![]() |
| Sampah fisik yang kita biasa buang |
Kita mungkin awalnya hanya meletakkan sedikit sampah setiap hari ke tempat sampah yang ada di depan rumah kita. Sedikit demi sedikit dan sampah-sampah itu pun kian hari kian bertambah baik volumenya ataupun aromanya.
Bagi kita yang menyadari keberadaan tumpukan sampah itu pasti akan segera menyingkirkannya dengan membuangnya ke penampungan sampah yang ada di lingkungan kita yang akhirnya akan dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (tpa).
Sampah yang nyata bentuknya memang mudah sekali dikenali keberadaannya dan mudah juga untuk menyingkirkannya. Lalu bagaimana dengan sampah pikiran, sampah emosi yang mengendap dalam diri kita?
Sampah pikiran dan sampah emosi
Seperti halnya sampah fisik yang kita hasilkan tiap hari, kita pun sesungguhnya menghasilkan sampah pikiran dan sampah emosi. Apa pula itu?
Sampah pikiran ataupun sampah emosi merupakan sampah atau emosi-emosi yang terpendam yang tidak dapat kita ekspresikan ketika kita berinteraksi dengan sesama entah itu dengan keluarga, teman atau pun tetangga dan lain sebagainya.
