Tampilkan postingan dengan label Buku Bapak Anand Krishna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku Bapak Anand Krishna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

Belajar Membuat Bolu Pisang Kukus Tanpa Mixer

Bolu pisang kukus siap disantap

Sejak menikah saya belum pernah membuat bolu lantaran tidak ada peralatannya (bilang aja males har... ). Dan alasan lainnya adalah suami tidak suka kue yang manis. Resikonya adalah saya mesti makan sendiri bolunya he he he...

Tapi, beberapa waktu yang lalu ketika saya melihat channelnya ibu Nikmatul Rosidah, saya tertarik ingin mencoba resep yang beliau share di channelnya itu. Kalao ga salah waktu itu resep yang dishare adalah membuat bolu pisang dengan rice cooker.

Nah, saya mencoba memodifikasinya. Yuk, langsung saja;

Bahan-bahan yang diperlukan
  • Pisang ambon
  • Tepung terigu 200 gr
  • Soda kue 1 sendok teh
  • Baking powder 1 sendok teh
  • Margarin
  • Telur 1 butir
  • Gula putih
  • Yogurt

 Cara membuatnya:
  • Pertama-tama haluskan pisang, sisihkan dalam wadah
  • Ayak tepung terigu, soda kue dan baking powder, sisihkan dalam wadah
  • Sementara itu, campur gula putih dengan margarin dan sedikit yogurt
  • Aduk hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan telur (putihnya saja), aduk kembali
  • Selanjutnya masukkan pisang. Aduk kembali
  • Kemudian pelan-pelan masukkan tepung terigu yang sudah diayak dengan soda kue dan baking powder tadi.
  • Aduk kembali hingga tercampur rata
  • Lalu masukkan adonan tersebut ke dalam wadah yang sudah diolesi margarin dan ditaburi sedikit tepung terigu
  • Kukus kurang lebih 30 menit

Selasa, 29 Januari 2019

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Malam sudah agak larut, namun Satria nampaknya masih belum ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah selesai membuat konten video untuk channel Youtubenya, ia merasa masih memiliki sedikit energi untuk melakukan aktifitas ringan lain.

Setelah berpikir sebentar, akhirnya ia memutuskan untuk membaca kembali salah satu buku karya Bapak Anand Krishna – seorang spiritual humanis – yang memang menjadi salah satu penulis favoritnya.

Dan buku yang ia ambil dari rak buku yang ada di kamarnya itu adalah sebuah buku dengan judul Kearifan Mistisisme – Panduan untukMenyelaraskan diri dengan Semesta dan menyerap Suara Yang Maha Ada.

Satria juga mengambil buku catatan yang ada dalam tasnya. Sudah lama ia tidak membaca buku itu setelah pertama kali ia membacanya setelah membelinya. Ia membuka cover buku tersebut, di lembar paling depan yang berisi judul buku, di bawahnya terdapat tanda tangan Bapak Anand Krishna dengan tulisan Rahayu.

“Terima kasih Bapak...” ia bergumam dalam hati diikuti dengan mata yang berkaca-kaca. Terlintas rasa haru ketika mengucapkan kalimat tersebut dalam hati.

Lembaran berikutnya ia buka dan ia temui bilamana buku Kearifan Mistisisme tersebut diterbitkan pertama kali oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. Dilanjutkan dengan Daftar Isi yang diawali dengan pengantar yang bertema Sebelum Memulai Perjalanan.

Buku Kearifan Mistisisme ini dibagi menjadi enam bagian dengan masing-masing bagian memiliki judul tersendiri dan bahasannya tersendiri juga. Dimulai dengan bagian pertama yang mengulas tentang Mengenal Mistisisme.

Kata “Mistik” berasal dari kata “mystique” dalam bahasa Perancis kuno yang diambil dari kata “mustikos  dalam bahasa Yunani kuno. Nah, kata Mustikos ini terkait dengan kata mustes, seorang yang telah menjalani inisiasi dan inisiasi yang dimaksud adalah keteguhan hati dan kebulatan tekad untuk melakoni muein – memejamkan mata dan menutup mulut.

Namun itu bukan berarti seorang mistik harus hidup dengan mata dan mulut yang tertutup, melainkan mesti menyepi secara menyeluruh bukan hanya fisik saja. Menyepi yang dimaksud adalah keadaan jiwa dimana seseorang tidak tergantung pada sesuatu apa pun. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Seorang mistik adalah seorang yang berdaya.

Satria masih menggoreskan penanya di atas buku catatan yang bersampul kopi (kayak jaman sekolah dasar aja nih si Satria he he he...) 

Kamis, 24 Januari 2019

Yuk, Simak Bhagavad Gita oleh Bapak Anand Krishna, Mudah Dipahami Lhoo...

Sore itu, setelah pulang mengajar, Satria menuju ke kediaman sahabatnya yakni Santo. Ada keperluan karena Santo memintanya untuk membantu untuk setting email di laptopnya yang rada error.

Baru saja Satria duduk di salah satu bangku yang tersedia di kamar sahabatnya itu, ia rada tertegun melihat dua wayang yang terpasang di dinding kamar itu.

Wayang Shri Krishna dan Arjuna
“Eh, kapan kamu beli wayang-wayang itu San? Aku baru liat, kemarin-kemarin kayaknya belum ada.” Satria bertanya sambil menunjuk dua wayang yang terpasang di dinding kamar Santo.

“Itu udah lama banget Sat, kebetulan minggu lalu gua beres-beres gudang. Gua liat dua wayang itu ada di lemari gudang. Ya, sudah gua pasang aja di dinding ini.” Santo menjelaskan

“Wayang-wayang itu gua beli dari pedagang yang lewat Sat, tumben-tumbenan ada yang menjual wayang keliling.” Santo masih meneruskan kalimatnya.

“Nah, baru-baru ini gua kepikiran. Kok gua milih sosok wayang itu ya? Padahal penjual itu juga membawa beberapa sosok wayang lainnya. Apa mungkin karena di alam bawah sadar gua sudah ada rekaman dua sosok wayang itu ya, Sat?” Dengan nada yang tidak yakin, Santo bertanya pada Satria.

Flag Counter