Stress?
Siapa juga yang tidak disapanya?
Mulai dari anak-anak usia sekolah yang dibebani untuk
meraih nilai terbaik oleh para orang tua, sampai pada orang dewasa dengan
berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.
Stress memang nampaknya menjadi hal yang rentan sekali
bagi siapapun tak pandang usia, pendidikan, agama, budaya ataupun strata social.
Semua tanpa kecuali beresiko mengalami stress.
Bahkan pada jaman serba instan ini, resiko itu kian
tinggi saja.
Mungkin kita selalu menolak bila seorang kawan memberikan
komen bahwa kita sedang stress karena mengingat konotasi stress itu tak ubahnya
kata gila. Padahal tidaklah demikian, stress bukan berarti gila tapi melainkan
lebih kepada situasi mental kita yang sedang mengalami tekanan atau pressure
sehingga menyebabkan kita sulit untuk mengambil keputusan atau membuat kita tak
bisa berfikir dengan jernih sehingga tindakan kita menjadi kacau.