Tampilkan postingan dengan label Anand Ashram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anand Ashram. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juli 2026

Halo Juli

Gambar dari Google search
Bulan telah berganti dan kini sudah masuk hari kedua bulan ke tujuh - bulan Juli. Hmm... beberapa ponakan ulang tahun di bulan ini. Semoga semua sehat-sehat, bahagia dan sukses. Amin... Untuk yang masih sekolah semoga semakin giat belajar dan menuntut ilmu guna bekal di kemudian hari.

Untuk yang sudah bekerja semoga semakin giat bekerja guna menabung untuk keperluan masa depan dan juga semoga disayang di tempat kerja. Amin...

Selain itu, semua doa yang baik-baik saya ucapkan untuk semuanya. Para ponakan sudah besar-besar dan itu menandakan bahwa saya sudah semakin bertambah banyak usianya, he he he.. Begitulah hidup. Seiring berjalannya waktu, bertambah pula kembang jambu di atas kepala alias uban, he he he...

Sepertinya ini sudah memasuki musim panas, dari kemarin panas pol. Seperti biasa di musim panas seperti ini kita harus lebih banyak minum air putih supaya tidak dehidrasi.

Minggu, 30 Oktober 2022

Perayaan Divali 2022 di Anand Ashram Sunter

Hari Divali 2022 jatuh pada tanggal 24 Oktober hari Senin tetapi karena satu dan lain hal, perayaan hari tersebut di Anand Ashram Sunter diadakan pada hari Rabu, 26 Oktober 2022.

Perayaan berlangsung meriah dengan peserta yang datang dari berbagai penjuru kota Jakarta bahkan ada yang berasal dari Tangerang serta Bekasi.

Sudah dua tahun perayaan Divali tidak diadakan secara offline di Ashram Sunter ataupun Ashram lainnya yang dikarenakan oleh adanya Pandemi Covid 19.

Dan kali itulah pertama kalinya perayaan Divali diadakan secara offline. Sungguh gembira rasanya.

Senin, 26 September 2022

Program di akhir pekan

 

Penat dengan kesibukan sehari-hari yang ngga ada abisnya? Pastinya kita perlu rekreasi atau cari hiburan guna menghilangkan rasa penat itu sehingga setelah itu kita akan kembali segar untuk melanjutkan kembali aktifitas seperti biasanya.

Tak perlu khawatir dan tak perlu jauh-jauh juga untuk menemukan tempat yang pas karena tersedia suatu program di akhir pekan yang akan membuat kita-kita menjadi fresh baik itu secara fisik, mental/emosional dan juga spirit tentunya.

Wah, penasaran ga sih di mana tempatnya dan program yang bagaimana yang diadakan dalam program tersebut?

Ini bagi yang penasaran saja yah….

Sabtu, 05 September 2020

Program Online via Zoom Meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untuk Penyintas Kanker dan Perawatan Paliatif"

Pagi tadi, pukul 9 – 10.30 saya mengikuti program online tersebut. Programnya memang diadakan tiap hari Sabtu. Program ini diselenggarakan oleh Yayasan Anand Ashram yang didirikan oleh Bapak Anand Krishna. Program ini diberikan secara gratis, namun peserta harus mendaftar lebih dahulu.

Dan hari ini adalah pertemuan yang ke empat sejak tanggal 15 Agustus lalu diadakan.

Oya, hari ini pesertanya cukup banyak dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan yang lalu.

Latihan yang diberikan

Adapun latihan yang diberikan adalah latihan meditasi guna me-manage emosi – emotion culturing – membudayakan emosi. Ini merupakan latihan yang luar biasa manfaatnya bila dilakukan dengan sepenuh hati dan rutin.

Latihan ini merupakan salah satu latihan yang diracik oleh Bapak Anand Krishna dan sudah banyak yang mengikuti atau melakukan latihan ini dan merasakan manfaat yang luar biasa.

Latihan tersebut merupakan salah satu latihan yang diberikan dalam program NSE dan bisa ditemukan juga dalam buku "Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern" karya Bapak Anand Krishna 

Ananda’s Neo Self Empowerment – Seni Memberdaya Diri bagi Orang Modern

Senin, 15 Juni 2020

Latihan Master Dance Meditation Online via Aplikasi Zoom

Penari dan Tariannya

Tadi malam merupakan kali ke empat saya dan suami ikut latihan meditasi online melalui aplikasi Zoom. Latihan meditasi online kelas ego elimination yang sebelum pandemi memang dilaksanakan tiap hari Senin malam pukul 7 di Anand Ashram Sunter.

Latihan yang ke empat ini adalah master dance meditation. Latihan ini adalah yang kedua kalinya. Jadi, latihan pertama dan ke dua adalah latihan cleansing meditation dan latihan ke tiga dan ke empat adalah latihan master dance meditation.

Dan, karena online, maka peserta kelas Senin yang pada awalnya (offline) kurang lebih hanya 12 orang, kini meningkat tajam jumlahnya. Peserta menjadi lintas daerah tidak hanya dari Jakarta saja, ada yang dari Tangerang, Jogja dan Bali. Rame dan seru deh!

Sang fasilitator yakni mas Deepak Kumar, pada latihan master dance meditation yang pertama (minggu lalu) mengutip penjelasan Bapak Anand Krishna dalam buku beliau yang berjudul Meditasi Untuk Meningkatkan Kesadaran pada bagian dance meditation: “ Segala sesuatu dalam alam ini sedang bergetar, sedang menari.”


Buku Meditasi Untuk Peningkatan Kesadaran
Mas Deepak juga menjelaskan bahwa menari juga telah dijadikan sebagai salah satu sarana untuk terapi. Terapi menari ini dikenal dengan istilah Dance/Movement Therapy (DMT) biasa digunakan untuk mendukung fungsi intelektual, emosional dan motorik tubuh. DMT menggunakan konsep bahwa pergerakan tubuh memiliki kaitan dengan emosi seseorang.

Malam tadi, mas Deepak sharing mengenai pertemuannya dengan seorang teman lama. Dari pertemuannya tersebut mas Deepak berkesimpulan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di luar amatlah  penting. Dan latihan meditasi menari ini salah satunya dimaksudkan untuk hal itu.

Rabu, 10 Juni 2020

Cara Mengganti Profile Photo di Akun Zoom


Ikon Zoom
Sudah tiga kali saya dan suami ikutan program meditasi online yang diadakan oleh Yayasan Anand Ashram melalui aplikasi Zoom. Awalnya agak bingung juga bagaimana cara menggunakan Zoom tersebut.

Berhubung sebelumnya belum pernah menggunakan Zoom yah, jadi maklum saja agak bingung dan khawatir ga bisa menggunakannya (he he he). Ya, karena harus digunakan, maka saya instal lebih dulu aplikasi tersebut di hp saya.

Dan berhasil yah. Oya, setelah diinstal, harus diaktifkan lebih dulu baru kemudian bisa digunakan.

Selanjutnya saya bertanya-tanya dalam hati kok ada akun temen-temen yang menggunakan photo. Jadi, bila fitur kamera atau videonya di aplikasi Zoom dinon-aktifkan, ditampilkan lah itu photo diri.  Bagaimana yah caranya?

Tadi malam, saya utak-atik akun Zoom saya dan..... akhirnya ketemu juga caranya. Hore... (har har.... kayak wong ndeso ajah).

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Senin, 25 Mei 2020

Berkah di Hari Ulang tahun


Hari kedua di hari raya idulfitri kali ini bertepatan dengan hari kelahiran saya, hari ulang tahun saya. Hmm... senang juga karena bertepatan dengan hari lebaran tapi.... hari lebaran di tengah pandemi seperti tahun ini... jadi bikin sedih.

Sedih, karena ga bisa keluar rumah untuk sekedar membeli sesuatu yang bisa dinikmati bersama keluarga. Tapi... mau bagaimana lagi. Toh ini suatu kondisi yang harus diterima, siapa pun juga mengalami hal yang sama.

Diterima saja...

Sebenarnya, saya juga tidak pernah merayakan hari ulang tahun secara spesial yah. Biasa aja, paling hanya membeli makanan untuk dimakan bersama keluarga. Itu saja.

Nah, malam hari sebelumnya saya tanya ke suami kira-kira minta blessing ga yah ke Guruji? Jawabannya terserah saja. Dan, di pagi harinya saya tanya lagi (banyak tanya nih saya) hal yang sama. Jawabannya adalah kurang lebih kayak gini; ga usah minta-minta berkah segala, ga diminta juga kan selalu dikasih. Berkah sang Guru senantiasa mengalir.

Jawabannya itu yang membuat saya mengurungkan niat untuk minta berkah dari beliau.

Di hari sebelumnya juga

Ada informasi dari fasilitator kelas meditasi ego elimination, bahwasanya akan dilakukan penjajakan untuk mengadakan kelas meditasi kembali (biasanya di Sunter tiap senin) menggunakan aplikasi zoom.

Teman-teman dan saya beserta suami juga ikutan mendaftar kelas tersebut. Tapi, ga tau diadakan mulai senin kapan. Terus, keesokan harinya (senin) siang diumumkan bahwasanya kelasnya akan dimulai senin ini 25 Mei 2020 pukul 19.30 WIB.

Wah... serasa dikasih kado.

Dan latihan pertama yang kita lakukan bersama melalui aplikasi zoom itu adalah cleansing meditation. Bener-bener berkah di hari ulang tahun.

Terima kasih Guruji atas berkah ini dan juga terima kasih teman-teman atas ucapan, doa ulang tahunnya serta kesempatan berlatih bersama.

Ternyata ucapan suami saya benar, berkah Sang Guru selalu mengalir tanpa diminta. 

Senin, 18 Mei 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 5)


Kasus pertama orang yang terinfeksi virus Corona di Indonesia diumumkan oleh presiden per 2 Maret 2020 dan hingga kini kian bertambah jumlah orang yang terinfeksi. Kasus yang meninggal juga kini sudah di angka 1.148 orang dan yang sembuh berjumlah 4.129 orang dari yang terinfeksi yakni berjumlah 17.514 orang.

Data di atas saya ambil dari tribun Jogja 

Kini dengan adanya wabah ini, banyak kegiatan yang tadinya dilakukan secara konvesional (secara offline, bertemu muka secara langsung) mulai disesuaikan mengikuti aturan yang ada, antara lain tidak boleh berkerumun dan menjaga jarak.

Banyak kegiatan yang kini beralih dilakukan dengan online (menggunakan teknologi yang ada). Anak-anak yang tadinya belajar di sekolah, kini harus belajar di rumah secara online. Pun demikian, para pekerja harus bekerja dari rumah dan bila ada meeting, maka dilakukan secara online pula.


Kegiatan Meditasi di Anand Ashram


Untuk kegiatan meditasi di Anand Ashram pun mengikuti perkembangan yang ada, dalam hal ini dilakukan secara online. Mulai dari yang free alias gratis dengan cara streaming di channel youtube Anand Ashram, hingga yang berbayar.

Kamis, 16 April 2020

Terima Kasih Bapak Anand Krishna

Terima Kasih

“Walah... pagi-pagi ngapain si Santo ini telp ya.” Satria bergumam sendiri seraya meraih handphonenya yang sedari tadi tergeletak di atas kasurnya.

“Sorry bos, gua terpaksa telpon lu, soalnya gua wa dari tadi malem belum lu baca.” Suara Santo terdengar rada-rada mau ketawa dia. Dia tau betul kalao sahabatnya itu ngga terlalu suka menerima telpon atao bicara di telpon. Kuping terasa panas, katanya.

“Iyah... aku belum selesai edit video nih dari tadi malem jadi ga sempet buka hp.” Singkat Satria menjawab.

“Iya, Sat. Gua mau minta tolong lagi ama lu yah. Tolong sampaikan puisi gua untuk Bapak AnandKrishna.” Kali ini suara Santo terdengar serius.

“Udah gua kirim ke email lu tadi malem, tolong ya bos.” Lanjut Santo masih dengan nada yang sama.

“Wis lah... aku ngga bisa nolak permintaan mu yang satu itu. Pasti akan aku sampaikan, tapi lewat blog aku yah seperti biasa.” Jawab Satria ikutan serius dia menanggapi permintaan sahabatnya itu.

Rabu, 15 April 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 3)

Di depan Superindo

Tulisan ini masih terkait dengan keberadaan pandemik ini ya teman-teman. Mungkin bosan membahas pandemik yang belum tau kapan berakhirnya.

Tapi.... lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan apa saja yang saya bisa lihat di sekitar lingkungan saya terkait pandemik ini. Mungkin hal sepele saja.

Sejak diumumkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 6 April 2020 perihal semua orang harus menggunakan masker ketika berada di luar rumah, orang-orang yang saya temui di sekitar rumah (terutama ketika saya berbelanja) sebagian besar memakai masker. Walaupun masih ada satu, dua orang yang tidak memakainya.

Kebanyakan memang menggunakan masker kain, seperti yang saya lakukan juga lantaran masker bedah sulit ditemukan. Dan memang saat itu diumumkan juga bahwa masyarakat cukup menggunakan masker kain, masker bedah atau masker medis untuk para tenaga kesehatan.

Fasilitas Mencuci Tangan


Seingat saya, setelah dikeluarkan pernyataan di atas esok harinya saya mendapatkan ember lumayan besar (kaleng cat besar) yang sudah dimodifikasi sebagai tempat untuk cuci tangan di depan rumah. Disediakan pula sabun yang diikat pada ember tersebut.

Ada di depan rumah

Selasa, 14 April 2020

Apakah ini efek terlalu lama #dirumahaja ?

di rumah aja

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga selalu sehat yah. Dalam situasi yang tak menentu seperti ini kita dituntut untuk senantiasa sehat. Hal itu bukan untuk kepentingan diri kita saja, namun juga demi orang-orang di sekitar kita juga yah.

Soalnya kalo kita sakit, itu akan berdampak buruk pada orang-orang di sekitar kita juga. Yap, semaksimal mungkin kita harus berupaya untuk tetap sehat. Tetap semangat ya, walo #dirumahaja.

Oya, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu nih. Begini ceritanya;
Sayup-sayup terdengar suara adzan dari kejauhan. Saat itu, saya yang masih belum terjaga betul dari tidur berpikir ; “wah.... sudah Isya (saya menganggap itu adzan untuk shalat Isya). Terlambat deh saya ikut kelas di Sunter.”
“Apa yang harus saya katakan pada pak Joe supaya saya diperbolehkan masuk kelas?”
Saya biasa ikut kelas di Anand Ashram Sunter tiap hari Jum’at dan kelas dimulai tepat pukul 7 malam. Dan bila terlambat, tidak diijinkan untuk masuk. Peraturannya memang seperti itu. Kita dibiasakan untuk disiplin waktu.

“Mana ga bisa naik gojek kan? Soalnya ada peraturan PSBB sekarang ini di Jakarta.” Saya masih terus berpikir (padahal belum terjaga betul).
Tak beberapa lama, akhirnya saya terbangun dari tidur dan mendapati bahwa itu adalah adzan Shubuh, he  he  he.... 
Walah... kok bisa seperti itu yah? Apakah  itu efek dari terlalu lama #dirumahaja ? lantaran wabah corona ini? He he he... saya ndak tau. 

Selasa, 19 November 2019

Cleansing Meditation di Anand Ashram Sunter, Jakarta


Seperti biasa, senin di Anand Ashram yang merupakan pusat pelatihan meditasi dan pemberdayaan diri terdapat program latihan meditasi lanjutan yang dinamakan ego elimination.

Nah, latihannya kali itu adalah cleansing meditation (Ya Hu) yang pertama (dalam satu putaran ada dua kali cleansing meditation), jadi senin depan adalah cleansing meditation yang kedua yang akan dilanjutkan dengan dance master senin berikutnya.

Latihan cleansing meditation yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang Indonesia oleh Bapak Anand Krishna ini memang agak lebih intens dan dalam (itu menurut pendapat saya). Setelah sekiaan lama mengikuti latihan-latihan meditasi di Anand Ashram, saya mulai bisa menikmati latihan yang satu ini.

Step by step latihan dipandu oleh fasilitatornya yakni mas Deepak.

Rabu, 02 Oktober 2019

Cara Mengatasi Baper ala Bapak Anand Krishna


“Siang-siang begini ngapain yah!” Santo bergumam sendiri sambil mondar-mandir di dalam kamarnya.

Sepi suasana siang itu di rumahnya. Ibu dan adik perempuannya sedang mengunjungi kerabat di bilangan Karawang, Jawa Barat. Hal yang rutin dilakukan oleh ibu dan adik perempuannya itu sebulan sekali.

Karena Santo kali ini tak mau ikut serta, ya… jadilah ia sendiri saja di rumah.

Terkadang terdengar suara pedagang makan yang lewat. Ketika ada pedagang ketoprak yang lewat, ia pun bergumam lagi.

“Mau isi perut dulu ah.” Seraya membawa piring kosong dari dapur, ia agak berteriak
“Tunggu bang. Ketoprak!”

Si pedagang ketoprak yang merupakan langganan Santo pun berhenti sambil berkata “siap mas. Biasa yah?”

“Sip bang, seperti biasa tapi kali ini ga usah pake cabe yah soalnya lagi ngga beres nih perut,” Santo menimpali si abang ketoprak.

Dengan sigap si pedagang ketoprak itu mulai meracik pesanan Santo, pelanggannya. Kesigapan dan gaya sang pedagang membuktikan bahwa ia adalah pedagang yang mumpuni, sudah malang melintang di dunia perketoprakan, dunia yang ia kuasai.

Pertama-tama bawang putih diulek di atas piring, lalu tambahkan bumbu kacang. Tambahkan air. Aduk-aduk hingga tercampur rata. Selanjutnya masukkan potongan tahu goreng, bihun, irisan timun, toge dan lontong atau ketupat. Terakhir, diberi taburan bawang goreng dan kerupuk.  Semua dimasukkan di dalam satu piring.

Tak beberapa lama, pesanan Santo pun sudah selesai dibuat.

“Wis… terima kasih bang,” ujar Santo seraya menyerahkan selembar uang sepuluh ribu ke si pedagang.

Selasa, 02 Juli 2019

Tempat Meditasi Jakarta


“Sepi amat kayaknya hidup gua Sat”. suatu hari Santo mengeluh pada sahabatnya. Saat itu mereka duduk-duduk menikmati suasana sore hari di balkon belakang kamar Satria.

“Coba kamu telusuri San, apa yang kurang atau yang belum kamu lakukan.” Satria menjawab sambil meneguk segelas teh manis yang ada di hadapannya.

“Sesuatu yang ingin kamu lakukan tapi belum kamu lakukan.”Satria masih menambahkan.
“Tapi tentu saja sesuatu yang baik ya bukan hal yang buruk  dan pastinya ga ngerugiin siapa pun juga.”

Angin sepoi-sepoi menjadi saksi obrolan mereka sore yang cerah itu.

“Wah.. kalau itu sih banyak Sat. Gua pengen ngerjain banyak hal yang menurut gua baik tapi belum gua kerjain lantaran masih banyak kendala.” Santo ikut meneguk teh manis yang disuguhkan.
“Kendalanya pasti lu tau lah, selain dari sisi keuangan ada juga sisi mental. Gua ga cukup berani melakukan hal-hal itu.” Santo masih melanjutkan.

Sesekali terdengar suara pedagang makanan yang lewat menjajakan dagangan mereka.

“Mungkin kamu mesti mencoba mulai menyelami diri San.” Satria memberi sebuah solusi.
“Menyelami diri bagaimana Sat? emangnya diri gua ini kolem yang bisa diselami?” Santo agak guyon memandang wajah sahabatnya itu.

Yang dipandang malah mencibir.

“Wa ka ka ka ka ka …” Garing tuh San

Sabtu, 02 Februari 2019

Solusi dari Bapak Anand Krishna Agar Terhindar Dari Penyesalan

Jam 2 lewat dini hari saat itu ketika Santo terbangun dari tidurnya dan sulit untuk tidur kembali. Sejenak ia berpikir bahwa sudah beberapa kali dalam satu bulan belakangan ini hal itu terjadi padanya. Tidak seperti biasanya.

Ia pun bergegas pergi ke kamar mandi dan setelah itu menuju dapur untuk meneguk segelas air putih lalu kembali ke kamarnya. Tak ingin berlarut-larut dalam kegelisahannya, ia duduk bersila di atas tempat tidurnya. Berupaya untuk mencari tahu penyebab dari hal yang ia alami.

Santo mencoba untuk mengatur nafasnya sambil memejamkan mata dan masih dengan posisi duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ia menarik nafas dan perutnya otomatis mengembung kemudian membuang nafas, perutnya mengempis, berkali-kali ia melakukan proses pernafasan itu yang ia ketahui dari menyimak video-video Bapak Anand Krishna di channel Youtube beliau dan juga buku-buku yang beliau tulis.

Masih melakukan proses pernafasannya, Santo perlahan-lahan bertanya pada dirinya sendiri (bertanya dalam hati) mengapa ia gelisah dan sering terbangun di tengah malam. Pertanyaan itu diulanginya terus menerus. Sudah lewat 15 menit, namun jawaban tak didapatinya. Detak jarum jam terdengar jelas di keheningan malam.

Santo tak berkecil hati. Ia terus melakukan proses pernafasan sambil terus bertanya. Ia bersikeras untuk menemukan jawaban dari kegelisahan yang ia alami akhir-akhir ini. Lamat-lamat ia teringat kata-kata Satria, sahabatnya; “Dalam salah satu wejangan Bapak Anand Krishna terkait pembahasan Bhagavad Gita, beliau mengatakan untuk tidak menunda niat baik dan menunda niat buruk karena pikiran kita mudah berubah.”

Terngiang-ngiang suara Satria masih melanjutkan: “Dalam penjelasan tentang Bhagavad Gita Percakapan 02 Ayat 31-41 yang mengambil tema besar Jangan Ragu Jalanilah Hidupmu Sesuai Kodratmu Itulah Yoga, Bapak AnandKrishna memaparkan bahwasanya bila kita memiliki niat baik atau ingin melakukan suatu hal yang baik maka hendaknya janganlah ditunda namun bila ada niat buruk maka kiranya ditunda hal ini berkaitan dengan pikiran kita yang mudah berubah.

Kamis, 24 Januari 2019

Yuk, Simak Bhagavad Gita oleh Bapak Anand Krishna, Mudah Dipahami Lhoo...

Sore itu, setelah pulang mengajar, Satria menuju ke kediaman sahabatnya yakni Santo. Ada keperluan karena Santo memintanya untuk membantu untuk setting email di laptopnya yang rada error.

Baru saja Satria duduk di salah satu bangku yang tersedia di kamar sahabatnya itu, ia rada tertegun melihat dua wayang yang terpasang di dinding kamar itu.

Wayang Shri Krishna dan Arjuna
“Eh, kapan kamu beli wayang-wayang itu San? Aku baru liat, kemarin-kemarin kayaknya belum ada.” Satria bertanya sambil menunjuk dua wayang yang terpasang di dinding kamar Santo.

“Itu udah lama banget Sat, kebetulan minggu lalu gua beres-beres gudang. Gua liat dua wayang itu ada di lemari gudang. Ya, sudah gua pasang aja di dinding ini.” Santo menjelaskan

“Wayang-wayang itu gua beli dari pedagang yang lewat Sat, tumben-tumbenan ada yang menjual wayang keliling.” Santo masih meneruskan kalimatnya.

“Nah, baru-baru ini gua kepikiran. Kok gua milih sosok wayang itu ya? Padahal penjual itu juga membawa beberapa sosok wayang lainnya. Apa mungkin karena di alam bawah sadar gua sudah ada rekaman dua sosok wayang itu ya, Sat?” Dengan nada yang tidak yakin, Santo bertanya pada Satria.

Kamis, 17 Januari 2019

Bapak Anand Krishna Membahas Tentang Rasa Takut dan Solusinya


“Kenapa memangnya San, tumben ga langsung ke rumahku saja.” Di suatu siang Satria menjawab pesan WA dari Santo, sahabat karibnya.

“Itulah Sat, gua ini lagi dihantui rasa takut yang macem-macem nih,”Santo menjawabnya disertai ikon orang sedang ketakutan.

“Takut apa San, lha wong kamu kan sudah biasa datang ke sini. Lagi juga aku ga pelihara anjing galak kan?” Satria menimpali sahabatnya itu dengan ikon orang tertawa di akhir kalimatnya.

“Kemarin gua abis menonton ramalan beberapa peramal mengenai tahun 2019 ini Sat, dan semua ramalannya itu mengatakan bahwa akan terjadi serangkaian bencana yang menimpa bangsa ini.  Gua jadi takut nih, Sat. Tapi, jangan diketawain yah.” Santo melanjutkan

“Gue tahu kalau Bapak Anand Krishna menulis tentang rasa takut dan solusinya. Tadinya gua mau pinjem ke sepupu gua, si Rahayu. Tapi, bukunya dia lagi dipinjem ama temannya. Jadi, gua pinjem ama lu aja deh Sat. Pasti lu punya kan?” Lanjut Santo sambil bertanya.

“Tenang aja San, ada kok bukunya. Lagian kenapa juga mesti takut dengan ramalan kayak gitu. Kan, kamu tau sendiri kalau setiap awal tahun para peramal memang selalu mengeluarkan ramalan mereka. Hal yang mesti kita lakukan adalah selalu mawas diri, selalu berupaya untuk menjadi baik setiap saat. Ga perlu terlalu cemas juga dengan ramalan itu San.”  Satria menjawab dengan santai

“ya, memang sejumlah gunung di negeri kita ini sedang meningkat aktifitasnya dan itu tidak bisa kita abaikan juga, tapi kita juga tidak perlu takut berlebihan.” Satria masih mengirim pesan Wa ke sahabatnya itu. 

Senin, 07 Januari 2019

Pembahasan Bapak Anand Krishna Mengenai Hantu : Menyimak Rahasia Roh


Siang yang cerah diselingi dengan hembusan angin yang semilir, di teras rumah Satria di bilangan Jakarta selatan itu Satria dan teman karibnya Santo sedang ngobrol santai.

“Sat, sepupuku, Rahayu pernah cerita bahwa suatu kali dia pernah lompat dari kendaraan yang ditumpanginya karena saat itu di kendaraan tersebut ada orang yang berantem. Nah, dia lompat karena takut kena pukulan atau sasaran orang yang berantem itu. Untungnya laju kendaraan itu tak terlalu kencang katanya.” Santo mulai bercerita kepada Satria.

Satria yang duduk nggelosor di lantai, sambil sesekali nyeruput kopi pahit kesukaannya itu mendengarkan sahabatnya dengan seksama.

“Sebelum dia lompat, dia sempat menyebut salah satu namaNya. Hup, dia lompat. Nyusruk lah dia di atas jalanan yang beraspal. Untungnya tak ada kendaraan lain di belakang kendaraan tadi. Kemudian, dia bilang tiba-tiba ada yang membantunya berdiri. Setelah sepupuku itu berdiri, dia ingin ucapkan terima kasih kepada orang yang menolongnya tadi, tapi setelah ia tengok kiri kanan tapi kok ga ada orang.” Santo masih melanjutkan cerita tentang sepupunya itu. 

Jumat, 17 April 2015

Di mana Tempat Meditasi di Jakarta

Gambar dari Google
Rutinitas sehari-hari di kota-kota besar membuat sebagian besar orang menjadi stress. Hal tersebut dikarenakan faktor lingkungan yang memang membuat kita menjadi stress. Faktor luar seperti kemacetan lalu lintas yang menjadi santapan setiap hari memang tidak bisa dihindari.

Tapi, bila kita ditanya apakah stress? Maka hampir sebagian besar dari kita menyangkalnya. Tapi bila pertanyaannya diganti menjadi apakah pernah mengalami migrain, leher tegang, serta sakit maag hingga sulit tidur, mudah cemas, gelisah dan marah? Dan kebanyakan pasti mengakui pernah seperti itu.

Dan ketahuilah bahwa hal itu semua adalah gejala dari stress. Hah? Iya benar. Semua tadi adalah gejala dari stress. Tentu saja kita harus segera bertindak sebelum gejala tersebut membuat hari-hari yang kita jalani menjadi lebih buruk atau tidak menyenangkan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Dengan meditasi.

Flag Counter