Tampilkan postingan dengan label cara bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara bahagia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Maret 2014

Metode Meditasi untuk Pembersihan Diri

Sampah fisik yang kita biasa buang
Apa yang akan kita lakukan ketika melihat tumpukan sampah di depan rumah kita. Sampah yang kian menumpuk itu dengan aromanya yang khas tentu saja mengganggu pernafasan bukan saja kita namun bagi siapa saja yang melintasi depan rumah kita.

Kita mungkin awalnya hanya meletakkan sedikit sampah setiap hari ke tempat sampah yang ada di depan rumah kita. Sedikit demi sedikit dan sampah-sampah itu pun kian hari kian bertambah baik volumenya ataupun aromanya.

Bagi kita yang menyadari keberadaan tumpukan sampah itu pasti akan segera menyingkirkannya dengan membuangnya ke penampungan sampah yang ada di lingkungan kita yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (tpa).

Sampah yang nyata bentuknya memang mudah sekali dikenali keberadaannya dan mudah juga untuk menyingkirkannya. Lalu bagaimana dengan sampah pikiran, sampah emosi yang mengendap dalam diri kita?

Sampah pikiran dan sampah emosi

Seperti halnya sampah fisik yang kita hasilkan tiap hari, kita pun sesungguhnya menghasilkan sampah pikiran dan sampah emosi. Apa pula itu?

Sampah pikiran ataupun sampah emosi merupakan sampah atau emosi-emosi yang terpendam yang tidak dapat kita ekspresikan ketika kita berinteraksi dengan sesama entah itu dengan keluarga, teman atau pun tetangga dan lain sebagainya.

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Minggu, 03 Februari 2013

Stress dan Cara mengatasinya


Stress?
Siapa juga yang tidak disapanya?

Mulai dari anak-anak usia sekolah yang dibebani untuk meraih nilai terbaik oleh para orang tua, sampai pada orang dewasa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Stress memang nampaknya menjadi hal yang rentan sekali bagi siapapun tak pandang usia, pendidikan, agama, budaya ataupun strata social. Semua tanpa kecuali beresiko mengalami stress.

Bahkan pada jaman serba instan ini, resiko itu kian tinggi saja.

Mungkin kita selalu menolak bila seorang kawan memberikan komen bahwa kita sedang stress karena mengingat konotasi stress itu tak ubahnya kata gila. Padahal tidaklah demikian, stress bukan berarti gila tapi melainkan lebih kepada situasi mental kita yang sedang mengalami tekanan atau pressure sehingga menyebabkan kita sulit untuk mengambil keputusan atau membuat kita tak bisa berfikir dengan jernih sehingga tindakan kita menjadi kacau.

Rabu, 30 Januari 2013

Bagaimana Menghadapi Rasa Takut


Setiap orang kami rasa pasti pernah merasakan takut yang menyergap atau diam-diam menyusup ke dalam entah fikiran atau perasaan kita. Rasa takut akan berbagai hal, mungkin itu takut akan masa depan yang belum menentu karena tidak adanya perencanaan mengenai apa yang akan dilakukan dalam masa kehidupan ini.

Atau takut tidak mendapatkan jodoh sehingga menambah satu ketakutan baru yakni takut kesepian. Takut tidak mendapatkan pekerjaan yang layak, takut tak mendapatkan gaji yang cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari bahkan sampai takut mengenai hal yang pasti akan kita bahkan oleh semua mahkluk hidup hadapi yakni kematian.

Gambar dari tweakyourbiz.com
Aneka macam jenis rasa takut ada dalam diri kita sebagai manusia. Manusia memiliki  5 jenis lapis kesadaran, yakni lapisan fisik (yang dapat kita lihat dan sentuh), lapisan energy, lapisan mental/emosional, lapisan intelejensia dan lapisan spiritual. Dalam masing-masing lapisan ini pun bersarang jenis rasa takut di dalamnya.

Rasa takut yang dalam bahasa inggris disebut Fear yakni false emotional appearing real yang artinya emosi palsu yang nampak nyata. Sesungguhnya emosi yang palsu namun terkesan nyata. Ya, kita pun seolah tahu akan hal itu. Rasa takut itu sesungguhnya emosi yang palsu namun terkesan nyata karena akibatnya nampak. Contohnya, kita melihat seseorang menderita penyakit jantung kemudian kita menjenguknya. Kita menjadi takut kalau-kalau kita juga menderita penyakit yang sama di kemudian hari berhubung kita pun memiliki pola hidup seperti orang itu misalnya. Padahal kita tidak atau belum sakit, tapi rasa takut sudah menyerang.

Rabu, 04 Januari 2012

Latihan untuk menemukan kabahagiaan dalam diri


Selasa malam tepatnya 3 January 2012 pukul 19.00 kami kembali mengikuti l salah satu atihan program Neo Self Empowerment yang diselenggarakan di salah satu Ashram dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB sejak 2006) di bilangan Sunter Mas Barat, Jakarta Utara.

Tempat tersebut memang sengaja didirikan oleh Bapak Anand Krishna yang dikenal sebagai seorang tokoh spiritual lintas agama dan juga seorang penulis buku-buku spiritual dan kebangsaan yang produktif. Anand Ashram memang dimaksudkan oleh beliau sebagai tempat untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin memberdaya diri.

Rabu, 21 Desember 2011

Sight Culturing, membudayakan pandangan meraih kebahagiaan


Selasa kemarin tepatnya tanggal 20 Desember 2011, kami kembali mengikuti program Neo Self Empowerment yang diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) dibilangan Sunter Mas Barat, Sunter Jakarta Utara. Acara selalu dimulai tepat pukul 19.00 Wib namun para peserta biasanya mulai masuk ruangan 15 menit sebelumnya guna mempersiapkan diri masing-masing untuk memasuki keheningan diri dalam program tersebut.

Dipandu oleh Dian Martin para peserta sebelumnya diajak untuk memahami makna dan tujuan dari latihan yang akan dilakukan sehingga kami para peserta menjadi lebih bersemangat dan melakukannya dengan sepenuh hati. Tanpa memahami latihan-latihan yang akan dilakukan, latihan-latihan tersebut akan berkurang manfaatnya.
Flag Counter