![]() |
| Gambar dari Google |
Kini gunung Anak Krakatau erupsi sejak jum'at lalu dan dikabarkan pada hari Senin ini (7 September 2026) erupsi menerusnya berhenti setelah 25 jam. Namun kini gunung Anak Krakatau mengalami letusan Strombolian, yakni jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan. Aktivitas letusan stromboli dapat berlangsung sangat lama, sehingga sistem erupsi dapat berulang kali mengatur ulang dirinya sendiri.
Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi tersebut sampai di Jabodetabek. Di tempat kami tinggal pun terasa abunya di lantai rumah kami. Awalnya kami ngga ngeh ketika kami menyikat lantai tempat kami menjemur pakaian kok seperti lantai yang lama tidak pernah dibersihkan padahal dalam sehari kami bisa 2 sampai 3 kali menyikatnya.
Dan di rumah ibu kami yang ada di Lebak Bulus pun seperti itu. Banyak abu vulkanik yang tersebar di bangku yang ada di luar rumah, pun di atas mobil yang terparkir di luar rumah. Sampai lantai rumah ibu kami pun terasa sekali abunya.
Abu vulkanik yang diakibatkan dari erupsi gunung Anak Krakatau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena kandungan dari abu vulkanik tersebut adalah partikel silika tajam yang menyerupai serpihan kaca, yang tidak hanya mengancam kesehatan tubuh tetapi juga lingkungan dan transportasi.
Saluran Pernapasan: Menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, hingga memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memperparah penyakit asma.
Mata: Menimbulkan rasa perih, kemerahan, berair, peradangan (konjungtivitis), hingga luka gores pada kornea (abrasi) akibat gesekan partikel tajam.
Kulit: Memicu iritasi, gatal-gatal, dan kemerahan jika menempel langsung pada kulit yang sensitif.
Bahaya bagi Transportasi dan Kendaraan
Penerbangan: Abu halus dapat meleleh di dalam mesin pesawat yang panas, menyumbat komponen mesin, serta memicu gangguan listrik statis yang merusak alat navigasi.
Kendaraan Darat: Menempel dan merusak cat serta kaca mobil, menyumbat filter udara, serta mengganggu kinerja mesin, rem, dan AC
Karenanya pemerintah menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan untuk menghindari terhirupnya abu vulkanik tersebut. Dan di hari Senin dan Selasa para siswa sekolah tidak belajar di ruang kelas melainkan belajar dari rumah masing-masing. Kini mereka sudah bersekolah seperti biasa.
Masker Laris
Oya, terkait imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan masker ketika beraktifitas di luar rumah yang keluarkan di hari Minggu, 6 September 2026 membuat persediaan masker yang biasanya aman-aman saja di supermarket ato pun di apotek, di hari minggu tersebut (sore harinya) stoknya habis alias laris manis.
Untung kami masih bisa mendapatkannya di salah satu supermarket terdekat rumah kami sepulang dari rumah ibu.
Di hari Seninnya ketika kami keluar belanja di pagi hari seperti biasanya, kami melihat banyak pengendara motor yang menggunakan masker. Hmmm... berarti kesadaran masyarakat akan kesehatan lumayan tinggi.
Namun ketika kami sampai di penjual sayur langganan, jarang yang menggunakan masker. Mungkin mereka berpikir untuk apa menggunakan masker lha wong hanya keluar sebentar dan dekat-dekat saja jaraknya dari rumah.
Dan kini di hari Rabu ini sudah kembali normal, anak-anak sudah kembali ke sekolah mereka dan bandara yang tadinya ditutup sudah dibuka kembali untuk melakukan penerbangan. Semoga semuanya baik-baik saja. Amin....
Sekian untuk hari ini. Tetap semangat dan jaga kesehatan.
Terima kasih.
