Minggu, 23 Oktober 2011

Bebaskan Anand Demi Keadilan



Bidikan utama
Majalah TIRO
Edisi Oktober 2011

Sidang atas nama terdakwa Anand Krishna yang sudah berlangsung setahun lebih akhirnya akan sampai pada agenda pembelaan dari Tim Penasehat Hukum Anand Krishna. Apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus ini? Berikut petikan wawancara Matroji Dian Swara dengan KetuaTim Kuasa Hukum Anand Krishna, Humphrey R. Djemat.

Kamis, 20 Oktober 2011

SKANDAL BUSUK SEORANG APARAT MENODAI WAJAH HUKUM ( lanjutan )


Kejanggalan-kejanggalan Hari Sasangka yang Diambil Langsung dari Transkrip Persidangan.

Majalah TIRO
Edisi Spesial Oktober 2011

Aneh bin ajaib, salah satu saksi yang telah diperbolehkan untuk mengikuti jalannya persidangan yang tertutup ialah Shinta Kencana Kheng mengacungkan jari dan meminta ijin untuk mengungkapkan bahwa dirinya pernah diganti namanya oleh terdakwa Anand Krishna dan diberikan baju oleh terdakwa dan Shinta Kencana Kheng membawanya.

SKANDAL BUSUK SEORANG APARAT MENODAI WAJAH HUKUM

Majalah TIRO
Spesial Edition

Hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dikarenakan ulah aparat hukum itu sendiri.  Hakim Hari Sasangka adalah contoh buruk bagi penegakan supremasi hukum. Hari Sasangka tertangkap “main mata” dengan saksi pelapor.

Belum tuntas kasus Hakim Syarifudin Umar, beberapa waktu lalu gempar pemberitaan di media tentang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Hari Sasangka tertangkap kamera “bermain” dengan saksi pelapor kasus Anand Krishna dimana Hari merupakan ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

Rabu, 19 Oktober 2011

Albertina Ho, Hakim Kritis PN Jakarta Selatan yang Dimutasi Ke Daerah


Masih Melajang, Pergi ke Kantor Naik Angkot

Pontianak Post,
Edisi Minggu, 16 Oktober 2011


Hanya dua tahun Albertina Ho berkarir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Bulan depan, perempuan yang namanya meroket saat menyidangkan kasus Gayus Halomoan Tambunan dan Jaksa Cirus Sinaga itu harus pindah ke Bangka Belitung. Banyak yang menyayangkan kepindahan tersebut.
Agung Putu Iskandar – Jakarta

Rabu, 12 Oktober 2011

Catatan perjalanan Hukum Kasus Anand Krishna ( Bagian 2 – Habis )


Suara Pembaruan
Edisi Rabu 12 Oktober 2011

Sejumlah Kejanggalan Dakwaan Jaksa Di Mata Kuasa Hukum

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan pelecehan seksual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, selama hampir satu tahun, ternyata tak membuat tokoh spiritualis lintas agama, Anand Krishna patah arang. Semangatnya dalam memberi motivasi hidup dan penyembuhan lewat terapi holistik tetap dilakoninya di sela-sela jadwal persidangan yang harus ia ikuti.

Warga Negara Indonesia keturunan India ini yakin dirinya tak bersalah atas laporan mantan muridnya, Tara Pradipta Laksmi. Tara mengaku telah dilecehkan oleh Anand di tempat terapi holistik L’ayurveda milik Anand di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan pada tahun 2009.

Catatan Perjalanan Hukum Kasus Anand Krishna (bagian 1)

Suara Pembaruan
Edisi Selasa 11 Oktober 2011


Dari Terapi Holistik ke Meja Hijau


Hampir satu tahun tokoh spiritual lintas agama yang dikenal nasionalis dan humanis, Anand Krishna duduk sebagai pesakitan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Lelaki paruh baya ini didakwa atas dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh mantan muridnya, Tara Pradipta Laksmi

Flag Counter