Tampilkan postingan dengan label latihan meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latihan meditasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Mei 2020

Berkah di Hari Ulang tahun


Hari kedua di hari raya idulfitri kali ini bertepatan dengan hari kelahiran saya, hari ulang tahun saya. Hmm... senang juga karena bertepatan dengan hari lebaran tapi.... hari lebaran di tengah pandemi seperti tahun ini... jadi bikin sedih.

Sedih, karena ga bisa keluar rumah untuk sekedar membeli sesuatu yang bisa dinikmati bersama keluarga. Tapi... mau bagaimana lagi. Toh ini suatu kondisi yang harus diterima, siapa pun juga mengalami hal yang sama.

Diterima saja...

Sebenarnya, saya juga tidak pernah merayakan hari ulang tahun secara spesial yah. Biasa aja, paling hanya membeli makanan untuk dimakan bersama keluarga. Itu saja.

Nah, malam hari sebelumnya saya tanya ke suami kira-kira minta blessing ga yah ke Guruji? Jawabannya terserah saja. Dan, di pagi harinya saya tanya lagi (banyak tanya nih saya) hal yang sama. Jawabannya adalah kurang lebih kayak gini; ga usah minta-minta berkah segala, ga diminta juga kan selalu dikasih. Berkah sang Guru senantiasa mengalir.

Jawabannya itu yang membuat saya mengurungkan niat untuk minta berkah dari beliau.

Di hari sebelumnya juga

Ada informasi dari fasilitator kelas meditasi ego elimination, bahwasanya akan dilakukan penjajakan untuk mengadakan kelas meditasi kembali (biasanya di Sunter tiap senin) menggunakan aplikasi zoom.

Teman-teman dan saya beserta suami juga ikutan mendaftar kelas tersebut. Tapi, ga tau diadakan mulai senin kapan. Terus, keesokan harinya (senin) siang diumumkan bahwasanya kelasnya akan dimulai senin ini 25 Mei 2020 pukul 19.30 WIB.

Wah... serasa dikasih kado.

Dan latihan pertama yang kita lakukan bersama melalui aplikasi zoom itu adalah cleansing meditation. Bener-bener berkah di hari ulang tahun.

Terima kasih Guruji atas berkah ini dan juga terima kasih teman-teman atas ucapan, doa ulang tahunnya serta kesempatan berlatih bersama.

Ternyata ucapan suami saya benar, berkah Sang Guru selalu mengalir tanpa diminta. 

Selasa, 19 November 2019

Cleansing Meditation di Anand Ashram Sunter, Jakarta


Seperti biasa, senin di Anand Ashram yang merupakan pusat pelatihan meditasi dan pemberdayaan diri terdapat program latihan meditasi lanjutan yang dinamakan ego elimination.

Nah, latihannya kali itu adalah cleansing meditation (Ya Hu) yang pertama (dalam satu putaran ada dua kali cleansing meditation), jadi senin depan adalah cleansing meditation yang kedua yang akan dilanjutkan dengan dance master senin berikutnya.

Latihan cleansing meditation yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia oleh Bapak Anand Krishna ini memang agak lebih intens dan dalam (itu menurut pendapat saya). Setelah sekiaan lama mengikuti latihan-latihan meditasi di Anand Ashram, saya mulai bisa menikmati latihan yang satu ini.

Step by step latihan dipandu oleh fasilitatornya yakni mas Deepak.

Selasa, 29 Januari 2019

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Malam sudah agak larut, namun Satria nampaknya masih belum ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah selesai membuat konten video untuk channel Youtubenya, ia merasa masih memiliki sedikit energi untuk melakukan aktifitas ringan lain.

Setelah berpikir sebentar, akhirnya ia memutuskan untuk membaca kembali salah satu buku karya Bapak Anand Krishna – seorang spiritual humanis – yang memang menjadi salah satu penulis favoritnya.

Dan buku yang ia ambil dari rak buku yang ada di kamarnya itu adalah sebuah buku dengan judul Kearifan Mistisisme – Panduan untukMenyelaraskan diri dengan Semesta dan menyerap Suara Yang Maha Ada.

Satria juga mengambil buku catatan yang ada dalam tasnya. Sudah lama ia tidak membaca buku itu setelah pertama kali ia membacanya setelah membelinya. Ia membuka cover buku tersebut, di lembar paling depan yang berisi judul buku, di bawahnya terdapat tanda tangan Bapak Anand Krishna dengan tulisan Rahayu.

“Terima kasih Bapak...” ia bergumam dalam hati diikuti dengan mata yang berkaca-kaca. Terlintas rasa haru ketika mengucapkan kalimat tersebut dalam hati.

Lembaran berikutnya ia buka dan ia temui bilamana buku Kearifan Mistisisme tersebut diterbitkan pertama kali oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. Dilanjutkan dengan Daftar Isi yang diawali dengan pengantar yang bertema Sebelum Memulai Perjalanan.

Buku Kearifan Mistisisme ini dibagi menjadi enam bagian dengan masing-masing bagian memiliki judul tersendiri dan bahasannya tersendiri juga. Dimulai dengan bagian pertama yang mengulas tentang Mengenal Mistisisme.

Kata “Mistik” berasal dari kata “mystique” dalam bahasa Perancis kuno yang diambil dari kata “mustikos  dalam bahasa Yunani kuno. Nah, kata Mustikos ini terkait dengan kata mustes, seorang yang telah menjalani inisiasi dan inisiasi yang dimaksud adalah keteguhan hati dan kebulatan tekad untuk melakoni muein – memejamkan mata dan menutup mulut.

Namun itu bukan berarti seorang mistik harus hidup dengan mata dan mulut yang tertutup, melainkan mesti menyepi secara menyeluruh bukan hanya fisik saja. Menyepi yang dimaksud adalah keadaan jiwa dimana seseorang tidak tergantung pada sesuatu apa pun. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Seorang mistik adalah seorang yang berdaya.

Satria masih menggoreskan penanya di atas buku catatan yang bersampul kopi (kayak jaman sekolah dasar aja nih si Satria he he he...) 

Minggu, 04 Januari 2015

Waspada Akan Amarah

Ternyata emosi kemarahan itu bisa membunuh, bisa menghancurkan apa-apa yang tidak ingin kita hancurkan saat kita dalam keadaan tenang.

Ya, emosi amarah itu berbahaya. Sang Buddha mengatakan bahwa dengan emosi marah kita sebenarnya membakar diri sendiri dan emosi amarah yang ada dalam diri sebenarnya meracuni diri kita sendiri namun kita berharap orang lain yang mati dengan racun tersebut.

Sungguh benar memang ucapan sang Buddha.

Terakhir kali menyaksikan episode-episode terakhir serial televisi Mahabharata ditampilkan sang raja Hastinapura, Dretarastra yang dipenuhi amarah lantaran semua anak-anaknya yang berjumlah 100 orang dibunuh oleh Bima dalam perang Mahabharata.

Ia sungguh marah besar pada keponakannya itu. Saat bertemu dengan kelima anak adiknya itu yakni 5 pandawa ia berniat untuk membunuh Bima dengan cara meremukkannya ketika ia memeluk Bima.

Bima sungguh terkejut ketika ia mendapati bahwa sang raja betul-betul marah lantaran ia telah membunuh semua anaknya. Ia dapati hal itu ketika sang raja memeluknya pertama kali. Dan kemudian sang raja dengan emosi marah yang tampak jelas menginginkan agar Bima mendekatinya kembali guna memeluknya.

Kamis, 12 September 2013

Misteri DNA dan Latihan Meditasi

Posting lagi ah

Udah lama banget ga nulis apa-apa, blog jadi ga ter-up-date. Hmm…..

Mulai lagi ah…..

Oya, bulan kemarin coba-coba baca buku yang berjudul Misteri DNA oleh prof. Kazuo Murakami. Professor dari Jepang yang dengan tekun meneliti sebuah enzim yang dikenal sebagai pemicu tekanan darah tinggi, renin.

Dna
Buku yang bagus dan recommended untuk dibaca siapapun juga. Dalam buku itu, sang professor Murakami membahas bahwa DNA kita bisa di-on/off- kan atau di-nyala - padamkan seperti halnya lampu yang dapat dinyala dan dipadamkan.

Ia menuliskan bagaimana DNA bisa di-on-kan yakni di antaranya dengan;
- Berpikir positif dan optimis,
- Ceria dalam arti yang sesungguhnya,
- Bersyukur atas segala anugerah-Nya,
- Senantiasa berpikir tentang kepentingan orang lain.

Selasa, 28 Mei 2013

Yuk berlatih bersyukur melalui Offering Meditation!


Program neo sufi training yang senantiasa diadakan tiap hari senin pukul 7 malam yang bertempat di Anand Ashram Jakarta, tadi malam kembali pada latihan Offering meditation, meditasi persembahan. Dalam latihan itu, kita diajak untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Maha Kuasa kepada kita. Entah itu kesehatan, rejeki, keluarga yang sehat, pikiran yang jernih atau hal-hal yang mungkin dulunya sering kita lupa.

Tak lupa, dalam latihan tersebut, selain kita mensyukuri pemberianNya, kita juga diajak untuk mempersembahkan keburukan-keburukan yang ada pada kita. Mungkin ada yang heran, kok mempersembahkan keburukan kita pada Dia? Bukannya sedari kecil kita diajarkan bila memberi, ya, mesti yang terbaik dong. 

Selasa, 28 Februari 2012

Mereka Bicara Anand Krishna


Majalah Barometer
Edisi February – Maret 2012
Laporan Utama hal. 13 - 15


Bagi orang-orang yang secara dekat mengenal Anand Krishna, ia adalah pribadi yang baik dan visioner. Selalu menerapkan keseimbangan hidup dan kemandirian yang ingin ia tularkan pada orang lain. Seperti apa pendiri Yayasan Anand Ashram ini di mata mereka?

Wayan Sayoga – Ketua Yayasan Anand Ashram
Anand Krishna Telah Menginspirasi Hidup Saya

Saya terlibat aktif di Yayasan Anand Ashram pada 2005. Yayasan yang didirikan oleh Anand Krishna ini berdiri pada 14 Januari 1991. Dalam perkembangannya, pada 2006 Anand Ashram berafiliasi dengan PBB lewat Departemen Informasi Publik. Lewat afiliasi ini maka Anand Ashram melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan visi-visi global

Rabu, 21 Desember 2011

Sight Culturing, membudayakan pandangan meraih kebahagiaan


Selasa kemarin tepatnya tanggal 20 Desember 2011, kami kembali mengikuti program Neo Self Empowerment yang diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) dibilangan Sunter Mas Barat, Sunter Jakarta Utara. Acara selalu dimulai tepat pukul 19.00 Wib namun para peserta biasanya mulai masuk ruangan 15 menit sebelumnya guna mempersiapkan diri masing-masing untuk memasuki keheningan diri dalam program tersebut.

Dipandu oleh Dian Martin para peserta sebelumnya diajak untuk memahami makna dan tujuan dari latihan yang akan dilakukan sehingga kami para peserta menjadi lebih bersemangat dan melakukannya dengan sepenuh hati. Tanpa memahami latihan-latihan yang akan dilakukan, latihan-latihan tersebut akan berkurang manfaatnya.
Flag Counter