Tampilkan postingan dengan label yayasan Anand Ashram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yayasan Anand Ashram. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Merayakan Natal Bersama Yayasan Anand Ashram

Kemarin, tanggal 25 Desember 2014 dirayakan sebagai hari kelahiran seorang nabi yang dikenal umat Islam sebagai Nabi Isa, Sang Masiha atau Yesus Kristus , demikian para penganut agama kristen menamakan beliau. Hari yang dikenal dengan sebutan hari raya Natal.

Kemarin pula untuk pertama kalinya kami ikut bersama Yayasan Anand Ashram merayakan kelahiran beliau yang sungguh mulia. Berangkat dari rumah kurang lebih pukul 3 sore, kami melaju bersama penumpang lainnya yang menuju terminal senen dalam angkutan kopaja P 20.

Menyanyi bersama dalam suka cita natal
Yayasan Anand Ashram beralamat di Jl. Sunter Mas Barat, Sunter, Jakarta Pusat sedangkan kami berlokasi di Jakarta Selatan sehingga setelah sampai di terminal senen, maka kami pun bergegas untuk menggunakan angkot M 37 yang melewati kawasan Kelapa Gading. Sampai di Sunter Mas Barat, kami pun turun dari angkot tersebut.

Foto Bersama seusai acara
Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki karena jaraknya tak terlalu jauh.
Yayasan Anand Ashram memang tiap tahun merayakan natal bersama dengan segala keceriaan yang ada. Namun baru kali itu kami berkesempatan untuk ikut bergabung. Ternyata suasana acara sungguh meriah diisi dengan menyanyikan lagu-lagu memuji Dia dan juga lagu yang jenaka.

Jumat, 01 November 2013

Stress, penyebab dan solusinya

Gambar dari naturemoms.com 
Kalau cek di search engine terbesar, google dengan kata kunci tersebut akan muncul Sekitar 433.000.000 hasil (0,56 detik). Menakjubkan bukan? Atau malah tidak?

Dan yang bertengger di posisi puncak adalah ulasan dari Wikipedia Bahasa Indonesia http://id.wikipedia.org/wiki/Stres

ini yang dimaksud dengan stress oleh situs itu; Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.

Banyak sekali penyebab stress, antara lain; pekerjaan yang menumpuk, lingkungan kerja yang tidak kondusif, penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah keuangan yang buruk bahkan olahraga yang berlebihan pun menyebabkan tubuh kita menderita stress.

Penyebab-penyebab tersebut bisa kian bertambah dari waktu ke waktu dengan perkembangan jaman dan teknologi yang juga memicu stress kian meningkat. Mungkin kalau di tahun 70an tingkat stress pada masyarakat tidaklah seperti sekarang ini. Ya, semakin buruk saja nampaknya kondisi yang ada. 

Senin, 25 Februari 2013

Mengatasi Amarah yang Terpendam

Dari comedyrants.com 

Ku kira rasa sakit hati itu telah hilang. Pupus begitu saja tatkala kata maaf keluar dari mulut orang itu. ku kira amarah yang ada dalam diri telah hilang bak uap yang menguap seiring angin menghalaunya.

Ternyata tidak. Rasa sakit hati itu, rasa dendam itu, amarah itu masih ada. Mengendap. Terdesak perlahan ke bawah alam bawah sadar ku. Ya, semua rasa di atas itu masih ada dan aku menyadari tatkala ku lihat orang yang telah menabrak ku lewat di depan mata ku.

Amarah itu muncul begitu saja saat ku lihat orang itu. Aku yakin orang itu mengingat betul wajah ku, orang yang kemarin telah ia tabrak dan ia tak meminta maaf sebelum seorang preman hendak menghujamkan kepalan tangannya dengan tak sabar ke wajahnya.

Uh…. Sungguh sebel, marah aku pada orang itu. kenapa kemarin tak ku biarkan saja para preman menghajarnya habis-habisan?  Aku bertanya-tanya dalam hati. Tak puas rasanya melihat orang itu hanya minta maaf dan berlalu begitu saja.

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Selasa, 28 Februari 2012

Mereka Bicara Anand Krishna


Majalah Barometer
Edisi February – Maret 2012
Laporan Utama hal. 13 - 15


Bagi orang-orang yang secara dekat mengenal Anand Krishna, ia adalah pribadi yang baik dan visioner. Selalu menerapkan keseimbangan hidup dan kemandirian yang ingin ia tularkan pada orang lain. Seperti apa pendiri Yayasan Anand Ashram ini di mata mereka?

Wayan Sayoga – Ketua Yayasan Anand Ashram
Anand Krishna Telah Menginspirasi Hidup Saya

Saya terlibat aktif di Yayasan Anand Ashram pada 2005. Yayasan yang didirikan oleh Anand Krishna ini berdiri pada 14 Januari 1991. Dalam perkembangannya, pada 2006 Anand Ashram berafiliasi dengan PBB lewat Departemen Informasi Publik. Lewat afiliasi ini maka Anand Ashram melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan visi-visi global

Sabtu, 15 Januari 2011

Peringatan Hari Ulang Tahun Yayasan Anand Ashram


Dalam rangka peringatan hari ulang tahun yang ke 20, Yayasan Anand Ashram yang telah berafiliasi dengan PBB sejak 2006 mempersembahkan sebuah seminar dengan tema “ Toward Enlightened Society”

Acara yang meriah tersebut diadakan bertepatan dengan tanggal 14 Januari 2011 yang bertempat di Gedung Dewan Pers Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kami bertiga berangkat menuju blok M terlebih dahulu kemudian perjalanan dilanjutkan dengan bus way yang menuju kota. Kami turun di halte Sarinah kemudian berjalan kaki menuju depan sarinah lurus ke arah perempatan. Nah, dari sana kami lanjutkan dengan menumpang kendaraan si roda tiga, bajaj. Akhirnya kami pun sampai di gedung tersebut.


Flag Counter