Minggu, 15 April 2012

Hidup dan mati bukan sekali, sebuah perjalanan untuk menemukan jati diri


Membaca buku Bapak Anand Krishna dengan judul Reinkarnasi –Hidup tak pernah berakhir membuat kita menyadari ternyata kita tidak lah hidup dan mati sekali saja namun berkali-kali. Dan kita pernah menjalani hidup dengan wujud mineral,tumbuhan, hewan, dan kemudian menjadi manusia. Itulah mungkin yang dimaksud dengan evolusi oleh Darwin, seorang ilmuwan ternama di dunia.

Ya, di buku tersebut juga dikutip ayat dalam kitab suci Al-quran mengenai hal itu. Dalam surah Al-baqarah ayat tersebut menyatakan bahwa kita pernah mati kemudian dihidupkan kembali lalu dimatikan kembali. Kalo menurut pemahaman yang beredar, maksudnya adalah sesudah kita mati maka kita akan dibangkitkan di padang mahsyar. Itulah pemahaman yang mengendap di benak saya sesuai dengan informasi dari para guru agama.

Namun, itu tidaklah benar. Kita tidak dibangkitkan di padang mahsyar namun hidup dan menjalani kehidupan di bumi ini untuk membayar hutang-hutang kesalahan kita di masa kehidupan yang lalu.
Jadi, dalam masa kehidupan ini kita menerima dan menikmati hasil perbuatan kita di masa kehidupan yang telah lewat. Bila baik perbuatan kita, maka baik pula hasil yang kita terima dan sebaliknya. Mungkin tidak aneh karena hal itu juga seringkali disinggung dalam ayat-ayat suci dari berbagai agama bahwasanya bila kita berbuat baik maka kita akan menerima pahala (balasan yang baik) namun bila kita berbuat jahat maka akan mendapatkan dosa (balasan yang buruk pula).

Dan setiap perbuatan baik ataupun buruk sekecil apapun pasti ada balasannya. Itulah semestinya yang harus diendapkan dalam batin sehingga kita bisa terhindar dari melakukan perbuatan buruk. Bila kita yang melempar batu maka batu tersebut akan kembali kepada kita. Hmmmm….


Terima kasih untuk hari ini….


Image: Google search
Flag Counter