Tampilkan postingan dengan label di rumah aja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di rumah aja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Mei 2021

Siang ini

Siang ini anginnya kencang, saya jadi takut kalau pakaian yang sedang saya jemur akan beterbangan dan jatuh. Ya, sudah saya angkat saja dan untungnya sudah kering juga.

Kemarin dan beberapa hari belakangan juga sama sepertinya. Angin kencang. Minggu lalu malah turun hujan di sore hari dan angin juga ikutan, jadilah bocor rumah dan mesti segera dibersihkan ketika hujan reda.

Karena hujannya deras dengan angin juga, maka air yang masuk pun agak banyak. Mudah-mudahan ke depannya tidak seperti itu lagi. Amin....

Kemarin tanggal merah, hari raya Waisak. Terasa sepi... saya rasakan kalau hari libur memang kondisi jadi sepi. Di jalan raya juga demikian, pas saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan harian, saya baru sadar kalau kemarin itu hari libur. Pantas saja sepi...

Hari lebaran sudah berlalu, ya memang semua juga akan berlalu, he he he. Tak ada yang abadi, begitu kata para bijak.

Kamis, 20 Mei 2021

Amankan no WA dengan Verifikasi Dua Langkah


Tadi pagi seorang sobat bercerita tentang pengalamannya. 

Ia mendapatkan Wa dari seorang teman. Tanpa ucap salam dan lainnya, temannya itu langsung kirim teks P lalu disusul dengan kalimat: “bisa bantu ga?”

Ada rasa curiga yah karena biasanya temannya itu selalu memulai pembicaraan dengan salam, tapi akhirnya Wa tersebut ia balas :”hal apa mba?”

Lalu temannya itu jawab lagi yang bikin tambah sobat saya curiga:”ada saldo di rek?”

“pinjam sebentar” “nanti siang dikembalikan”

Wah sobat saya jadi berfikir bahwa nomornya itu telah dihack orang karena dia tahu persis bahwa temannya itu ga bakal pinjam uang.

Langsung sobat saya tanyakan pada atasan temannya itu (kebetulan ia kenal) apakah nomor hp temannya itu dihack atau hpnya hilang. Dan ternyata diiyakan oleh sang atasan bahwa nomor teman itu telah dihack.

Ternyata semestinya sobat saya hapus pembicaraan itu segera dan semestinya ia tidak balas wa yang temannya itu kirimkan. Wah...sobat saya jadi was-was, jangan-jangan nomor WA nya sudah kena hack.

Rabu, 12 Mei 2021

Hari raya idul fitri tahun ini

Ini kali kedua hari raya idul fitri di masa pandemi. Yang pertama adalah tahun lalu yakni 2020 dimana pandemi belum lama terjadi, baru beberapa bulan saja tepatnya. Dan tahun lalu itu tahun pertama berlebaran atau idul fitri yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Tahun lalu idul fitri, saya tidak mengunjungi ibu saya seperti tahun-tahun sebelumnya. Amat terasa beda. Tak bisa silaturahmi secara langsung, namun Alhamdulillah.... karena teknologi, saya masih bisa komunikasi melalui video call.

Idul fitri tahun ini pun saya tidak mengunjungi ibu saya akan tetapi semalam (malam takbiran) saya dan suami datang ke rumah ibu (tahun lalu ini tidak saya lakukan mengingat pandemi yang masih hangat-hangatnya). Alhamdulillah... meski hanya beberapa jam saja saya sudah senang bisa berkunjung.

Kalau idul fitri seperti ini, biasanya di rumah ibu ramai berdatangan tetangga begitu juga adik-adik dan kakak saya beserta keluarganya. Jadi, bisa jadi ajang kumpul keluarga. Namun, tahun ini dan tahun sebelumnya itu tidak saya lakukan mengingat masih pandemi.

Minggu, 28 Maret 2021

Pagi ini

Celengan sapi
Pagi ini seperti Senin kemarin-kemarin, adalah jadwal saya untuk keluar rumah. Pergi belanja sayur dan kebutuhan harian lainnya. Membeli keperluan sehari-hari yang sudah habis.

Uang di dompet sudah tipis alias tinggal sedikit, maka saya membuka celengan di atas meja yang ada di salah satu sudut kamar tidur. Ketika sedang mengambil uang di dalamnya, terlintas pikiran;

“Bila tak pernah menabung kebaikan, maka jangan pula mengharapkan kebaikan akan datang kepadamu”

Ya, tiba-tiba saja pikiran itu terlintas dan saya membenarkan hal itu memang benar adanya. Bila kita tak pernah berbuat baik pada orang lain, jangan mengharapkan kalau orang lain akan berbuat baik pada kita. Dan tentu saja bila kita berbuat baik, kita diharapkan untuk tidak memikirkan balasan dari manapun, entah itu dari orang yang menerima perlakuan baik dari kita atau dari manapun.

Intinya kita berbuat baik tanpa pamrih saja. Tak usah memikirkan hal lain dan kebaikan pasti akan kembali pada kita.

Jumat, 12 Februari 2021

Kue bolu di tahun baru imlek

Bolu pisang
Kemarin itu tahun baru imlek, tahun baru China, 12 Februari 2021. Angka yang cantik,12022021 dibaca dari depan ataupun belakang tetap sama.

Dari wikipedia, disebutkan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (Hanzi: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五暝 元宵節 pada tanggal ke-15 (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī 除夕 yang berarti "malam pergantian tahun".

Seperti tahun baru Masehi kemarin, saya pun tak kemana-mana di tahun baru China kemarin. Pandemi membuat gerakan saya terbatas, ga bisa kemana-mana. Bosan sih, tapi dijalani saja. Semua orang pun pasti punya rasa yang sama dengan saya.

Oya, tahun baru Imlek ini saya pergi belanja di tukang sayur terdekat dan membeli kebutuhan harian lainnya. Bersyukur masih diberikan rejeki dari Hyang Maha Kuasa.

Di tahun baru Imlek hal yang paling menonjol adalah warna-warna yang cerah yakni merah dan juga kue keranjang serta buah jeruk selain itu imlek identik dengan angpao. Karena saya ga beli kue keranjang, maka saya putuskan untuk membuat kue bolu pisang aja.

Saya emang sudah ada rencana untuk bikin kue bolu pisang yah karena sudah beli pisang ambon beberapa hari sebelumnya dan saya tunggu supaya pisangnya matang parah sehingga aromanya jadi kuat, he he he

Eh, ternyata saya bikin bolunya pas hari raya imlek. Ya, sudah. Jadi, bagus kan?

Membuat dan menikmati hidangan yang manis dengan harapan tahun baru dilewati dengan manis pula, amin....

Selasa, 02 Februari 2021

Pohon ceri

Gambar dari Google
Sore itu agak berbeda. Di belakang rumah terdengar suara-suara yang cukup ramai, tak seperti biasanya. Adem ayem, terlebih lagi baru saja hujan berhenti.

“Aduh... dimana kita harus menetap yah? Tempat tinggal kita sudah tidak ada,” terdengar suara burung pipit berbicara pada pasangannya.

“Tak usah khawatir sayang, kita cari tempat lain yah, kita cari pohon lainnya saja,” pasangannya mencoba menghibur

“Pohon lainnya sepertinya sudah ada penghuninya, sayang. Aku lihat juga sudah tak banyak pohon baru yang bisa kita tempati,” burung pipit betina masih mengeluh.

Hari kian sore menjelang malam dan mereka pun harus segera mendapatkan tempat untuk menetap.

“Kita pasti akan dapatkan tempat yang baru, sayang. Kita usaha dan sambil berdoa,” Yakin sekali si jantan mengatakan itu pada si betina.

“Aku kok heran yah pada manusia, main tebang saja pohon yang menjadi tempat tinggal kita ini. Dan apakah mereka ga tahu, selain kita, masih ada beberapa hewan yang juga menetap di pohon itu,”si betina berkata dengan nada agak jengkel.

“Yah, begitulah manusia. Mereka memang lebih mementingkan diri sendiri, tidak memikirkan kepentingan makhluk lain, seperti kita. Semoga tidak semua manusia seperti itu. Karena pasti akibatnya akan ditanggung oleh manusia juga. Menebang pohon sembarangan, kan bisa menyebabkan kerusakan alam dan bila alam rusak, manusia sendiri yang rugi.”  Si jantan pun ikut menambahkan.

Kamis, 21 Januari 2021

Belajar membuat bolu pandan kukus

Bolu pandan siap disantap
Setelah berhasil membuat bolu pisang dan bolu chocholatos beberapa kali, saya ingin membuat bolu lainnya. Akhirnya saya cari-cari di google resep bolu yang mudah. Ketemu dengan resep bolu pandan dan bahan-bahan serta cara membuatnya pun mudah.

Berhubung pewarna hijau, pasta pandan masih banyak sisa membuat bakpao pandan dan dadar gulung, maka saya putuskan untuk membuat bolu pandan dan saya pakai kukusan saja untuk memasaknya.

Bahan-bahan:

  • 150 gr tepung terigu (kurang lebih 15 sdm)
  • Susu cair 100 ml
  • Gula putih 4 sdm
  • Vanili sedikit saja
  • 100 gr margarin (saya ganti dengan minyak goreng 5 sdm)
  • ½ sdt baking powder
  • ½ sdt baking soda
  • 2 butir telur
  • Pasta pandan secukupnya

Cara membuatnya

  • Ayak tepung terigu beserta vanili, baking soda dan baking powder. Sisihkan
  • Kocok telur dan gula putih
  • Lalu tambahkan susu, aduk kembali lalu masukkan minyak gorengnya dan aduk kembali
  • Lalu sedikit demi sedikit masukkan tepung terigu yang tadi sudah diayak
  • Sambil diaduk hingga tercampur rata
  • Terakhir masukkan pasta pandan secukupnya
  • Aduk hingga tercampur dengan rata
  • Masukkan ke dalam loyang yang sudah diolesi dengan minyak goreng
  • Kukus kurang lebih 25 menit 

Jumat, 08 Januari 2021

Mencoba menanam kangkung dalam pot

Mulai tumbuh
Sebenarnya niat untuk bercocok tanam sudah ada di tahun lalu terlebih lagi di masa pandemi gencar atau banyak sekali informasi terkait pemberdayaan pangan. Sebaiknya kita menanam sendiri sayur mayur kebutuhan sehari-hari, seperti sawi, kangkung, cabe, tomat, bayam dan lainnya.

Saya sudah beli bibit sawi dan kangkungnya juga tapi belum saya tanam juga. Sampe beberapa belakangan menjelang akhir tahun, saya kepoin channelnya mba ima vandam. Dia seorang youtuber asal Jember yang menikah dengan orang berkebangsaan Belanda namun tinggal di sebuah pulau di negara Inggris.

Mereka berdua tinggal di hutan kecil dan hidup minimalis. Mereka menanam sayur, bunga dan buah. Hidup sederhana dengan berkebun seperti itu amatlah enak sepertinya.

Dan saya jadi terpicu lagi untuk menanam sayur, ya itu tadi sawi dan kangkung yang bibitnya sudah saya beli pertengahan tahun kemarin. Akhirnya tanggal 2 Januari lalu saya tanam kangkung di wadah yang ada.

Sebenarnya sebelumnya saya mencoba tanam cabe, awalnya sih daunnya subur tapi lama-kelamaan mati. Mungkin karena tidak saya beri pupuk yah, cuma saya tanam pakai kompos dan saya biarkan saja hanya disiram saja.

Selasa, 05 Januari 2021

Hari ke lima di bulan Januari 2021

Tampak bolu chocholatosnya pucat
Kemarin itu tepatnya hari ke lima di bulan Januari 21 saya membuat bolu chocholatos. Mungkin bosan yah. Tapi, saya suka dengan bolu ini karena ternyata membuat bolu itu lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan membuat roti. Ga cape juga karena ga perlu uleni adonan hingga kalis dan diamkan adonan dll.

Gitu deh, jadi saya lebih sering membuat bolu. Dan bolu chocholatos ini bahan-bahannya mudah didapatkan. Tapi, kali ini saya ga membuat bolunya dengan resep yang pernah saya posting. Ada sedikit perbedaan aja sih. Tapi bahan-bahannya tetap sama hanya saja jumlahnya saya kurangi karena saya ingin tau bagaimana kalau resepnya dkurangi he he he...

Yak, jadi bahan-bahannya

  • Terigu 12 sdm
  • Chocholatos 1 bungkus
  • Telor 1 butir
  • Gula putih 2 sdm
  • Soda kue ¼ sdt
  • Baking powder ¼ sdt
  • Bubuk vanili  sedikit saja
  • Bubuk kayu manis sedikit saja
  • Minyak goreng 6 sdm
  • Garam sedikit
  • Air matang 6 sdm (utk melarutkan chocholatosnya)

Cara membuatnya:

  • Ayak tepungnya lebih dulu lalu sisihkan
  • Larutkan chocholatosnya lalu sisihkan
  • Kocok telor dengan gula putih hingga tercampur rata
  • Tambahkan baking powder, soda kue, vanili dan kayu manis serta garam. Aduk-aduk lagi
  • Selanjutnya masukkan minyak goreng. Aduk hingga tercampur rata
  • Masukkan terigu sedikit demi sedikit ke dalamnya
  • Terakhir masukkan chocholatos yang sudah dilarutkan
  • Aduk  lagi hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan ke dalam cetakan
  • Kukus selama kurang lebih 25 menit 

Senin, 04 Januari 2021

Catatan awal tahun

Ada catatan akhir tahun, maka sepertinya perlu juga catatan awal tahun, he he he...

Awal tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya yakni tidak hujan deras. Ya, turun hujan namun hanya gerimis ataupun deras sebentar dan kemudian berhenti ujannya. Alhamdulillah...

Di malam tahun baru saya dan suami menonton 3 buah film yakni wonder woman 84, soul dan satu lagi saya lupa judulnya. Dari ketiganya saya paling suka yang judulnya soul, film yang dibuat oleh yang diproduksi Pixar Animation Studios untuk Walt Disney Pictures.

Kartunnya  lucu dengan isi film yang bagus sekali. Bahwasanya kita mesti menghidupi hidup kita dari waktu ke waktu.  Ini dia cerita film tersebut yang saya ambil dari wikipedia 

Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah, merasa terjebak dalam hidup dan tidak puas dengan pekerjaannya. Dia memimpikan karir di jazz, yang menjadi objek dari ibu penjahitnya, Libba. Secara kebetulan, mantan muridnya, Curly, memberi tahu dia tentang pembukaan band legenda jazz Dorothea Williams. Joe mengesankan Dorothea dengan permainan pianonya dan ditawari pekerjaan saat itu juga. Saat Joe dengan senang hati bersiap untuk penampilan pertamanya malam itu, dia jatuh ke lubang got.

Joe menemukan dirinya sebagai jiwa yang menuju ke "Great Beyond". Tidak ingin mati sebelum terobosan besarnya, dia mencoba melarikan diri tetapi berakhir di "Great Before", di mana para penasihat jiwa — semuanya bernama Jerry — mempersiapkan jiwa yang belum lahir untuk kehidupan di Bumi. Joe berperan sebagai instruktur yang diatur untuk melatih jiwa dan ditugaskan 22, jiwa sinis yang tetap di Yang Agung sebelumnya selama ribuan tahun dan tidak melihat ada gunanya hidup di Bumi. 22 mengungkapkan bahwa dia memiliki lencana yang dipenuhi dengan sifat. Dia perlu menemukan "percikan" nya untuk menyelesaikannya dan mengatakan dia akan memberikannya kepada Joe agar dia bisa kembali ke rumah.

Selasa, 29 Desember 2020

Catatan akhir tahun

Well, ini sudah mendekati tahun baru, tepatnya dua hari lagi. Untuk tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya banyak kejadian yang menyenangkan pun juga yang sebaliknya. Sekian banyak hal yang perlu disyukuri.

Yang terpenting adalah kesehatan dan masih diberikan berkah rejeki untuk tetap bertahan di masa pandemi seperti ini. Ya, tahun 2020 ini berbeda sekali dari tahun-tahun yang sebelumnya. Tahun ini diwarnai dengan adanya pandemi covid 19.

Virus ini diyakini muncul pertama kali di Wuhan, China per Desember 2019 yang lalu, namun kian menyebar ke seluruh dunia di tahun 2020 ini. Banyak sekali korban yang telah meninggal dan banyak juga yang telah terinfeksi dan sembuh.

Di tahun ini gencar sekali disuarakan agar kita tetap menjaga kesehatan, berjemur di pagi hari, menggunakan masker, sering mencuci tangan, tidak berkerumun dan tidak keluar rumah atau bepergian kecuali perlu.

Hastag #dirumahaja #workfromhome #stayathome #stayhealthy menjadi hal yang sering terdengar.

Kita diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah sehingga perlahan tapi pasti banyak sekali penjual masker yang terbuat dari kain karena masker jenis ini bisa dipakai berulang karena bisa dicuci. Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun dihentikan, para siswa/i belajar di rumah masing-masing dengan tetap dipantau para guru tentu saja.

Awal-awal pandemi, masker medis, vitamin c dan handsanitizer langka keberadaannya karena banyaknya permintaan sedangkan ketersediaannya tidak sebanding. Namun, sesudah beberapa bulan, ketiganya telah banyak tersedia kembali.

Minggu, 06 Desember 2020

Belajar membuat bolu chocolatos


Potongan bolu chocolatos
Pernah terbersit dalam hati bilamana pisang bisa dijadikan bolu, entah dipanggang atau dikukus, berarti bisa juga menggunakan bahan lainnya seperti tape, buah lain. Terus terbersit juga bagaimana kalau pisangnya diganti dengan chocolatos aja.

Berhubung suami saya ga terlalu suka bolu pisang, maka saya carilah itu resep bolu chocolatos dan berhasil. Atau banyak banget resepnya di online entah di youtube atao di website resep makanan seperti cook pad itu.

Saya liat yang di youtube dan ternyata ga terlalu ribet caranya. Terus bisa dipanggang ataupun dikukus. Itu dia yang bikin saya pengen nyoba.

Jadilah hari ini saya eksekusi nih.

Bahan-bahan yang digunakan;

  • Chocolatos coklat 2 bungkus
  • Telor 2 butir
  • Air panas 6 sdm
  • Minyak goreng 6 sdm
  • Terigu 7 sdm
  • Garam sedikit saja
  • Vanili sedikit juga
  • Baking soda ¼ sdt
  • Baking powder ¼ sdt
  • Gula putih sesuai selera (saya pakai 2 sdm karena chocolatornya sdh manis)

Rabu, 02 Desember 2020

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 8)

Sudah memasuki bulan akhir di tahun ini dan virus corona masih belum juga kunjung menjauh dari muka bumi. Dari internet dikatakan bahwa hingga saat ini di seluruh dunia Total kasus 63,8 jt orang, yang sembuh sebanyak 41 jt orang, sedangkan yang meninggal dunia 1,48 jt  orang. 

Untuk di Indonesia, total kasus 544 rb orang yang positif, yang  sembuh 455 rb orang dan yang meninggal dunia sebanyak 17.081 orang.

Sejak awal wabah ini dikatakan bahwa tak ada satu negara pun yang siap menghadapi wabah ini dan oleh karenanya penanganannya pun belum benar-benar diketahui yang paling optimal yang mana. Hingga saat ini pun (hampir satu tahun virus ini ada) vaksin masih menjadi pilihan untuk mengatasi virus.

Di negara kita pun sudah ada rencana untuk melakukanvaksinasi

Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Nah, baru-baru ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis grand design pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Menurut hitungan Kemenkes, setidaknya Indonesia membutuhkan 320 juta vaksin corona. Dalam jumlah itu terdapat lima kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, yaitu:

  1. Garda terdepan, meliputi medis dan paramedis contact tracing; pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 3,4 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan dua kali lipat dari jumlah tersebut, yakni 6,9 juta dosis.
  2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah dari RT/RW hingga kecamatan,  sebagian pelaku ekonomi. Populasi kelompok sekitar 5,6 juta orang. Mereka perlu pasokan vaksin dua kali lipat dari populasi, yakni 11,2 juta dosis.
  3. Seluruh tenaga pendidik dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Kelompok ini menyasar 4,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, atau 8,7 juta dosis vaksin.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan lembaga legislatif/DPR). Kelompok ini menyasar 2,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 4,6 juta dosis.
  5. Peserta BPJS PBI, yaitu penerima jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu. Kelompok ini menyasar 86,6 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 173,2 juta dosis.

Tips merebus telor supaya ngga pecah

Telor rebus (gambar dari google)

Suatu hari saya mau membuat semur telor dan pastinya telor-telornya harus direbus lebih dahulu. Itu pertama kalinya saya membuat semur telor. Maka, saya rebuslah beberapa butir telor sesuai yang saya butuhkan.

Jrenggggg.... ternyata hasilnya telor-telor tersebut banyak yang pecah ketika direbus. Wal hasil kali itu saya anggap gagal saya dalam merebus telor. Maklum baru pertama kali. Meskipun semur telornya berhasil (dalam arti saya berhasil membuat semurnya) namun bentuk telornya tidak bulat lagi, akan tetapi banyak yang gompal karena pecah ketika direbus.

Walah walah....

Tapi itu adalah pengalaman yang berharga buat saya dan terkesan. Selanjutnya bagaimana supaya telor tidak pecah ketika direbus. Maka, saya cari jawabannya melalui mbah Google.

Dan ternyata tips merebus telor supaya ngga pecah adalah pada suhu telor ketika direbus. Jadi, suhu telor  harus dalam suhu ruang. Artinya bila telornya kita disimpan dalam kulkas, lemari pendingin, maka sebelum direbus haruslah didiamkan lebih dulu sampai suhu telor itu sudah suhu ruang alias tidak dingin lagi.

Ada yang merendam telor-telornya sebelum direbus, tapi saya biasanya biarkan saja sampai telor-telor itu dingin sendiri.

Kamis, 12 November 2020

Macam-macam mangga

Buah mangga
Beberapa bulan belakangan ini mangga sedang ada dalam musimnya, jadi kita bisa dengan mudah mendapatkannya. Awal-awalnya memang harganya masih agak mahal, tapi makin ke sini, harganya makin murah.

Ya, karena stoknya banyak, jadi harga menjadi turun. Kalau lagi musim mangga begini, saya senang sekali karena dekat rumah ada penjual buah dan di sana ada beberapa pilihan buah mangga. Yakni mangga harum manis, mangga manalagi atau mangga madu dan juga mangga dermayu atau indramayu.

Sekarang ini mungkin karena stok mangga harum manis lagi banyak, maka harganya menjadi turun. Di penjual buah itu, 2 kg mangga harum manis dijual dengan harga Rp. 25 ribu. Untuk satu kilo bisa ada 4 buah kalau ukuran sedang atau 3 buah kalau ukuran besar.

Nah, untuk mangga sebenarnya saya suka yang masih mengkal atau menuju matang tapi kalau sudah matang juga ga pa2. Mangga dermayu dan mangga manalagi paling enak kalau dimakan ketika mengkal, tapi untuk mangga harum manis, ya  harus matang dulu baru enak karena manis.

Satu lagi macam mangga yang saya pernah konsumsi selama di sini yakni mangga golek. Ukuran mangga ini lebih besar dan panjang. Dia daging buahnya tebal dan meskipun masih belum matang, rasanya ga terlalu asem. Ini cocok dibuat ngerujak, he he he....

Musim mangga ini mungkin akan sampe bulan Januari yah, jadi, mumpung masih musimnya ayo konsumsi mangga dan mumpung harganya juga makin murah.

Untuk mangga harum manis yang sudah matang, saya suka sekali makannya dengan tambahan susu kental manis coklat dan ditambah sedikit es batu, hmmmm.... enak....

Rabu, 21 Oktober 2020

Belajar membuat tahu gejrot

Tahu gejrot siap disantap
Tahu gejrot ini cemilan yang biasa dijual secara keliling pakai gerobak dorong. Biasanya lewat depan rumah seingat saya. Tapi, ga tau sekarang ini, masih ada atau ngga.

Menurut wikipedia, tahu gejrot ini adalah makanan khas Cirebon.  Tahu gejrot terdiri dari tahu yang sudah digoreng kemudian dipotong agak kecil lalu dimakan dengan kuah yang bumbunya cabai, bawang putih, bawang merah, gula. Biasanya disajikan di layah kecil.

Tahu gejrot juga merupakan jajanan khas daerah Cirebon yang digemari di kalangan anak-anak dan orang dewasa, karena sensasi rasanya yang khas. Saat ini tahu gejrot telah menyebar ke seluruh Indonesia seperti Jakarta, Malang, Depok, Surabaya, dan beberapa tempat di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kini, saya mencoba untuk membuatnya sendiri. Seperti yang sudah bisa kita ketahui dari wikipedia di atas, bahwa bumbu-bumbunya itu simple dan mudah didapat yah.

Langsung saja

Bahan-bahan

  • Tahu
  • Minyak goreng

Bumbu untuk kuah

  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Cabe
  • Gula merah
  • Kecap
  • Asam matang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur

Senin, 12 Oktober 2020

Membuat orek tempe sederhana

Orek tempe

Hm... sudah lama saya tidak posting. Sekarang mau mulai lagi ceritanya. Dan masih posting tentang resep masakan yang sederhana tapi enak rasanya dan bergizi.

Tempe sudah menjadi makanan masyarakat Indonesia pada umumnya. Gampang sekali didapatkan baik itu di tukang sayur terdekat, di pasar tradisional ataupun di supermarket. Beruntung sekali kita bisa makan tempe setiap hari tentu saja diolah dengan bervariasi. Jadi ngga bosan dengan tempe.

Sudah beberapa bulan belakangan ini – sejak pandemi  tepatnya – saya mengikuti beberapa youtuber Indonesia yang tinggal di luar negeri baik itu karena mengikuti suami atau istri ataupun karena bekerja.

Dan pada umumnya mereka tersebut bilang bahwa tempe adalah makanan mewah bagi mereka lantaran harganya yang mahal. Kalau di sini 4000 ribu sudah bisa mendapatkan sepotong tempe yang bisa dimakan sekeluarga, tapi kalau di luar negeri, mahal.

Jadi, kita yang masih tinggal di Indonesia ini mesti bersyukur karena harga tempe amat terjangkau. Ok, kita kembali lagi ya. Ini mau membuat tempe orek yang gampang.

Berikut ini resepnya.

Bahan-bahan

  • Tempe
  • Kecap manis
  • Minyak goreng

Selasa, 22 September 2020

Belajar membuat martabak telor

Martabak telor siap disantap
Ini kedua kalinya saya mencoba untuk membuat martabak telor. Tentu saja dengan membuat kulitnya sendiri. Kali pertama, gagal membuatnya karena saya kesulitan untuk melebarkan kulitnya dan saya menyerah.

Lalu saya melihat-lihat lagi channel youtube yang membawakan resep ini dan saya melihat bahwa untuk melebarkan kulitnya tak perlu meniru pedagang martabak yang mahir sekali melebarkan kulit martabak dengan cara dilempar-lempar.

Ya, caranya mudah saja. Tipiskan atau lebarkan kulit martabak dengan cara dipipihkan dengan tangan saja, dengan jari-jari. Itu pun sama saja yang penting kulitnya melebar dan tipis sehingga bisa digunakan.

Yo wis, saya pun semangat lagi untuk membuat martabak telor.

Bahan untuk membuat kulit

  • Tepung terigu 11 sdm
  • Garam secukupnya
  • Air 50 ml
  • Minyak goreng 2 sdm
  • Minyak goreng untuk merendam

Cara membuat kulitnya

  • Campurkan tepung terigu dengan garam.
  • Tambahkan air sedikit-sedikit,
  • Uleni hingga agak kalis lalu tambahkan minyak gorengnya
  • Uleni lagi hingga kalis
  • Setelah itu bagi adonan dan bulat-bulatkan
  • Rendam dalam minyak goreng hingga bulatan adonan terendam
  • Diamkan selama 2 jam 

Sabtu, 19 September 2020

Belajar membuat pastel isi bihun

Pastel goreng isi bihun
Sudah beberapa kali saya mencoba untuk membuat pastel, namun belum berhasil juga. Itu lho cara membuat kulitnya yang membuat pastel yang saya buat gagal, kulit terlalu tebal dan bentuknya ga bagus.

Wis, beberapa hari kemarin saya melihat beberapa channel youtube mengenai cara membuat pastel yang renyah dan enak. O... ternyata seperti itu toh caranya.

Maka, kemarin saya mencoba kembali dengan keyakinan akan berhasil kali ini.

Bahan-bahan untuk isian:

  • Bihun
  • Wortel
  • Daun bawang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Lada
  • Bawang putih
  • Minyak untuk menumis

Cara membuat isi:

  • Rebus atau rendam bihun dalam air panas untuk beberapa menit hingga mekar dan lunak. tiriskan
  • Potong-potong wortel dan daun bawang
  • Tumis bawang putih hingga harum lalu masukkan wortel dan daun bawang
  • Aduk-aduk hingga tercampur rata
  • Tambahkan lada bubuk dan aduk kembali
  • Masukkan bihun yang telah ditiriskan dan aduk kembali
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Aduk kembali hingga tercampur rata
  • Masak bihun hingga matang

Selasa, 15 September 2020

Membuat Nasi Uduk Menggunakan Langseng (kukusan)

Nasi uduk siap disantap
Setelah mengikuti acara program online via zoom meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untukPenyintas Kanker dan Perawatan Paliatif”, saya pun bergegas untuk mengerjakan kegiatan rumah tangga sehari-hari, yakni memasak.

Dan, saya memutuskan untuk memasak  nasi uduk. Oya, saya pernah sharing mengenai membuat nasi uduk menggunakan magic com yah, kini saya memasak nasi uduknya menggunakan langseng atau kukusan. Jadi, saya share lagi di sini karena caranya yang agak sedikit berbeda.

Kalau menggunakan magic com, kita hanya memasukkan beras berikut bumbu-bumbu dan santan ke dalam magic com, lalu tunggu matang. Namun untuk membuat nasi uduk menggunakan langseng, ada dua tahap.

Yakni pertama beras dijadikan aron lebih dahulu lalu ditanak atau dimasukkan ke dalam kukusan atau langseng.

Adapun bumbu-bumbunya sama seperti nasi uduk menggunakan magic com yah, ga ada yang berbeda.

Flag Counter