Rabu, 10 Agustus 2016

Hari Rabu dan Topik Full Day School

Gambar dari Google
Rabu hari ini.

Kalau sehari-hari, biasa disebut hari rebo. Trus saya jadi ingat ritem yang berbunyi hari rebo potong kebo, kamis potong kumis... 

Tapi apa hubungannya antara hari rebo dengan kebo. Ga ada kayaknya sih. Itu kan cuma ritem pas masa kecil yang saya ingat. Buat lucu-lucuan aja :-)

Tapi, hari rabu atau rebo ini ga ada tuh yang potong kebo paling ga di daerah saya tinggal.

Ini ada topik yang lagi hangat di masyarakat terkait pendidikan.

Topik Hangat Terkait Pendidikan

Yakni gagasan yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan yang baru dilantik yakni Prof. Dr. Muhajir Effendy, Drs., M.AP.  Beliau itu dilantik menggantikan pak Anies Baswedan per tanggal  27 Juli 2016

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tiga periode yaitu tahun 2000–2016. Selain itu Muhadjir adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

Apa sih gagasan yang ia lontarkan itu yang menjadi kontroversial di masyarakat akhir-akhir ini? Gagasannya tak lain dan tak bukan ialah full day schooll alias sekolah sehari penuh bagi para siswa Sd dan Smp.

Hal tersebut nampaknya dimaksudkan agar tercapainya pembentukan karakter serta budi pekerti anak didik sesuai dengan konsep Nawacita yang digulirkan oleh pemerintahan Jokowi-JK, yaitu terpenuhinya 80 persen pendidikan karakter dan 20 persen pendidikan keilmuan/keterampilan.

Namun apa mau dikata, gagasan tersebut langsung menuai kontroversi dari masyarakat luas. Malah ada orang tua murid, yang membuat petisi tolak pendidikan full day/sehari penuh di Indonesia melalui Change dot org 


Hingga tulisan ini ditulis, petisi tersebut sudah ditandatangani sebanyak 35.969 pendukung.

Petisi tersebut akan dikirimkan kepada bapak Presiden Jokowi, Menteri pendidikan dan kebudayaan serta orang tua murid.

Melalui berita yang beredar, akhirnya menteri pendidikan yang baru itu membatalkan rencana full day school.
"Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu dan mencari pendekatan lain," kata Muhadjir dalam konferensi pers di restoran Batik Kuring, Jakarta, 9 Agustus 2016. "Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok."
Seperti di Finlandia

Menurut menteri tersebut, sistem pendidikan full day school sudah diterapkan di banyak negara salah satunya adalah Finlandia yang  menurutnya sukses dengan sistem tersebut.

Hal tersebut ia sampaikan dalam konfrensi pers yang digelar di kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Selasa, 9 Agustus 2016. Muhadjir mengatakan, sistem pendidikan di Finlandia berhasil menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Bahkan, kata dia, Finlandia berhasil membangun pendidikan karakter.

Kenyataannya di Finlandia

Sistem pendidikan yang diterapkan tidaklah seperti itu.

Negara yang termasuk dalam Benua Eropa itu dikenal dengan sistem pendidikan yang terbaik di
 Dunia .

Ternyata dari berita yang bisa dilihat di tribun news, di sana para pelajar tidak pernah diberi pekerjaan rumah (pr), tidak ada ujian dan mereka hanya berada di sekolah selama 3 jam saja.
“Tiga jam sehari, 20 jam dalam seminggu,” jawab guru tersebut.
Dan tiga jam itu tidak diseluruhnya di dalam kelas.
Justru kegiatan di luar kelas yang diperbanyak.
Lebih lanjut lagi dikatakan bahwa: “Kami mengajari mereka untuk bahagia, untuk menghargai orang lain dan dirinya sendiri,” ujar seorang guru matematika di negara yang terletak di wilayah Eropa Utara itu.

Semoga saja ke depannya pendidikan di Indonesia bisa lebih baik tanpa harus diberlakukannya sistem full day school.

Amin....

Terima kasih untuk hari ini....

Flag Counter