Tampilkan postingan dengan label Meditasi Online bersama Bapak Anand Krishna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi Online bersama Bapak Anand Krishna. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Kamis, 16 April 2020

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Terima Kasih

“Walah... pagi-pagi ngapain si Santo ini telp ya.” Satria bergumam sendiri seraya meraih handphonenya yang sedari tadi tergeletak di atas kasurnya.

“Sorry bos, gua terpaksa telpon lu, soalnya gua wa dari tadi malem belum lu baca.” Suara Santo terdengar rada-rada mau ketawa dia. Dia tau betul kalao sahabatnya itu ngga terlalu suka menerima telpon atao bicara di telpon. Kuping terasa panas, katanya.

“Iyah... aku belum selesai edit video nih dari tadi malem jadi ga sempet buka hp.” Singkat Satria menjawab.

“Iya, Sat. Gua mau minta tolong lagi ama lu yah. Tolong sampaikan puisi gua untuk Bapak AnandKrishna.” Kali ini suara Santo terdengar serius.

“Udah gua kirim ke email lu tadi malem, tolong ya bos.” Lanjut Santo masih dengan nada yang sama.

“Wis lah... aku ngga bisa nolak permintaan mu yang satu itu. Pasti akan aku sampaikan, tapi lewat blog aku yah seperti biasa.” Jawab Satria ikutan serius dia menanggapi permintaan sahabatnya itu.
Flag Counter