Rabu, 25 April 2012

Dewi Sitha dan Seekor Kijang


Kijang emas sungguh indah

Itulah yang membuat seorang sekaliber Sitha “menjauh” dari Rama, Sang Kekasih.

Sitha tergoda oleh kecantikan kijang tersebut dan berkeingan untuk memilikinya. Ia ingin memilikinya sehingga dapat diajak bercanda ataupun bermain-main dan bila mana kijang itu mati, ia ingin menggunakan kulit sang kijang sebagai alas meditasinya.

Demikianlah Sitha pun berupaya untuk menangkap kijang tersebut dan tanpa disadarinya hal ini membuat ia menjauh dari Rama, Sang Kekasih. Dengan menjauhnya dari Sang Kekasih, maka Rahvana pun dengan mudah menangkap untuk kemudian menawannya.

Sitha yang berada dalam hutan bersama dengan Rama, sesungguhnya adalah seorang putri raja yang rela mengikuti Rama, Sang Kekasih. Pada saat tinggal di istana, ia tentu saja memiliki fasilitas yang lebih mewah dari sekedar seekor kijang, tapi… begitulah adanya.

Berdekatan dengan Rama, Sang Kekasih tetap saja membutuhkan perjuangan untuk selalu mempertahankan kesadaran. Kesadaran bahwa apa-apa yang ada di luar merupakan pemicu dan bila kita dapat mengendalikan diri maka kita akan tetap berada bersama Sang Kekasih.

Selama berdekatan dengan Sang Kekasih, Rahvana atau nafsu tidak dapat menawan kita. Setan keinginan tidak dapat membelenggu kita. Kita senantiasa berada dalam Kesadaran Kasih.

Begitulah yang dapat kami pahami dari penjelasan yang diberikan Guru kami pada suatu pertemuan. Terima kasih Guru telah berkenan membimbing kami.

Mohon senantiasa  membimbing kami. Tuntunlah kami untuk selalu ingat dan berupaya melakoni segala nasihat-nasihat dan wejangan-wejanganMu.


Terima kasih untuk hari ini….


Image: Google Search
Flag Counter