Tampilkan postingan dengan label meditasi untuk kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meditasi untuk kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 September 2020

Program Online via Zoom Meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untuk Penyintas Kanker dan Perawatan Paliatif"

Pagi tadi, pukul 9 – 10.30 saya mengikuti program online tersebut. Programnya memang diadakan tiap hari Sabtu. Program ini diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram yang didirikan oleh Bapak Anand Krishna. Program ini diberikan secara gratis, namun peserta harus mendaftar lebih dahulu.

Dan hari ini adalah pertemuan yang ke empat sejak tanggal 15 Agustus lalu diadakan.

Oya, hari ini pesertanya cukup banyak dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan yang lalu.

Latihan yang diberikan

Adapun latihan yang diberikan adalah latihan meditasi guna me-manage emosi – emotion culturing – membudayakan emosi. Ini merupakan latihan yang luar biasa manfaatnya bila dilakukan dengan sepenuh hati dan rutin.

Latihan ini merupakan salah satu latihan yang diracik oleh Bapak Anand Krishna dan sudah banyak yang mengikuti atau melakukan latihan ini dan merasakan manfaat yang luar biasa.

Latihan tersebut merupakan salah satu latihan yang diberikan dalam program NSE dan bisa ditemukan juga dalam buku "Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern" karya Bapak Anand Krishna 

Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern

Selasa, 02 Juli 2019

Tempat Meditasi Jakarta


“Sepi amat kayaknya hidup gua Sat”. suatu hari Santo mengeluh pada sahabatnya. Saat itu mereka duduk-duduk menikmati suasana sore hari di balkon belakang kamar Satria.

“Coba kamu telusuri San, apa yang kurang atau yang belum kamu lakukan.” Satria menjawab sambil meneguk segelas teh manis yang ada di hadapannya.

“Sesuatu yang ingin kamu lakukan tapi belum kamu lakukan.”Satria masih menambahkan.
“Tapi tentu saja sesuatu yang baik ya bukan hal yang buruk  dan pastinya ga ngerugiin siapa pun juga.”

Angin sepoi-sepoi menjadi saksi obrolan mereka sore yang cerah itu.

“Wah.. kalau itu sih banyak Sat. Gua pengen ngerjain banyak hal yang menurut gua baik tapi belum gua kerjain lantaran masih banyak kendala.” Santo ikut meneguk teh manis yang disuguhkan.
“Kendalanya pasti lu tau lah, selain dari sisi keuangan ada juga sisi mental. Gua ga cukup berani melakukan hal-hal itu.” Santo masih melanjutkan.

Sesekali terdengar suara pedagang makanan yang lewat menjajakan dagangan mereka.

“Mungkin kamu mesti mencoba mulai menyelami diri San.” Satria memberi sebuah solusi.
“Menyelami diri bagaimana Sat? emangnya diri gua ini kolem yang bisa diselami?” Santo agak guyon memandang wajah sahabatnya itu.

Yang dipandang malah mencibir.

“Wa ka ka ka ka ka …” Garing tuh San

Selasa, 18 Maret 2014

Metode Meditasi untuk Pembersihan Diri

Sampah fisik yang kita biasa buang
Apa yang akan kita lakukan ketika melihat tumpukan sampah di depan rumah kita. Sampah yang kian menumpuk itu dengan aromanya yang khas tentu saja mengganggu pernafasan bukan saja kita namun bagi siapa saja yang melintasi depan rumah kita.

Kita mungkin awalnya hanya meletakkan sedikit sampah setiap hari ke tempat sampah yang ada di depan rumah kita. Sedikit demi sedikit dan sampah-sampah itu pun kian hari kian bertambah baik volumenya ataupun aromanya.

Bagi kita yang menyadari keberadaan tumpukan sampah itu pasti akan segera menyingkirkannya dengan membuangnya ke penampungan sampah yang ada di lingkungan kita yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (tpa).

Sampah yang nyata bentuknya memang mudah sekali dikenali keberadaannya dan mudah juga untuk menyingkirkannya. Lalu bagaimana dengan sampah pikiran, sampah emosi yang mengendap dalam diri kita?

Sampah pikiran dan sampah emosi

Seperti halnya sampah fisik yang kita hasilkan tiap hari, kita pun sesungguhnya menghasilkan sampah pikiran dan sampah emosi. Apa pula itu?

Sampah pikiran ataupun sampah emosi merupakan sampah atau emosi-emosi yang terpendam yang tidak dapat kita ekspresikan ketika kita berinteraksi dengan sesama entah itu dengan keluarga, teman atau pun tetangga dan lain sebagainya.

Selasa, 05 November 2013

Tips Mengelola Emosi dalam Diri

Emosi ada dua jenis, demikian dijelaskan seperti yang kami baca di buku-buku dan juga dalam sebuah artikel di salah satu media journalisme keroyokan yang tenar. Ada emosi positif dan negatif.

Emosi positif antara lain; gembira, penuh rasa syukur, simpati dan emosi negatif misalnya; marah, kecewa, sedih dan lainnya (yang ini mungkin sudah familiar dengan kita).

Kita memang tidak bisa hidup tanpa emosi, karena bila manusia minus emosi, maka yang terjadi adalah kekacauan. Manusia berubah menjadi robot. Tentu saja emosi yang mesti kita pelihara senantiasa adalah emosi yang bersifat positif.

Tapi, dalam hidup ini kita tak mungkin menghindari emosi negatif dan memilih emosi posiif saja. Terdengar mustahil, tapi itu bukanlah suatu hal yang demikian.

Minggu, 03 November 2013

Meditasi untuk Mengatasi Stress

Gambar dari putuprasasta.wordpress.com
Bilamana emosi-emosi seperti amarah, kekecewaan, kesedihan, kekhawatiran dan lainnya tidak diekspresikan atau dipendam sedemikian rupa, akibatnya tentu saja tubuh kita yang akan terkena dampaknya.

Dan bila sudah terlalu banyak emosi-emosi yang kita pendam, maka kita tentu saja kita pasti tidak akan sanggup memikul beban-beban emosi tersebut sehingga terkadang kita “meledak”. Menjadi mudah marah-marah tanpa alasan.

Nah, bila sudah begitu, maka suatu metode meditasi dinamis Ananda yang diracik oleh bapak Anand Krishna pendiri Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) amat sangat membantu kita untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Jumat, 01 November 2013

Stress, penyebab dan solusinya

Gambar dari naturemoms.com 
Kalau cek di search engine terbesar, google dengan kata kunci tersebut akan muncul Sekitar 433.000.000 hasil (0,56 detik). Menakjubkan bukan? Atau malah tidak?

Dan yang bertengger di posisi puncak adalah ulasan dari Wikipedia Bahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Stres

ini yang dimaksud dengan stress oleh situs itu; Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Banyak sekali penyebab stress, antara lain; pekerjaan yang menumpuk, lingkungan kerja yang tidak kondusif, penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah keuangan yang buruk bahkan olahraga yang berlebihan pun menyebabkan tubuh kita menderita stress.

Penyebab-penyebab tersebut bisa kian bertambah dari waktu ke waktu dengan perkembangan jaman dan teknologi yang juga memicu stress kian meningkat. Mungkin kalau di tahun 70an tingkat stress pada masyarakat tidaklah seperti sekarang ini. Ya, semakin buruk saja nampaknya kondisi yang ada. 
Flag Counter