Rabu, 17 Juni 2020

Mencoba Membuat Bolu Kukus KayuManis (edisi gagal)

Bolu yang bantat

Kali saya mencoba untuk membuat bolu kukus kayumanis. Saya lihat dulu resepnya dengan cara cek di Google dan muncul website yang berisi aneka resep bolu kukus kayumanis yakni CookPad.

Saya klik salah satu resep yang ada.

Saya catat lebih dulu supaya ga lupa. Terus langsung saya coba eksekusi. Lantaran sudah saya siapkan margarin, kayumanis juga ada, terigu dan gula merah.

Saya mencoba resep ini karena bulan lalu saya sudah (merasa) berhasil membuat bolu kukus pisang yah. Dan saya ingin coba kali ini tanpa pisang tapi pakai kayumanis dan gula merah bukan gula putih.

Tapi... setelah eksekusi ternyata gagal alias bantat bolunya he he he

Tampaknya karena saya tidak ikuti resepnya dengan benar. Sepertinya airnya kurang sehingga adonan terlalu berat sehingga tidak mengembang dengan baik alias bantat. Sudah saya kukus kurang  lebih 30 menit, tapi ga mau bangun juga adonannya he he he

Senin, 15 Juni 2020

Latihan Master Dance Meditation Online via Aplikasi Zoom

Penari dan Tariannya

Tadi malam merupakan kali ke empat saya dan suami ikut latihan meditasi online melalui aplikasi Zoom. Latihan meditasi online kelas ego elimination yang sebelum pandemi memang dilaksanakan tiap hari Senin malam pukul 7 di Anand Ashram Sunter.

Latihan yang ke empat ini adalah master dance meditation. Latihan ini adalah yang kedua kalinya. Jadi, latihan pertama dan ke dua adalah latihan cleansing meditation dan latihan ke tiga dan ke empat adalah latihan master dance meditation.

Dan, karena online, maka peserta kelas Senin yang pada awalnya (offline) kurang lebih hanya 12 orang, kini meningkat tajam jumlahnya. Peserta menjadi lintas daerah tidak hanya dari Jakarta saja, ada yang dari Tangerang, Jogja dan Bali. Rame dan seru deh!

Sang fasilitator yakni mas Deepak Kumar, pada latihan master dance meditation yang pertama (minggu lalu) mengutip penjelasan Bapak Anand Krishna dalam buku beliau yang berjudul Meditasi Untuk Meningkatkan Kesadaran pada bagian dance meditation: “ Segala sesuatu dalam alam ini sedang bergetar, sedang menari.”


Buku Meditasi Untuk Peningkatan Kesadaran
Mas Deepak juga menjelaskan bahwa menari juga telah dijadikan sebagai salah satu sarana untuk terapi. Terapi menari ini dikenal dengan istilah Dance/Movement Therapy (DMT) biasa digunakan untuk mendukung fungsi intelektual, emosional dan motorik tubuh. DMT menggunakan konsep bahwa pergerakan tubuh memiliki kaitan dengan emosi seseorang.

Malam tadi, mas Deepak sharing mengenai pertemuannya dengan seorang teman lama. Dari pertemuannya tersebut mas Deepak berkesimpulan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di luar amatlah  penting. Dan latihan meditasi menari ini salah satunya dimaksudkan untuk hal itu.

Kamis, 11 Juni 2020

Cara Menyembunyikan/Me-Non-Aktifkan Komentar di Blogspot

Komentar

Melihat komentar-komentar yang tidak ada kaitannya dengan artikel yang saya posting di blog saya sebenarnya sih ga pa2. Tapi..... kok kebanyakan komentarnya berupa promosi situs judi, produk viagra dan lainnya.

Wah... awalnya saya hapus satu persatu, namun komentar yang bernada sama muncul pada artikel lainnya. Karenanya saya coba mencari tahu bagaimana sih cara me-non-aktifkan kolom komentar di blogspot.

Ketemulah caranya. Yuk simak;

Masuk ke dalam dashboard blog teman-teman

Rabu, 10 Juni 2020

Cara Mengganti Profile Photo di Akun Zoom


Ikon Zoom
Sudah tiga kali saya dan suami ikutan program meditasi online yang diadakan oleh Yayasan Anand Ashram melalui aplikasi Zoom. Awalnya agak bingung juga bagaimana cara menggunakan Zoom tersebut.

Berhubung sebelumnya belum pernah menggunakan Zoom yah, jadi maklum saja agak bingung dan khawatir ga bisa menggunakannya (he he he). Ya, karena harus digunakan, maka saya instal lebih dulu aplikasi tersebut di hp saya.

Dan berhasil yah. Oya, setelah diinstal, harus diaktifkan lebih dulu baru kemudian bisa digunakan.

Selanjutnya saya bertanya-tanya dalam hati kok ada akun temen-temen yang menggunakan photo. Jadi, bila fitur kamera atau videonya di aplikasi Zoom dinon-aktifkan, ditampilkan lah itu photo diri.  Bagaimana yah caranya?

Tadi malam, saya utak-atik akun Zoom saya dan..... akhirnya ketemu juga caranya. Hore... (har har.... kayak wong ndeso ajah).

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Minggu, 07 Juni 2020

Thr Dari Pedagang Sayur Tahun Ini

Thr dari pedagang sayur langgan

Wah... selamat ya selamat karena telah mendapatkan thr daripedagang sayur langganan tahun ini.

Sudah setahun saya dan suami menetap di daerah Rempoa ini dan untuk memenuhi kebutuhan akan sayur mayur setiap hari, saya hanya membelinya di pedagang sayur yang ada di sekitar tempat tinggal.

Dulu, sebelum adanya pandemi ini, saya berbelanja setiap hari. Namun sejak bulan lalu, saya hanya keluar rumah untuk berbelanja keperluan sehari-hari setiap tiga hari sekali. Dan sejak pandemi, saya hanya berbelanja di satu pedagang sayur saja.

Dan oleh sebab itu sepertinya saya layak untuk mendapatkan thr dari pedagang sayur langganan saya itu (banyak alasan kamu har har har...). Karena saya terakhir berbelanja tiga hari sebelum hari raya, maka saya terlambat mendapatkan thr tersebut.

Baru beberapa hari yang lalu saya mendapatkannya. Setelah saya tanyakan, thrnya itu berupa satu bungkus bakso yang berisi 50 butir. Tapi, karena saya ga mau bakso. Saya minta saja tepung-tepungan. Walhasil saya dikasih tepung terigu, tepung beras dan tepung tapioka masing-masing 1 kg.

Membuat Kering Kentang

Kering kentang Siap Disantap

Ini merupakan salah satu menu buatan ibu yang saya suka. Rasanya yang tidak terlalu pedas dan garing cocok dimakan bersama sayur bening ataupun tumis-tumisan saja. Enak deh pokoknya.

Terus, beberapa hari yang lalu saya ada kepikiran untuk mencoba membuatnya. Maka saya carilah resepnya melalui mbah Google.

Lalu muncul website Cookpad yang menyajikan banyak sekali resep kering kentang ini.

Saya ambil satu dari sekian banyak yang ada di sana. Ini dia resep yang saya gunakan:

Bahan-bahan
  • Kentang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Minyak goreng
  • Gula merah
Bumbu-bumbu
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Cabe
Flag Counter