Rabu, 23 Oktober 2019

Membuat Acar Kuning Timun, Wortel dan Buncis


Ini sebenarnya sudah lama dibuatnya yah. Beberapa minggu yang lalu saya membuat menu ini, tapi belum sempat untuk diposting di blog. Menu ini sebenarnya simple banget yah siapa aja juga bisa membuatnya.

Biasa dihidangkan atau ada saat acara pernikahan atau selametan lainnya. Kalau ngga salah, kalau ada acara lamaran atau mau ada acara pernikahan biasanya yang punya hajat akan membagikan masakan dan acar kuning ini ada dalam menu masakan tersebut selain ikan, nasi dan menu lainnya.
Membayangkannya saja udah bagaimana… gitu he he he…

Ngga susah kok membuatnya. Ini dia, simak ya!

Bahan-bahan yang digunakan:
  • Wortel
  • Mentimun
  • Buncis
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Minyak goreng untuk menumis 

Selasa, 22 Oktober 2019

Tarianku


Banyak tarian
Kawan
Yang menyenangkan
Yang menyedihkan
Yang menyeramkan

Pun ada
Teronggok
Di sana

Di sudut terdalam
Tampak tak tersentuh
Oleh diri karena temaram 

Sabtu, 05 Oktober 2019

Minuman Gula Asem yang Enak

Minuman Gula Asem
Cuaca panas di hari Sabtu ini membuat kami berpikir untuk membuat minuman yang seger-seger tapi simple alias gampang. Rencananya sih mau membuat bumbu rujak, tapi karena gula merahnya Cuma satu bongkah kecil, jadi saya urungkan niat untuk itu.

Dan saya beralih untuk membuat minuman saja, kan ga perlu banyak gula merah. Dengan bahan-bahan yang mudah dan murah, minuman gula asem ini gampang dan cepat banget dibuatnya. Siapapun juga bisa membuatnya. Dijamin ga bakalan gagal.

Bahan-bahannya adalah
  • Gula merah
  • Asem jawa
  • Air panas
Cara membuatnya
  • Iris-iris gula merah lalu masukkan ke dalam gelas
  • Selanjutnya masukkan asem jawa
  • Terakhir tambahan air panas
  • Diamkan sejenak
  • Aduk-aduk hingga gula merah dan asem jawa tercampur rata
  • Minuman gula asem pun siap dinikmati 

Rabu, 02 Oktober 2019

Cara Mengatasi Baper ala Bapak Anand Krishna


“Siang-siang begini ngapain yah!” Santo bergumam sendiri sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.

Sepi suasana siang itu di rumahnya. Ibu dan adik perempuannya sedang mengunjungi kerabat di bilangan Karawang, Jawa Barat. Hal yang rutin dilakukan oleh ibu dan adik perempuannya itu sebulan sekali.

Karena Santo kali ini tak mau ikut serta, ya… jadilah ia sendiri saja di rumah.

Terkadang terdengar suara pedagang makan yang lewat. Ketika ada pedagang ketoprak yang lewat, ia pun bergumam lagi.

“Mau isi perut dulu ah.” Seraya membawa piring kosong dari dapur, ia agak berteriak
“Tunggu bang. Ketoprak!”

Si pedagang ketoprak yang merupakan langganan Santo pun berhenti sambil berkata “siap mas. Biasa yah?”

“Sip bang, seperti biasa tapi kali ini ga usah pake cabe yah soalnya lagi ngga beres nih perut,” Santo menimpali si abang ketoprak.

Dengan sigap si pedagang ketoprak itu mulai meracik pesanan Santo, pelanggannya. Kesigapan dan gaya sang pedagang membuktikan bahwa ia adalah pedagang yang mumpuni, sudah malang melintang di dunia perketoprakan, dunia yang ia kuasai.

Pertama-tama bawang putih diulek di atas piring, lalu tambahkan bumbu kacang. Tambahkan air. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Selanjutnya masukkan potongan tahu goreng, bihun, irisan timun, toge dan lontong atau ketupat. Terakhir, diberi taburan bawang goreng dan kerupuk.  Semua dimasukkan di dalam satu piring.

Tak beberapa lama, pesanan Santo pun sudah selesai dibuat.

“Wis… terima kasih bang,” ujar Santo seraya menyerahkan selembar uang sepuluh ribu ke si pedagang.
Flag Counter