Senin, 25 Mei 2020

Berkah di Hari Ulang tahun


Hari kedua di hari raya idulfitri kali ini bertepatan dengan hari kelahiran saya, hari ulang tahun saya. Hmm... senang juga karena bertepatan dengan hari lebaran tapi.... hari lebaran di tengah pandemi seperti tahun ini... jadi bikin sedih.

Sedih, karena ga bisa keluar rumah untuk sekedar membeli sesuatu yang bisa dinikmati bersama keluarga. Tapi... mau bagaimana lagi. Toh ini suatu kondisi yang harus diterima, siapa pun juga mengalami hal yang sama.

Diterima saja...

Sebenarnya, saya juga tidak pernah merayakan hari ulang tahun secara spesial yah. Biasa aja, paling hanya membeli makanan untuk dimakan bersama keluarga. Itu saja.

Nah, malam hari sebelumnya saya tanya ke suami kira-kira minta blessing ga yah ke Guruji? Jawabannya terserah saja. Dan, di pagi harinya saya tanya lagi (banyak tanya nih saya) hal yang sama. Jawabannya adalah kurang lebih kayak gini; ga usah minta-minta berkah segala, ga diminta juga kan selalu dikasih. Berkah sang Guru senantiasa mengalir.

Jawabannya itu yang membuat saya mengurungkan niat untuk minta berkah dari beliau.

Di hari sebelumnya juga

Ada informasi dari fasilitator kelas meditasi ego elimination, bahwasanya akan dilakukan penjajakan untuk mengadakan kelas meditasi kembali (biasanya di Sunter tiap senin) menggunakan aplikasi zoom.

Teman-teman dan saya beserta suami juga ikutan mendaftar kelas tersebut. Tapi, ga tau diadakan mulai senin kapan. Terus, keesokan harinya (senin) siang diumumkan bahwasanya kelasnya akan dimulai senin ini 25 Mei 2020 pukul 19.30 WIB.

Wah... serasa dikasih kado.

Dan latihan pertama yang kita lakukan bersama melalui aplikasi zoom itu adalah cleansing meditation. Bener-bener berkah di hari ulang tahun.

Terima kasih Guruji atas berkah ini dan juga terima kasih teman-teman atas ucapan, doa ulang tahunnya serta kesempatan berlatih bersama.

Ternyata ucapan suami saya benar, berkah Sang Guru selalu mengalir tanpa diminta. 

Sabtu, 23 Mei 2020

Idulfitri tahun ini


Selamat Hari Raya IdulFitri
Bulan Ramadhan telah usai dalam hitungan jam. Kini masuk bulan syawal tanggal 1. Semua penduduk muslim di dunia merayakannya sebagai hari raya idulfitri.

Di tengah pandemi covid 19 ini, perayaan idulfitri kali ini menjadi jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun-tahun sebelumnya, saya selalu merayakannya bersama keluarga di Lebak Bulus. Namun, kali ini tidak bisa seperti itu.

Jadilah, saya dan suami di rumah aja.

Idulfitri tahun ini sebenarnya sudah ada imbauan dari pemerintah (setau saya yah) untuk melaksanakan ibadah shalat id di rumah masing-masing dan tidak dilakukan di masjid atau tempat lainnya seperti lapangan terbuka.

Tapi, terdengar jelas masih ada masjid yang melaksanakan shalat id berjamaah. Memang sih masih ada saja masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah di tengah pandemi ini. Padahal kan untuk dan demi kepentingan bersama.

Tadi malam juga (yang disebut dengan malam takbiran), terdengar jelas takbir bergema. Terdengar dari beberapa tempat asalnya, tapi saya tidak tahu dari masjid atau mushola mana yah. 

Suatu Pengulangan



Suatu pagi, saya mendapatkan pesan Wa di hp saya yang adalah link video di Youtube yang berjudul Kala Hindia Belanda Dicekam FluSpanyol. Suami saya yang kirim link tersebut.

Pas saya lihat, ternyata dalam video tersebut dipaparkan ketika nusantara (waktu itu masih bernama Hindia Belanda) mengalami wabah flu spanyol. Kejadian itu 100 tahun yang lalu yakni tahun 1918.

Flu Spanyol ini merupakan wabah influenza yang dibawa oleh tentara Amerika ke benua Eropa. Kala itu beberapa negara sedang terlibat dalam perang dunia I. Kemudian wabah ini menyebar ke negara Perancis dan ke negara-negara di Eropa lainnya.

Ketika masuk ke Spanyol, penyakit yang terbilang baru itu menyebar dengan luas sehingga dunia mengetahui keberadaan penyakit tersebut. Oleh karenanya penyakit itu dinamakan flu Spanyol.

Flu Spanyol ini digambarkan sebagai penyakit yang mematikan lantaran bilamana seseorang terinfeksi di pagi hari, orang tersebut meninggal di sore hari dan sebaliknya. Wabah ini telah menyebabkan 50 s/d 100 juta jiwa penduduk dunia meninggal dunia.

Di Indonesia sendiri, wabah tersebut masuk dari jalan darat. Dikatakan bahwa virus itu pertama kali dibawa oleh penumpang kapal dari Malaysia dan Singapura kemudian menyebar ke daerah Sumatra Utara. Selanjutnya masuk ke pulau Jawa di bulan Juli.

Pada saat itu, para dokter dan tenaga medis belum tahu mengenai penyakit itu sehingga sering kali salah diagnosa dan akibatnya banyak yang meninggal dunia. Dikatakan bahwa sekitar 1,5 juta penduduk di Indonesia meninggal dunia lantaran wabah tersebut.

Kekurangtahuan yang menyebabkan bahwa gejala dari penyakit tersebut dianggap sebagai penyakit lain yakni kolera, tipes ataupun malaria.

Wabah tersebut berakhir di tahun 1921. 

Senin, 18 Mei 2020

Golden Milk dan Manfaatnya

Golden Milk
Golden milk atau juga dikenal dengan nama turmeric latte (susu kunyit) merupakan salah satu minuman sehat yang dibuat dengan susu dan ditambah dengan kunyit serta rempah lainnya. Dengan kandungan rempah-rempah di dalamnya, membuat minuman ini amat pas untuk dikonsumsi secara rutin di masa pandemi ini.

Kenapa sih disebut golden milk, ya lantaran warna susunya yang keemasan yang dihasilkan dari kunyit. Minuman ini bisa kita buat sendiri ya teman-teman karena bahan-bahannya mudah untuk didapatkan.

Namun, bila teman-teman tidak punya waktu untuk membuatnya, kini tersedia home-made golden milk yang bisa teman-teman pesan. Bagi teman-teman yang ada alergi terhadap susu, tidak perlu khawatir karena golden milk ini dibuat dengan komposisi yang pas antara susu dengan rempah-rempahnya.

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 5)


Kasus pertama orang yang terinfeksi virus Corona di Indonesia diumumkan oleh presiden per 2 Maret 2020 dan hingga kini kian bertambah jumlah orang yang terinfeksi. Kasus yang meninggal juga kini sudah di angka 1.148 orang dan yang sembuh berjumlah 4.129 orang dari yang terinfeksi yakni berjumlah 17.514 orang.

Data di atas saya ambil dari tribun Jogja 

Kini dengan adanya wabah ini, banyak kegiatan yang tadinya dilakukan secara konvesional (secara offline, bertemu muka secara langsung) mulai disesuaikan mengikuti aturan yang ada, antara lain tidak boleh berkerumun dan menjaga jarak.

Banyak kegiatan yang kini beralih dilakukan dengan online (menggunakan teknologi yang ada). Anak-anak yang tadinya belajar di sekolah, kini harus belajar di rumah secara online. Pun demikian, para pekerja harus bekerja dari rumah dan bila ada meeting, maka dilakukan secara online pula.


Kegiatan Meditasi di Anand Ashram


Untuk kegiatan meditasi di Anand Ashram pun mengikuti perkembangan yang ada, dalam hal ini dilakukan secara online. Mulai dari yang free alias gratis dengan cara streaming di channel youtube Anand Ashram, hingga yang berbayar.

Kamis, 14 Mei 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 4)

Gambar dari Pixabay

Sudah 2 bulan 6 hari saya di rumah saja mengingat wabah corona ini yang kian meluas dan sampai juga di Indonesia. Kasus pertama yang diumumkan oleh presiden Joko Widodo adalah yang menimpa 2 orang warga Depok di awal Maret lalu.

Kemudian di Jakarta dan beberapa provinsi lainnya diberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang dimaksudkan untuk memutus dan mencegah penyebaran dari virus Corona yang semakin meluas di Indonesia.

PSBB ini tidaklah sama dengan lockdown karena masyarakat masih bisa beraktifitas dengan adanya pembatasan. Adapun aktifitas yang dibatasi antara lain:

Kegitan di Sekolah

Jadi, kegiatan di sekolah ditiadakan. Akan tetapi para siswa/i tetap melaksanakan aktifitas belajar dengan media yang lain, seperti dengan cara online.

Bekerja di kantor

Aktifitas di kantor-kantor juga diliburkan meskipun masih ada saja yang tetap seperti biasa. Sebagai gantinya karyawan atau para pekerja bisa bekerja dari rumah atau work from home.

Kegiatan Keagamaan

Selama masa PSBB, kegiatan keagamaan dibatasi. Masyarakat diminta untuk beribadah di rumah masing-masing dengan jumlah yang terbatas pula.

Hal tersebut adalah hal-hal atau akfititas yang dibatasi yah teman-teman. Selain yang diatas, masih ada lagi yakni aktifitas dalam menggunakan transportasi, dan juga pembatasan dalam hal sosial budaya.

Kini, PSBB di Jakarta direncanakan akan dilonggarkan. Namun, saya baca di berita online dinyatakan bahwa pemerintah tidak melakukan pelonggaran apa pun katanya. Itu berita yang saya lihat di kompas.

Lockdown dan PSBB merupakan dua istilah yang kini kian populer di kalangan masyarakat terkait adanya  pandemi ini. Hal-hal lain yang juga kian populer sejak wabah corona ini meluas adalah;

Memori Bulan Ramadhan (Bagian 2)

Gambar dari Google

Bulan Ramadhan akan segera berlalu, hal ini merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri. Di saat terjadinya pandemi virus Corona yang tengah melanda dunia, bulan Ramadhan amatlah berbeda dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun lalu.

Tak hanya di Indonesia, di banyak negara pun demikian. Biasanya, di bulan Ramadhan seperti ini, masjid ramai tatkala menjelang berbuka puasa (maghrib) dan saat shalat tarawih dilaksanakan. Pemandangan seperti itu umum di masjid manapun. Namun, kini tidaklah demikian.

Di salah satu masjid di kawasan Lebak Bulus dekat tempat tinggal ibu saya contohnya, biasanya di bulan Ramadhan seperti ini menyediakan takjil dan nasi bungkus untuk yang membutuhkan kurang lebih 250 an paket tiap harinya dan keadaan masjid ramai saat shalat tarawih. Kini, itu hanyalah kenangan.

Flashback ke bulan-bulan Ramadhan sebelum ini, masih terselip beberapa memori

Tape ketan hitam


Merupakan hasil fermentasi beras ketan hitam yang sebelumnya mendapat pencampuran ragi yang kemudian didiamkan beberapa hari untuk mendapatkan hasil fermentasi berupa kandungan alkohol. Dimana alkohol tersebut yang menyebabkan beras ketan hitam menjadi berasa manis menyegarkan.

Menjelang idul fitri, almarhum bapak saya selalu membuat tape ketan hitam ini. Seakan itu menjadi suatu ritual baginya di setiap tahun. Dengan dibantu oleh ibu saya, beliau membuatnya dengan telaten.

Dan kami, anak-anaknya amat suka dengan tape ketan hitam buatan beliau. Kini sepeninggal beliau, tidak ada lagi tape ketan hitam di saat idul fitri.

Senin, 11 Mei 2020

Sore ini (Senin, 11 Mei 2020)


Agak mendung, tadi sempat mau hujan turun, tapi sampai sekarang belum juga. Nampak awan abu-abu di sebelah kiri sedang berarak dihalau angin. Cuaca jadi beda dari kemarin hari. Indah sih, adem dan tenang lantaran angin tak bertiup kencang.

Burung-burung tampak terbang bergegas hendak pulang ke sarang, kan udah sore. Waktunya untuk istirahat untuk bangsa burung yang hidupnya di siang hari. Kini gantian bagi bangsa burung malam hari yang siap-siap untuk keluar untuk beraktifitas.

Hmm.... saya pun layaknya seperti burung saja yah, tapi bukan burung yang bisa terbang bebas. Ya, lantaran wabah virus Corona ini saya dan banyak teman-teman lainnya di rumah aja guna memutus mata rantai penyebaran virus yang tergolong baru namun cepat penyebarannya itu.

Kayak burung di dalam sangkar jadinya, ga boleh kesana-kemari seperti dulu sebelum ada wabah ini. Rasa takut, cemas dan juga gelisah kadang terselip di antara satu dan lain emosi di dalam diri. Entah sampai kapan pandemi ini akan berakhir.

Sabtu, 09 Mei 2020

Ngeblog, yuk!

Tampilan blog saya di Wordpress.com

Menurut Wikipedia, blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini sering kali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Sejarahnya Blog


Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka (open source) yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dimanage oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga blog yang bersifat sebaliknya (non-interaktif).

Nah, sekarang udah tau kan apa itu blog dan manfaat atau fungsinya. Sekarang ini di masa pandemi sehingga kita tidak bisa bergerak bebas alias bepergian dan mesti di rumah aja, bisa kita manfaatkan untuk membuat blog atau ngeblog.

Yah itung-itung sebagai sarana untuk mengeluarkan pendapat kalau tidak mau disebut unek-unek he he he. Atau pun bisa untuk sharing (berbagi) pengalaman tentang banyak hal. Tentunya tiap orang punya cerita, punya pengalaman dan blog bisa dijadikan sarana untuk share pengalaman, cerita bahkan tips.

Cara membuat blog


Kita akan menggunakan Wordpress.com sebagai platformnya dan ini adalah layanan gratis alias tak berbayar yah sehingga kita tak perlu mengeluarkan biaya apapun.

Yang diperlukan hanyalah sebuah akun email.

Yuk, langsung saja.

Pertama-tama akses www.wordpress.com


Klik buat situs web Anda


Membuat Cilok Sederhana

Cilok siap disantap

Setelah sebelumnya gagal membuat cilok, saya masih penasaran. Kok saya ga bisa yah bikin cilok. Terus saya browsing lagi di mbah Google dengan kata kunci resep cilok. Muncul banyak banget hasil pencarian di Google tentang resep cilok.

Lalu saya klik urutan kedua yakni 9.562 resep cilok enak dan sederhana dari Cookpad. Dari situlah saya kemudian mencoba salah satu resepnya yang saya pikir saya bisa membuatnya.

Wis, ini dia resepnya

Bahan-bahan
  • Tepung terigu 8 sendok makan
  • Tepung tapioka 5 sendok makan
  • Air secukupnya
  • Telur 1 butir

 Bumbu-bumbu
  • Bawang putih
  • Lada halus
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur

 Cara membuatnya:
  • Campurkan tepung terigu dengan tepung tapioka
  • Masukkan bumbu yang telah dihaluskan
  • Aduk rata
  • Masukkan telurnya lalu aduk kembali
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Aduk hingga rata
  • Selanjutnya tambahkan air secara perlahan
  • Uleni hingga kalis
  • Setelah itu bulat-bulatkan adonan tadi
  • Terakhir rebus bulatan-bulatan cilok hingga matang, kurang lebih 40 menit
Bulatan-bulatan cilok belum direbus

Kamis, 07 Mei 2020

Belajar Membuat Bolu Pisang Kukus Tanpa Mixer

Bolu pisang kukus siap disantap

Sejak menikah saya belum pernah membuat bolu lantaran tidak ada peralatannya (bilang aja males har... ). Dan alasan lainnya adalah suami tidak suka kue yang manis. Resikonya adalah saya mesti makan sendiri bolunya he he he...

Tapi, beberapa waktu yang lalu ketika saya melihat channelnya ibu Nikmatul Rosidah, saya tertarik ingin mencoba resep yang beliau share di channelnya itu. Kalao ga salah waktu itu resep yang dishare adalah membuat bolu pisang dengan rice cooker.

Nah, saya mencoba memodifikasinya. Yuk, langsung saja;

Bahan-bahan yang diperlukan
  • Pisang ambon
  • Tepung terigu 200 gr
  • Soda kue 1 sendok teh
  • Baking powder 1 sendok teh
  • Margarin
  • Telur 1 butir
  • Gula putih
  • Yogurt

 Cara membuatnya:
  • Pertama-tama haluskan pisang, sisihkan dalam wadah
  • Ayak tepung terigu, soda kue dan baking powder, sisihkan dalam wadah
  • Sementara itu, campur gula putih dengan margarin dan sedikit yogurt
  • Aduk hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan telur (putihnya saja), aduk kembali
  • Selanjutnya masukkan pisang. Aduk kembali
  • Kemudian pelan-pelan masukkan tepung terigu yang sudah diayak dengan soda kue dan baking powder tadi.
  • Aduk kembali hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan adonan tersebut ke dalam wadah yang sudah diolesi margarin dan ditaburi sedikit tepung terigu
  • Kukus kurang lebih 30 menit

Rabu, 06 Mei 2020

Solusi Sulit Tidur Bagi Semua

Insomnia

Menurut Wikipedia, Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur penting untuk kesehatan.

Tanda tanda kehidupan seperti kesadaran, puls, dan frekuensi pernapasan mengalami perubahan. Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik juga saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung tidak bergerak dan daya tanggap pun berkurang.

Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai postdormitium. Di dalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai somnologie.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Dengan tidur sesungguhnya kita mengistrihatkan tubuh kita setelah melakukan aktifitas selama seharian sehingga setelah bangun tidur, tubuh kita menjadi fresh dan kita menjadi semangat untuk menjalankan aktifitas setelah itu.

Sebenarnya aktifitas tidur ini adalah suatu hal yang alami. Jadi, tidak diperlukan upaya untuk itu, namun seiring dengan kian majunya jaman yang ikut meningkatkan level stress bagi banyak orang, hal ini membuat aktifitas tidur bukanlah suatu hal yang mudah.

Belajar Membuat Cilok Kentang (edisi gagal)

Bulatan Cilok Sebelum Direbus

Sudah lama saya ingin membuat cilok, bahan-bahannya sudah ada tapi berhubung karena belum mood untuk mengeksekusinya (halah, bilang aja males har... har...) jadi terus tertunda he he he.

Saya sudah menyimak resep cilok kentang dari seorang youtuber yang bernama Nikmatul Rosidah. Tapi, ya hanya menyimak saja belum dipraktekkan. Keliatannya mudah dan saya bisa membuatnya. Itu menurut saya.

Wis, selanjutnya saya menyimak resep cilok keju yang beliau upload belum lama ini dan saya jadi ingin membuatnya. Jadilah saya mencoba resep tersebut.

Kedua resep beliau tersebut menggunakan kentang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan tepung tapioka dan lainnya. Saya catat deh resepnya itu supaya ga lupa.

Terus, hari ini saya mencoba membuatnya dannnnnn hasilnya.... gagal total ha ha ha...

Untuk dievaluasi


Setelah saya pikir-pikir itu tuh kemungkinan karena terlalu banyak margarin sehingga jadinya lembek. Karena saya membuatnya dengan perkiraan saja alias tidak diukur dulu he he he. Oya, ketika dibulat-bulatkan itu sih ok ok saja alias bagus hasilnya.

Tapi.... pas saya rebus itu bulatan-bulatan ciloknya, jadi ambyar ha ha ha meskipun ada juga yang tetap berbentuk bulat meski lembek banget.

Bulatan Cilok Sedang Direbus

Senin, 04 Mei 2020

Di Rumah Aja (Minggu, 3 Mei 2020)


Masih dalam kondisi di rumah aja, kali ini saya mau sharing sebagian hal yang saya kerjakan di hari Minggu ini. Semoga bermanfaat.

Setelah selesai mencuci pakaian, saya pun memindahkan batang sereh yang beberapa hari sebelumnya saya rendam di dalam air di botol mineral. Karena sudah muncul akar dan daunnya, maka saya pindahkan ke dalam wadah (Pouch bekas minyak goreng) yang berisi kompos dan abu agni hotra. Ya, abu bekas acara agni hotra bisa menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman karena di dalamya ada cowdung (dari kotoran sapi).

Tanaman Sereh

Inspirasi Bercocok Tanam


Bercocok tanam bisa menjadi sarana untuk berekreasi juga ya teman-teman. Itu kalau kita suka melakukannya. Dengan bercocok tanam, kita bisa mendapatkan manfaat yang banyak antara lain ya itu tadi sebagai sarana rekreasi (hiburan) setelah melakukan kegiatan lainnya dan juga bisa membuat kita lebih sehat karena kita happy melakukannya.

Selain itu juga bisa menghemat pengeluaran, lantaran hasil dari tanaman tersebut bisa kita manfaatkan atau kita gunakan. Bilamana kita menanam sayur mayur sendiri, tentu saja ini amat bermanfaat untuk keperluan sehari-hari. Sayur tersebut bisa kita konsumsi sendiri atau kalau berlebih bisa kita bagikan ke tetangga atau bahkan kita jual sehingga kita bisa memperoleh penghasilan tambahan karenanya.

Salah satu inspirasi yang bisa dijadikan dalam hal bercocok tanam adalah para siswa/i Gurukula One Earth di Bali.

Sekolah Satu Bumi (One Earth School) diprakarsai oleh Swami Anand Krishna untuk memulai perubahan dalam sistem pendidikan. Sekolah Satu Bumi didirikan dalam rangka untuk dapat membangun karakter manusia baru yang tumbuh secara holistik; manusia baru yang mampu menumbuhkan kearifan masa lalu; manusia baru yang siap menghadapi tantangan globalisasi dengan bijaksana tanpa kehilangan identitas mereka sendiri.

Yuk, kita simak dalam video ini apa yang mereka lakukan guna menginspirasi kita untuk bercocok tanam.


Minggu, 03 Mei 2020

Membuat Pouch Serut Serba Guna


Hari Minggu ini seperti hari-hari Minggu sebelumnya di pertengahan bulan Maret lalu, saya tidak berkunjung ke rumah ibu saya karena menjalani karantina mandiri terkait adanya wabah virus Corona ini ya teman-teman.

Jadinya saya di rumah aja alias ndak kemana-mana.

Karena iseng ndak kemana-mana, maka saya putuskan untuk membuat pouch serut aja. Masih ada kain sisa daster yang saya potong tempo hari, meskipun udah saya pakai untuk membuat masker kain beberapa waktu lalu.

Yuk, langsung saja.

Bahan dan alat yang digunakan:
  • Kain
  • Tali kur
  • Benang
  • Jarum
  • Gunting

Cara membuatnya:
  • Pertama-tama kita setrika dulu bahan atau kain yang ingin digunakan yah supaya rapi
Kain yang ingin digunakan

  • Lalu potong kain sesuai ukuran. Ini sesuai dengan ukuran pouch yang ingin dibuat saja yah teman-teman.
  • Setelah itu jahit sisi kanan dan kirinya
Jahit sisi kanan dan kirinya

  • Jahit juga bagian atas yang ingin dijadikan tempat memasukkan tali kur (dijahit dengan membuat lubang ya)
Bagian atasnya dijahit dengan menyisakan lubang untuk memasukkan tali kur

Jumat, 01 Mei 2020

Belajar Membuat Bakso Jamur

Bakso jamur siap disantap

Setelah cukup berhasil membuat bakso tahu atau bakso dengan bahan dasar tahu, saya berpikir untuk mencoba membuat bakso dengan bahan dasar jamur. Saya katakan cukup berhasil dalam membuat bakso tahu beberapa hari lalu, karena secara teori sudah benar tahapannya dan bahannya juga, tapi secara bentuk kurang pas alias tidak bulat seperti bakso umumnya he he he...

Rasanya pun sudah lumayan lah he he he sekali lagi itu menurut saya yah.

Sebenarnya saya pernah menikmati bakso yang dibuat dari jamur yakni kalau ga salah ketika saya ikut retreat di One Earth Meditation Retreat Centre, Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Bakso tersebut tidak lain tidak bukan dibuat oleh mba Diah sang pengelola Joy Cafe, sebuah cafe yang khusus menyediakan aneka makanan vegetarian. Dan salah satu menunya adalah bakso jamur. Rasanya enak meskipun dibuat dari jamur. Ga ada aroma khas dari jamurnya.

Well, setelah makan bakso jamur buatan mba Diah itu saya ga ada kepikiran untuk mencoba membuatnya. Namun, belakang ini ketika di rumah aja karena pandemi, saya ada ide untuk mencoba membuatnya.

Akhirnya saya coba browsing di Youtube dan banyak sekali tutorialnya dengan beberapa persamaan. Setelah melihat beberapa video tutorialnya, saya putuskan untuk mencobanya. Sepertinya saya bisa membuatnya, optimis he he he.

Ok, langsung saja kita membuatnya.

Bahan-bahan yang digunakan
  • Jamur tiram
  • Tepung terigu
  • Air untuk merebus

 Bumbu-bumbu
  • Bawang putih
  • Lada halus
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
Flag Counter