Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Desember 2025

Jumpa lagi...

Kini sudah di akhir tahun 2025, tepatnya 22 Desember. Tinggal 9 hari lagi dan tahun pun akan berganti. Ternyata awal memang dekat sekali dengan akhir. Karena setelah tahun 2025 berakhir, akan segera diawali dengan tahun 2026.

Hmmm....Tak terasa memang sudah akan berlalu satu tahun ini. Banyak sekali kejadian yang ada di tahun ini. Baik itu kejadian yang menyenangkan ataupun kejadian yang tidak menyenangkan. Ada juga kejadian yang biasa saja alias kejadian sehari-hari. Rutinitas yang membuat hari seperti sama saja padahal tidaklah demikian.

Setiap hari sebenarnya ada saja hal yang berbeda dari hari-hari lain, tapi terkadang atau bahkan seringkali kita tidak ngeh. Jadi nampak biasa saja. 

Oh ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, di akhir tahun ini pun hujan sering turun. Seperti pagi ini, hujan sudah mengguyur  lalu terang kembali. Kemarin seharian pun cuaca tidak banyak terangnya alias seringkali turun hujan.

Salah satu kejadian yang sangat membekas bagi kami di tahun ini adalah kepergian Bapak Anand Krishna pada Kamis, 6 Februari. Sungguh peristiwa yang sangat menyedihkan. Semoga Beliau selalu melindungi dan membimbing kami di mana pun juga. 

Kamis, 29 Desember 2022

Sehari lagi

 

Ya, tinggal satu hari lagi dan tahun akan berganti. Berganti dari 2022 menjadi 2023. Hmmm waktu cepat berlalu tak terasa akan memasuki tahun 2023.

Sehari lagi berarti akan bertambah usia satu tahun. Sehari lagi dan bulan akan ikut berganti pula. Sehari lagi dan suasana pun tak akan sama.

Sehari lagi dan semilir angin pun akan berganti juga.

Tak ada yang sama. Pikiran kita pun berubah-ubah tiap detik.

Sehari lagi dan matahari yang terbit pun akan mengubah semuanya menjadi berbeda.

Tak terasa….

Sungguh waktu tak bisa dibalikkan. Waktu akan senantiasa bergerak maju, ke depan tidak mundur.

Memang seperti itu adanya.

Minggu, 27 Desember 2020

Belajar membuat pancake

Pancake siap disantap
Beberapa waktu yang lalu saya pernah membuat pancake menggunakan pancake kemasan yang instan. Pancake mama suka yang saya beli di Indomart. Waktu itu memang tidak sengaja untuk membelinya karena pas saya membeli paket brownies instan eh saya lihat ada kemasan itu yang bertuliskan tanpa ditambah telor dan mentega cukup air saja. Kurang lebih seperti itu.

Dan saya jadi tertarik. Keliatannya gampang banget bikinnya Cuma tambahin air terus dimasak.

Maka saya cobalah itu pancake mamasuka dan hasilnya lumayan enak. Tapi buat saya terlalu manis. Yah, maklumlah kalao tepung kue yang instan memang seperti itu. Kita tidak bisa mengontrol seberapa manis dan lainnya karena kan instan.

Sip, saya sih ga pa-pa. Itung-itung pengalaman dan selanjutnya saya mencari resep membuat pancake. Saya cari di cookpad dan juga di youtube.

Lalu beberapa hari yang lalu saya pun membuat pancake sendiri dengan salah satu resep yang saya dapatkan di cookpad. Wis, lumayan lah

Berikut ini resepnya;

Bahan-bahan

  • Terigu 100gr
  • 2 sdm gula putih
  • Sedikit garam
  • Vanili halus sedikit saja
  • 30 gr mentega (saya ganti dengan 2 sdm minyak goreng)
  • 1 sdt  baking powder
  • 1 telor
  • 100 ml susu cair (saya pakai susu dancow putih yang saya larutkan dlm air)

Cara membuatnya

  • Ayak lebih dulu terigu dan baking powdernya dan garam lalu sisihkan
  • Kocok telor dengan gula putih
  • Lalu tambahkan susu  ke dalamnya, aduk aduk
  • Tambahkan minyak goreng atau mentega
  • Tambahkan vanili, aduk
  • Tambahkan juga susu cair, aduk hingga tercampur rata
  • Lalu pelan-pelan masukkan terigu ke dalamnya
  • Aduk hingga rata
  • Adonan memang agak cair, tidak apa-apa
  • Lalu mulai tuang satu sendok sayur ke dalam teflon dengan api sedang cenderung kecil
  • Bila sudah ada buih atau lubang-lubang di adonan tadi, balik adonan
  • Masak hingga matang
  • Lakukan hingga adonan habis 

Rabu, 26 Agustus 2020

Terkadang

Terkadang saya bosan. Tapi... selanjutnya ada yang bilang, “wah... kurang kerjaan tuh, jadinya bosan”.

Mungkin. Tapi.... selanjutnya lagi ada yang bilang, “santai aja, enjoy your time”.

Bener juga. Tapi... ada yang bilang lagi, “ayo... kerja, kerja, kerja”.

Bagus juga solusinya. Selanjutnya ada terlintas, “hus... jangan banyak ngeluh. Banyak yang mesti disyukuri”.

Hmmmm... jadi setiap kali ada rasa bosan nyelinap, itu mesti alihkan dengan benar.

Memang sih, bosan itu rasa yang biasa kita alami. Rasa bosan bisa datang dari rutinitas yang kita lakukan. Nampaknya itu itu saja, pengulangan.

Nah, mesti diatasi cepat supaya ga berlama-lama bosannya.

Seperti...

Masa pandemi

Ini....

Kebosanan sudah pasti ada. Karena sebelum pandemi, kita yang biasa bepergian entah untuk bekerja, sekolah atau pun untuk travel, itu tidak bisa kita lakukan dengan bebas. Malah, di awal-awal pandemi, kita betul-betul dianjurkan untuk di rumah saja.

Stay at home, stay home. Bahkan kerja pun dari rumah – work from home – sekolah pun demikian, belajar di rumah dan beribadah pun demikian, di rumah saja.

Tentu saja berlama-lama di rumah saja menimbulkan kebosanan tersendiri yang juga harus kita atasi. Mungkin di awal-awalnya, kita senang-senang saja tidak kemana-mana, di rumah saja. Tapi... seiring berjalannya waktu, rasa bosan itu timbul. Dan kita merindukan untuk bepergian seperti belum adanya pandemi yang mana tidak mungkin terjadi.

Rabu, 29 April 2020

Belajar Membuat Bakso Tahu

Bakso dari Tahu
Hmmm... ternyata panganan ini sudah tren sejak tahun 2019. Saya ketinggalan.... wis, jadi pengen nyoba nih. Itu kejadian ketika saya lihat-lihat di channel youtube tentang masak memasak. Kalo ga salah waktu itu saya cari menu olahan tahu, dan ketemu deh yang ini.

Ada beberapa versi atau cara membuat bakso tahu. Ada yang pakai tepung tapioka, ada yang pakai telor dan lainnya. Tapi saya pakai saja resep yang di bawah ini ya.

Panganan ini mudah dibuat dengan bahan-bahan yang mudah kita dapatkan. Bisa kita jadikan salah satu menu harian yah. Memang berbeda tekstur dengan bakso umumnya, tapi untuk rasa ga kalah juga kok.

Yuk, langsung saja kita simak resep membuat bakso tahu ini.

Bahan-bahan yang digunakan:
  • Tahu putih
  • Tepung terigu
  • Bawang putih (haluskan)
  • Lada halus
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur 

Minggu, 05 April 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 2)

virus corona 

Ada rasa gelisah, takut, geregetan alias gemes campur aduk jadi satu. Semua rasa itu dikarenakan melihat dan merasakan kondisi yang ada saat ini. Wabah corona belum mereda, setidaknya di Indonesia. Pun belum mencapai puncaknya yang membuat tambah ngeri.

Dengan adanya wabah corona ini tuh kita diharuskan untuk selalu berada di rumah #stayathome bahkan anak-anak sekolah pun diliburkan dan para pekerja yang memungkinkan diberlakukan #workfromhome #bekerjadarirumah.

Kita boleh keluar rumah hanya untuk membeli kebutuhan pokok dan obat-obatan saja.

Selain itu kita juga diharuskan untuk sering-sering mencuci tangan dengan sabun walaupun di rumah saja lho. Kalao kita berada di luar rumah, maka kita mesti sering membersihkan tangan menggunakan handsanitizer.

Itulah mengapa di tulisan saya sebelumnya, handsanitizer menjadi langka lantaran orang-orang mempersenjatai diri masing-masing dengan hadsanitizer kala di luar rumah. Saya pun demikian, ketika ke luar rumah, saya membawa handsanitizer.

Selain mesti sering cuci tangan atau membersihkan tangan, kita juga diharuskan menggunakan masker mulut setiap kali keluar rumah. Itu pula sebabnya keberadaan masker ini menjadi langka.
Kenapa mesti pakai masker mulut segala, kan kita ga sedang sakit? Mungkin itu pertanyaan yang kerap muncul. Awalnya memang digembar-gemborkan bahwa yang mesti memakai masker adalah orang yang sakit, namun kan kita semua paham ya kalau di negera kita tuh yang sakit aja cuek bebek.

Nah, oleh karenanya, kita yang sehat mesti waras berfikir. Kita mesti melindungi diri kita masing-masing dari penularan penyakit ini sebelum kita tertular.

Sabtu, 13 Juli 2019

Tiap Hari Lewat Tapi Ngga Ngeh

Kemarin rasanya sudah ditulis, tapi dicari-cari kok ya ga ada, ga ketemu. Yo wis, kemungkinan kemarin itu lupa disimpan, jadi ga ada di file. Mau tulis hal yang sama kok ya udah ilang moodnya alias males he he he…

Tak ingat-ingat lagi ya ceritanya yang kemarin udah ditulis itu.

Itu tuh tentang perbedaan yang kami rasakan mengenai tempat tinggal sebelum ini dengan yang saat ini. Antara di daerah Cirendeu,  Ciputat Timur dengan daerah Rempoa, bintaro, pesanggrahan, Jakara Selatan.

Ga heboh sih, ini kan cuma pendapat saya aja, ini subjektif banget sifatnya.

Perbedaan yang menurut saya penting. Tapi kalau menurut orang lain sih, ya saya ga tau. Pastinya sih ga ada penting-pentingnya ya. Ha ha ha…

Salah satu perbedaan bagi saya adalah mengenai penjual sayur yang saya dapati kurang banyak di banding dengan keberadaan penjual sayur di Cirendeu. Kalau di Cirendeu mah penjual sayurnya gampang di temukan dan lebih banyak jumlahnya di banding di Rempoa ini. Lagi-lagi ini Cuma pendapat saya dan bagi saya aja lho.

Kemungkinan bagi yang tinggal di Rempoa sudah lama tidak merasakan hal itu. Maklum saya orang baru di Rempoa ini. Selain jumlahnya yang kurang, lokasinya pun agak berjauhan dan berlawanan arah.

Yak, ini cuma pendapat saya, ini cuma yang saya rasakan saja ya. Mohon jangan ada yang tersinggung dengan pendapat saya ini, he he he.

Kamis, 11 Juli 2019

Pada Mu


Terima kasih
Tak terhingga
Rasanya tak cukup
Jua

Teramat banyak
Tak terhitung
Berkah dari Mu

Tak terbayangkan
Hal kecil
Pun hal-hal besar 

Jumat, 17 Mei 2019

Pengalaman Pasang Baru Listrik

Petugas Pln 

Beberapa hari yang lalu, karena keperluan pasang baru listrik untuk bangunan baru, maka saya mulai cari-cari informasinya via call center pln di nomor telpon 123 dari pesawat telpon rumah.

Di call center tersebut, saya mendapatkan informasi bahwa pendaftaran bisa dilakukan via call center ini dan ditanyakan beberapa hal seperti untuk kepentingan apa listriknya (keperluan rumah tangga, usaha atau lainnya) lalu berapa besar daya yang diinginkan,apakah instalasi listriknya sudah terpasang, nama pemilik bangunan dan no identitasnya serta nama pemohon pendaftaran dan identitasnya.

Oya,untuk pemasangan listrik di daerah Jakarta, bangunan diharuskan memiliki IMB. 

Setelah beberapa menit kemudian (setelah data-data saya berikan pada petugas call center tersebut), saya diberi tahu total biaya yang harus saya bayarkan dan nomor code bookingnya.

Diberitahukan juga bahwa saya harus menyediakan 2 lembar fotokopi ktp pemilik bangunan dan foto kopi saya selaku pemohon dan 2 lembar materai Rp. 6.000 yang akan diambil oleh petugas pln yang datang.

Setelah melakukan pembayaran sesuai dengan jumlah yang dimaksud dan dengan menggunakan nomor code booking yang diberikan, keluarlah bukti pembayaran di atm yang saya gunakan. Saya pun menyimpan bukti tersebut.

Selasa, 07 Mei 2019

Ketika

Bla bla bla bla bla bla bla
Sst sst sst sst sst sst
Hening

Bla bla bla bla bla
Sst sst sst sst
Hening

Bla bla bla
Sst sst
Hening

Sabtu, 16 Februari 2019

Mimpi


Mimpi yang telah lewat, nampaknya bisa menjadi jawaban atas beberapa pertanyaan yang menggantung telah lama. Sekian pertanyaan, tidak terlalu menghantui sih, tapi saya penasaran dengan jawabannya.

Mimpi itu mungkin bisa juga menjadi alasan dari suatu hal yang terjadi dalam masa hidup saya kali ini. Sekian banyak kemungkinan memang.

Tapi... biarlah. Mimpi itu sudah berlalu dan pertanyaan yang menggantung sudah terjawab olehnya. 

Selasa, 29 Januari 2019

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Malam sudah agak larut, namun Satria nampaknya masih belum ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah selesai membuat konten video untuk channel Youtubenya, ia merasa masih memiliki sedikit energi untuk melakukan aktifitas ringan lain.

Setelah berpikir sebentar, akhirnya ia memutuskan untuk membaca kembali salah satu buku karya Bapak Anand Krishna – seorang spiritual humanis – yang memang menjadi salah satu penulis favoritnya.

Dan buku yang ia ambil dari rak buku yang ada di kamarnya itu adalah sebuah buku dengan judul Kearifan Mistisisme – Panduan untukMenyelaraskan diri dengan Semesta dan menyerap Suara Yang Maha Ada.

Satria juga mengambil buku catatan yang ada dalam tasnya. Sudah lama ia tidak membaca buku itu setelah pertama kali ia membacanya setelah membelinya. Ia membuka cover buku tersebut, di lembar paling depan yang berisi judul buku, di bawahnya terdapat tanda tangan Bapak Anand Krishna dengan tulisan Rahayu.

“Terima kasih Bapak...” ia bergumam dalam hati diikuti dengan mata yang berkaca-kaca. Terlintas rasa haru ketika mengucapkan kalimat tersebut dalam hati.

Lembaran berikutnya ia buka dan ia temui bilamana buku Kearifan Mistisisme tersebut diterbitkan pertama kali oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. Dilanjutkan dengan Daftar Isi yang diawali dengan pengantar yang bertema Sebelum Memulai Perjalanan.

Buku Kearifan Mistisisme ini dibagi menjadi enam bagian dengan masing-masing bagian memiliki judul tersendiri dan bahasannya tersendiri juga. Dimulai dengan bagian pertama yang mengulas tentang Mengenal Mistisisme.

Kata “Mistik” berasal dari kata “mystique” dalam bahasa Perancis kuno yang diambil dari kata “mustikos  dalam bahasa Yunani kuno. Nah, kata Mustikos ini terkait dengan kata mustes, seorang yang telah menjalani inisiasi dan inisiasi yang dimaksud adalah keteguhan hati dan kebulatan tekad untuk melakoni muein – memejamkan mata dan menutup mulut.

Namun itu bukan berarti seorang mistik harus hidup dengan mata dan mulut yang tertutup, melainkan mesti menyepi secara menyeluruh bukan hanya fisik saja. Menyepi yang dimaksud adalah keadaan jiwa dimana seseorang tidak tergantung pada sesuatu apa pun. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Seorang mistik adalah seorang yang berdaya.

Satria masih menggoreskan penanya di atas buku catatan yang bersampul kopi (kayak jaman sekolah dasar aja nih si Satria he he he...) 

Selasa, 15 Januari 2019

Resep Tempe Goreng Kriuk yang Mudah dan Cepat


Kali ini saya ingin berbagi suatu resep yang menggunakan tempe sebagai bahan dasarnya. Gampang sekali bukan? Tempe dalam resep ini bisa diganti dengan tahu ataupun oncom bila teman-teman suka.

Langsung saja simak yah

Bahan-bahan  yang dibutuhkan: 
  • Tempe
  • Minyak goreng
  • Tepung beras 4 sendok makan
  • Tepung maizena 2 sendok makan
  • Air secukupnya 

Bumbu-bumbu:
  • Bawang putih 1 – 2 siung dihaluskan
  • Lada halus secukupnya
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur 

Rabu, 02 Januari 2019

Renungan Awal Tahun


Lha memang seperti itu adanya. Siapa pun sepertinya sama. Dan semakin saya memahami dan menyadari bahwasanya masing-masing orang memiliki dunianya sendiri. Terlebih lagi dengan adanya gadget, bisa kita lihat dengan jelas hal itu.

Meskipun sedang berkumpul bersama keluarga ataupun teman, masing-masing punya dunia sendiri. Sering kali ketika sedang acara kumpul-kumpul itu ada saja yang asyik dengan gadgetnya sendiri.

Dan itu memang bukanlah suatu hal yang terlalu salah, namun kadang kala kita hendaknya menghargai waktu ketika kumpul bersama keluarga atau pun teman karena toh saat-saat seperti itu mungkin tidak akan terulang kembali.

Saya tidak sedang menghakimi siapa pun juga, saya hanya sedang melakukan perenungan (gaya mu itu Har... he he he...) 

Selasa, 27 November 2018

Buku Sindhu Samskriti Di antara Satria dan Santo

Buku Sindhu Samskriti karya Bpk. Anand Krishna

“Gila luh, Sat. Kalo ga salah tiap hari lu pasang status tentang Anand Krishna melulu.” Tiba-tiba Santo nongol langsung nyerocos kayak mercon.

Satria yang lagi duduk menghadapi komputernya agak kaget juga. Nih orang kok tiba-tiba datang tanpa permisi trus langsung nembak gitu...

“Loh... emang kenapa San, hp ya hp ku sendiri, yang pasang juga aku sendiri bukan qm, trus salah aku di mana? Kalo kamu ga mau liat status aku, ya ga ush kamu lihat, sekalian aja kamu hapus nomor hp ku di hp kamu.” Santai Satria menjawab temannya itu.

“Jangan marah begitu lah bos... gua kan cuma komentar doang. Gue sih ga keberatan,” sambung Santo sambil menggeret kursi di ruang tamu yang sempit itu.

“Kalau kamu keberatan juga ga masalah buat aku. Aku sih suka-suka aku aja. Toh aku ga ngerugiin orang lain.” Satria masih agak santai meladeni teman se esdenya itu.

“Gua liat lu berubah banyak Sat akhir-akhir ini. Apa karena lu bergabung dengan perkumpulan Anand Krishna itu ya?” “Berubahnya sih dalam hal yang positif bos. Lu udah ga suka nongkrong-nongkrong yang menurut gua juga ga berguna kayak dulu. Trus lu lebih kalem, he he he....” Santo meledek Satria sambil nyengir-nyengir

“Wah.... San, ternyata kamu memperhatikan aku juga toh. He he he...” Satria menyenggol lengan temannya itu yang masih memperhatikannya.

“Ini nih, coba kamu baca buku yang satu ini. Ini salah satu karya Bapak Anand Krishna yang membahas tentang nilai-nilai luhur budaya warga bumi.” Satria menyodorkan sebuah buku dengan judul Sindhu Samskriti dengan cover sebuah sungai Sindhu yang sekarang dikenal dengan nama sungai Indus.

“Wah... keliatannya bagus ni buku. Tapi... lu kan tau sendiri gua ini males baca. Coba lu review sedikit buku ini biar gua jadi penasaran dan akhirnya gua baca sendiri nih buku.” Santo mengajukan penawaran yang lebih kepada nyuruh Satria sih sebenarnya. Emang dasar tuh anak males baca.

Rabu, 21 November 2018

Kegaduhan di Lemari Rahayu



Siang kala itu, suasana tenang dan adem-adem saja seperti biasanya. Tiba-tiba...

“Hey... Ungu... kenapa kau nampak sedih?” si baju hitam bertanya pada kaos ungu

“Aku sedih memikirkan si Abu-abu yang kemarin hilang bersama si batik merah muda dan batik hijau, pingin nangis saja aku rasanya.” Si kaos ungu tertunduk, matanya mulai berkaca-kaca

“Iya... aku juga kehilangan dia, aku kangen.” Sahut si batik biru ikut nimbrung pembicaraan.

Suasana jadi ramai

“Si Abu-abu itu celana panjang yang baik, ia tidak congkak bilamana dipadankan dengan aku yang hanya kaos biasa ini,” timpal si Ungu tambah sedih dia.

“Benar kamu Ungu, tapi aku juga kehilangan si batik merah muda dan si batik hijau itu. Mereka kan lebih dahulu di sini dari pada aku.” Kini giliran si batik kembang-kembang ikutan.

“Si driver itu jahat ya, aku ga suka dengan driver seperti itu. Kok barang penumpang bisa hilang, bisa jatuh. Berarti dia itu ga bisa jagain amanah. Ga baik orang kayak gitu. Aku ga suka.” Panjang lebar si celana putih membeberkan pendapatnya.

Selasa, 20 November 2018

Pengalaman Buruk Menggunakan Ojek Online (Ojol)


Sejak pertama kali menggunakan ojek online (ojol), mungkin sudah lebih dari 3 tahun, baru tadi malam mengalami hal yang buruk. Tas tentengan saya hilang.

Saya naik ojol dari Lotte Fatmawati menuju tempat tinggal saya, tas tentengan itu saya titipkan di drivernya. Trus dia taro di gantungan bagian bawah yang ada di motornya itu. Saya sudah pesan untuk mengikat tas tersebut.

Hal itu biasa saya lakukan, yakni tiap kali bawa tas berlebih dalam hal ini tas tentengan, pasti saya titip di drivernya untuk ditaro di cantolan yang ada di motor. Dan biasanya oke-oke saja tidak pernah terjadi hal-hal yang aneh.

Baru tadi malam kejadiannya membuat saya kaget. Pas sampai di tujuan, yakni di tempat tinggal saya, kok tasnya ga ada alias hilang, kok bisa ilang sih, kok bisa jatuh sih tas saya itu. Aduh... Saya agak marah ke si drivernya dan dia merasa bersalah. Trus dia bilang mau carikan tas itu.

Selasa, 13 November 2018

Resep Perkedel Kentang Putih Telur nan Mantap


Perkedel Kentang 
Untuk lauk hari ini saya mencoba untuk membuat perkedel kentang putih telur secara di kulkas masih ada 3 buah kentang, jadi ga usah beli lagi deh...

Yuk langsung simak bahan-bahannya:
  • Kentang ¼ kg (saya pakai 2 buah yg agak besar)
  • Telur 1 butir (saya pakai bagian yang putihnya saja supaya ga terlalu amis, bagian kuningnya itu jatah untuk kucing, he he he...)
  • Daun bawang bagian yang hijau saja. Iris-iris ya daun bawangnya.
  • Minyak goreng

 Bumbu yang dihaluskan:
  • Lada secukupnya (saya pakai lada bubuk)
  • Bawang putih 1 siung
  • Bawang merah 2 siung
  • Garam, dan
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur

Jumat, 26 Oktober 2018

Suatu Hari: Dialog antara Aku dan Pikiran ku



“yah, lumayan lah tadi malam ku lihat kau sudah berani bicara.” Suara dalam pikiran ku mulai pembicaraan.

Padahal aku ga lagi melamun, aku lagi melakukan rutinitas seperti biasa.

“iya, karena agak terpaksa juga karena kan semua peserta yang hadir mesti bicara mengeluarkan opini masing-masing,” aq menjawab pikiranku itu.

“Tapi, aku perhatikan qm kok kayak ga konsen gitu sehingga apa yang kau lontarkan malah sama seperti pendapat temanmu itu.” Pikiranku membalas lagi dengan sedikit nada agak meledek kekuranganku dalam hal kurang ngeh.

“He he he... mungkin aku bisa saja menjawab mu dengan opini bahwa teman ku itu bicaranya melow dan aku ga terlalu mendengar apa yang ia ucapkan. Ia sedang melow.” Aku memberikan pembenaran pada pikiranku sendiri.

Selasa, 26 Juli 2016

Pasti salah

Lha memang salah
Ga perlu diperdebatkan lagi
Apa yang menggantung di sana itu
Memang salah

Tak perlu diperjelas lagi
Ataupun diperdengarkan lagi
Salah

Biarkan saja
Tak usah didatangkan lagi
Tapi mungkin
Sudah demikian adanya

Flag Counter