Tampilkan postingan dengan label dialog spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dialog spiritual. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (bagian 6)


Masa-masa sepi yakni tidak banyaknya kendaraan yang melaju di jalan utama (jalan besar) sepertinya bisa dikatakan sudah berakhir. Hal ini saya sadari sejak sepekan dari Hari Raya Idul Fitri.

Waktu itu saya sudah mulai berbelanja keperluan sehari-hari setelah sebelumnya saya totally di rumah saja selama kurang lebih 10 hari.

Wah... lalu lintas di daerah tempat tinggal saya sudah rame, seperti hari-hari sebelum adanya wabah Corona, sebelum adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) diberlakukan. Pedagang makanan yang keliling juga sudah mulai beraktifitas lagi di daerah saya tinggal. Sudah seperti dulu.

Tapi, kini hampir sebagian besar orang menggunakan masker walaupun ada juga yang menggunakannya dengan tidak menutupi hidung (aneh yah!).

New Normal


Itulah istilah yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Normal baru.

Tapi... kok sepertinya bukan new normal tapi tidak normal. Kalau sebelum adanya wabah ini, kita tidak perlu menggunakan masker saat di luar rumah dan kita tidak perlu menjaga jarak serta tidak perlu sering mencuci tangan.

Kini.... walaupun kegiatan sudah mulai dinormalkan kembali, diaktifkan kembali, kita harus menggunakan masker ketika di luar rumah, harus menjaga jarak dan harus sering mencuci tangan serta keharusan lainnya guna menjaga kesehatan.

Bukan suatu hal yang normal yah, tapi... itulah yang harus diterima. Keadaan memang sudah jauh berubah sejak adanya wabah ini. Kita tak bisa pungkiri, wabah ini telah memaksa kita untuk berubah.

Sungguh suatu hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Senin, 11 Mei 2020

Sore ini (Senin, 11 Mei 2020)


Agak mendung, tadi sempat mau hujan turun, tapi sampai sekarang belum juga. Nampak awan abu-abu di sebelah kiri sedang berarak dihalau angin. Cuaca jadi beda dari kemarin hari. Indah sih, adem dan tenang lantaran angin tak bertiup kencang.

Burung-burung tampak terbang bergegas hendak pulang ke sarang, kan udah sore. Waktunya untuk istirahat untuk bangsa burung yang hidupnya di siang hari. Kini gantian bagi bangsa burung malam hari yang siap-siap untuk keluar untuk beraktifitas.

Hmm.... saya pun layaknya seperti burung saja yah, tapi bukan burung yang bisa terbang bebas. Ya, lantaran wabah virus Corona ini saya dan banyak teman-teman lainnya di rumah aja guna memutus mata rantai penyebaran virus yang tergolong baru namun cepat penyebarannya itu.

Kayak burung di dalam sangkar jadinya, ga boleh kesana-kemari seperti dulu sebelum ada wabah ini. Rasa takut, cemas dan juga gelisah kadang terselip di antara satu dan lain emosi di dalam diri. Entah sampai kapan pandemi ini akan berakhir.
Flag Counter