Tampilkan postingan dengan label belajar menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2023

Acara peluncuran buku karya Ma Archana dengan judul The Leadership Oracle

Rabu lalu, 1 November 2023 saya mengikuti acara peluncuran buku yang berjudul The Leadership Oracle karya Ma Archana. Acara tersebut mengambil tempat di gedung serbaguna lantai 4 di Perpustakaan Nasional RI   Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Gambir, DKI Jakarta 10110.

Acara dimulai pukul 2 siang dan berakhir tepat pukul 4 sore. Cuaca siang itu saat saya berangkat tidak terlalu panas malah cenderung mendung. Saya jadi khawatir kalau nanti hujan, oleh karena itu saya bawa payung padahal selama ini sejak cuaca senantiasa panas, saya sangat jarang sekali membawa payung kalau bepergian.

Well, saya berangkat dari rumah kira-kira jam 12.45 dan agak kaget juga ternyata jarak tempuhnya membutuhkan waktu 1 jam. Wah…. Jauh juga ternyata, he he he. Sudah lama memang saya tidak bepergian jauh.

Dan sampat di tempat yang saya tuju pas acara sudah mulai, sedang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tidak bisa kemana-mana lagi (ke toilet), saya pun langsung masuk ke dalam tempat acara tersebut berlangsung.


Kamis, 07 September 2023

Apa kabar?


Wah,,,, sudah lama sekali saya tidak menulis di blog saya ini. Sangat lama sekali. Tahun 2023 sudah hampir di penghujung yah. Well, pasti banyak sekali pembenaran yang ada dalam benak saya. Berseliweran aneka macam alasan tidak aktif menulis.

Tapi, pembenaran tinggalah pembenaran dan itu tidak akan mengisi blog ini dengan sepotong artikel pun, he he he. Pembenaran memang hak siapa saja termasuk saya, mungkin yah.

Satu hal yang pasti sebenarnya tiap hari ada cerita yang bisa disampaikan. Cerita dari kejadian sehari-hari di sekitar kita. Kalau kita jeli, saya jeli, pasti bisa jadi satu artikel tiap harinya bahkan lebih. Karena setiap hari kan cerita terpampang di depan mata. Cerita dari sudut pandang yang beraneka ragam.

Jumat, 27 Januari 2023

Pepes Tahu Mantap


Beberapa hari yang lalu saya membuat pepes tahu karena suami lagi mulai ada batuk jadi saya tidak membuat gorengan dulu. Dan sebagai gantinya, saya membuat pepes tahu saja.

Pepes tahu telah saya buat dan hasilnya pun bagus alias matang sempurna.

Ingin saya share di blog saya ini tapi sebelumnya saya cek lebih dahulu apakah saya pernah membuat postingan tentang pepes tahu atau belum. Dan hasilnya ternyata saya pernah posting tentang membuat pepes tahu.

Ya, tepatnya di tahun 2019 tanggal 24 Desember.

wah….. setelah pandemi covid 19 mulai mereda dan saya pun membuat menu yang sama. He he he…

tapi setelah saya cek resepnya, ternyata ada sedikit perbedaan.

Wis apa saja itu perbedaannya, simak resep berikut ini:

Bahan-bahan:

  • Tahu putih
  • Daun pisang
  • Lidi atau tusuk gigi

 Bumbu-bumbu:

  • Cabe
  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur 

Selasa, 01 November 2022

November

Setiap kali bulan November memasuki bagiannya, saya teringat akan seorang teman yang telah tiada. Seorang teman yang berprofesi sebagai seorang fotographer. Beliau berpulang di bulan Desember 2018 lalu.

Mengapa saya mengingatnya? Apakah ada sesuatu yang spesial yang ia lakukan di bulan November?

Ya, ada.

Saya mengingatnya karena ada postingannya di medsos yang berkaitan dengan bulan November. Yakni di awal bulan November, ia memposting, “apakah sudah boleh menyanyikan lagu November Rain?” something like that.

Senin, 17 Oktober 2022

Membuat tahu isi

Baru kali ini saya berhasil membuat salah satu gorengan yang saya sukai yakni tahu isi. Biasanya tuh tepungnya terlalu cair sehingga ketika digoreng, tepung tak menempel sempurna di tahunya.

Padahal mah setiap membuat tahu isi, saya yakin kalau takaran air yang saya pakai itu pas. Tapi ternyata terlalu encer. Sudah berulang kali sih saya membuat tahu isi, tapi ya begitu lagi, begitu lagi. Tidak berhasil bagus.

Nah, kali ini saya tuliskan disini.

Siapkan tahu (biasanya saya pakai tahu pong atau tahu yang sudah matang yang biasa untuk tahu isi)

Terigu

Minyak goreng

 

Bumbunya:

  • Kunyit bubuk
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Garam
  • Bawang putih bubuk

Untuk isiannya:

  • Toge
  • Wortel dipotong memanjang

Kedua bahan tersebut saya tumis dengan bawang putih saja dan tambahkan garam, penyedap rasa.

Jumat, 04 Maret 2022

Hmm...

 

Pagi ini jam 5 gas habis lalu seperti biasa saya ganti dengan yang baru yang sudah tersedia di teras depan. Biasa memang saya taro di teras depan. Jadi, saya ada dua tabung yang bikin saya ga usah buru-buru beli gas baru kalau gas yang sedang dipakai habis. Istilahnya mah ada stok satu tabung lagi yang standby.

Tapi, mungkin tabung gasnya sudah lama atao bagaimana ya ketika saya pasang kepala selang gasnya ke tabung yang baru yang masih ada isinya, eh… kok ga mau tertutup sempurna. Langsung saya cabut lagi kepala selang gasnya untuk memperbaikinya.

Tapi… ketika saya lepaskan kepala selang gasnya berbunyi suara mendesis dan bau gas pun tercium. Wah…. Tabung gasnya bocor….

Segera suami mendatangi dan membawa tabung gas tersebut ke teras belakang alias tempat mencuci  pakaian. Tabung gas segera dibenamkan ke dalam ember besar dan bagian atas tabung itu kami taro ember yang lebih kecil dengan air di dalamnya. Jadi tabung tersebut benar-benar terbenam dengan pemberat di atasnya.

Air dalam ember berbuih-buih mengeluarkan suara yang khas, aroma gas juga tercium di sekitarnya.

Rabu, 02 Maret 2022

Maret 2022

 

Kini sudah memasuki bulan ketiga, yakni Maret bulan depan sudah April dan kaum muslim mulai untuk berpuasa. Cepat sekali hari-hari berlalu.

Bulan lalu saya ga ke rumah ibu di Lebak Bulus karena satu dan lain hal. Hal yang utama adalah kasus covid mulai naik dan puncaknya di akhir February. Saya selalu berharap dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir. Tapi kok lama ya. Ini sudah memasuki tahun kedua sejak kasus pertama diumumkan Maret 2020 lalu.

Dan bulan lalu sudah memasuki gelombang yang ketiga. Sejak bulan lalu saya tidak berbelanja terlalu jauh dari rumah. Biasanya sebelum kasus naik, saya belanja sayur agak jauh dari rumah karena di tempat itu harganya lebih murah dan bisa pesan sesuai dengan kebutuhan.

Tapi sejak kasus naik, saya harus belanja di tukang sayur yang dekat rumah saja untuk keamanan dan jaga-jaga.

Dan mungkin karena kecapean, akhir bulan lalu saya agak drop sehingga saya harus istirahat di kala siang hari – hal yang tidak saya lakukan ketika sehat - supaya segera pulih selain minum obat dan vitamin.

Kini sudah kembali sehat dan saya kembali beraktifitas seperti biasa. Meskipun drop, saya ya tetap berbelanja dan lain sebagainya hanya saja harus diimbangi dengan istirahat.

Semoga yang sedang sakit segera dipulihkan sehingga bisa beraktifitas seperti semula. Amin…

Memang di masa-masa pandemi ini kita harus ekstra menjaga kesehatan, kalau bisa memang jangan sampe sakit. Sedikit kena flue saja kita bisa mengira atau menduga atau takut terkena covid karena memang gejalanya mirip.

Senin, 07 Februari 2022

Tidak berarti…


Kemarin, sejak pagi cuaca mendung dan ada rintik-rintik hujan juga. Padahal saya mesti keluar rumah untuk pergi belanja sayur dan beberapa kebutuhan harian lainnya. Tapi… karena memang jadwal saya keluar rumah, ya saya pun keluar rumah dengan bekal payung.

Hujan memang tidak deras, tapi kalau tidak pakai payung, lama-lama bisa basah kuyup juga he he he…. Itulah manfaat dari memakai payung. Bila cuaca mendung, maka saya biasanya membawa payung untuk jaga-jaga supaya ngga kehujanan.

Meski hujan…

Selain keluar rumah untuk keperluan berbelanja, saya juga tetap mencuci pakaian. Hujan tak menghentikan saya untuk melakukan aktifitas seperti biasa. Semangat…..

Lalu di  siang hari ternyata cuaca berubah menjadi cerah dan diikuti dengan sinar matahari dan juga angin yang membuat suasana sangat berbeda dengan di pagi hari. Wah… cucian pun jadi kering. Bersyukur sekali.

Jadi….

Walaupun di pagi hari cuaca mendung, gelap dan hujan itu bukan berarti bahwa sepanjang hari akan seperti itu. Jadi, kita tetap saja melakukan aktifitas seperti biasa. Tak selamanya kalau pagi hari cuaca buruk, maka akan buruk sepanjang hari.

Kamis, 06 Januari 2022

Awal Tahun 2022

Senin 3 Januari 2022 sepertinya situasi sudah seperti biasa kembali. Ketika saya pergi berbelanja, kondisi jalanan sudah ramai. Tampak banyak sekali yang mengantarkan anak-anak mereka (sepertinya mereka orang tua) ke sekolah. 

Anak-anak berseragam entah itu laki-laki atau perempuan tampak semangat untuk kembali sekolah. 

Tak hanya di jalanan besar saja yang ramai dengan lalu lintas aneka motor, di depan rumah kami pun banyak motor yang lewat yang rata-rata memang anak-anak berseragam yang di bangku belakang.

Hmmmmm... setelah hampir dua tahun lamanya mereka tak sekolah offline, tak bertemu dengan teman-teman mereka di sekolah untuk belajar dan bermain, akhirnya di awal tahun 2022 ini mereka kembali ke sekolah. Syukurlah....

Meskipun demikian anak-anak tersebut menggunakan masker ketika ke sekolah. 

Pandemi memang belum berakhir. Kini muncul varian baru yakni omicron yang dikabarkan lebih cepat menular dibandingkan dengan varian sebelumnya, namun dikabarkan pula bahwa varian ini tak terlalu berbahaya. 

Senin, 27 Desember 2021

Akhir tahun 2021

 

Beberapa hari ke depan, tahun 2021 akan segera berganti menjadi tahun 2022. Wah… ternyata waktu cepat berlalu. Sungguh suatu hal yang tak bisa dihindari oleh siapa pun.

Pandemi belum berakhir. Kini muncul varian baru covid yakni omicron yang muncul beberapa bulan lalu sepertinya. Dan di Indonesia, varian ini sudah masuk sehingga kita harus tetap hati-hati dan tetap mematuhi prokes demi kesehatan kita semua.

Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan masih harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Entah ini akan berlangsung hingga kapan.

Kita hanya bisa berdoa semoga pandemi ini segera berlalu. Semoga tahun 2022 pandemi akan mulai berakhir perlahan-lahan.

Beberapa bulan ini saya bisa mengunjungi ibu saya, setiap hari Minggu. Tapi, akhir tahun ini saya tidak berkunjung dulu hingga awal bulan depan karena melihat kondisi.

Karena tidak mengunjungi ibu dan juga tidak bepergian kemana-mana, ya sudah, saya berencana akan beres-beres rumah saja dan juga ingin membuat tas selempang serta membereskan tanaman lidah buaya yang ada di teras rumah. 

Selasa, 14 September 2021

Kamis, 24 Juni 2021

Tak tau

Mendung dari pagi awal, bahkan gerimis halus turun beberapa saat. Jadi sahdu suasana pagi tadi. Menjelang siang sudah mulai panas, matahari bersinar cerah membuat cucian saya kemungkinan besar kering. Wis, berkah yang patut disyukuri.

Lalu sore ini agak mendung lagi. Seperti hendak turun hujan.

Ibu dan adik serta keponakan dikabarkan sedang batuk pilek disertai demam. Semoga bisa segera sembuh. Amin....

Kemarin juga saya mendapat kabar bahwa seorang teman positif covid 19 yang diketahui ketika swab tes anti gen. Hmm.... semoga beliau segera pulih dan tetap semangat menjalani isomannya di rumah. Memang kami tinggal di satu kawasan, tak jauh dari tempat tinggal saya di sini.

Covid 19 memang belum reda kasusnya di Jakarta dan di Indonesia secara umum. Saya tak tau sampai kapan ini akan berlangsung.

Tak tau kiranya kapan kita bisa kembali beraktifitas tanpa masker yang harus selalu dipakai, beraktifitas tanpa ada rasa was-was menghantui.

Saya juga tak tau sampai kapan harus melakukan cuci-cuci setiap barang belanjaan atau sayur mayur ketika tiba di rumah. Saya tak tau sampai kapan kegiatan-kegiatan dilakukan secara offline.

Rabu, 23 Juni 2021

Berpulang

Usia memang tidak bisa ditebak, kapan seseorang akan meninggalkan kita lebih dulu atau justru kita yang akan mendahului. Siapa yang tahu. Tapi, para bijak pernah mengatakan bahwa sesungguhnya kita tahu ketika kita akan segera mengakhiri lawatan kita di dunia ini. Tanda-tandanya pun sesungguhnya bisa dirasakan oleh orang-orang terdekat bila sensitif.

Tidak bisa menjadi patokan bahwa yang “pergi” lebih dahulu pasti orang-orang yang sudah lansia, tidak bisa seperti itu, tidak ada kepastian itu. Banyak yang masih bayi berpulang lebih dulu, ada juga dalam usia balita, ataupun remaja. Memang tidak bisa dipastikan.

Itulah rahasia Ilahi... Misteri kehidupan.

Yang bisa kita lakukan hanyalah melakukan yang terbaik dari waktu ke waktu sehingga ketika tiba saatnya kita harus berpulang, tidak ada penyesalan yang kita bawa. Demikian yang pernah disampaikan oleh Sang Bijak.

Selasa, 22 Juni 2021

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 9)

Sudah kira-kira 1 tahunan lebih ya sejak kasus covid 19 pertama kali diumumkan di Indonesia, yakni Maret 2020. Kini kasusnya belum reda juga di negeri kita ini, malah tinggi. Kemungkinan besar karena banyak hal yang salah satunya mungkin tidak dijalankannya prokes dengan maksimal.

Kala musim libur tiba, biasanya orang-orang akan pergi ke tempat-tempat rekreasi dan umumnya kan pasti jadi rame tempat rekreasi yang didatangi. Dan biasanya setelah itu kasus menjadi tinggi.

Kini, padahal sudah lewat hampir satu bulan dari hari idul fitri tapi kasusnya belum menurun.

Padahal kan kalao dipikir-pikir, masker tersedia banyak dan mudah didapatkan baik itu masker kain ataupun masker medis. Kini di setiap minimart juga banyak pilihan kedua jenis masker tersebut yah. Teman-teman pasti juga sudah tahu.

Mestinya kan membuat orang-orang untuk memakai masker jadi mudah, tapi nyatanya masih ada saja yang tidak mengggunakannya. Padahal memakai masker kan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain juga.

Memang sulit dijelaskan yah kalao orang tidak mau percaya.

Senin, 14 Juni 2021

Vaksin pertama (10 Juni 2021)

Sudah menunggu sebelum lebaran yah kira-kira pertengahan Mei kemarin ketika ada info dari Rt setempat bahwa akan segera dilaksanakan vaksinasi covid 19 untuk kelompok usia di atas 18 tahun setelah sebelumnya sudah diselenggarakan untuk kelompok usia lansia, usia 60 tahun ke atas.

Waktu itu saya mengantar ibu dan bapak mertua untuk vaksin di rumah sakit Suyoto. Dua kali vaksin dengan jarak tak sampai 1 bulan. Pertama sebelum puasa Ramadhan dan yang kedua di minggu awal puasa.

Nah, untuk kelompok usia 18 tahun ke atas ini mulai tanggal 3 Juni 2021 diadakan. Saya pun diinfo ibu mertua bahwa sudah bisa vaksin ke rumah sakit yang sama, yakni Rs Suyoto. Info tersebut diberikan ibu mertua di hari Rabu, 9 Juni 2021.

Dan esok harinya dengan membawa foto kopi kartu keluarga dan Ktp, saya dan ipar saya meluncur ke puskesmas yang ada di wilayah terdekat. Kami berangkat jam 7 pagi dengan tujuan supaya mendapat nomor antrian awal, eh ternyata salah info.

Ketika sampai di puskesmas, masih sepi hanya ada seorang lansia sedang duduk di deretan kursi untuk menunggu antrian. Saya pun masuk dan mengatakan bahwa kami ingin vaksin. Seorang petugas kebersihan di sana menjelaskan bahwa vaksinasi diadakan di Rs Suyoto bukan di puskesmas karena tidak ada Ugd. Kami disuruh langsung ke Rs Suyoto saja, lha wong petugas puskesmas pun tugasnya di Rs Suyoto untuk melayani warga yang vaksin.

Wis, kami langsung menuju Rs Suyoto. Sesampainya di sana, sudah ada beberapa orang yang duduk di kursi antrian. Tunggu dan tunggu, akhirnya saya dapat no. 46 dan adik ipar saya 45.

Jam 10 an waktu itu kami mendapat giliran, pertama adik saya. Tak berapa lama, saya.

Setelah ditanya-tanya terkait kondisi kesehatan dan juga dicek tensi darah serta kadar gula darah, saya pun divaksin. Meski ada sedikit masalah ketika tensi darah (tensi sempat tinggi), akhirnya saya divaksin.

Rabu, 02 Juni 2021

Masker wajah alami dari air cucian beras

Endapan air cucian beras untuk masker
Sebenarnya sudah lama seorang teman memberi tahu pada saya tentang masker wajah alami yang murah meriah. Bisa kita dapatkan tiap hari dan katanya sangat bermanfaat supaya kulit wajah menjadi cerah dan sehat.

Sudah lama sekali. Tapi baru beberapa minggu belakangan ini saya mencoba untuk menggunakannya. Masker wajah alami yang murah meriah itu berasal dari air cucian beras. Ya, sebelum kita memasak nasi, beras dicuci lebih dulu, nah air cucian beras itu yang kemudian kita tempatkan dalam baskom atau wadah lainnya.

Setelah didiamkan beberapa saat, maka air cucian beras itu akan mengendap. Pelan-pelan kita buang air yang jernih di atas endapan itu. Dan endapan itulah yang kita gunakan sebagai masker wajah. Tinggal aplikasikan atau oleskan di wajah seperti penggunaan masker wajah lainnya.

Mulai mengendap

 

Mudah sekali bukan?

Senin, 31 Mei 2021

Minggu yang ngga asik (pelajaran berharga)

Minggu yang tak terlupakan. Lantaran ada kejadian yang tak mengenakkan. Kala itu sedang jalan menuju toko makanan kucing. Jalan yang biasa saya lalui memang tak mulus. Trotoar maksudnya, tak mulus.

Padahal saya biasa lewati trotoar itu dan tak pernah ada masalah. Mungkin karena lagi apes, maka ada kejadian itu. Walah-walah.... malu.... tapi... mau dikata apa? Sudah terjadi, biarkan saja.

Sedang jalan biasa tak terburu-buru, eh tiba-tiba seperti pusing dan saya pun nyusruk menghantam trotoar itu. Ha ha ha.... padahal saya udah sarapan dan tidak sedang sakit. Weleh-weleh-weleh...

Saya biarkan saja badan saya jatuh di trotoar itu. Lalu teringat untuk segera bangkit.

Ada seorang ibu yang baik hati membantu saya berdiri. Saya ga sadar kalau dahi (jidat) kiri saya luka memar sampai ibu itu memberi tahu bahwa ada darah di jidat saya. Saya langsung lap dengan tisu basah yang saya genggam dan sudah agak kotor karena jatuh.

Wah iya, ada sedikit darah. Agak kaget juga yah kok bisa berdarah. Tapi... ya bisa saja karena trotoar itu kasar berbatu. Jadi jidat saya kena batuan yang ada di sana.

Siku lengan kiri juga memar dan lutut kiri juga begitu.  Apes memang saat itu, he he he....

Saya ucapkan terima kasih untuk ibu yang sudah membantu saya, semoga ibu mendapatkan balasan dari DIA yang tak pernah tidur. Saya diberikan tisu basah oleh ibu itu untuk membersihkan luka memar saya.

Rabu, 26 Mei 2021

Siang ini

Siang ini anginnya kencang, saya jadi takut kalau pakaian yang sedang saya jemur akan beterbangan dan jatuh. Ya, sudah saya angkat saja dan untungnya sudah kering juga.

Kemarin dan beberapa hari belakangan juga sama sepertinya. Angin kencang. Minggu lalu malah turun hujan di sore hari dan angin juga ikutan, jadilah bocor rumah dan mesti segera dibersihkan ketika hujan reda.

Karena hujannya deras dengan angin juga, maka air yang masuk pun agak banyak. Mudah-mudahan ke depannya tidak seperti itu lagi. Amin....

Kemarin tanggal merah, hari raya Waisak. Terasa sepi... saya rasakan kalau hari libur memang kondisi jadi sepi. Di jalan raya juga demikian, pas saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan harian, saya baru sadar kalau kemarin itu hari libur. Pantas saja sepi...

Hari lebaran sudah berlalu, ya memang semua juga akan berlalu, he he he. Tak ada yang abadi, begitu kata para bijak.

Selasa, 25 Mei 2021

Air muka

Sepertinya air muka seseorang ditentukan dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Apakah sepanjang hidupnya ia bahagia, atau sering berduka, sering mendapatkan perlakuan baik atau sebaliknya. Apakah ia mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya atau malah kemudahan.

Air muka bisa dibaca dengan mudah. Dari pancaran bola matanya. Kita sebenarnya bisa mengetahui seseorang itu ceria atau cenderung menyimpan duka.

Ya, bola mata bisa menyiratkan sejuta makna.

Kamis, 20 Mei 2021

Amankan no WA dengan Verifikasi Dua Langkah


Tadi pagi seorang sobat bercerita tentang pengalamannya. 

Ia mendapatkan Wa dari seorang teman. Tanpa ucap salam dan lainnya, temannya itu langsung kirim teks P lalu disusul dengan kalimat: “bisa bantu ga?”

Ada rasa curiga yah karena biasanya temannya itu selalu memulai pembicaraan dengan salam, tapi akhirnya Wa tersebut ia balas :”hal apa mba?”

Lalu temannya itu jawab lagi yang bikin tambah sobat saya curiga:”ada saldo di rek?”

“pinjam sebentar” “nanti siang dikembalikan”

Wah sobat saya jadi berfikir bahwa nomornya itu telah dihack orang karena dia tahu persis bahwa temannya itu ga bakal pinjam uang.

Langsung sobat saya tanyakan pada atasan temannya itu (kebetulan ia kenal) apakah nomor hp temannya itu dihack atau hpnya hilang. Dan ternyata diiyakan oleh sang atasan bahwa nomor teman itu telah dihack.

Ternyata semestinya sobat saya hapus pembicaraan itu segera dan semestinya ia tidak balas wa yang temannya itu kirimkan. Wah...sobat saya jadi was-was, jangan-jangan nomor WA nya sudah kena hack.

Flag Counter