Senin, 31 Mei 2021

Minggu yang ngga asik (pelajaran berharga)

Minggu yang tak terlupakan. Lantaran ada kejadian yang tak mengenakkan. Kala itu sedang jalan menuju toko makanan kucing. Jalan yang biasa saya lalui memang tak mulus. Trotoar maksudnya, tak mulus.

Padahal saya biasa lewati trotoar itu dan tak pernah ada masalah. Mungkin karena lagi apes, maka ada kejadian itu. Walah-walah.... malu.... tapi... mau dikata apa? Sudah terjadi, biarkan saja.

Sedang jalan biasa tak terburu-buru, eh tiba-tiba seperti pusing dan saya pun nyusruk menghantam trotoar itu. Ha ha ha.... padahal saya udah sarapan dan tidak sedang sakit. Weleh-weleh-weleh...

Saya biarkan saja badan saya jatuh di trotoar itu. Lalu teringat untuk segera bangkit.

Ada seorang ibu yang baik hati membantu saya berdiri. Saya ga sadar kalau dahi (jidat) kiri saya luka memar sampai ibu itu memberi tahu bahwa ada darah di jidat saya. Saya langsung lap dengan tisu basah yang saya genggam dan sudah agak kotor karena jatuh.

Wah iya, ada sedikit darah. Agak kaget juga yah kok bisa berdarah. Tapi... ya bisa saja karena trotoar itu kasar berbatu. Jadi jidat saya kena batuan yang ada di sana.

Siku lengan kiri juga memar dan lutut kiri juga begitu.  Apes memang saat itu, he he he....

Saya ucapkan terima kasih untuk ibu yang sudah membantu saya, semoga ibu mendapatkan balasan dari DIA yang tak pernah tidur. Saya diberikan tisu basah oleh ibu itu untuk membersihkan luka memar saya.

Rabu, 26 Mei 2021

Siang ini

Siang ini anginnya kencang, saya jadi takut kalau pakaian yang sedang saya jemur akan beterbangan dan jatuh. Ya, sudah saya angkat saja dan untungnya sudah kering juga.

Kemarin dan beberapa hari belakangan juga sama sepertinya. Angin kencang. Minggu lalu malah turun hujan di sore hari dan angin juga ikutan, jadilah bocor rumah dan mesti segera dibersihkan ketika hujan reda.

Karena hujannya deras dengan angin juga, maka air yang masuk pun agak banyak. Mudah-mudahan ke depannya tidak seperti itu lagi. Amin....

Kemarin tanggal merah, hari raya Waisak. Terasa sepi... saya rasakan kalau hari libur memang kondisi jadi sepi. Di jalan raya juga demikian, pas saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan harian, saya baru sadar kalau kemarin itu hari libur. Pantas saja sepi...

Hari lebaran sudah berlalu, ya memang semua juga akan berlalu, he he he. Tak ada yang abadi, begitu kata para bijak.

Selasa, 25 Mei 2021

Air muka

Sepertinya air muka seseorang ditentukan dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Apakah sepanjang hidupnya ia bahagia, atau sering berduka, sering mendapatkan perlakuan baik atau sebaliknya. Apakah ia mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya atau malah kemudahan.

Air muka bisa dibaca dengan mudah. Dari pancaran bola matanya. Kita sebenarnya bisa mengetahui seseorang itu ceria atau cenderung menyimpan duka.

Ya, bola mata bisa menyiratkan sejuta makna.

Senin, 24 Mei 2021

Curhat seorang sobat


“Ha ha ha.... kamu pikir kamu sehebat itu? Pake bisa milih bentuk fisik segala ketika lahir!”

Suatu hari percakapan di antara dua orang sahabat terjadi. Penuh tawa...

“Iya, Sat. Aku pikir dulu begitu, he he he” Santo berkata sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sebenarnya.

“ Hebat kamu, San kalo bisa seperti itu. Bisa memilih bentuk fisik.” Sahut Satria yang masih ga percaya dengan ucapan sobatnya itu.

Pembicaraan mereka berkisar tentang reinkarnasi, kelahiran kembali.

“Dulu itu, aku berkesimpulan seperti itu setelah aku membaca buku Bapak Anand Krishna yang berjudul Reinkarnasi – hidup tak pernah berakhir.” Lanjut Santo mulai bercerita.

“Aku suka sekali dengan pembahasan dalam buku itu. Wah, sesuatu yang baru bagiku, tapi kok ya ga terasa seperti baru-baru amat. Aku langsung bisa menerima apa yang disampaikan oleh Bapak Anand Krishna dalam buku tersebut. Seperti mengaminkan, begitu.” Santo seperti sedang mengingat apa yang dijelaskan dalam buku yang ia sebut. Menerawang...

“Buku tersebut juga menjadi salah satu buku favorit ku, San. Kini buku tersebut diterbitkan kembali dengan pembahasan yang lebih luas. Judulnya Soul Awareness – Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi.” Sambut Satria dengan penuh antusias.

“Kapan-kapan aku pinjamkan ya. Aku sudah baca beberapa kali buku itu.”

Kamis, 20 Mei 2021

Amankan no WA dengan Verifikasi Dua Langkah


Tadi pagi seorang sobat bercerita tentang pengalamannya. 

Ia mendapatkan Wa dari seorang teman. Tanpa ucap salam dan lainnya, temannya itu langsung kirim teks P lalu disusul dengan kalimat: “bisa bantu ga?”

Ada rasa curiga yah karena biasanya temannya itu selalu memulai pembicaraan dengan salam, tapi akhirnya Wa tersebut ia balas :”hal apa mba?”

Lalu temannya itu jawab lagi yang bikin tambah sobat saya curiga:”ada saldo di rek?”

“pinjam sebentar” “nanti siang dikembalikan”

Wah sobat saya jadi berfikir bahwa nomornya itu telah dihack orang karena dia tahu persis bahwa temannya itu ga bakal pinjam uang.

Langsung sobat saya tanyakan pada atasan temannya itu (kebetulan ia kenal) apakah nomor hp temannya itu dihack atau hpnya hilang. Dan ternyata diiyakan oleh sang atasan bahwa nomor teman itu telah dihack.

Ternyata semestinya sobat saya hapus pembicaraan itu segera dan semestinya ia tidak balas wa yang temannya itu kirimkan. Wah...sobat saya jadi was-was, jangan-jangan nomor WA nya sudah kena hack.

Selasa, 18 Mei 2021

Masih sama

“Sat, kok kamu ga kemana-mana?”  suatu hari  Santo bertanya pada Satria, sahabatnya.

“Mau kemana? Kan aku ga ada keperluan untuk keluar rumah, bepergian. Jadi, aku ga kemana-mana.” Satria menjawabnya singkat dan jelas.

Satria memang bukanlah pemuda yang suka nongkrong atau berwindow shopping di mall atau di pusat perbelanjaan. Dia orang yang lebih suka menikmati waktunya sendiri di rumahnya saja.

Bepergian bila hanya ada keperluan saja, tak lebih dan tak kurang.

Tapi itu bukan berarti ia ga bergaul alias ga kenal dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Tidak demikian.

“Dari dulu kamu kan sudah tahu kalau aku bukan orang yang suka wara-wiri ga karuan, tanpa tujuan, he he he,” lanjut Satria sambil cengengesan.

Santo hanya manggut-manggut saja.

Rabu, 12 Mei 2021

Hari raya idul fitri tahun ini

Ini kali kedua hari raya idul fitri di masa pandemi. Yang pertama adalah tahun lalu yakni 2020 dimana pandemi belum lama terjadi, baru beberapa bulan saja tepatnya. Dan tahun lalu itu tahun pertama berlebaran atau idul fitri yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu idul fitri, saya tidak mengunjungi ibu saya seperti tahun-tahun sebelumnya. Amat terasa beda. Tak bisa silaturahmi secara langsung, namun Alhamdulillah.... karena teknologi, saya masih bisa komunikasi melalui video call.

Idul fitri tahun ini pun saya tidak mengunjungi ibu saya akan tetapi semalam (malam takbiran) saya dan suami datang ke rumah ibu (tahun lalu ini tidak saya lakukan mengingat pandemi yang masih hangat-hangatnya). Alhamdulillah... meski hanya beberapa jam saja saya sudah senang bisa berkunjung.

Kalau idul fitri seperti ini, biasanya di rumah ibu ramai berdatangan tetangga begitu juga adik-adik dan kakak saya beserta keluarganya. Jadi, bisa jadi ajang kumpul keluarga. Namun, tahun ini dan tahun sebelumnya itu tidak saya lakukan mengingat masih pandemi.

Flag Counter