Senin, 25 Februari 2013

Mengatasi Amarah yang Terpendam

Dari comedyrants.com 

Ku kira rasa sakit hati itu telah hilang. Pupus begitu saja tatkala kata maaf keluar dari mulut orang itu. ku kira amarah yang ada dalam diri telah hilang bak uap yang menguap seiring angin menghalaunya.

Ternyata tidak. Rasa sakit hati itu, rasa dendam itu, amarah itu masih ada. Mengendap. Terdesak perlahan ke bawah alam bawah sadar ku. Ya, semua rasa di atas itu masih ada dan aku menyadari tatkala ku lihat orang yang telah menabrak ku lewat di depan mata ku.

Amarah itu muncul begitu saja saat ku lihat orang itu. Aku yakin orang itu mengingat betul wajah ku, orang yang kemarin telah ia tabrak dan ia tak meminta maaf sebelum seorang preman hendak menghujamkan kepalan tangannya dengan tak sabar ke wajahnya.

Uh…. Sungguh sebel, marah aku pada orang itu. kenapa kemarin tak ku biarkan saja para preman menghajarnya habis-habisan?  Aku bertanya-tanya dalam hati. Tak puas rasanya melihat orang itu hanya minta maaf dan berlalu begitu saja.

Kamis, 21 Februari 2013

Eksekusi atas Anand Krishna Merupakan Abuse of Power

Di tengah-tengah hari kasih sayang yang konon dirayakan di segenap penjuru dunia yang jatuh pada hari ini Kamis, 14 February 2013 di Anand Ashram Ubud,Bali digelar  Simposium Perempuan Indonesia 2013, “Mewujudkan Global Peace dan Interfaith Harmony melalui Kasih Sayang Perempuan.”



Dua orang yang mengaku dari Kejari (kejaksaan Negeri) masuk dan berniat mengeksekusi Anand Krishna sesuai dengan perintah yang diterima mereka. Pada buku tamu ke dua orang tersebut bahkan tidak membubuhkan nama. Ketika ditanyakan perihal nama, salah satu dari mereka menjawab bahwa namanya adalah jaksa no. 7. Aneh ya? Kayak James bond aja 

Pada saat itu mereka gagal mengeksekusi target mereka yakni Anand Krishna. 

Lalu pada tanggal 16 Februari 2013 kurang lebih pukul 10 pagi, tim eksekusi dari kejaksaan dibantu oleh polisi dari Polda Bali dan puluhan orang tak dikenal dengan perawakan yang tinggi besar kembali mendatangi pasraman Anand Ashram di ubud untuk menjemput paksa Anand Krishna. Mereka menerobos paksa.

Minggu, 10 Februari 2013

Panen Tanaman Sawi (apa bener?)


Hari minggu mendung menggelayuti langit Jakarta, sedari pagi sih mau cerah. Biru. Serasa damai. Menjelang siang, mendung mulai menyelimuti. Hmm….. rencananya kami mau memindahkan beberapa tanaman yang masih berkumpul dalam satu pot.

Tapi…. Nampaknya kami berfikir kembali untuk itu.

Seperti biasa, tiap pagi kami sempatkan untuk melihat-lihat tanaman. Beberapa batang pohon sawi, cabe, tomat. Mereka itu yang biasa kami perhatikan lebih, secara kami sedang mencoba untuk berkebun kecil-kecilan.

Jumat, 08 Februari 2013

Kisah Intan (hati-hati dengan angan-angan yang lebay)

Gambar dari http://chikaranews.blogspot.com

Intan, demikian kita namakan saja perempuan lumayan cantik yang tinggal di sebuah kota besar. Dengan usia yang mau memasuki kepala 3, ia memiliki pekerjaan yang bisa dibilang menjanjikan.
Seorang manager sebuah perusahaan kecil namun dalam hal gaji tidak bisa dibilang seperti itu.

Wajahnya yang ayu dan lembut membuat ia tak kesulitan mendapatkan atau menarik lawan jenis untuk menjadi pasangan. Ia mudah saja berganti-ganti pasangan tatkala ada acara undangan untuk menghadiri pesta pernikahan teman sejawat ataupun kerabat keluarga.

Hanya sebatas pasangan saja, tanpa ikatan berpacaran atau berhubungan dengan serius.

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Minggu, 03 Februari 2013

Stress dan Cara mengatasinya


Stress?
Siapa juga yang tidak disapanya?

Mulai dari anak-anak usia sekolah yang dibebani untuk meraih nilai terbaik oleh para orang tua, sampai pada orang dewasa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Stress memang nampaknya menjadi hal yang rentan sekali bagi siapapun tak pandang usia, pendidikan, agama, budaya ataupun strata social. Semua tanpa kecuali beresiko mengalami stress.

Bahkan pada jaman serba instan ini, resiko itu kian tinggi saja.

Mungkin kita selalu menolak bila seorang kawan memberikan komen bahwa kita sedang stress karena mengingat konotasi stress itu tak ubahnya kata gila. Padahal tidaklah demikian, stress bukan berarti gila tapi melainkan lebih kepada situasi mental kita yang sedang mengalami tekanan atau pressure sehingga menyebabkan kita sulit untuk mengambil keputusan atau membuat kita tak bisa berfikir dengan jernih sehingga tindakan kita menjadi kacau.
Flag Counter