Senin, 27 Desember 2021

Akhir tahun 2021

 

Beberapa hari ke depan, tahun 2021 akan segera berganti menjadi tahun 2022. Wah… ternyata waktu cepat berlalu. Sungguh suatu hal yang tak bisa dihindari oleh siapa pun.

Pandemi belum berakhir. Kini muncul varian baru covid yakni omicron yang muncul beberapa bulan lalu sepertinya. Dan di Indonesia, varian ini sudah masuk sehingga kita harus tetap hati-hati dan tetap mematuhi prokes demi kesehatan kita semua.

Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan masih harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Entah ini akan berlangsung hingga kapan.

Kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini segera berlalu. Semoga tahun 2022 pandemi akan mulai berakhir perlahan-lahan.

Beberapa bulan ini saya bisa mengunjungi ibu saya, setiap hari Minggu. Tapi, akhir tahun ini saya tidak berkunjung dulu hingga awal bulan depan karena melihat kondisi.

Karena tidak mengunjungi ibu dan juga tidak bepergian kemana-mana, ya sudah, saya berencana akan beres-beres rumah saja dan juga ingin membuat tas selempang serta membereskan tanaman lidah buaya yang ada di teras rumah. 

Senin, 04 Oktober 2021

Pada diriku


Hey...Langit biru cerah di atas sana

Burung-burung mendendangkan lagu ceria


Angin semilir berhembus 

sejuk ...

Suasana di sekitar sungguh indah


Hey

Tak kau rasakan semua?

Tak kau syukuri kah?

Tak kau pahami kah?

Selasa, 14 September 2021

Kamis, 24 Juni 2021

Tak tau

Mendung dari pagi awal, bahkan gerimis halus turun beberapa saat. Jadi sahdu suasana pagi tadi. Menjelang siang sudah mulai panas, matahari bersinar cerah membuat cucian saya kemungkinan besar kering. Wis, berkah yang patut disyukuri.

Lalu sore ini agak mendung lagi. Seperti hendak turun hujan.

Ibu dan adik serta keponakan dikabarkan sedang batuk pilek disertai demam. Semoga bisa segera sembuh. Amin....

Kemarin juga saya mendapat kabar bahwa seorang teman positif covid 19 yang diketahui ketika swab tes anti gen. Hmm.... semoga beliau segera pulih dan tetap semangat menjalani isomannya di rumah. Memang kami tinggal di satu kawasan, tak jauh dari tempat tinggal saya di sini.

Covid 19 memang belum reda kasusnya di Jakarta dan di Indonesia secara umum. Saya tak tau sampai kapan ini akan berlangsung.

Tak tau kiranya kapan kita bisa kembali beraktifitas tanpa masker yang harus selalu dipakai, beraktifitas tanpa ada rasa was-was menghantui.

Saya juga tak tau sampai kapan harus melakukan cuci-cuci setiap barang belanjaan atau sayur mayur ketika tiba di rumah. Saya tak tau sampai kapan kegiatan-kegiatan dilakukan secara offline.

Rabu, 23 Juni 2021

Berpulang

Usia memang tidak bisa ditebak, kapan seseorang akan meninggalkan kita lebih dulu atau justru kita yang akan mendahului. Siapa yang tahu. Tapi, para bijak pernah mengatakan bahwa sesungguhnya kita tahu ketika kita akan segera mengakhiri lawatan kita di dunia ini. Tanda-tandanya pun sesungguhnya bisa dirasakan oleh orang-orang terdekat bila sensitif.

Tidak bisa menjadi patokan bahwa yang “pergi” lebih dahulu pasti orang-orang yang sudah lansia, tidak bisa seperti itu, tidak ada kepastian itu. Banyak yang masih bayi berpulang lebih dulu, ada juga dalam usia balita, ataupun remaja. Memang tidak bisa dipastikan.

Itulah rahasia Ilahi... Misteri kehidupan.

Yang bisa kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik dari waktu ke waktu sehingga ketika tiba saatnya kita harus berpulang, tidak ada penyesalan yang kita bawa. Demikian yang pernah disampaikan oleh Sang Bijak.

Selasa, 22 Juni 2021

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 9)

Sudah kira-kira 1 tahunan lebih ya sejak kasus covid 19 pertama kali diumumkan di Indonesia, yakni Maret 2020. Kini kasusnya belum reda juga di negeri kita ini, malah tinggi. Kemungkinan besar karena banyak hal yang salah satunya mungkin tidak dijalankannya prokes dengan maksimal.

Kala musim libur tiba, biasanya orang-orang akan pergi ke tempat-tempat rekreasi dan umumnya kan pasti jadi rame tempat rekreasi yang didatangi. Dan biasanya setelah itu kasus menjadi tinggi.

Kini, padahal sudah lewat hampir satu bulan dari hari idul fitri tapi kasusnya belum menurun.

Padahal kan kalao dipikir-pikir, masker tersedia banyak dan mudah didapatkan baik itu masker kain ataupun masker medis. Kini di setiap minimart juga banyak pilihan kedua jenis masker tersebut yah. Teman-teman pasti juga sudah tahu.

Mestinya kan membuat orang-orang untuk memakai masker jadi mudah, tapi nyatanya masih ada saja yang tidak mengggunakannya. Padahal memakai masker kan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain juga.

Memang sulit dijelaskan yah kalao orang tidak mau percaya.

Senin, 14 Juni 2021

Vaksin pertama (10 Juni 2021)

Sudah menunggu sebelum lebaran yah kira-kira pertengahan Mei kemarin ketika ada info dari Rt setempat bahwa akan segera dilaksanakan vaksinasi covid 19 untuk kelompok usia di atas 18 tahun setelah sebelumnya sudah diselenggarakan untuk kelompok usia lansia, usia 60 tahun ke atas.

Waktu itu saya mengantar ibu dan bapak mertua untuk vaksin di rumah sakit Suyoto. Dua kali vaksin dengan jarak tak sampai 1 bulan. Pertama sebelum puasa Ramadhan dan yang kedua di minggu awal puasa.

Nah, untuk kelompok usia 18 tahun ke atas ini mulai tanggal 3 Juni 2021 diadakan. Saya pun diinfo ibu mertua bahwa sudah bisa vaksin ke rumah sakit yang sama, yakni Rs Suyoto. Info tersebut diberikan ibu mertua di hari Rabu, 9 Juni 2021.

Dan esok harinya dengan membawa foto kopi kartu keluarga dan Ktp, saya dan ipar saya meluncur ke puskesmas yang ada di wilayah terdekat. Kami berangkat jam 7 pagi dengan tujuan supaya mendapat nomor antrian awal, eh ternyata salah info.

Ketika sampai di puskesmas, masih sepi hanya ada seorang lansia sedang duduk di deretan kursi untuk menunggu antrian. Saya pun masuk dan mengatakan bahwa kami ingin vaksin. Seorang petugas kebersihan di sana menjelaskan bahwa vaksinasi diadakan di Rs Suyoto bukan di puskesmas karena tidak ada Ugd. Kami disuruh langsung ke Rs Suyoto saja, lha wong petugas puskesmas pun tugasnya di Rs Suyoto untuk melayani warga yang vaksin.

Wis, kami langsung menuju Rs Suyoto. Sesampainya di sana, sudah ada beberapa orang yang duduk di kursi antrian. Tunggu dan tunggu, akhirnya saya dapat no. 46 dan adik ipar saya 45.

Jam 10 an waktu itu kami mendapat giliran, pertama adik saya. Tak berapa lama, saya.

Setelah ditanya-tanya terkait kondisi kesehatan dan juga dicek tensi darah serta kadar gula darah, saya pun divaksin. Meski ada sedikit masalah ketika tensi darah (tensi sempat tinggi), akhirnya saya divaksin.

Rabu, 02 Juni 2021

Masker wajah alami dari air cucian beras

Endapan air cucian beras untuk masker
Sebenarnya sudah lama seorang teman memberi tahu pada saya tentang masker wajah alami yang murah meriah. Bisa kita dapatkan tiap hari dan katanya sangat bermanfaat supaya kulit wajah menjadi cerah dan sehat.

Sudah lama sekali. Tapi baru beberapa minggu belakangan ini saya mencoba untuk menggunakannya. Masker wajah alami yang murah meriah itu berasal dari air cucian beras. Ya, sebelum kita memasak nasi, beras dicuci lebih dulu, nah air cucian beras itu yang kemudian kita tempatkan dalam baskom atau wadah lainnya.

Setelah didiamkan beberapa saat, maka air cucian beras itu akan mengendap. Pelan-pelan kita buang air yang jernih di atas endapan itu. Dan endapan itulah yang kita gunakan sebagai masker wajah. Tinggal aplikasikan atau oleskan di wajah seperti penggunaan masker wajah lainnya.

Mulai mengendap

 

Mudah sekali bukan?

Senin, 31 Mei 2021

Minggu yang ngga asik (pelajaran berharga)

Minggu yang tak terlupakan. Lantaran ada kejadian yang tak mengenakkan. Kala itu sedang jalan menuju toko makanan kucing. Jalan yang biasa saya lalui memang tak mulus. Trotoar maksudnya, tak mulus.

Padahal saya biasa lewati trotoar itu dan tak pernah ada masalah. Mungkin karena lagi apes, maka ada kejadian itu. Walah-walah.... malu.... tapi... mau dikata apa? Sudah terjadi, biarkan saja.

Sedang jalan biasa tak terburu-buru, eh tiba-tiba seperti pusing dan saya pun nyusruk menghantam trotoar itu. Ha ha ha.... padahal saya udah sarapan dan tidak sedang sakit. Weleh-weleh-weleh...

Saya biarkan saja badan saya jatuh di trotoar itu. Lalu teringat untuk segera bangkit.

Ada seorang ibu yang baik hati membantu saya berdiri. Saya ga sadar kalau dahi (jidat) kiri saya luka memar sampai ibu itu memberi tahu bahwa ada darah di jidat saya. Saya langsung lap dengan tisu basah yang saya genggam dan sudah agak kotor karena jatuh.

Wah iya, ada sedikit darah. Agak kaget juga yah kok bisa berdarah. Tapi... ya bisa saja karena trotoar itu kasar berbatu. Jadi jidat saya kena batuan yang ada di sana.

Siku lengan kiri juga memar dan lutut kiri juga begitu.  Apes memang saat itu, he he he....

Saya ucapkan terima kasih untuk ibu yang sudah membantu saya, semoga ibu mendapatkan balasan dari DIA yang tak pernah tidur. Saya diberikan tisu basah oleh ibu itu untuk membersihkan luka memar saya.

Rabu, 26 Mei 2021

Siang ini

Siang ini anginnya kencang, saya jadi takut kalau pakaian yang sedang saya jemur akan beterbangan dan jatuh. Ya, sudah saya angkat saja dan untungnya sudah kering juga.

Kemarin dan beberapa hari belakangan juga sama sepertinya. Angin kencang. Minggu lalu malah turun hujan di sore hari dan angin juga ikutan, jadilah bocor rumah dan mesti segera dibersihkan ketika hujan reda.

Karena hujannya deras dengan angin juga, maka air yang masuk pun agak banyak. Mudah-mudahan ke depannya tidak seperti itu lagi. Amin....

Kemarin tanggal merah, hari raya Waisak. Terasa sepi... saya rasakan kalau hari libur memang kondisi jadi sepi. Di jalan raya juga demikian, pas saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan harian, saya baru sadar kalau kemarin itu hari libur. Pantas saja sepi...

Hari lebaran sudah berlalu, ya memang semua juga akan berlalu, he he he. Tak ada yang abadi, begitu kata para bijak.

Selasa, 25 Mei 2021

Air muka

Sepertinya air muka seseorang ditentukan dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Apakah sepanjang hidupnya ia bahagia, atau sering berduka, sering mendapatkan perlakuan baik atau sebaliknya. Apakah ia mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya atau malah kemudahan.

Air muka bisa dibaca dengan mudah. Dari pancaran bola matanya. Kita sebenarnya bisa mengetahui seseorang itu ceria atau cenderung menyimpan duka.

Ya, bola mata bisa menyiratkan sejuta makna.

Senin, 24 Mei 2021

Curhat seorang sobat


“Ha ha ha.... kamu pikir kamu sehebat itu? Pake bisa milih bentuk fisik segala ketika lahir!”

Suatu hari percakapan di antara dua orang sahabat terjadi. Penuh tawa...

“Iya, Sat. Aku pikir dulu begitu, he he he” Santo berkata sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sebenarnya.

“ Hebat kamu, San kalo bisa seperti itu. Bisa memilih bentuk fisik.” Sahut Satria yang masih ga percaya dengan ucapan sobatnya itu.

Pembicaraan mereka berkisar tentang reinkarnasi, kelahiran kembali.

“Dulu itu, aku berkesimpulan seperti itu setelah aku membaca buku Bapak Anand Krishna yang berjudul Reinkarnasi – hidup tak pernah berakhir.” Lanjut Santo mulai bercerita.

“Aku suka sekali dengan pembahasan dalam buku itu. Wah, sesuatu yang baru bagiku, tapi kok ya ga terasa seperti baru-baru amat. Aku langsung bisa menerima apa yang disampaikan oleh Bapak Anand Krishna dalam buku tersebut. Seperti mengaminkan, begitu.” Santo seperti sedang mengingat apa yang dijelaskan dalam buku yang ia sebut. Menerawang...

“Buku tersebut juga menjadi salah satu buku favorit ku, San. Kini buku tersebut diterbitkan kembali dengan pembahasan yang lebih luas. Judulnya Soul Awareness – Menyingkap Rahasia Roh dan Reinkarnasi.” Sambut Satria dengan penuh antusias.

“Kapan-kapan aku pinjamkan ya. Aku sudah baca beberapa kali buku itu.”

Kamis, 20 Mei 2021

Amankan no WA dengan Verifikasi Dua Langkah


Tadi pagi seorang sobat bercerita tentang pengalamannya. 

Ia mendapatkan Wa dari seorang teman. Tanpa ucap salam dan lainnya, temannya itu langsung kirim teks P lalu disusul dengan kalimat: “bisa bantu ga?”

Ada rasa curiga yah karena biasanya temannya itu selalu memulai pembicaraan dengan salam, tapi akhirnya Wa tersebut ia balas :”hal apa mba?”

Lalu temannya itu jawab lagi yang bikin tambah sobat saya curiga:”ada saldo di rek?”

“pinjam sebentar” “nanti siang dikembalikan”

Wah sobat saya jadi berfikir bahwa nomornya itu telah dihack orang karena dia tahu persis bahwa temannya itu ga bakal pinjam uang.

Langsung sobat saya tanyakan pada atasan temannya itu (kebetulan ia kenal) apakah nomor hp temannya itu dihack atau hpnya hilang. Dan ternyata diiyakan oleh sang atasan bahwa nomor teman itu telah dihack.

Ternyata semestinya sobat saya hapus pembicaraan itu segera dan semestinya ia tidak balas wa yang temannya itu kirimkan. Wah...sobat saya jadi was-was, jangan-jangan nomor WA nya sudah kena hack.

Selasa, 18 Mei 2021

Masih sama

“Sat, kok kamu ga kemana-mana?”  suatu hari  Santo bertanya pada Satria, sahabatnya.

“Mau kemana? Kan aku ga ada keperluan untuk keluar rumah, bepergian. Jadi, aku ga kemana-mana.” Satria menjawabnya singkat dan jelas.

Satria memang bukanlah pemuda yang suka nongkrong atau berwindow shopping di mall atau di pusat perbelanjaan. Dia orang yang lebih suka menikmati waktunya sendiri di rumahnya saja.

Bepergian bila hanya ada keperluan saja, tak lebih dan tak kurang.

Tapi itu bukan berarti ia ga bergaul alias ga kenal dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Tidak demikian.

“Dari dulu kamu kan sudah tahu kalau aku bukan orang yang suka wara-wiri ga karuan, tanpa tujuan, he he he,” lanjut Satria sambil cengengesan.

Santo hanya manggut-manggut saja.

Rabu, 12 Mei 2021

Hari raya idul fitri tahun ini

Ini kali kedua hari raya idul fitri di masa pandemi. Yang pertama adalah tahun lalu yakni 2020 dimana pandemi belum lama terjadi, baru beberapa bulan saja tepatnya. Dan tahun lalu itu tahun pertama berlebaran atau idul fitri yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu idul fitri, saya tidak mengunjungi ibu saya seperti tahun-tahun sebelumnya. Amat terasa beda. Tak bisa silaturahmi secara langsung, namun Alhamdulillah.... karena teknologi, saya masih bisa komunikasi melalui video call.

Idul fitri tahun ini pun saya tidak mengunjungi ibu saya akan tetapi semalam (malam takbiran) saya dan suami datang ke rumah ibu (tahun lalu ini tidak saya lakukan mengingat pandemi yang masih hangat-hangatnya). Alhamdulillah... meski hanya beberapa jam saja saya sudah senang bisa berkunjung.

Kalau idul fitri seperti ini, biasanya di rumah ibu ramai berdatangan tetangga begitu juga adik-adik dan kakak saya beserta keluarganya. Jadi, bisa jadi ajang kumpul keluarga. Namun, tahun ini dan tahun sebelumnya itu tidak saya lakukan mengingat masih pandemi.

Selasa, 27 April 2021

Thr dari pedagang sayur tahun 2021

Thr dari pedagang sayur
Untuk kebutuhan sayur mayur sehari-hari, saya biasa membelinya di pedagang sayur di sekitar tempat tinggal. Yang saya tahu di sekitar tempat tinggal saya ada 5 orang pedagang sayur. Itu yang terdekat saja.

Dan saya biasa berbelanja sayur pada dua atau tiga pedagang saja. Itu pun sangat jarang. Umumnya di dua pedagang. Sejak pandemi, saya hanya pergi keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari termasuk belanja sayur sebanyak 3 kali dalam seminggu. Jadi, kalau belanja agak banyak.

Seperti biasa di bulan Ramadhan menjelang lebaran, para pedagang sayur umumnya memberikan hadiah (saya menyebutnya thr) sebagai tanda terima kasih karena sudah menjadi pelanggan yang baik dan setia. Itu umumnya dilakukan menjelang lebaran atau idul fitri atau sebelum mereka pulang kampung.

Menurut saya pemberian hadiah (thr) itu bertujuan supaya nantinya pelanggan tersebut tetap setia berbelanja di pedagang tersebut setelah ia kembali dari kampung halamannya sehingga ia tidak kehilangan pelanggan. Sebagai pengikatlah istilahnya, he he he...

Saya tahu perihal hadiah (thr) ini dari ibu saya yang hampir tiap tahun mendapatkan thr dari pedagang sayur langganannya. Dan setelah menikah dan harus berbelanja kebutuhan sayur mayur, maka saya pun mengalaminya, mendapatkan thr dari pedagang sayur langganan. Alhamdulillah...

Umumnya thr tersebut berupa sirup, kacang tanah, bawang merah, dan bawang putih. Tapi seingat saya, ibu saya pernah mendapat thr berupa daster batik. Sepertinya thr tergantung dari si pedagang sayur tersebut.

Senin, 19 April 2021

Mengunjungi ibu

Alhamdulillah..sudah sebulan ini saya bisa berkunjung ke rumah ibu setelah sekian lama tak bisa berkunjung. Meski jarak kami dekat tak sampai berbeda kota, tapi pandemi ini membuatnya berbeda.

September tahun lalu, saya sempat berkunjung tapi setelah itu kasus kembali meningkat. Jadi, saya kembali tak bisa bepergian.

Kini, mudah-mudahan keadaan semakin membaik dan saya bisa selalu mengunjungi ibu saya seperti sebelum adanya pandemi ini. Amin...

Memang keadaan banyak berubah, tak bisa dipungkiri itu. Perubahaan adalah suatu hal yang tak akan pernah berubah. Semoga ibu selalu sehat. Amin...

Minggu, 28 Maret 2021

Pagi ini

Celengan sapi
Pagi ini seperti Senin kemarin-kemarin, adalah jadwal saya untuk keluar rumah. Pergi belanja sayur dan kebutuhan harian lainnya. Membeli keperluan sehari-hari yang sudah habis.

Uang di dompet sudah tipis alias tinggal sedikit, maka saya membuka celengan di atas meja yang ada di salah satu sudut kamar tidur. Ketika sedang mengambil uang di dalamnya, terlintas pikiran;

“Bila tak pernah menabung kebaikan, maka jangan pula mengharapkan kebaikan akan datang kepadamu”

Ya, tiba-tiba saja pikiran itu terlintas dan saya membenarkan hal itu memang benar adanya. Bila kita tak pernah berbuat baik pada orang lain, jangan mengharapkan kalau orang lain akan berbuat baik pada kita. Dan tentu saja bila kita berbuat baik, kita diharapkan untuk tidak memikirkan balasan dari manapun, entah itu dari orang yang menerima perlakuan baik dari kita atau dari manapun.

Intinya kita berbuat baik tanpa pamrih saja. Tak usah memikirkan hal lain dan kebaikan pasti akan kembali pada kita.

Jumat, 12 Februari 2021

Kue bolu di tahun baru imlek

Bolu pisang
Kemarin itu tahun baru imlek, tahun baru China, 12 Februari 2021. Angka yang cantik,12022021 dibaca dari depan ataupun belakang tetap sama.

Dari wikipedia, disebutkan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (Hanzi: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五暝 元宵節 pada tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti "malam pergantian tahun".

Seperti tahun baru Masehi kemarin, saya pun tak kemana-mana di tahun baru China kemarin. Pandemi membuat gerakan saya terbatas, ga bisa kemana-mana. Bosan sih, tapi dijalani saja. Semua orang pun pasti punya rasa yang sama dengan saya.

Oya, tahun baru Imlek ini saya pergi belanja di tukang sayur terdekat dan membeli kebutuhan harian lainnya. Bersyukur masih diberikan rejeki dari Hyang Maha Kuasa.

Di tahun baru Imlek hal yang paling menonjol adalah warna-warna yang cerah yakni merah dan juga kue keranjang serta buah jeruk selain itu imlek identik dengan angpao. Karena saya ga beli kue keranjang, maka saya putuskan untuk membuat kue bolu pisang aja.

Saya emang sudah ada rencana untuk bikin kue bolu pisang yah karena sudah beli pisang ambon beberapa hari sebelumnya dan saya tunggu supaya pisangnya matang parah sehingga aromanya jadi kuat, he he he

Eh, ternyata saya bikin bolunya pas hari raya imlek. Ya, sudah. Jadi, bagus kan?

Membuat dan menikmati hidangan yang manis dengan harapan tahun baru dilewati dengan manis pula, amin....

Selasa, 02 Februari 2021

Pohon ceri

Gambar dari Google
Sore itu agak berbeda. Di belakang rumah terdengar suara-suara yang cukup ramai, tak seperti biasanya. Adem ayem, terlebih lagi baru saja hujan berhenti.

“Aduh... dimana kita harus menetap yah? Tempat tinggal kita sudah tidak ada,” terdengar suara burung pipit berbicara pada pasangannya.

“Tak usah khawatir sayang, kita cari tempat lain yah, kita cari pohon lainnya saja,” pasangannya mencoba menghibur

“Pohon lainnya sepertinya sudah ada penghuninya, sayang. Aku lihat juga sudah tak banyak pohon baru yang bisa kita tempati,” burung pipit betina masih mengeluh.

Hari kian sore menjelang malam dan mereka pun harus segera mendapatkan tempat untuk menetap.

“Kita pasti akan dapatkan tempat yang baru, sayang. Kita usaha dan sambil berdoa,” Yakin sekali si jantan mengatakan itu pada si betina.

“Aku kok heran yah pada manusia, main tebang saja pohon yang menjadi tempat tinggal kita ini. Dan apakah mereka ga tahu, selain kita, masih ada beberapa hewan yang juga menetap di pohon itu,”si betina berkata dengan nada agak jengkel.

“Yah, begitulah manusia. Mereka memang lebih mementingkan diri sendiri, tidak memikirkan kepentingan makhluk lain, seperti kita. Semoga tidak semua manusia seperti itu. Karena pasti akibatnya akan ditanggung oleh manusia juga. Menebang pohon sembarangan, kan bisa menyebabkan kerusakan alam dan bila alam rusak, manusia sendiri yang rugi.”  Si jantan pun ikut menambahkan.

Kamis, 21 Januari 2021

Belajar membuat bolu pandan kukus

Bolu pandan siap disantap
Setelah berhasil membuat bolu pisang dan bolu chocholatos beberapa kali, saya ingin membuat bolu lainnya. Akhirnya saya cari-cari di google resep bolu yang mudah. Ketemu dengan resep bolu pandan dan bahan-bahan serta cara membuatnya pun mudah.

Berhubung pewarna hijau, pasta pandan masih banyak sisa membuat bakpao pandan dan dadar gulung, maka saya putuskan untuk membuat bolu pandan dan saya pakai kukusan saja untuk memasaknya.

Bahan-bahan:

  • 150 gr tepung terigu (kurang lebih 15 sdm)
  • Susu cair 100 ml
  • Gula putih 4 sdm
  • Vanili sedikit saja
  • 100 gr margarin (saya ganti dengan minyak goreng 5 sdm)
  • ½ sdt baking powder
  • ½ sdt baking soda
  • 2 butir telur
  • Pasta pandan secukupnya

Cara membuatnya

  • Ayak tepung terigu beserta vanili, baking soda dan baking powder. Sisihkan
  • Kocok telur dan gula putih
  • Lalu tambahkan susu, aduk kembali lalu masukkan minyak gorengnya dan aduk kembali
  • Lalu sedikit demi sedikit masukkan tepung terigu yang tadi sudah diayak
  • Sambil diaduk hingga tercampur rata
  • Terakhir masukkan pasta pandan secukupnya
  • Aduk hingga tercampur dengan rata
  • Masukkan ke dalam loyang yang sudah diolesi dengan minyak goreng
  • Kukus kurang lebih 25 menit 

Rabu, 20 Januari 2021

Kirim bolu ke rumah ibu

Bolu pisang siap disantap
Sudah lama memang ada rencana untuk kirim bolu ke rumah ibu di Lebak Bulus, tapi belum juga kesampaian. Akhirnya kemarin bisa juga kirim bolu tersebut.

Saya sudah biasa membuat dua macam bolu yang juga saya suka, yakni bolu pisang dan bolu chocholatos. Keduanya sudah saya sering buat, itung-itung buat cemilan sendiri di rumah.

Caranya pun ga terlalu sulit yah. Kedua bolu ini bisa dipanggang dengan oven ataupun dikukus. Rasanya pun sama-sama mantap. Kalau saya lebih suka yang dikukus karena lebih moist gitu. Tapi, itu selera saja yah.

Untuk kedua resep tersebut sudah pernah saya posting di blog saya ini yah. Silakan dicek lagi, resep bolu pisang dan bolu chocholatosnya bila terlewatkan.

Memang benar adanya, kalau ada niat dan kemauan pasti segala sesuatu bisa dikerjakan dan bisa diselesaikan. Seperti pengalaman membuat dan mengirim bolu ini yah he he he. Ternyata ga makan terlalu lama untuk mengeksekusinya, mulai dari persiapan, proses membuat hingga pengiriman.

Jumat, 08 Januari 2021

Mencoba menanam kangkung dalam pot

Mulai tumbuh
Sebenarnya niat untuk bercocok tanam sudah ada di tahun lalu terlebih lagi di masa pandemi gencar atau banyak sekali informasi terkait pemberdayaan pangan. Sebaiknya kita menanam sendiri sayur mayur kebutuhan sehari-hari, seperti sawi, kangkung, cabe, tomat, bayam dan lainnya.

Saya sudah beli bibit sawi dan kangkungnya juga tapi belum saya tanam juga. Sampe beberapa belakangan menjelang akhir tahun, saya kepoin channelnya mba ima vandam. Dia seorang youtuber asal Jember yang menikah dengan orang berkebangsaan Belanda namun tinggal di sebuah pulau di negara Inggris.

Mereka berdua tinggal di hutan kecil dan hidup minimalis. Mereka menanam sayur, bunga dan buah. Hidup sederhana dengan berkebun seperti itu amatlah enak sepertinya.

Dan saya jadi terpicu lagi untuk menanam sayur, ya itu tadi sawi dan kangkung yang bibitnya sudah saya beli pertengahan tahun kemarin. Akhirnya tanggal 2 Januari lalu saya tanam kangkung di wadah yang ada.

Sebenarnya sebelumnya saya mencoba tanam cabe, awalnya sih daunnya subur tapi lama-kelamaan mati. Mungkin karena tidak saya beri pupuk yah, cuma saya tanam pakai kompos dan saya biarkan saja hanya disiram saja.

Selasa, 05 Januari 2021

Hari ke lima di bulan Januari 2021

Tampak bolu chocholatosnya pucat
Kemarin itu tepatnya hari ke lima di bulan Januari 21 saya membuat bolu chocholatos. Mungkin bosan yah. Tapi, saya suka dengan bolu ini karena ternyata membuat bolu itu lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan membuat roti. Ga cape juga karena ga perlu uleni adonan hingga kalis dan diamkan adonan dll.

Gitu deh, jadi saya lebih sering membuat bolu. Dan bolu chocholatos ini bahan-bahannya mudah didapatkan. Tapi, kali ini saya ga membuat bolunya dengan resep yang pernah saya posting. Ada sedikit perbedaan aja sih. Tapi bahan-bahannya tetap sama hanya saja jumlahnya saya kurangi karena saya ingin tau bagaimana kalau resepnya dkurangi he he he...

Yak, jadi bahan-bahannya

  • Terigu 12 sdm
  • Chocholatos 1 bungkus
  • Telor 1 butir
  • Gula putih 2 sdm
  • Soda kue ¼ sdt
  • Baking powder ¼ sdt
  • Bubuk vanili  sedikit saja
  • Bubuk kayu manis sedikit saja
  • Minyak goreng 6 sdm
  • Garam sedikit
  • Air matang 6 sdm (utk melarutkan chocholatosnya)

Cara membuatnya:

  • Ayak tepungnya lebih dulu lalu sisihkan
  • Larutkan chocholatosnya lalu sisihkan
  • Kocok telor dengan gula putih hingga tercampur rata
  • Tambahkan baking powder, soda kue, vanili dan kayu manis serta garam. Aduk-aduk lagi
  • Selanjutnya masukkan minyak goreng. Aduk hingga tercampur rata
  • Masukkan terigu sedikit demi sedikit ke dalamnya
  • Terakhir masukkan chocholatos yang sudah dilarutkan
  • Aduk  lagi hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan ke dalam cetakan
  • Kukus selama kurang lebih 25 menit 

Senin, 04 Januari 2021

Catatan awal tahun

Ada catatan akhir tahun, maka sepertinya perlu juga catatan awal tahun, he he he...

Awal tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya yakni tidak hujan deras. Ya, turun hujan namun hanya gerimis ataupun deras sebentar dan kemudian berhenti ujannya. Alhamdulillah...

Di malam tahun baru saya dan suami menonton 3 buah film yakni wonder woman 84, soul dan satu lagi saya lupa judulnya. Dari ketiganya saya paling suka yang judulnya soul, film yang dibuat oleh yang diproduksi Pixar Animation Studios untuk Walt Disney Pictures.

Kartunnya  lucu dengan isi film yang bagus sekali. Bahwasanya kita mesti menghidupi hidup kita dari waktu ke waktu.  Ini dia cerita film tersebut yang saya ambil dari wikipedia 

Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah, merasa terjebak dalam hidup dan tidak puas dengan pekerjaannya. Dia memimpikan karir di jazz, yang menjadi objek dari ibu penjahitnya, Libba. Secara kebetulan, mantan muridnya, Curly, memberi tahu dia tentang pembukaan band legenda jazz Dorothea Williams. Joe mengesankan Dorothea dengan permainan pianonya dan ditawari pekerjaan saat itu juga. Saat Joe dengan senang hati bersiap untuk penampilan pertamanya malam itu, dia jatuh ke lubang got.

Joe menemukan dirinya sebagai jiwa yang menuju ke "Great Beyond". Tidak ingin mati sebelum terobosan besarnya, dia mencoba melarikan diri tetapi berakhir di "Great Before", di mana para penasihat jiwa — semuanya bernama Jerry — mempersiapkan jiwa yang belum lahir untuk kehidupan di Bumi. Joe berperan sebagai instruktur yang diatur untuk melatih jiwa dan ditugaskan 22, jiwa sinis yang tetap di Yang Agung sebelumnya selama ribuan tahun dan tidak melihat ada gunanya hidup di Bumi. 22 mengungkapkan bahwa dia memiliki lencana yang dipenuhi dengan sifat. Dia perlu menemukan "percikan" nya untuk menyelesaikannya dan mengatakan dia akan memberikannya kepada Joe agar dia bisa kembali ke rumah.

Flag Counter