Tampilkan postingan dengan label Belajar menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2022

Sehari lagi

 

Ya, tinggal satu hari lagi dan tahun akan berganti. Berganti dari 2022 menjadi 2023. Hmmm waktu cepat berlalu tak terasa akan memasuki tahun 2023.

Sehari lagi berarti akan bertambah usia satu tahun. Sehari lagi dan bulan akan ikut berganti pula. Sehari lagi dan suasana pun tak akan sama.

Sehari lagi dan semilir angin pun akan berganti juga.

Tak ada yang sama. Pikiran kita pun berubah-ubah tiap detik.

Sehari lagi dan matahari yang terbit pun akan mengubah semuanya menjadi berbeda.

Tak terasa….

Sungguh waktu tak bisa dibalikkan. Waktu akan senantiasa bergerak maju, ke depan tidak mundur.

Memang seperti itu adanya.

Minggu, 25 Desember 2022

Cuaca akhir tahun 2022

Dari kemarin, cuaca seperti ini, mendung sesekali hujan lalu berhenti dan hujan lagi. Seperti itu. Matahari seolah terhalang awan mendung, ga ada sorotan panasnya. Jadinya dingin.

Tapi kalau dibandingkan dengan di Eropa dan Amerika sana, cuaca di sini tak sebanding lah. Hanya dingin tak terlalu seperti yang dirasakan orang-orang di sana.

Di sini, kita tak perlu berpakaian khusus untuk mengusir rasa dingin. Pakai jaket atau sweater pun sudah lebih dari cukup.

Minggu, 11 Desember 2022

Di belakang rumah

Di belakang dan samping rumah, ada beberapa tetangga. Bersyukur punya tetangga jadi tak sendiri hidup di daerah ini.

Terkadang suasana di belakang rumah itu rame, tetangga pada ngobrol di sana. Terdengar jelas dari dalam rumah. Tak mengapa. Bersyukur karena tetangga pada sehat dan bisa bercengkrama.

Terkadang suasana di belakang rumah terbilang sepi. Tak mengapa. Sepertinya tetangga sedang beraktifitas di luar rumah (bepergian) atau sedang beristirahat dalam rumah masing-masing.

Kalau sedang rame, saya menikmatinya karena ternyata enak juga mendengar orang-orang berbicara, ngobrol santai.

Kalau pun sedang sepi, pun saya menikmatinya. Hening… tak ribut dengan suara-suara.

Yang terdengar terkadang hanya suara motor yang lalu lalang di bagian depan rumah atau suara pedagang makanan.

Tak jarang pula terdengar suara pengamen yang datang ke rumah-rumah.

Minggu, 30 Oktober 2022

Perayaan Divali 2022 di Anand Ashram Sunter

Hari Divali 2022 jatuh pada tanggal 24 Oktober hari Senin tetapi karena satu dan lain hal, perayaan hari tersebut di Anand Ashram Sunter diadakan pada hari Rabu, 26 Oktober 2022.

Perayaan berlangsung meriah dengan peserta yang datang dari berbagai penjuru kota Jakarta bahkan ada yang berasal dari Tangerang serta Bekasi.

Sudah dua tahun perayaan Divali tidak diadakan secara offline di Ashram Sunter ataupun Ashram lainnya yang dikarenakan oleh adanya Pandemi Covid 19.

Dan kali itulah pertama kalinya perayaan Divali diadakan secara offline. Sungguh gembira rasanya.

Senin, 24 Oktober 2022

Sebuah komentar

Di salah satu video mba Yanti Quixe di youtube channelnya ada sebuah komen yang menarik sekali. Komentar tersebut banyak mendapat jawaban dari para penonton lainnya dan membenarkan komentar si penulis yang dari namanya adalah seorang perempuan.

Saya lupa nama yang menulis komentar tersebut dan saya juga lupa di video mba Yanti yang mana komentar tersebut ada.

Komentar tersebut menarik sekali buat saya sehingga saya klik dan membaca balasan atau komentar untuk komentar tersebut. Jadi, di youtube itu kita bisa berkomentar dan membalas komentar orang lain atau bersahut-sahutan komen.

Mengikuti program retreat akhir pekan di One Earth Retreat Centre

Jum’at  lalu yakni tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2022 saya mengikuti program retreat akhir pekan yang diadakan oleh yayasan Anand Ashram bertempat di One Earth Retreat Centre, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kal ini tema yang diusung dalam program tersebut adalah Medis dan Meditasi mengambil dari judul salah satu buku Bapak Anand Krishna dengan judul yang sama, yakni Medis dan Meditasi.

Hmmm…. Ini merupakan pengalaman saya yang berbeda karena peserta program tersebut tidak hanya berasal dari Jakarta saja, ada juga dari Jogjakarta dan Bali.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan.

Dalam program tersebut, terdapat acara purifikasi diri dan lingkungan, juga dilengkapi dengan berlatih AIM Yoga bersama di pagi hari. Selain itu diadakan diskusi sesuai dengan tema program.

Minggu, 02 Oktober 2022

Menantikan buahnya


Pohon cabe bersama tanaman lidah buaya
Sudah lama saya tidak menanam pohon cabe. Karena terakhir menanam cabe tidak berbuah hanya daun-daunnya saja yang lebat terus mati begitu saja.

Mungkin karena kurang ditelateni yah.

Dulu itu tidak saya beri pupuk apa-apa, hanya ditanam pakai tanah kompos yang saya beli di toko online. Senang sekali saya melihat beberapa pohon cabe kala itu lebat daunnya dan besar.

Tapi… kok tidak kunjung berbunga dan berbuah malah satu persatu daunnya jatuh berguguran dan akhirnya pohonnya mati.

Nah…

Sekarang ini saya lagi menantikan pohon cabe yang ada di pot bersama dengan tanaman lidah buaya untuk berbuah. Sudah ada bunganya beberapa. Saya senang sekali bisa melihat pohon cabe yang berbunga.

Ketika satu bunganya mekar, saya berharap bahwa itu akan menjadi buah cabe. Eh… besoknya bunga itu layu dan batang bunganya menguning layu dan akhirnya jatuh. Ga jadi cabe deh….

Memang

Masih ada beberapa bunganya yang belum mekar bahkan nampak juga bakal bunganya. Jadi… masih ada harapan bahwa pohon cabe kali ini bisa menghasilkan buah. Amin… semoga.

Sabtu, 01 Oktober 2022

Sebuah pembelajaran

 

Dua hari yang lalu sebuah kejadian menjadi pembelajaran bagi saya. Hal yang nampak sepele memang, tapi seharusnya tidak saya lakukan.

Tapi…. Hal itu sudah terjadi dan tidak bisa ditarik kembali.

Ketika berbincang-bincang dengan suami, hal itu kami bahas dan menurut suami saya seharusnya kalau hendak memberikan uang pada seseorang, ya harus langsung ke orang yang bersangkutan.

Jangan dititipkan, ke anak atau ke menantu, ke saudara apalagi ke tetangga, he he he. Harus langsung diberikan ke orang yang hendak kita tuju. Bila orang tersebut tidak ada, maka urungkan saja hingga kita bertemu dengan orang yang kita maksud tersebut. Kecuali kita sudah kenal betul dan tahu pasti bahwa orang yang kita titipkan itu akan menyampaikan titipan kita.

Yo wis… nasi sudah menjadi bubur.

Dan itu menjadi suatu pembelajaran bagi saya.

Nampak sepele hal tersebut yah…

Saya menitipkan uang tersebut lantaran menurut saya, orang tersebut yang tak lain adalah menantunya pasti akan menyampaikan titipan saya. Titik.

Tapi, menurut suami saya kita harus berhati-hati kalau berurusan dengan uang. Tidak bisa seperti itu. Karena banyak kan kejadian seseorang menitipkan uang tapi uang tersebut tidak sampai pada orang yang dimaksudkan.

Rabu, 28 September 2022

Hari ini

 

Kemarin saya membaca sebuah postingan di twitter tentang seorang ibu yang menyemangati anaknya yang masih belum berhasil mendapatkan pekerjaan setelah melamar beberapa kali.

Menarik sekali karena ada banyak tanggapan yang kira-kira serupa. Mereka jadi ingat pengalaman mereka ketika melamar bekerja ditemani ibu dan tetap diberikan semangat walo masih belum berhasil dan masih menjadi tanggungan orang tua.

Akan tetapi ada juga yang memberi tanggapan bahwa ia tidak memiliki ibu seperti itu, akan tetapi ketika berhasil mendapatkan pekerjaan, sang ibu senang mendengarnya.

Memang seperti itu adanya. Ada yang memiliki orang tua yang sangat mendukung anak-anaknya, ada juga orang tua yang justru sebaliknya.

Ketika memiliki orang tua yang mendukung kita, maka kita harus bersyukur karena ternyata tak semua orang tua seperti itu. Akan tetapi ketika kita memiliki orang tua yang sebaliknya, kita pun tetap harus bersyukur karena memiliki orang tua.

Senin, 26 September 2022

Program di akhir pekan

 

Penat dengan kesibukan sehari-hari yang ngga ada abisnya? Pastinya kita perlu rekreasi atau cari hiburan guna menghilangkan rasa penat itu sehingga setelah itu kita akan kembali segar untuk melanjutkan kembali aktifitas seperti biasanya.

Tak perlu khawatir dan tak perlu jauh-jauh juga untuk menemukan tempat yang pas karena tersedia suatu program di akhir pekan yang akan membuat kita-kita menjadi fresh baik itu secara fisik, mental/emosional dan juga spirit tentunya.

Wah, penasaran ga sih di mana tempatnya dan program yang bagaimana yang diadakan dalam program tersebut?

Ini bagi yang penasaran saja yah….

Kamis, 22 September 2022

Yuk, menulis lagi

Sudah lama tidak menulis, sayang juga yah. Waktu terlewat begitu saja padahal banyak hal yang bisa ditulis. Setiap hari ada saja sesuatu yang bisa dijadikan bahan tulisan. Tapi…. Karena faktor malas, jadi…. Ya begitu…. Tidak menulis sekian lama.

Kemarin malam membuat saya merenung ternyata dengan menulis, kita membuat dokumentasi terhadap suatu kejadian atau acara atau program. Dan ketika mencari data dari kegiatan tersebut, saya tinggal mencarinya saja di kolom search yang ada di dalam blog saya ini.

Dan, muncullah hasil yang saya cari tersebut.

Wah… ternyata menulis tidaklah sia-sia…

Perlu ditingkatkan lagi nih semangat saya untuk menulis sehingga bisa mendokumentasikan suatu hal melalui tulisan. Keren, bukan?

Senin, 18 Juli 2022

Berhubung

                 

Berhubung kasus covid 19 sedang naik lagi, padahal sebelumnya sudah sangat landai, jadilah saya tidak bisa berkunjung ke rumah ibu saya.

 

Kasus covid 19 naik lagi dengan sub varian yang konon katanya lebih ringan tapi daya tularnya cepat. Naiknya tuh baru minggu lalu. Wis… di rumah saja…

 

Beginilah jadinya. Covid 19 kabarnya akan menjadi endemic, jadi mungkin naik turun naik turun sampai akhirnya menjadi penyakit yang biasa, flue biasa.

 

Jumat, 01 Juli 2022

Hello Juli….

 

Kini sudah memasuki hari kedua di bulan Juli. Kalo nggak salah ada tiga ponakan yang ultah di bulan tujuh ini. Hmmm…. Semoga semuanya sehat-sehat dan tetap semangat belajar dan bekerja (soalnya ada yang udah kerja juga).

Hari kedua bulan ini, cuaca panas sekarang ini tapi kayaknya nanti sore bisa jadi mendung dan hujan.

Oya, bulan ini juga diperingati hari raya Idul Adha di hari ke Sembilan yakni hari Sabtu.

Ada banyak kejadian yang mau saya ceritakan sebenarnya, tapi…. Setelah menimbang banyak hal dan faktor, maka saya putuskan untuk menyimpannya sendiri saja. Cerita yang banyak itu akan menjadi bagian dari memori saya hingga akhir hayat.

Mungkin teman-teman menerka-nerka, cerita tersebut adalah cerita yang kurang menyenangkan atau bagaimanaaaa gitu sehingga tak mau diceritakan. Tapi… biarlah teman-teman menerkanya ya.

Saya sudah mengunci mulut saya untuk tidak memberitahukannya pada siapa pun juga. He he he…

Minggu, 15 Mei 2022

Apa Kabar?


 Wah.... apa kabarnya  nih teman-teman semua? Sudah lama saya tidak menulis di sini. Semoga teman-teman semua dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Amin...

Hari raya idul Fitri tahun ini sudah masuk minggu ke dua lewat. Dan idul fitri tahun ini berbeda sekali dengan idul fitri dua tahun belakangan ini. Orang-orang sepertinya sudah kembali untuk bersilaturahmi seperti sebelum adanya covid 19.

Di lingkungan saya pun saya rasa demikian. Meski saya dan suami tidak melalukannya, tapi terdengar banyak sekali tetangga yang hilir mudik untuk bersalam-salaman. Dalam hati saya mengatakan, "hmm.... lebaran sudah seperti dulu sebelum adanya covid." Semoga tahun-tahun berikutnya pun seperti ini bahkan lebih baik lagi.

Setelah kasus covid 19 melandai, kini terdengar kasus penyakit baru yang dinamakan hepatitis misterius

Semoga saja penyakit tersebut tidak menyebar luas dan tidak mengakibatkan banyak korban seperti halnya covid 19 yang menyebabkan banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Senin, 24 Januari 2022

Karya di awal tahun 2022

 

Hmmm… keasyikan dan kesenangan untuk membuat tas selempang masih berlanjut. Awalnya memang saya tertarik untuk membuat tas selempang karena melihat tayangan video di youtube tentang DIY membuat tas selempang dari celana jeans yang tak terpakai. Itu di tahun 2020.

Saya pun mencoba untuk membuatnya dan lumayan berhasil. Saya katakan lumayan karena memang hasilnya tak seperti yang saya lihat di youtube tersebut. Saya akui saya masih dalam tahap belajar dengan peralatan menjahit seadanya. Jadi, hasilnya pun lumayan lah…

Saya berhasil membuat dua tas selempang dari celana jeans yang sudah tak terpakai. Sampai sekarang keduanya masih saya gunakan untuk menyimpang barang yang saya gantungkan di kamar.

Mengapa saya memilih untuk menggunakan bahan jeans? Karena saya pikir bahan jeans itu kokoh dan tebal, jadi tak perlu bahan pelapis lagi seperti kalau kita menggunakan bahan lainnya seperti katun.

Nah, kekurangannya adalah jarum yang saya gunakan nampaknya tak terlalu kuat untuk menjahit bahan jeans. Jadilah saya harus berhati-hati menjahitnya supaya jarumnya tak patah, he he he…

Setelah itu…

Saya mulai bereksperimen untuk membuat tas selempang dari bahan lain, bahan yang ada di rumah, bahan bekas. Dan jadilah tiga buah tas selempang dengan model yang sama yang saya buat menggunakan daster batik yang sudah tak terpakai. Bahannya masih bagus, makanya saya gunakan.

Di awal tahun ini….

Di hari minggu ketika tak bepergian ke rumah ibu, maka saya mulai untuk membuat satu lagi tas selempang. Lagi-lagi dengan model yang sama. Saya pilih model tersebut karena sangat mudah membuatnya.

Model tas dengan satu compartment, satu tempat untuk menaruh barang-barang, tentu saja dengan resleting. Mudah menurut saya. Dan dengan modal daster yang sudah tak terpakai, saya pun mulai membuatnya.

Senin, 04 Oktober 2021

Pada diriku


Hey...Langit biru cerah di atas sana

Burung-burung mendendangkan lagu ceria


Angin semilir berhembus 

sejuk ...

Suasana di sekitar sungguh indah


Hey

Tak kau rasakan semua?

Tak kau syukuri kah?

Tak kau pahami kah?

Kamis, 12 November 2020

Kabar yang mengejutkan

Setelah agni hotra kemarin sore, seorang teman menelpon saya. Sebelum mengetahuinya (sebelum melihat hp saya), saya pikir yang menelpon adalah ibu mertua. Tak tahunya teman saya yang juga adalah teman dekat suami saya.

Saya tahu, kalau dia menelpon itu artinya ia ingin bicara dengan suami saya bukan dengan saya, he he he... biasanya memang seperti itu.

Dan ketika saya angkat, setelah menanyakan kabarnya, ia mengeluarkan pernyataan yang membuat saya terkejut dan untuk beberapa saat saya tak bisa berkata apa-apa alias terdiam alias tertegun sebentar.

Yang ia katakan memang bukan suatu kabar buruk, malah kabar yang baik, berita yang bagus tapi memang itu membuat saya terkejut. Tak apalah. Itu adalah hak dia, privasinya untuk melakukan hal yang ia katakan.

Setelah itu telpon saya alihkan ke suami saya, karena memang pada dasarnya ia ingin bicara dengan suami saya.  Setelah itu saya melakukan suatu hal yang lain, tidak mendengarkan pembicaraan mereka.

Macam-macam mangga

Buah mangga
Beberapa bulan belakangan ini mangga sedang ada dalam musimnya, jadi kita bisa dengan mudah mendapatkannya. Awal-awalnya memang harganya masih agak mahal, tapi makin ke sini, harganya makin murah.

Ya, karena stoknya banyak, jadi harga menjadi turun. Kalau lagi musim mangga begini, saya senang sekali karena dekat rumah ada penjual buah dan di sana ada beberapa pilihan buah mangga. Yakni mangga harum manis, mangga manalagi atau mangga madu dan juga mangga dermayu atau indramayu.

Sekarang ini mungkin karena stok mangga harum manis lagi banyak, maka harganya menjadi turun. Di penjual buah itu, 2 kg mangga harum manis dijual dengan harga Rp. 25 ribu. Untuk satu kilo bisa ada 4 buah kalau ukuran sedang atau 3 buah kalau ukuran besar.

Nah, untuk mangga sebenarnya saya suka yang masih mengkal atau menuju matang tapi kalau sudah matang juga ga pa2. Mangga dermayu dan mangga manalagi paling enak kalau dimakan ketika mengkal, tapi untuk mangga harum manis, ya  harus matang dulu baru enak karena manis.

Satu lagi macam mangga yang saya pernah konsumsi selama di sini yakni mangga golek. Ukuran mangga ini lebih besar dan panjang. Dia daging buahnya tebal dan meskipun masih belum matang, rasanya ga terlalu asem. Ini cocok dibuat ngerujak, he he he....

Musim mangga ini mungkin akan sampe bulan Januari yah, jadi, mumpung masih musimnya ayo konsumsi mangga dan mumpung harganya juga makin murah.

Untuk mangga harum manis yang sudah matang, saya suka sekali makannya dengan tambahan susu kental manis coklat dan ditambah sedikit es batu, hmmmm.... enak....

Sabtu, 19 September 2020

Belajar membuat pastel isi bihun

Pastel goreng isi bihun
Sudah beberapa kali saya mencoba untuk membuat pastel, namun belum berhasil juga. Itu lho cara membuat kulitnya yang membuat pastel yang saya buat gagal, kulit terlalu tebal dan bentuknya ga bagus.

Wis, beberapa hari kemarin saya melihat beberapa channel youtube mengenai cara membuat pastel yang renyah dan enak. O... ternyata seperti itu toh caranya.

Maka, kemarin saya mencoba kembali dengan keyakinan akan berhasil kali ini.

Bahan-bahan untuk isian:

  • Bihun
  • Wortel
  • Daun bawang
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Lada
  • Bawang putih
  • Minyak untuk menumis

Cara membuat isi:

  • Rebus atau rendam bihun dalam air panas untuk beberapa menit hingga mekar dan lunak. tiriskan
  • Potong-potong wortel dan daun bawang
  • Tumis bawang putih hingga harum lalu masukkan wortel dan daun bawang
  • Aduk-aduk hingga tercampur rata
  • Tambahkan lada bubuk dan aduk kembali
  • Masukkan bihun yang telah ditiriskan dan aduk kembali
  • Tambahkan garam dan penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Aduk kembali hingga tercampur rata
  • Masak bihun hingga matang

Selasa, 15 September 2020

Membuat Nasi Uduk Menggunakan Langseng (kukusan)

Nasi uduk siap disantap
Setelah mengikuti acara program online via zoom meeting “Meditasi Pemberdayaan Diri (NSE) untukPenyintas Kanker dan Perawatan Paliatif”, saya pun bergegas untuk mengerjakan kegiatan rumah tangga sehari-hari, yakni memasak.

Dan, saya memutuskan untuk memasak  nasi uduk. Oya, saya pernah sharing mengenai membuat nasi uduk menggunakan magic com yah, kini saya memasak nasi uduknya menggunakan langseng atau kukusan. Jadi, saya share lagi di sini karena caranya yang agak sedikit berbeda.

Kalau menggunakan magic com, kita hanya memasukkan beras berikut bumbu-bumbu dan santan ke dalam magic com, lalu tunggu matang. Namun untuk membuat nasi uduk menggunakan langseng, ada dua tahap.

Yakni pertama beras dijadikan aron lebih dahulu lalu ditanak atau dimasukkan ke dalam kukusan atau langseng.

Adapun bumbu-bumbunya sama seperti nasi uduk menggunakan magic com yah, ga ada yang berbeda.

Flag Counter