Tampilkan postingan dengan label katarsis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katarsis. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2020

Latihan Master Dance Meditation Online via Aplikasi Zoom

Penari dan Tariannya

Tadi malam merupakan kali ke empat saya dan suami ikut latihan meditasi online melalui aplikasi Zoom. Latihan meditasi online kelas ego elimination yang sebelum pandemi memang dilaksanakan tiap hari Senin malam pukul 7 di Anand Ashram Sunter.

Latihan yang ke empat ini adalah master dance meditation. Latihan ini adalah yang kedua kalinya. Jadi, latihan pertama dan ke dua adalah latihan cleansing meditation dan latihan ke tiga dan ke empat adalah latihan master dance meditation.

Dan, karena online, maka peserta kelas Senin yang pada awalnya (offline) kurang lebih hanya 12 orang, kini meningkat tajam jumlahnya. Peserta menjadi lintas daerah tidak hanya dari Jakarta saja, ada yang dari Tangerang, Jogja dan Bali. Rame dan seru deh!

Sang fasilitator yakni mas Deepak Kumar, pada latihan master dance meditation yang pertama (minggu lalu) mengutip penjelasan Bapak Anand Krishna dalam buku beliau yang berjudul Meditasi Untuk Meningkatkan Kesadaran pada bagian dance meditation: “ Segala sesuatu dalam alam ini sedang bergetar, sedang menari.”


Buku Meditasi Untuk Peningkatan Kesadaran
Mas Deepak juga menjelaskan bahwa menari juga telah dijadikan sebagai salah satu sarana untuk terapi. Terapi menari ini dikenal dengan istilah Dance/Movement Therapy (DMT) biasa digunakan untuk mendukung fungsi intelektual, emosional dan motorik tubuh. DMT menggunakan konsep bahwa pergerakan tubuh memiliki kaitan dengan emosi seseorang.

Malam tadi, mas Deepak sharing mengenai pertemuannya dengan seorang teman lama. Dari pertemuannya tersebut mas Deepak berkesimpulan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di luar amatlah  penting. Dan latihan meditasi menari ini salah satunya dimaksudkan untuk hal itu.

Selasa, 18 Maret 2014

Metode Meditasi untuk Pembersihan Diri

Sampah fisik yang kita biasa buang
Apa yang akan kita lakukan ketika melihat tumpukan sampah di depan rumah kita. Sampah yang kian menumpuk itu dengan aromanya yang khas tentu saja mengganggu pernafasan bukan saja kita namun bagi siapa saja yang melintasi depan rumah kita.

Kita mungkin awalnya hanya meletakkan sedikit sampah setiap hari ke tempat sampah yang ada di depan rumah kita. Sedikit demi sedikit dan sampah-sampah itu pun kian hari kian bertambah baik volumenya ataupun aromanya.

Bagi kita yang menyadari keberadaan tumpukan sampah itu pasti akan segera menyingkirkannya dengan membuangnya ke penampungan sampah yang ada di lingkungan kita yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (tpa).

Sampah yang nyata bentuknya memang mudah sekali dikenali keberadaannya dan mudah juga untuk menyingkirkannya. Lalu bagaimana dengan sampah pikiran, sampah emosi yang mengendap dalam diri kita?

Sampah pikiran dan sampah emosi

Seperti halnya sampah fisik yang kita hasilkan tiap hari, kita pun sesungguhnya menghasilkan sampah pikiran dan sampah emosi. Apa pula itu?

Sampah pikiran ataupun sampah emosi merupakan sampah atau emosi-emosi yang terpendam yang tidak dapat kita ekspresikan ketika kita berinteraksi dengan sesama entah itu dengan keluarga, teman atau pun tetangga dan lain sebagainya.

Rabu, 28 November 2012

Obat jiwa (Katarsis)


“Kok gak diteruskan?” sebuah tanya muncul

“ah, malas…. Ceritanya jelek, aku sendiri ga tau mau nulis apa, padahal aku harus belajar menulis,” jawab ku sendiri agak ketus

“ya, kalau begitu menulis lah,” suara itu kembali 

“tapi aku ga tau mau nulis apa, kau lihat sendiri tadi aku sudah berupaya menulis, tapi… apa coba. Tulisan itu ku hapus kembali. Ku pikir itu jelek, ga ada artinya,” sambungku

Rabu, 18 Mei 2011

Satu lagi mengenai tulis menulis....

Aktifitas yang ga banyak menguras tenaga mungkin salah satunya adalah menulis. Kita hanya duduk dan menghadapi layar monitor computer ataupun laptop dan menghentakkan satu persatu jari jemari ke tuts keyboard yang tersedia. Atau mulai menggoreskan pensil atau pena di atas helai demi helai kertas.

Bagi yang memiliki hobi dalam bidang tulis menulis, aktifitas ini tentu saja bukanlah menjadi suatu hal yang sulit atau membosankan. Bisa jadi malah menghasilkan income yang dapat menunjang kehidupannya. Sungguh suatu berkah tersendiri. Hobi yang mendatangkan penghasilan. Siapa yang tidak ingin?
Flag Counter