Tampilkan postingan dengan label bekerja dari rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekerja dari rumah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 3)

Di depan Superindo

Tulisan ini masih terkait dengan keberadaan pandemik ini ya teman-teman. Mungkin bosan membahas pandemik yang belum tau kapan berakhirnya.

Tapi.... lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan apa saja yang saya bisa lihat di sekitar lingkungan saya terkait pandemik ini. Mungkin hal sepele saja.

Sejak diumumkan oleh presiden Joko Widodo pada tanggal 6 April 2020 perihal semua orang harus menggunakan masker ketika berada di luar rumah, orang-orang yang saya temui di sekitar rumah (terutama ketika saya berbelanja) sebagian besar memakai masker. Walaupun masih ada satu, dua orang yang tidak memakainya.

Kebanyakan memang menggunakan masker kain, seperti yang saya lakukan juga lantaran masker bedah sulit ditemukan. Dan memang saat itu diumumkan juga bahwa masyarakat cukup menggunakan masker kain, masker bedah atau masker medis untuk para tenaga kesehatan.

Fasilitas Mencuci Tangan


Seingat saya, setelah dikeluarkan pernyataan di atas esok harinya saya mendapatkan ember lumayan besar (kaleng cat besar) yang sudah dimodifikasi sebagai tempat untuk cuci tangan di depan rumah. Disediakan pula sabun yang diikat pada ember tersebut.

Ada di depan rumah

Selasa, 14 April 2020

Apakah ini efek terlalu lama #dirumahaja ?

di rumah aja

Hai teman-teman, apa kabar? Semoga selalu sehat yah. Dalam situasi yang tak menentu seperti ini kita dituntut untuk senantiasa sehat. Hal itu bukan untuk kepentingan diri kita saja, namun juga demi orang-orang di sekitar kita juga yah.

Soalnya kalo kita sakit, itu akan berdampak buruk pada orang-orang di sekitar kita juga. Yap, semaksimal mungkin kita harus berupaya untuk tetap sehat. Tetap semangat ya, walo #dirumahaja.

Oya, saya mau cerita sedikit tentang pengalaman saya beberapa hari yang lalu nih. Begini ceritanya;
Sayup-sayup terdengar suara adzan dari kejauhan. Saat itu, saya yang masih belum terjaga betul dari tidur berpikir ; “wah.... sudah Isya (saya menganggap itu adzan untuk shalat Isya). Terlambat deh saya ikut kelas di Sunter.”
“Apa yang harus saya katakan pada pak Joe supaya saya diperbolehkan masuk kelas?”
Saya biasa ikut kelas di Anand Ashram Sunter tiap hari Jum’at dan kelas dimulai tepat pukul 7 malam. Dan bila terlambat, tidak diijinkan untuk masuk. Peraturannya memang seperti itu. Kita dibiasakan untuk disiplin waktu.

“Mana ga bisa naik gojek kan? Soalnya ada peraturan PSBB sekarang ini di Jakarta.” Saya masih terus berpikir (padahal belum terjaga betul).
Tak beberapa lama, akhirnya saya terbangun dari tidur dan mendapati bahwa itu adalah adzan Shubuh, he  he  he.... 
Walah... kok bisa seperti itu yah? Apakah  itu efek dari terlalu lama #dirumahaja ? lantaran wabah corona ini? He he he... saya ndak tau. 

Rabu, 08 April 2020

Bikin Masker Kain Tanpa Mesin Jahit (2)

Masker siap dipakai
Kali ini ceritanya saya lagi getol bikin masker kain nih. Menggunakan pola yang berbeda dari sebelumnya, pembuatan masker kain ini memakan waktu kurang lebih 1 jam 15 menit, mulai dari membuat pola hingga masker selesai dibuat.

Bahan-bahannya masih sama seperti tulisan sebelumnya, yakni:
  • Kain
  • tali
  • Jarum
  • Benang
  • Gunting
Untuk kainnya, saya ambil dari baju batik yang tidak terpakai namun masih bagus warnanya. Tidak terpakai karena karetnya sudah kendor. Jadi, ga perlu membeli kain lagi, hanya menggunakan yang ada saja.

Kalau kain untuk masker tulisan sebelumnya, saya ambil dari daster saya yang kegedean. Jadi itu sisa potongan dari daster saya, he he he.

Selasa, 07 April 2020

Bikin Masker Kain Tanpa Mesin Jahit

Masker kain buatan sendiri

Udah tergelitik sejak beberapa waktu yang lalu sih untuk mencoba membuat masker kain sendiri, tapi baru direalisasikan hari ini. Sebenarnya ga terlalu lama membuatnya, tapi... ya itu rasa malas yang bikin ga jadi-jadi.

Wis, saat ini penggunaan masker memang tak bisa dielakkan lagi. Sudah ada peraturan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan bahwa kita diharuskan untuk menggunakan masker ketika keluar rumah.

Tidak perlu masker bedah atau masker medis atau dikenal juga dengan masker N95, penggunaan masker kain sudah cukup. Peraturan tersebut dikeluarkan menanggapi wabah virus Corona yang kian meluas dan sudah memakan korban banyak sekali di berbagai negara.

Oleh karenanya sebagai upaya pencegahan atau untuk meredam penyebaran virus ini lebih jauh dan lebih banyak lagi, maka penggunaan masker pun diharuskan.

Jauh sebelum peraturan tersebut diumumkan di Indonesia, keberadaan masker N95 dan sejenisnya sulit didapatkan, baik itu di apotek atau pun di supermaket.  Untung saya masih sempat mendapatkan meski tak seberapa.

Masker Kain Jadi Primadona

Setelah langkanya masker N95 dan sejenisnya tadi, maka masyarakat beralih ke masker kain. Dengan adanya wabah ini, kian banyak yang membuat masker kain dan menjualnya.

Kita bisa temukan masker kain ini di market place dengan harga yang bervariasi tentu saja tergantung dari bahan yang digunakan dan modelnya.

Walaupun kita bisa membelinya dengan harga yang terjangkau, kita juga bisa membuatnya sendiri dengan bahan yang ada. Kini banyak juga tersedia tutorial membuat masker kain tanpa mesin jahit di Youtube.
Flag Counter