Tampilkan postingan dengan label Anand Krishna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anand Krishna. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2022

Program di akhir pekan

 

Penat dengan kesibukan sehari-hari yang ngga ada abisnya? Pastinya kita perlu rekreasi atau cari hiburan guna menghilangkan rasa penat itu sehingga setelah itu kita akan kembali segar untuk melanjutkan kembali aktifitas seperti biasanya.

Tak perlu khawatir dan tak perlu jauh-jauh juga untuk menemukan tempat yang pas karena tersedia suatu program di akhir pekan yang akan membuat kita-kita menjadi fresh baik itu secara fisik, mental/emosional dan juga spirit tentunya.

Wah, penasaran ga sih di mana tempatnya dan program yang bagaimana yang diadakan dalam program tersebut?

Ini bagi yang penasaran saja yah….

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Senin, 25 Mei 2020

Berkah di Hari Ulang tahun


Hari kedua di hari raya idulfitri kali ini bertepatan dengan hari kelahiran saya, hari ulang tahun saya. Hmm... senang juga karena bertepatan dengan hari lebaran tapi.... hari lebaran di tengah pandemi seperti tahun ini... jadi bikin sedih.

Sedih, karena ga bisa keluar rumah untuk sekedar membeli sesuatu yang bisa dinikmati bersama keluarga. Tapi... mau bagaimana lagi. Toh ini suatu kondisi yang harus diterima, siapa pun juga mengalami hal yang sama.

Diterima saja...

Sebenarnya, saya juga tidak pernah merayakan hari ulang tahun secara spesial yah. Biasa aja, paling hanya membeli makanan untuk dimakan bersama keluarga. Itu saja.

Nah, malam hari sebelumnya saya tanya ke suami kira-kira minta blessing ga yah ke Guruji? Jawabannya terserah saja. Dan, di pagi harinya saya tanya lagi (banyak tanya nih saya) hal yang sama. Jawabannya adalah kurang lebih kayak gini; ga usah minta-minta berkah segala, ga diminta juga kan selalu dikasih. Berkah sang Guru senantiasa mengalir.

Jawabannya itu yang membuat saya mengurungkan niat untuk minta berkah dari beliau.

Di hari sebelumnya juga

Ada informasi dari fasilitator kelas meditasi ego elimination, bahwasanya akan dilakukan penjajakan untuk mengadakan kelas meditasi kembali (biasanya di Sunter tiap senin) menggunakan aplikasi zoom.

Teman-teman dan saya beserta suami juga ikutan mendaftar kelas tersebut. Tapi, ga tau diadakan mulai senin kapan. Terus, keesokan harinya (senin) siang diumumkan bahwasanya kelasnya akan dimulai senin ini 25 Mei 2020 pukul 19.30 WIB.

Wah... serasa dikasih kado.

Dan latihan pertama yang kita lakukan bersama melalui aplikasi zoom itu adalah cleansing meditation. Bener-bener berkah di hari ulang tahun.

Terima kasih Guruji atas berkah ini dan juga terima kasih teman-teman atas ucapan, doa ulang tahunnya serta kesempatan berlatih bersama.

Ternyata ucapan suami saya benar, berkah Sang Guru selalu mengalir tanpa diminta. 

Senin, 18 Mei 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 5)


Kasus pertama orang yang terinfeksi virus Corona di Indonesia diumumkan oleh presiden per 2 Maret 2020 dan hingga kini kian bertambah jumlah orang yang terinfeksi. Kasus yang meninggal juga kini sudah di angka 1.148 orang dan yang sembuh berjumlah 4.129 orang dari yang terinfeksi yakni berjumlah 17.514 orang.

Data di atas saya ambil dari tribun Jogja 

Kini dengan adanya wabah ini, banyak kegiatan yang tadinya dilakukan secara konvesional (secara offline, bertemu muka secara langsung) mulai disesuaikan mengikuti aturan yang ada, antara lain tidak boleh berkerumun dan menjaga jarak.

Banyak kegiatan yang kini beralih dilakukan dengan online (menggunakan teknologi yang ada). Anak-anak yang tadinya belajar di sekolah, kini harus belajar di rumah secara online. Pun demikian, para pekerja harus bekerja dari rumah dan bila ada meeting, maka dilakukan secara online pula.


Kegiatan Meditasi di Anand Ashram


Untuk kegiatan meditasi di Anand Ashram pun mengikuti perkembangan yang ada, dalam hal ini dilakukan secara online. Mulai dari yang free alias gratis dengan cara streaming di channel youtube Anand Ashram, hingga yang berbayar.

Kamis, 16 April 2020

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Terima Kasih

“Walah... pagi-pagi ngapain si Santo ini telp ya.” Satria bergumam sendiri seraya meraih handphonenya yang sedari tadi tergeletak di atas kasurnya.

“Sorry bos, gua terpaksa telpon lu, soalnya gua wa dari tadi malem belum lu baca.” Suara Santo terdengar rada-rada mau ketawa dia. Dia tau betul kalao sahabatnya itu ngga terlalu suka menerima telpon atao bicara di telpon. Kuping terasa panas, katanya.

“Iyah... aku belum selesai edit video nih dari tadi malem jadi ga sempet buka hp.” Singkat Satria menjawab.

“Iya, Sat. Gua mau minta tolong lagi ama lu yah. Tolong sampaikan puisi gua untuk Bapak AnandKrishna.” Kali ini suara Santo terdengar serius.

“Udah gua kirim ke email lu tadi malem, tolong ya bos.” Lanjut Santo masih dengan nada yang sama.

“Wis lah... aku ngga bisa nolak permintaan mu yang satu itu. Pasti akan aku sampaikan, tapi lewat blog aku yah seperti biasa.” Jawab Satria ikutan serius dia menanggapi permintaan sahabatnya itu.

Rabu, 15 April 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 3)

Di depan Superindo

Tulisan ini masih terkait dengan keberadaan pandemik ini ya teman-teman. Mungkin bosan membahas pandemik yang belum tau kapan berakhirnya.

Tapi.... lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan apa saja yang saya bisa lihat di sekitar lingkungan saya terkait pandemik ini. Mungkin hal sepele saja.

Sejak diumumkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 6 April 2020 perihal semua orang harus menggunakan masker ketika berada di luar rumah, orang-orang yang saya temui di sekitar rumah (terutama ketika saya berbelanja) sebagian besar memakai masker. Walaupun masih ada satu, dua orang yang tidak memakainya.

Kebanyakan memang menggunakan masker kain, seperti yang saya lakukan juga lantaran masker bedah sulit ditemukan. Dan memang saat itu diumumkan juga bahwa masyarakat cukup menggunakan masker kain, masker bedah atau masker medis untuk para tenaga kesehatan.

Fasilitas Mencuci Tangan


Seingat saya, setelah dikeluarkan pernyataan di atas esok harinya saya mendapatkan ember lumayan besar (kaleng cat besar) yang sudah dimodifikasi sebagai tempat untuk cuci tangan di depan rumah. Disediakan pula sabun yang diikat pada ember tersebut.

Ada di depan rumah

Selasa, 14 April 2020

Apakah ini efek terlalu lama #dirumahaja ?

di rumah aja

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga selalu sehat yah. Dalam situasi yang tak menentu seperti ini kita dituntut untuk senantiasa sehat. Hal itu bukan untuk kepentingan diri kita saja, namun juga demi orang-orang di sekitar kita juga yah.

Soalnya kalo kita sakit, itu akan berdampak buruk pada orang-orang di sekitar kita juga. Yap, semaksimal mungkin kita harus berupaya untuk tetap sehat. Tetap semangat ya, walo #dirumahaja.

Oya, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu nih. Begini ceritanya;
Sayup-sayup terdengar suara adzan dari kejauhan. Saat itu, saya yang masih belum terjaga betul dari tidur berpikir ; “wah.... sudah Isya (saya menganggap itu adzan untuk shalat Isya). Terlambat deh saya ikut kelas di Sunter.”
“Apa yang harus saya katakan pada pak Joe supaya saya diperbolehkan masuk kelas?”
Saya biasa ikut kelas di Anand Ashram Sunter tiap hari Jum’at dan kelas dimulai tepat pukul 7 malam. Dan bila terlambat, tidak diijinkan untuk masuk. Peraturannya memang seperti itu. Kita dibiasakan untuk disiplin waktu.

“Mana ga bisa naik gojek kan? Soalnya ada peraturan PSBB sekarang ini di Jakarta.” Saya masih terus berpikir (padahal belum terjaga betul).
Tak beberapa lama, akhirnya saya terbangun dari tidur dan mendapati bahwa itu adalah adzan Shubuh, he  he  he.... 
Walah... kok bisa seperti itu yah? Apakah  itu efek dari terlalu lama #dirumahaja ? lantaran wabah corona ini? He he he... saya ndak tau. 

Selasa, 02 Juli 2019

Tempat Meditasi Jakarta


“Sepi amat kayaknya hidup gua Sat”. suatu hari Santo mengeluh pada sahabatnya. Saat itu mereka duduk-duduk menikmati suasana sore hari di balkon belakang kamar Satria.

“Coba kamu telusuri San, apa yang kurang atau yang belum kamu lakukan.” Satria menjawab sambil meneguk segelas teh manis yang ada di hadapannya.

“Sesuatu yang ingin kamu lakukan tapi belum kamu lakukan.”Satria masih menambahkan.
“Tapi tentu saja sesuatu yang baik ya bukan hal yang buruk  dan pastinya ga ngerugiin siapa pun juga.”

Angin sepoi-sepoi menjadi saksi obrolan mereka sore yang cerah itu.

“Wah.. kalau itu sih banyak Sat. Gua pengen ngerjain banyak hal yang menurut gua baik tapi belum gua kerjain lantaran masih banyak kendala.” Santo ikut meneguk teh manis yang disuguhkan.
“Kendalanya pasti lu tau lah, selain dari sisi keuangan ada juga sisi mental. Gua ga cukup berani melakukan hal-hal itu.” Santo masih melanjutkan.

Sesekali terdengar suara pedagang makanan yang lewat menjajakan dagangan mereka.

“Mungkin kamu mesti mencoba mulai menyelami diri San.” Satria memberi sebuah solusi.
“Menyelami diri bagaimana Sat? emangnya diri gua ini kolem yang bisa diselami?” Santo agak guyon memandang wajah sahabatnya itu.

Yang dipandang malah mencibir.

“Wa ka ka ka ka ka …” Garing tuh San

Rabu, 24 April 2019

Tokoh-tokoh Dalam Mahabharata Menurut Bapak Anand Krishna

Hujan baru saja berhenti setelah hampir setengah hari turun. Tidak terlalu deras hujan yang turun kala itu, namun cukup membuat suasana menjadi dingin yang membuat Santo mematikan kipas angin di ruang tamu tempat ia duduk santai saat itu.

“Ujan bikin males aja nih.” Santo menggerutu sendiri.

“Ngapain ya? Mana ga ada orang di rumah. Mau tidur ya masih terlalu sore, mau pergi keluar males.” Ia masih melanjutkan menggerutu.

Saat itu, Minggu. Ibu dan adik perempuannya sedang mengunjungi salah satu kerabat mereka sejak pagi, alhasil ia sendiri di rumah. Walaupun ia sudah ada rencana ke rumah Satria, sahabatnya, namun ia urungkan karena cuaca yang  tidak mendukung menurutnya.

“Coba gua buka Youtube dulu ah, siapa tau ada video yang asyik untuk dilihat.” Gumamnya sambil membuka laptop yang ada di kamar tidurnya.

“Wih... ternyata feeling gua pas banget nih. Ada video terbaru dari Bapak Anand Krishna.” Santo bersorak dalam hati.

“Bener-bener yang gua cari nih video kayak gini. Ga terlalu panjang durasinya dan topiknya juga menarik.” Ia mengungkapkan pendapatnya (masih dalam hati).

Lets see, kira-kira apa ya yang disampaikan oleh Bapak Anand Krishna dalam video beliau kali ini? Judulnya ada udah mantap nih, tentang perang Mahabharata dan peran-peran dari Bhisma, Drona dan Karna” Santo masih melanjutkan (bicara pada dirinya sendiri).

“Udah ah... langsung aja gua pantengin dah.”

Sabtu, 02 Februari 2019

Solusi dari Bapak Anand Krishna Agar Terhindar Dari Penyesalan

Jam 2 lewat dini hari saat itu ketika Santo terbangun dari tidurnya dan sulit untuk tidur kembali. Sejenak ia berpikir bahwa sudah beberapa kali dalam satu bulan belakangan ini hal itu terjadi padanya. Tidak seperti biasanya.

Ia pun bergegas pergi ke kamar mandi dan setelah itu menuju dapur untuk meneguk segelas air putih lalu kembali ke kamarnya. Tak ingin berlarut-larut dalam kegelisahannya, ia duduk bersila di atas tempat tidurnya. Berupaya untuk mencari tahu penyebab dari hal yang ia alami.

Santo mencoba untuk mengatur nafasnya sambil memejamkan mata dan masih dengan posisi duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ia menarik nafas dan perutnya otomatis mengembung kemudian membuang nafas, perutnya mengempis, berkali-kali ia melakukan proses pernafasan itu yang ia ketahui dari menyimak video-video Bapak Anand Krishna di channel Youtube beliau dan juga buku-buku yang beliau tulis.

Masih melakukan proses pernafasannya, Santo perlahan-lahan bertanya pada dirinya sendiri (bertanya dalam hati) mengapa ia gelisah dan sering terbangun di tengah malam. Pertanyaan itu diulanginya terus menerus. Sudah lewat 15 menit, namun jawaban tak didapatinya. Detak jarum jam terdengar jelas di keheningan malam.

Santo tak berkecil hati. Ia terus melakukan proses pernafasan sambil terus bertanya. Ia bersikeras untuk menemukan jawaban dari kegelisahan yang ia alami akhir-akhir ini. Lamat-lamat ia teringat kata-kata Satria, sahabatnya; “Dalam salah satu wejangan Bapak Anand Krishna terkait pembahasan Bhagavad Gita, beliau mengatakan untuk tidak menunda niat baik dan menunda niat buruk karena pikiran kita mudah berubah.”

Terngiang-ngiang suara Satria masih melanjutkan: “Dalam penjelasan tentang Bhagavad Gita Percakapan 02 Ayat 31-41 yang mengambil tema besar Jangan Ragu Jalanilah Hidupmu Sesuai Kodratmu Itulah Yoga, Bapak AnandKrishna memaparkan bahwasanya bila kita memiliki niat baik atau ingin melakukan suatu hal yang baik maka hendaknya janganlah ditunda namun bila ada niat buruk maka kiranya ditunda hal ini berkaitan dengan pikiran kita yang mudah berubah.

Selasa, 29 Januari 2019

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Malam sudah agak larut, namun Satria nampaknya masih belum ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah selesai membuat konten video untuk channel Youtubenya, ia merasa masih memiliki sedikit energi untuk melakukan aktifitas ringan lain.

Setelah berpikir sebentar, akhirnya ia memutuskan untuk membaca kembali salah satu buku karya Bapak Anand Krishna – seorang spiritual humanis – yang memang menjadi salah satu penulis favoritnya.

Dan buku yang ia ambil dari rak buku yang ada di kamarnya itu adalah sebuah buku dengan judul Kearifan Mistisisme – Panduan untukMenyelaraskan diri dengan Semesta dan menyerap Suara Yang Maha Ada.

Satria juga mengambil buku catatan yang ada dalam tasnya. Sudah lama ia tidak membaca buku itu setelah pertama kali ia membacanya setelah membelinya. Ia membuka cover buku tersebut, di lembar paling depan yang berisi judul buku, di bawahnya terdapat tanda tangan Bapak Anand Krishna dengan tulisan Rahayu.

“Terima kasih Bapak...” ia bergumam dalam hati diikuti dengan mata yang berkaca-kaca. Terlintas rasa haru ketika mengucapkan kalimat tersebut dalam hati.

Lembaran berikutnya ia buka dan ia temui bilamana buku Kearifan Mistisisme tersebut diterbitkan pertama kali oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. Dilanjutkan dengan Daftar Isi yang diawali dengan pengantar yang bertema Sebelum Memulai Perjalanan.

Buku Kearifan Mistisisme ini dibagi menjadi enam bagian dengan masing-masing bagian memiliki judul tersendiri dan bahasannya tersendiri juga. Dimulai dengan bagian pertama yang mengulas tentang Mengenal Mistisisme.

Kata “Mistik” berasal dari kata “mystique” dalam bahasa Perancis kuno yang diambil dari kata “mustikos  dalam bahasa Yunani kuno. Nah, kata Mustikos ini terkait dengan kata mustes, seorang yang telah menjalani inisiasi dan inisiasi yang dimaksud adalah keteguhan hati dan kebulatan tekad untuk melakoni muein – memejamkan mata dan menutup mulut.

Namun itu bukan berarti seorang mistik harus hidup dengan mata dan mulut yang tertutup, melainkan mesti menyepi secara menyeluruh bukan hanya fisik saja. Menyepi yang dimaksud adalah keadaan jiwa dimana seseorang tidak tergantung pada sesuatu apa pun. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Seorang mistik adalah seorang yang berdaya.

Satria masih menggoreskan penanya di atas buku catatan yang bersampul kopi (kayak jaman sekolah dasar aja nih si Satria he he he...) 

Kamis, 10 Januari 2019

Membaca Mimpi dan Cara Mengatasi Pikiran Negatif ala Bapak Anand Krishna

Seperti biasa, kedua orang sahabat yakni Satria dan Santo sedang mengobrol di Minggu sore yang agak mendung. Biasa itu si Santo, seneng banget main ke rumah Satria. Maklum dia kalau main ke rumah sahabatnya itu bisa makan dan ngopi gratis, he he he...

"Sat, tadi malem gua dapet mimpi ke rumah nenek gua trus di sana gua lihat banyak orang yang pada kumpul." Santo mulai percakapan sore itu.

"Trus kenapa?" Satria balik bertanya

"Lha sekarang gua takut ada apa-apa dengan nenek gua itu. Takut kalau ada kejadian buruk yang menimpa nenek gua atau apalah gitu." Santo menjelaskan dengan serius.

"Orang-orang yang kumpul di rumah nenek mu itu, siapa tau pertanda baik, bukannya pertanda buruk. Siapa tau nenek mu mendapat rejeki sehingga orang-orang pada kumpul untuk ikut berbahagia bersama nenek mu itu." Satria berupaya untuk menjawab sahabatnya.

"Jadi, pikiran mu itu yang perlu ditata San, jangan sedikit-sedikit berpikir yang negatif melulu. Soalnya Bapak Anand Krishna mengungkapkan dalam salah satu videonya yang membahas tentang mimpi bahwa pikiran negatif yang terlintas itu mesti dialihkan ke suatu yang berlawanan. Jadi mesti manage pikiran." Lanjut Satria membantu sahabatnya.

Senin, 07 Januari 2019

Pembahasan Bapak Anand Krishna Mengenai Hantu : Menyimak Rahasia Roh


Siang yang cerah diselingi dengan hembusan angin yang semilir, di teras rumah Satria di bilangan Jakarta selatan itu Satria dan teman karibnya Santo sedang ngobrol santai.

“Sat, sepupuku, Rahayu pernah cerita bahwa suatu kali dia pernah lompat dari kendaraan yang ditumpanginya karena saat itu di kendaraan tersebut ada orang yang berantem. Nah, dia lompat karena takut kena pukulan atau sasaran orang yang berantem itu. Untungnya laju kendaraan itu tak terlalu kencang katanya.” Santo mulai bercerita kepada Satria.

Satria yang duduk nggelosor di lantai, sambil sesekali nyeruput kopi pahit kesukaannya itu mendengarkan sahabatnya dengan seksama.

“Sebelum dia lompat, dia sempat menyebut salah satu namaNya. Hup, dia lompat. Nyusruk lah dia di atas jalanan yang beraspal. Untungnya tak ada kendaraan lain di belakang kendaraan tadi. Kemudian, dia bilang tiba-tiba ada yang membantunya berdiri. Setelah sepupuku itu berdiri, dia ingin ucapkan terima kasih kepada orang yang menolongnya tadi, tapi setelah ia tengok kiri kanan tapi kok ga ada orang.” Santo masih melanjutkan cerita tentang sepupunya itu. 

Jumat, 10 Juli 2015

Meditasi Dalam Pandangan Anand Krishna

Gambar dari Google
Anand Krishna, seorang pria kelahiran Solo tahun 1956 yang lalu tepat tanggal 1 September adalah seorang penulis produktif keturunan India. Beliau telah berkarya melalui buku-bukunya yang berjumlah 150an.

Tak hanya itu, beliau juga yang mencetuskan slogan meditasi sebagai gaya hidup – meditation as a lifestyle. Beliau memang concern dalam hal memberdayakan diri masyarakat melalui yayasan Anand Ashram yang beliau dirikan di bilangan Sunter, Jakarta Utara.. Yayasan tersebut memiliki program pemberdayaan diri melalui meditasi dan yoga.

Tentu saja, kata meditasi dan yoga belakangan ini sering kita dengar entah itu melalui radio atau pun berita televisi. Istilah meditasi dan yoga memang kian terdengar gaungnya.

Nah, apa sih sebenarnya meditasi itu? Apakah duduk diam dalam jangka waktu beberapa jam atau bagaimana? Bagaimana melakukannya? Sulit atau mudahkah meditasi itu?

Kamis, 09 Juli 2015

Anand Krishna Berbicara tentang Kebahagiaan

Gambar dari Google

Pastinya setiap orang menginginkan suatu hal yang sama yakni kebahagiaan. Kebahagiaan yang bisa didefinisikan berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya.

Dalam video berikut ini, beberapa orang yang diminta pendapatnya mengenai apa yang membuat mereka bahagia. Dengan jawaban yang bervariasi, mereka mengutarakan hal-hal yang bisa membuat mereka bahagia.

Video yang satu ini patut kita simak bersama karena bapak Anand Krishna berbicara tentang pandangannya mengenai apa itu yang disebut dengan kebahagiaan yang bukan sekedar kebahagiaan atau bahagia sesaat namun kebahagiaan sejati, ananda, bliss.

Selasa, 18 Maret 2014

Metode Meditasi untuk Pembersihan Diri

Sampah fisik yang kita biasa buang
Apa yang akan kita lakukan ketika melihat tumpukan sampah di depan rumah kita. Sampah yang kian menumpuk itu dengan aromanya yang khas tentu saja mengganggu pernafasan bukan saja kita namun bagi siapa saja yang melintasi depan rumah kita.

Kita mungkin awalnya hanya meletakkan sedikit sampah setiap hari ke tempat sampah yang ada di depan rumah kita. Sedikit demi sedikit dan sampah-sampah itu pun kian hari kian bertambah baik volumenya ataupun aromanya.

Bagi kita yang menyadari keberadaan tumpukan sampah itu pasti akan segera menyingkirkannya dengan membuangnya ke penampungan sampah yang ada di lingkungan kita yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (tpa).

Sampah yang nyata bentuknya memang mudah sekali dikenali keberadaannya dan mudah juga untuk menyingkirkannya. Lalu bagaimana dengan sampah pikiran, sampah emosi yang mengendap dalam diri kita?

Sampah pikiran dan sampah emosi

Seperti halnya sampah fisik yang kita hasilkan tiap hari, kita pun sesungguhnya menghasilkan sampah pikiran dan sampah emosi. Apa pula itu?

Sampah pikiran ataupun sampah emosi merupakan sampah atau emosi-emosi yang terpendam yang tidak dapat kita ekspresikan ketika kita berinteraksi dengan sesama entah itu dengan keluarga, teman atau pun tetangga dan lain sebagainya.

Kamis, 14 November 2013

November 2011

www.freeanandkrishna.com
Pagi ini kira-kira jam 8 an kami mendengarkan radio delta fm Jakarta yang sedang memutarkan acara Farhan dan Asri in the morning. Mereka memang klop membawakan acara bersama. Sama-sama suka guyonan.

Lalu diputarkan delta flash, tentang berita-berita pilihan untuk pagi ini. Hmm… salah satu berita yang dibacakan adalah mengenai pengungsi yang mengungsi dari negara mereka ke negara lain dengan alasan keamanan. Mereka terpaksa mengungsi karena perang, atau konflik yang terjadi di negara mereka. Miris mendengarnya. Zaman maju seperti ini masih saja perang dan konflik masih terus berlangsung.

Sesungguhnya, kedamaian lah yang dirindukan dan dibutuhkan oleh semua manusia.

Ya, aneh memang. Tapi, sosok yang senantiasa menggaungkan nilai-nilai kebersamaan, kedamaian, cinta kasih dan apresiasi terhadap sesama malah dipenjarakan karena sebuah kasus rekayasa.

Anand Krishna, seorang penulis produktif 160an judul buku yang sebagian besar diterbitkan oleh Pt. Gramedia Pustaka Utama kini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang terhitung sejak 16 Februari 2013. 

Kamis, 21 Februari 2013

Eksekusi atas Anand Krishna Merupakan Abuse of Power

Di tengah-tengah hari kasih sayang yang konon dirayakan di segenap penjuru dunia yang jatuh pada hari ini Kamis, 14 February 2013 di Anand Ashram Ubud,Bali digelar  Simposium Perempuan Indonesia 2013, “Mewujudkan Global Peace dan Interfaith Harmony melalui Kasih Sayang Perempuan.”



Dua orang yang mengaku dari Kejari (kejaksaan Negeri) masuk dan berniat mengeksekusi Anand Krishna sesuai dengan perintah yang diterima mereka. Pada buku tamu ke dua orang tersebut bahkan tidak membubuhkan nama. Ketika ditanyakan perihal nama, salah satu dari mereka menjawab bahwa namanya adalah jaksa no. 7. Aneh ya? Kayak James bond aja 

Pada saat itu mereka gagal mengeksekusi target mereka yakni Anand Krishna. 

Lalu pada tanggal 16 Februari 2013 kurang lebih pukul 10 pagi, tim eksekusi dari kejaksaan dibantu oleh polisi dari Polda Bali dan puluhan orang tak dikenal dengan perawakan yang tinggi besar kembali mendatangi pasraman Anand Ashram di ubud untuk menjemput paksa Anand Krishna. Mereka menerobos paksa.

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Minggu, 03 Februari 2013

Stress dan Cara mengatasinya


Stress?
Siapa juga yang tidak disapanya?

Mulai dari anak-anak usia sekolah yang dibebani untuk meraih nilai terbaik oleh para orang tua, sampai pada orang dewasa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Stress memang nampaknya menjadi hal yang rentan sekali bagi siapapun tak pandang usia, pendidikan, agama, budaya ataupun strata social. Semua tanpa kecuali beresiko mengalami stress.

Bahkan pada jaman serba instan ini, resiko itu kian tinggi saja.

Mungkin kita selalu menolak bila seorang kawan memberikan komen bahwa kita sedang stress karena mengingat konotasi stress itu tak ubahnya kata gila. Padahal tidaklah demikian, stress bukan berarti gila tapi melainkan lebih kepada situasi mental kita yang sedang mengalami tekanan atau pressure sehingga menyebabkan kita sulit untuk mengambil keputusan atau membuat kita tak bisa berfikir dengan jernih sehingga tindakan kita menjadi kacau.
Flag Counter