Tampilkan postingan dengan label stay at home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stay at home. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 April 2020

Memori Bulan Ramadhan


Hari ini hari pertama bulan Ramadhan di tahun 2020 ini. Hmm... puasa kali ini memang berbeda sekali dengan puasa di tahun-tahun sebelumnya.  Ya, bulan Ramadhan kali ini berbarengan dengan adanya pandemi Corona.

Siapa yang menyangka?

Tahun ini shalat taraweh yang biasanya dilakukan berjamaah di masjid-masjid terpaksa harus ditiadakan dan shalat dilakukan di rumah masing-masing seperti halnya shalat jum’at yang sudah lebih dahulu ditiadakan sejak wabah Corona mulai meluas di Indonesia.

Dan kabarnya menteri agama pun sudah mengeluarkan keputusan bahwa shalat idul fitri pun akan ditiadakan terkait dengan wabah ini. Tentu saja ini akan menjadi suatu hal yang amat berbeda.

Memang itulah yang mesti dilakukan. Kita mesti menghindari berada di kerumunan orang guna memutus mata rantai penyebaran virus yang baru ini. Selain itu kita juga mesti menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika kita berada di luar rumah.

Hal-hal yang saya ingat di bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan tiba di tahun ini dan terbersit beberapa hal yang terjadi kala bulan ini tiba. Beberapa hal itu antara lain;

Petasan

Senin, 20 April 2020

Bikin masker dari kaos tanpa dijahit


Masker dari kaos 
Kali ini saya ingin mencoba sharing bikin masker dari kaos tanpa dijahit. Ya, tidak perlu dijahit, masker dengan bahan kaos bisa dibuat. Cara ini juga saya dapatkan tutorialnya di youtube ya teman-teman. Banyak sekali tutorial bikin masker tanpa dijahit dan saya mencoba salah satu tutorial tersebut.

Untuk artikel masker kain yang telah saya buat, bisa cek di sini dan di sini yah.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah: kaos dan gunting.

Mudah, bukan? Pasti kedua bahan tersebut ada.

Dan sekarang, mari kita mulai membuatnya.
  • Pertama-tama gunting kaos sesuai dengan ukuran masker yang ingin kita buat. Di sini saya membuatnya dengan ukuran: lebar 12 cm dan panjang 17 cm.
Kaos digunting sesuai ukuran yang diinginkan
  • Setelah itu kita buat lubang di sisi kiri dan kanannya

Kamis, 16 April 2020

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Terima Kasih

“Walah... pagi-pagi ngapain si Santo ini telp ya.” Satria bergumam sendiri seraya meraih handphonenya yang sedari tadi tergeletak di atas kasurnya.

“Sorry bos, gua terpaksa telpon lu, soalnya gua wa dari tadi malem belum lu baca.” Suara Santo terdengar rada-rada mau ketawa dia. Dia tau betul kalao sahabatnya itu ngga terlalu suka menerima telpon atao bicara di telpon. Kuping terasa panas, katanya.

“Iyah... aku belum selesai edit video nih dari tadi malem jadi ga sempet buka hp.” Singkat Satria menjawab.

“Iya, Sat. Gua mau minta tolong lagi ama lu yah. Tolong sampaikan puisi gua untuk Bapak AnandKrishna.” Kali ini suara Santo terdengar serius.

“Udah gua kirim ke email lu tadi malem, tolong ya bos.” Lanjut Santo masih dengan nada yang sama.

“Wis lah... aku ngga bisa nolak permintaan mu yang satu itu. Pasti akan aku sampaikan, tapi lewat blog aku yah seperti biasa.” Jawab Satria ikutan serius dia menanggapi permintaan sahabatnya itu.

Selasa, 14 April 2020

Apakah ini efek terlalu lama #dirumahaja ?

di rumah aja

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga selalu sehat yah. Dalam situasi yang tak menentu seperti ini kita dituntut untuk senantiasa sehat. Hal itu bukan untuk kepentingan diri kita saja, namun juga demi orang-orang di sekitar kita juga yah.

Soalnya kalo kita sakit, itu akan berdampak buruk pada orang-orang di sekitar kita juga. Yap, semaksimal mungkin kita harus berupaya untuk tetap sehat. Tetap semangat ya, walo #dirumahaja.

Oya, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu nih. Begini ceritanya;
Sayup-sayup terdengar suara adzan dari kejauhan. Saat itu, saya yang masih belum terjaga betul dari tidur berpikir ; “wah.... sudah Isya (saya menganggap itu adzan untuk shalat Isya). Terlambat deh saya ikut kelas di Sunter.”
“Apa yang harus saya katakan pada pak Joe supaya saya diperbolehkan masuk kelas?”
Saya biasa ikut kelas di Anand Ashram Sunter tiap hari Jum’at dan kelas dimulai tepat pukul 7 malam. Dan bila terlambat, tidak diijinkan untuk masuk. Peraturannya memang seperti itu. Kita dibiasakan untuk disiplin waktu.

“Mana ga bisa naik gojek kan? Soalnya ada peraturan PSBB sekarang ini di Jakarta.” Saya masih terus berpikir (padahal belum terjaga betul).
Tak beberapa lama, akhirnya saya terbangun dari tidur dan mendapati bahwa itu adalah adzan Shubuh, he  he  he.... 
Walah... kok bisa seperti itu yah? Apakah  itu efek dari terlalu lama #dirumahaja ? lantaran wabah corona ini? He he he... saya ndak tau. 

Sabtu, 11 April 2020

Resep Bakwan Jagung Garing

Bakwan Jagung

Lagi kepingin bikin bakwan jagung inih, soalnya udah lama ga bikin. Lebih sering bikin bakwan toge. Meskipun sama-sama bakwan, tapi aromanya berbeda ya lantaran beda bahan utamanya.

Untuk bakwan toge, agak susah dibikin jadi garing. Itu pengalaman saya ya, mungkin ada teman-teman yang bisa bikin bakwan toge yang garing, siapa tau.

Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk langsung saja menuju resep bakwan jagung garing ini.

Bahan-bahan:
  • Jagung
  • Wortel
  • Daun bawang (bagian yang hijaunya saja)
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Tepung beras
  • Tepung terigu
  • Minyak goreng
  • Air

 Bumbu-bumbu:
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Lada
  • kunyit

Rabu, 08 April 2020

Bikin Masker Kain Tanpa Mesin Jahit (2)

Masker siap dipakai
Kali ini ceritanya saya lagi getol bikin masker kain nih. Menggunakan pola yang berbeda dari sebelumnya, pembuatan masker kain ini memakan waktu kurang lebih 1 jam 15 menit, mulai dari membuat pola hingga masker selesai dibuat.

Bahan-bahannya masih sama seperti tulisan sebelumnya, yakni:
  • Kain
  • tali
  • Jarum
  • Benang
  • Gunting
Untuk kainnya, saya ambil dari baju batik yang tidak terpakai namun masih bagus warnanya. Tidak terpakai karena karetnya sudah kendor. Jadi, ga perlu membeli kain lagi, hanya menggunakan yang ada saja.

Kalau kain untuk masker tulisan sebelumnya, saya ambil dari daster saya yang kegedean. Jadi itu sisa potongan dari daster saya, he he he.

Selasa, 07 April 2020

Bikin Masker Kain Tanpa Mesin Jahit

Masker kain buatan sendiri

Udah tergelitik sejak beberapa waktu yang lalu sih untuk mencoba membuat masker kain sendiri, tapi baru direalisasikan hari ini. Sebenarnya ga terlalu lama membuatnya, tapi... ya itu rasa malas yang bikin ga jadi-jadi.

Wis, saat ini penggunaan masker memang tak bisa dielakkan lagi. Sudah ada peraturan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan bahwa kita diharuskan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah.

Tidak perlu masker bedah atau masker medis atau dikenal juga dengan masker N95, penggunaan masker kain sudah cukup. Peraturan tersebut dikeluarkan menanggapi wabah virus Corona yang kian meluas dan sudah memakan korban banyak sekali di berbagai negara.

Oleh karenanya sebagai upaya pencegahan atau untuk meredam penyebaran virus ini lebih jauh dan lebih banyak lagi, maka penggunaan masker pun diharuskan.

Jauh sebelum peraturan tersebut diumumkan di Indonesia, keberadaan masker N95 dan sejenisnya sulit didapatkan, baik itu di apotek atau pun di supermaket.  Untung saya masih sempat mendapatkan meski tak seberapa.

Masker Kain Jadi Primadona

Setelah langkanya masker N95 dan sejenisnya tadi, maka masyarakat beralih ke masker kain. Dengan adanya wabah ini, kian banyak yang membuat masker kain dan menjualnya.

Kita bisa temukan masker kain ini di market place dengan harga yang bervariasi tentu saja tergantung dari bahan yang digunakan dan modelnya.

Walaupun kita bisa membelinya dengan harga yang terjangkau, kita juga bisa membuatnya sendiri dengan bahan yang ada. Kini banyak juga tersedia tutorial membuat masker kain tanpa mesin jahit di Youtube.

Minggu, 05 April 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 2)

virus corona 

Ada rasa gelisah, takut, geregetan alias gemes campur aduk jadi satu. Semua rasa itu dikarenakan melihat dan merasakan kondisi yang ada saat ini. Wabah corona belum mereda, setidaknya di Indonesia. Pun belum mencapai puncaknya yang membuat tambah ngeri.

Dengan adanya wabah corona ini tuh kita diharuskan untuk selalu berada di rumah #stayathome bahkan anak-anak sekolah pun diliburkan dan para pekerja yang memungkinkan diberlakukan #workfromhome #bekerjadarirumah.

Kita boleh keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan pokok dan obat-obatan saja.

Selain itu kita juga diharuskan untuk sering-sering mencuci tangan dengan sabun walaupun di rumah saja lho. Kalao kita berada di luar rumah, maka kita mesti sering membersihkan tangan menggunakan handsanitizer.

Itulah mengapa di tulisan saya sebelumnya, handsanitizer menjadi langka lantaran orang-orang mempersenjatai diri masing-masing dengan hadsanitizer kala di luar rumah. Saya pun demikian, ketika ke luar rumah, saya membawa handsanitizer.

Selain mesti sering cuci tangan atau membersihkan tangan, kita juga diharuskan menggunakan masker mulut setiap kali keluar rumah. Itu pula sebabnya keberadaan masker ini menjadi langka.
Kenapa mesti pakai masker mulut segala, kan kita ga sedang sakit? Mungkin itu pertanyaan yang kerap muncul. Awalnya memang digembar-gemborkan bahwa yang mesti memakai masker adalah orang yang sakit, namun kan kita semua paham ya kalau di negera kita tuh yang sakit aja cuek bebek.

Nah, oleh karenanya, kita yang sehat mesti waras berfikir. Kita mesti melindungi diri kita masing-masing dari penularan penyakit ini sebelum kita tertular.
Flag Counter