Tampilkan postingan dengan label Kelompok meditasi di Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelompok meditasi di Jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2015

Waspada Akan Amarah

Ternyata emosi kemarahan itu bisa membunuh, bisa menghancurkan apa-apa yang tidak ingin kita hancurkan saat kita dalam keadaan tenang.

Ya, emosi amarah itu berbahaya. Sang Buddha mengatakan bahwa dengan emosi marah kita sebenarnya membakar diri sendiri dan emosi amarah yang ada dalam diri sebenarnya meracuni diri kita sendiri namun kita berharap orang lain yang mati dengan racun tersebut.

Sungguh benar memang ucapan sang Buddha.

Terakhir kali menyaksikan episode-episode terakhir serial televisi Mahabharata ditampilkan sang raja Hastinapura, Dretarastra yang dipenuhi amarah lantaran semua anak-anaknya yang berjumlah 100 orang dibunuh oleh Bima dalam perang Mahabharata.

Ia sungguh marah besar pada keponakannya itu. Saat bertemu dengan kelima anak adiknya itu yakni 5 pandawa ia berniat untuk membunuh Bima dengan cara meremukkannya ketika ia memeluk Bima.

Bima sungguh terkejut ketika ia mendapati bahwa sang raja betul-betul marah lantaran ia telah membunuh semua anaknya. Ia dapati hal itu ketika sang raja memeluknya pertama kali. Dan kemudian sang raja dengan emosi marah yang tampak jelas menginginkan agar Bima mendekatinya kembali guna memeluknya.

Rabu, 06 Februari 2013

Berlatih untuk bersyukur dengan meditasi


taken from www.blog.anandashram.asia
Memang terkadang kita merasa bahwa hidup kita sungguh menderita karena keinginan-keinginan kita tak tercapai. Keinginan-keinginan yang bersifat materi khususnya. Seperti tak memiliki kendaraan,rumah mewah, pakaian mahal ataupun tak bisa makan di restoran karena tak cukup uang yang kita miliki untuk itu.

Well, itu nampaknya karena kita selalu melihat yang tidak ada pada kita, kita selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat materi tersebut. Tetangga kita punya mobil kok kita ga punya; kayak gitu contohnya.

Tapi satu hal yang mesti disadari bahwa kita masing-masing mempunyai nasib yang tentunya kita tentukan sendiri kadarnya. Orang lain bisa berkecukupan atau bahkan berlebih dalam hal harta itu pasti karena mereka bekerja keras untuk itu atau bahkan memang karma baik yang mereka miliki dalam masa kehidupan ini.

Minggu, 03 Februari 2013

Stress dan Cara mengatasinya


Stress?
Siapa juga yang tidak disapanya?

Mulai dari anak-anak usia sekolah yang dibebani untuk meraih nilai terbaik oleh para orang tua, sampai pada orang dewasa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.

Stress memang nampaknya menjadi hal yang rentan sekali bagi siapapun tak pandang usia, pendidikan, agama, budaya ataupun strata social. Semua tanpa kecuali beresiko mengalami stress.

Bahkan pada jaman serba instan ini, resiko itu kian tinggi saja.

Mungkin kita selalu menolak bila seorang kawan memberikan komen bahwa kita sedang stress karena mengingat konotasi stress itu tak ubahnya kata gila. Padahal tidaklah demikian, stress bukan berarti gila tapi melainkan lebih kepada situasi mental kita yang sedang mengalami tekanan atau pressure sehingga menyebabkan kita sulit untuk mengambil keputusan atau membuat kita tak bisa berfikir dengan jernih sehingga tindakan kita menjadi kacau.

Rabu, 04 Januari 2012

Latihan untuk menemukan kabahagiaan dalam diri


Selasa malam tepatnya 3 January 2012 pukul 19.00 kami kembali mengikuti l salah satu atihan program Neo Self Empowerment yang diselenggarakan di salah satu Ashram dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB sejak 2006) di bilangan Sunter Mas Barat, Jakarta Utara.

Tempat tersebut memang sengaja didirikan oleh Bapak Anand Krishna yang dikenal sebagai seorang tokoh spiritual lintas agama dan juga seorang penulis buku-buku spiritual dan kebangsaan yang produktif. Anand Ashram memang dimaksudkan oleh beliau sebagai tempat untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin memberdaya diri.
Flag Counter