Masa-masa sepi yakni
tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya
bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya
Idul Fitri.
Waktu itu saya sudah
mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah
saja selama kurang lebih 10 hari.
Wah... lalu lintas di
daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah
Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.
Tapi, kini hampir
sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya
dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).
New Normal
Itulah istilah yang
banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.
Tapi... kok
sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini,
kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu
menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.
Kini.... walaupun
kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus
menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering
mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.
Bukan suatu hal yang
normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh
berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa
kita untuk berubah.
Sungguh suatu hal
yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

