Selasa, 28 Februari 2012

Mereka Bicara Anand Krishna


Majalah Barometer
Edisi February – Maret 2012
Laporan Utama hal. 13 - 15


Bagi orang-orang yang secara dekat mengenal Anand Krishna, ia adalah pribadi yang baik dan visioner. Selalu menerapkan keseimbangan hidup dan kemandirian yang ingin ia tularkan pada orang lain. Seperti apa pendiri Yayasan Anand Ashram ini di mata mereka?

Wayan Sayoga – Ketua Yayasan Anand Ashram
Anand Krishna Telah Menginspirasi Hidup Saya

Saya terlibat aktif di Yayasan Anand Ashram pada 2005. Yayasan yang didirikan oleh Anand Krishna ini berdiri pada 14 Januari 1991. Dalam perkembangannya, pada 2006 Anand Ashram berafiliasi dengan PBB lewat Departemen Informasi Publik. Lewat afiliasi ini maka Anand Ashram melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan visi-visi global

Saya menjadi Ketua di Yayasan Anand Ashram kurang lebih 2 sampai 3 tahun. Saya juga menjadi Direktur Eksekutif di Gerakan Integritas Nasional. Secara pribadi, saya merasakan bahwa sejak bergabung di Anand Ashram, saya lebih berkonsentrasi dengan situasi yang ada.
Kegiatan utama kami di Anand Ashram adalah pemberdayaan diri. Bentuknya bagaimana mengolah stress dalam diri agar berpengaruh positif dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, meningkatkan potensi yang ada dalam diri sendiri, melalui meditasi, tafakur, yoga dan lain-lain. Ada juga penyajian dalam bentuk diskusi-diskusi dengan pembahasan-pembahasan.

Apa yang dilakukan di Anand Ashram member dampak yang sangat positif, apalagi kita melihat di tanah air semakin tidak menentu arahnya, seperti konflik vertical dan horizontal, dan banyak lagi. Dalam menjalankan kegiatannya, Anand Krishna sebagai pendiri yayasan ini memiliki visi One Earth, One Sky, One Humankind, bahwa kita bersama-sama hidup dalam satu bumi, satu langit, dan satu kemanusiaan.

Penilaian saya terhadap Anand Krishna, ia lebih berumur daripada saya. Saya juga terinspirasi dengan kepribadiannya yang percaya diri, visi-misi hidupnya dan buku-bukunya. Ia telah menginspirasi saya utnuk hidup berkesadaran. Menyadari segala sesuatu yang terjadi dalam diri saya dan lingkungan sekitar, hingga saya sadar apa yang harus saya lakukan.

Kecintaannya pada budaya Indonesia, menumbuhkan kebanggaan saya sebagai orang Indonesia. Bukan sekedar kebanggaan yang pasif, namun juga memunculkan kesadaran bagaimana agar nilai-nilai luhur kita tidak tergerus arus globalisasi. Visi One Earth One Sky One Humankind, mengetuk kesadaran saya akan pentingnya mewujudkan dunia damai demi anak cucu kelak. (Yudi)

Maya Safira Muchtar
Hidup Saya jadi Baik Setelah Bergabung dengan Anand Ashram

Sejak bergabung di Yayasan Anand Ashram pada pertengahan 2001, saya merasa kehidupan saya jauh lebih baik. Banyak penyakit yang saya idap menjadi sembuh, padahal saya terbilang sering sakit-sakitan. Kenyataannya kegiatan di yayasan di mana saya duduk sebagai Pembina ini sangat positif. Intinya berupa pencinta kedamaian. Yayasan ini selalu menyerukan harmoni kedamaian dan kasih sayang (global peace and global harmony). Bisa jadi, alasan inilah yang kemudian membuat banyak kelompok yang entah radikal atau apa, tidak menyukai harmoni dan kedamaian terjadi.

Masyarakat umum juga bisa melihat sendiri bahwa aktifitas yayasan ini positif. Jadi, walaupun kami sudah dipojokkan seperti itu, kami tetap maju karena kami membela kebenaran. Makanya, Alhamdulillah aktifitas di Yayasan Anand Ashram tetap berjalan, dan orang-orang bersimpati. Selama ini terbukti bahwa apa yang selama ini dituduhkan kepada Anand Krishna ataupun kepada kami di Yayasan Anand Ashram hanya kebohongan belaka.

Sebagai seorang visioner, ide-ide Anand Krishna memang tidak selalu diterima. Saya melihatnya dari sisi itu. Sayang sekali, selama ini tidak banyak terekspos adalah banyaknya perempuan di Yayasan Anand Ashram yang menjadi korban gara-gara kasus ini, bukan karena dilecehkan oleh Anand Krishna, tapi karena pemberitaan negative terhadap kami. Selama ini berita-berita justru merugikan Anand Ashram, sebagai efek kampanye pemberitaan negatif atau pencitraan negative terhadap Anand Krishna.

Dalam penilaian saya, Anand Krishna sangat kharismatik. Cara pandangnya sangat jauh ke depan sehingga mungkin ide-idenya baru bisa berlaku 50 tahun ke depan. Anand juga sangat peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama keadaan bangsa, dan selalu berfikir kea rah situ. Pemikiran-pemikirannya sangat visioner.

Saat kasus kemarin terjadi hingga Anand harus menjalani proses hukum, jika dilihat dari sepak terjak Anand Krishna sebagai seorang penggiat aktifis spiritual, dengan keberanian dia menyarakan tentang ketidakadilan dan lain-lain, saya berfikir Ini resiko  dari situ. Tapi ketika kasus hukum yang menimpanya dengan korban seorang perempuan, saya sempat heran. Saya semakin heran ketika saya ikut tertuduh juga karena saya dituduh menyaksikan segalanya. Saya baru sadar bahwa ini sebuah rekayasa untuk menjatuhkan Yayasan Anand Ashram. Saat itu saya adalah Ketua Yayasan, apalagi saya penggerak di komunitas Yayasan Anand Ashram. Menjadi  aneh karena kami sangat peduli terhadap perempuan dan emansipasi  perempuan, kok bisa terkena kasus seperti itu.

Di situlah saya melihat, akhirnya yang menjadi korban bukan hanya seorang Anand Krishna saja, tetapi saya termasuk pribadi menjadi korban di situ. Dalam arti setelah banyak yang tahu, bahwa perempuan-perempuan di Komunitas Anand Ashram secara tidak langsung menjadi korban dari kasus tersebut. Bukan korban Anand Krishna, tapi korban tuduhan-tuduhan seolah-olah perempuan di Komunitas Anand Ashram ini adalah istilahnya budak dan segalanya.

Ada salah satu teman saya, bergelar Ph.D dipecat dari tempat kerjanya, reputasi saya juga akhrinya sangat tercemar. Ada perempuan yang keguguran gara-gara dituduh oleh masyarakat setelah melihat di media-media yang beranggapan bahwa Komunitas Anand Ashram ini adalah suatu kelompok yang entah seperti apa. Pokoknya yang menakutkan. Dilihat dari situ, justru yang paling banyak menjadi korban adalah perempuan. ( Yudi )

M. Yudanegara
Anand Orang Yang Rendah Hati dan Menghormati Semua Orang

Saya bergabung di Yayasan Anand Ashram sejak yayasan ini berdiri. Ketika itu saya yang masih kuliah di ITB masuk bersama 3 orang teman di mana sekarang salah satunya adalah istri saya. Alasan saya bergabung kala itu karena visi Anand yang luar biasa. Visi itu sebenarnya adalah bagaimana setiap orang bisa mengapresiasi orang lain dan lingkungannya berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk sampai pada visi itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah setiap individu harus memberdayakan dirinya sendiri. Maka itu, di padepokan ini setiap orang diajak utnuk bertanggung jawab pada diri dan kehidupannya sendiri. Dengan modal itu setiap orang dengan sendirinya bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Rasa tanggung jawab terhadap lingkungan  muaranya akan bertanggung jawab terhadap keluarga, lingkungan dan Negara.

Jadi fokus yang disampaikan oleh Anand Krishna sebetulnya adalah bagaimana setiap orang harus mandiri bagi dirinya sendiri. Pemberdayaan diri itu dijabarkan oleh Anand bahwa orang harus jernih dalam berfikir dan keseimbangan diri yang harus terjaga. Ketaatan fisik juga harus terjaga.

Jika pikiran jernih selalu terjaga, keseimbangan semosi selalu dijaga dan kesehatan badan fisik selalu dijaga juga, maka orang-orang seperti ini kelak akan menjadi manusia yang seutuhnya siap untuk peduli kepada lingkungan dan bangsanya sendiri. Agar menghasilkan pribadi semacam ini merupakan “pekerjaan “ yang terus menerus dan tidak bisa putus.

Pemikiran-pemikiran Anand Krishna tentang pemberdayaan diri dan kepedulian terhadap lingkungan, baik terhadap bangsa dan Negara itulah yang kemudian dituangkan dalam buku-bukunya. Kalau bukunya itu dilihat, dalam 140 halaman itu isinya hampir semuanya pemberdayaan diri. Bagaimana setiap orang itu harus mandiri, bertanggung jawab terhadap dirinya, karena dengan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, itu modal yang cukup untuk kita bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Orang tidak akan pernah bisa bertanggung jawab terhadap lingkungan tanpa bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Jika ia seolah-olah kelihatan peduli terhadap lingkungan dan ingin membantu orang lain, ujung-unjungnya ia akan korupsi di tempat lain.

Latihan-latihan meditasi, yoga, maupun kegiatan-kegiatan sosial di yayasan yang dibentuk oleh Anand Krishna itu adalah salah satu cara membentuk pribadi yang diharapkan akan bertanggung jawab terhadap tanah airnya. Tapi semua itu belum bisa dilakukan jika belum bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Dalam komunitas yang dibuat oleh Anand, dari sisi organisasi setidaknya sudah bisa mengajak semakin banyak orang untuk mempunyai pemahaman seperti di atas. Maka dari itu muncul kegiatan-kegiatan latihan pemberdayaan diri dan kegiatan-kegiatan sosial. Sudah semakin banyak orang mulai sekarang mengapresiasi perbedaan-perbedaan, itu salah satu produknya. Kemudian semakin banyak orang sekarang mulai peduli terhadap pemberdayaan diri dan kesehatan.

Kami juga sudah mulai berkampanye mengajak masyarakat luas untuk menghargai produksi dalam negeri. Itu bagian dari penghargaan diri sendiri sebenarnya. Sekarang sudah banyak orang mulai memikirkan bahwa kedamaian itu adalah sesuatu yang dibutuhkan menjadi ekspektasi bagi semua orang.

Orang-orang yang ikut bergabung di Yayasan Anand Ashram itu setidaknya sudah mulai berpola pikir seperti itu, bahwa pemberdayaan diri memang penting. Anand Krishna sering mengatakan bahwa keberhasilan saya adalah bagaimana saya mampu menginformasikan visi-visi saya. Anand juga selalu mengatakan bahwa semakin bisa mandiri dan tidak tergantung kepada oraganisasi komunitas Anand Ashram, semakin kita bisa menyebarkan informasi terhadap banyak orang, itu adalah sebuah keberhasilan.

Paska bergabung dalam yayasan ini, saya pribadi merasakan bisa menjalani kehidupan ini lebih baik. Saya puas dengan pencapaian di karir pekerjaan, di rumah tangga. Saya merasa bahwa dengan mengikuti beberapa program-program kegiatan di Anand Ashram itu, saya merasa bahwa saya adalah pribadi yang berhasil menjalani kehidupan saya.

Saya merasa sangat confident dengan apa yang sudah saya lalui dalam kehidupan ini. Hamper setengah usia saya dipakai untuk kegiatan di Anand Ashram, dan saya merasa happy, merasa sehat. Insya Allah pikiran saya selalu jernih, segala sesuatu dalam kehidupan setidaknya bisa saya lewati dengan baik. Keberhasilan dari sisi financial saya pikir tidak jelek karena orang yang pikirannya selalu bisa jernih, emosional seimbang, dan badannya sehat, produknya pasti adanya kemakmuran sebagai output sampingan. Lebih dari itu saya menjadi lebih peduli kepada banyak orang.

Saya menilai Anand Krishna adalah orang yang sangat rendah hati, dalam artian menghormati setiap orang. Ia sangat menguasai begitu banyak hal, karena bacaan dia cukup banyak. Pengetahuannya sangat luas, enak diajak berbicara, dia sangat terbuka pada begitu banyak orang. Ia bisa diajak diskusi oleh siapapun juga, kadang-kadang saking terbuka dalam hal pemikiran, banyak orang kemudian sering salah mengartikan juga.

Yang membuat saya takjub  pada Anand adalah keseimbangan di dalam menjalani kehidupan. Saya biasanya kalau memperhatikan orang yang berbicara tentang kedamaian, itu ciri khas kesederhanaan, baju yang biasa-biasa saja. Berbeda dengan Anand, saat saya berkenalan dengan Anand mobilnya keluaran terbaru tahun 1989, kacamatanya dan jam tangan juga. Jadi Anand menjalani semua kehidupan layaknya setiap orang melakukannya.

Sebagai orang yang sudah mengenal Anand sejak 21 tahun yang lalu, saya melihat tidak ada keinginan orang-orang yang datang ke padepokan itu untuk tujuan yang tidak benar. Sepertinya saya salah karena ternyata beberapa orang sudah punya niat seperti itu. Tujuan masuk untuk membuat onar dari dalam, dengan sengaja. Sejujurnya, kami tidak mengundang orang. Kami tidak pernah mencari pengikut ataupun umat. Kami hanya bercerita bahwa di tempat ini ada latihan-latihan pemberdayaan diri, yang berguna untuk setiap orang.

Bentuk kegiatan yang kami lakukan di padepokan ini pun biasa saja. Jika ada acara berkumpul, kami hanya membahas buku, seperti buku-buku popular, yang sedang ada di masyarakat, ataupun buku-buku karangan Anand Krishna. Kami mencoba untuk memberikan perspektif berdasarkan pengalaman masing-masing. Jadi diskusi buku dengan mengundang pembicara dari luar.

Umumnya, setelah membaca buku Anand Krishna, mereka datang dengan kesadarannya sendiri. Jadi kami beranggapan orang-orang begitu punya niat baik untuk dirinya sendiri. Setiap orang yang datang itu punya kebebasan dalam artian bertemu dengan Anand Krishna, mengobrol, kemudian ada yang berfoto, ada yang ingin foto sendiri, berdua juga bisa, di tempat banyak orang. Mungkin itu yang disalahgunakan.

Dalam kasus yang memperkarakan Anand, justru mencurigakan dan itu “terbaca” oleh Ketua Majelis Hakimnya. Masalahnya, korban mengaku dilecehkan pada tahun 2004, tapi di dalam buku yang ia tulis pada tahun 2005 ia malah mengucapkan terima kasih pada Anand. Sesuatu yang terlihat janggal. (Yudi)




Flag Counter