Tampilkan postingan dengan label manfaat meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manfaat meditasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2022

Program di akhir pekan

 

Penat dengan kesibukan sehari-hari yang ngga ada abisnya? Pastinya kita perlu rekreasi atau cari hiburan guna menghilangkan rasa penat itu sehingga setelah itu kita akan kembali segar untuk melanjutkan kembali aktifitas seperti biasanya.

Tak perlu khawatir dan tak perlu jauh-jauh juga untuk menemukan tempat yang pas karena tersedia suatu program di akhir pekan yang akan membuat kita-kita menjadi fresh baik itu secara fisik, mental/emosional dan juga spirit tentunya.

Wah, penasaran ga sih di mana tempatnya dan program yang bagaimana yang diadakan dalam program tersebut?

Ini bagi yang penasaran saja yah….

Manfaat meditasi yang dirasakan…

Dalam program pemberdayaan diri bagi pasien perawatan paliatif dan penyintas kanker yang diadakan sabtu lalu tgl 24 September 2022 salah seorang pesertanya yang memang rajin sekali mengikuti program ini memberikan sharingnya.

Sharing yang menarik sekali bagi saya.

Ibu Desi, seorang peserta yang memberikan sharing itu namanya. Beliau mengatakan bahwa beliau merasakan betapa meditasi sungguh bermanfaat baginya sehingga ia rajin sekali mengikuti program ini.

Meditasi mengubah cara pandang beliau terhadap kehidupan. Ia tidak reaktif terhadap suatu kejadian yang menimpa beliau, kini ia menjadi responsif.

Ia menceritakan bahwa suatu ketika ia sedang mandi, ia menemukan ada benjolan di bawah ketiaknya, saat itu ia tidak panik. Ia tetap mandi seperti biasa hingga selesai dan berpakaian.

Setelah itu ia duduk mengatur nafasnya, ia menggunakan nafas perut (Tarik nafas, perut mengembung dan buang nafas perut mengempis kembali) seperti yang biasa dilakukan dalam program pemberdayaan diri yang ia ikuti.

Ia lalu merenung dan berpikir kira-kira apa langkah yang harus ia ambil selanjutnya. Ia mengatakan bahwa kalau kejadian itu menimpanya sebelum ia mengikuti program pemberdayaan diri, ia pasti akan panik dan menangis.

Selanjutnya  ia pergi memeriksakan dirinya ke dokter dan setelah beberapa kali pemeriksaan akhirnya didapatkan informasi bahwa benjolan tersebut bukanlah hal yang harus dikhawatirkan. Ibu Desi baik-baik saja.

Ia sungguh senang dan berterima kasih karena mengikuti program pemberdayaan diri tersebut sejak tahun 2020.

Sabtu, 05 September 2020

Program Online via Zoom Meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untuk Penyintas Kanker dan Perawatan Paliatif"

Pagi tadi, pukul 9 – 10.30 saya mengikuti program online tersebut. Programnya memang diadakan tiap hari Sabtu. Program ini diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram yang didirikan oleh Bapak Anand Krishna. Program ini diberikan secara gratis, namun peserta harus mendaftar lebih dahulu.

Dan hari ini adalah pertemuan yang ke empat sejak tanggal 15 Agustus lalu diadakan.

Oya, hari ini pesertanya cukup banyak dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan yang lalu.

Latihan yang diberikan

Adapun latihan yang diberikan adalah latihan meditasi guna me-manage emosi – emotion culturing – membudayakan emosi. Ini merupakan latihan yang luar biasa manfaatnya bila dilakukan dengan sepenuh hati dan rutin.

Latihan ini merupakan salah satu latihan yang diracik oleh Bapak Anand Krishna dan sudah banyak yang mengikuti atau melakukan latihan ini dan merasakan manfaat yang luar biasa.

Latihan tersebut merupakan salah satu latihan yang diberikan dalam program NSE dan bisa ditemukan juga dalam buku "Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern" karya Bapak Anand Krishna 

Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Senin, 11 Mei 2020

Sore ini (Senin, 11 Mei 2020)


Agak mendung, tadi sempat mau hujan turun, tapi sampai sekarang belum juga. Nampak awan abu-abu di sebelah kiri sedang berarak dihalau angin. Cuaca jadi beda dari kemarin hari. Indah sih, adem dan tenang lantaran angin tak bertiup kencang.

Burung-burung tampak terbang bergegas hendak pulang ke sarang, kan udah sore. Waktunya untuk istirahat untuk bangsa burung yang hidupnya di siang hari. Kini gantian bagi bangsa burung malam hari yang siap-siap untuk keluar untuk beraktifitas.

Hmm.... saya pun layaknya seperti burung saja yah, tapi bukan burung yang bisa terbang bebas. Ya, lantaran wabah virus Corona ini saya dan banyak teman-teman lainnya di rumah aja guna memutus mata rantai penyebaran virus yang tergolong baru namun cepat penyebarannya itu.

Kayak burung di dalam sangkar jadinya, ga boleh kesana-kemari seperti dulu sebelum ada wabah ini. Rasa takut, cemas dan juga gelisah kadang terselip di antara satu dan lain emosi di dalam diri. Entah sampai kapan pandemi ini akan berakhir.

Selasa, 02 Juli 2019

Tempat Meditasi Jakarta


“Sepi amat kayaknya hidup gua Sat”. suatu hari Santo mengeluh pada sahabatnya. Saat itu mereka duduk-duduk menikmati suasana sore hari di balkon belakang kamar Satria.

“Coba kamu telusuri San, apa yang kurang atau yang belum kamu lakukan.” Satria menjawab sambil meneguk segelas teh manis yang ada di hadapannya.

“Sesuatu yang ingin kamu lakukan tapi belum kamu lakukan.”Satria masih menambahkan.
“Tapi tentu saja sesuatu yang baik ya bukan hal yang buruk  dan pastinya ga ngerugiin siapa pun juga.”

Angin sepoi-sepoi menjadi saksi obrolan mereka sore yang cerah itu.

“Wah.. kalau itu sih banyak Sat. Gua pengen ngerjain banyak hal yang menurut gua baik tapi belum gua kerjain lantaran masih banyak kendala.” Santo ikut meneguk teh manis yang disuguhkan.
“Kendalanya pasti lu tau lah, selain dari sisi keuangan ada juga sisi mental. Gua ga cukup berani melakukan hal-hal itu.” Santo masih melanjutkan.

Sesekali terdengar suara pedagang makanan yang lewat menjajakan dagangan mereka.

“Mungkin kamu mesti mencoba mulai menyelami diri San.” Satria memberi sebuah solusi.
“Menyelami diri bagaimana Sat? emangnya diri gua ini kolem yang bisa diselami?” Santo agak guyon memandang wajah sahabatnya itu.

Yang dipandang malah mencibir.

“Wa ka ka ka ka ka …” Garing tuh San

Sabtu, 30 Juli 2016

Mengingatkan diri Untuk Selalu Bersyukur

Gambar dari Google
Hari ini Sabtu, saya mesti menulis sesuatu. Harus ada sesuatu yang saya tuliskan sebagai tanda bahwa hari ini saya masih ada, he he he....

Mestinya kan harus diawali dengan ucapan terima kasih dari dalam hati. Ya, saya berterima kasih bahwa hari ini saya masih diberi kesempatan untuk hidup yang berarti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Itu dulu yang mesti direnungkan dan diingat-ingat oleh saya selalu.

Itu satu hal kecil yang penting. Sehingga dalam menjalani satu hari ini saya tetep semangat dan bersyukur pada apapun jua yang ada.

Pengalaman

Dengan mengawali hari penuh rasa syukur, maka hari yang akan menyonsong kita terasa lebih indah. Ya, karena dalam diri kita ada rasa syukur (hal yang indah, bukan?) maka dengan sendirinya yang di luar pun terasa indah. Karena apa yang ada dalam diri itulah yang terpancar keluar.

Wah, ketinggian tuh ngomongnya, he he he.... (maaf ya, ga bermaksud untuk menggurui atau apaa gitu...)

Tapi, itu memang hal yang saya alami ketika memulai hari dengan rasa syukur.

Kamis, 12 September 2013

Misteri DNA dan Latihan Meditasi

Posting lagi ah

Udah lama banget ga nulis apa-apa, blog jadi ga ter-up-date. Hmm…..

Mulai lagi ah…..

Oya, bulan kemarin coba-coba baca buku yang berjudul Misteri DNA oleh prof. Kazuo Murakami. Professor dari Jepang yang dengan tekun meneliti sebuah enzim yang dikenal sebagai pemicu tekanan darah tinggi, renin.

Dna
Buku yang bagus dan recommended untuk dibaca siapapun juga. Dalam buku itu, sang professor Murakami membahas bahwa DNA kita bisa di-on/off- kan atau di-nyala - padamkan seperti halnya lampu yang dapat dinyala dan dipadamkan.

Ia menuliskan bagaimana DNA bisa di-on-kan yakni di antaranya dengan;
- Berpikir positif dan optimis,
- Ceria dalam arti yang sesungguhnya,
- Bersyukur atas segala anugerah-Nya,
- Senantiasa berpikir tentang kepentingan orang lain.

Selasa, 28 Mei 2013

Yuk berlatih bersyukur melalui Offering Meditation!


Program neo sufi training yang senantiasa diadakan tiap hari senin pukul 7 malam yang bertempat di Anand Ashram Jakarta, tadi malam kembali pada latihan Offering meditation, meditasi persembahan. Dalam latihan itu, kita diajak untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Maha Kuasa kepada kita. Entah itu kesehatan, rejeki, keluarga yang sehat, pikiran yang jernih atau hal-hal yang mungkin dulunya sering kita lupa.

Tak lupa, dalam latihan tersebut, selain kita mensyukuri pemberianNya, kita juga diajak untuk mempersembahkan keburukan-keburukan yang ada pada kita. Mungkin ada yang heran, kok mempersembahkan keburukan kita pada Dia? Bukannya sedari kecil kita diajarkan bila memberi, ya, mesti yang terbaik dong. 

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Selasa, 28 Februari 2012

Mereka Bicara Anand Krishna


Majalah Barometer
Edisi February – Maret 2012
Laporan Utama hal. 13 - 15


Bagi orang-orang yang secara dekat mengenal Anand Krishna, ia adalah pribadi yang baik dan visioner. Selalu menerapkan keseimbangan hidup dan kemandirian yang ingin ia tularkan pada orang lain. Seperti apa pendiri Yayasan Anand Ashram ini di mata mereka?

Wayan Sayoga – Ketua Yayasan Anand Ashram
Anand Krishna Telah Menginspirasi Hidup Saya

Saya terlibat aktif di Yayasan Anand Ashram pada 2005. Yayasan yang didirikan oleh Anand Krishna ini berdiri pada 14 Januari 1991. Dalam perkembangannya, pada 2006 Anand Ashram berafiliasi dengan PBB lewat Departemen Informasi Publik. Lewat afiliasi ini maka Anand Ashram melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan visi-visi global

Rabu, 21 Desember 2011

Sight Culturing, membudayakan pandangan meraih kebahagiaan


Selasa kemarin tepatnya tanggal 20 Desember 2011, kami kembali mengikuti program Neo Self Empowerment yang diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) dibilangan Sunter Mas Barat, Sunter Jakarta Utara. Acara selalu dimulai tepat pukul 19.00 Wib namun para peserta biasanya mulai masuk ruangan 15 menit sebelumnya guna mempersiapkan diri masing-masing untuk memasuki keheningan diri dalam program tersebut.

Dipandu oleh Dian Martin para peserta sebelumnya diajak untuk memahami makna dan tujuan dari latihan yang akan dilakukan sehingga kami para peserta menjadi lebih bersemangat dan melakukannya dengan sepenuh hati. Tanpa memahami latihan-latihan yang akan dilakukan, latihan-latihan tersebut akan berkurang manfaatnya.
Flag Counter