungkin mereka berpikir, untuk apa pakai masker, kan Cuma keluar sebentar dan jaraknya dekat dengan rumah.

Dulu, yang awalnya banyak tetangga yang berjemur ketika pagi hari, kini tak saya temukan lagi. Sudah seperti biasa, seperti belum ada corona.

Dulu, di awal wabah, handsanitizer dan masker medis langka dan harganya pun melambung tinggi demikian juga dengan vitamin C, namun kini sudah berubah. Handsanitizer, masker medis dan vitamin C sudah bisa didapatkan di supermarket terdekat dengan harga yang biasa.

Dulu, yang awalnya desinfektan langka dan mahal, kini sudah banyak tersedia dengan harga yang normal.
Flag Counter