Senin, 12 Desember 2011

Acara Syukuran Rumah Baru Seorang Teman




Hari minggu seorang teman semasa Sma mengundang kami untuk datang ke acara slametan rumahnya. Walaupun belum selesai dibangun, namun demi mengucap syukur terima kasih kepada Yang Maha Esa, ia melaksanakan acara syukuran yang sederhana saja katanya. Ia mengundang kami satu minggu sebelum acara dengan harapan tidak mendadak dan kami bersedia memenuhi undangannya tersebut.


Siang hari sesudah adzan Dzuhur kami tiba di rumahnya. Wah sudah ramai sekali tidak seperti yang kami kira. Kami pikir hanya mengundang ibu-ibu pengajian setempat namun ternyata acara syukuran itu digabung dengan acara arisan keluarga. Ya suasana memang ramai. Bergegas kami menemui sang pemilik rumah.


Sibuk rupanya teman kami itu. Sejak jam 9 pagi ia mulai mempersiapkan hidangan untuk para saudara dan kerabatnya itu dibantu oleh salah seorang kakak iparnya yang pandai memasak . walaupun datang agak terlambat kami berusaha untuk bisa membantu semampu kami.


Setelah dirasa anggota keluarga sudah cukup berkumpul, maka acara pun dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-qur’an dan dilanjutkan dengan do’a-do’a. kemudian acara santap hidangan siang pun menyusul. Nasi putih lengkap dengan sayur asem goreng, ayam goreng, ikan asin, tempe, sambal dan lalapan menjadi menu yang disediakan. 


Entah jam berapa tepatnya para undangan yang adalah para kerabat teman kami itu sudah lenyap dari rumahnya itu. Pertanda acara benar-benar telah usai dan yang tertinggal adalah piring, gelas dan ruangan yang harus segera dibersihkan kembali.


Sesudah bantu-bantu membersihkan, kami pun ngobrol-ngobrol sejenak sebelum akhirnya kamipun bergegas pulang pukul 5 sore. Dengan senang ia mengatakan kiranya itu adalah awal dari perjalanan hidupnya bersama suami dan ke dua anaknya. Keinginan untuk memiliki sebuah rumah yang layak untuk ditinggali kini telah menjadi kenyataan dan selanjutnya adalah membina rumah tangga yang lebih harmonis lagi.


Di mata kami, teman kami itu adalah seorang pekerja keras dan pandai juga. Sehari-harinya ia membantu suaminya dengan mengelola sebuah kantin sekolah SMA tak jauh dari tempat tinggalnya. Kami berfikir, ia memang pantas meraih yang ia inginkan karena kegigihan dan keuletannya dalam hidup.


Tak lupa ia memberikan beberapa kue untuk kami bawa pulang plus nasi kuning yang menjadi ikon sebuah acara selametan. Katanya nasi kuning banyak dicari orang saat ada acara selametan dengan harapan yang memakan nasi kuning tersebut akan mendapat berkah dari Yang Maha Kuasa sehingga diberikan kesempatan pula seperti halnya si empunya acara tersebut. Amin.....


Selamat kami ucapkan kepada mereka berdua semoga selalu dinaungi kebahagiaan dan kedamaian selalu….






Terima kasih untuk hari ini....




Image: Google Search

Flag Counter