Kamis, 23 Juli 2026

Perkedel Kentang di Hari Kamis

Seperti siang hari sebelum-sebelumnya, siang ini pun cuacanya panas. Kalau kita cek cuaca Jakarta hari ini via google, maka akan kita dapati suhunya 33 derajat celsius. Tapi siang ini tak terlalu berangin seperti kemarin. 

Kalau cuaca panas seperti ini sangat cocok untuk mencuci-cuci apa pun karena cepat kering, he he he. Tapi bukan mencuci dosa ya. Cuaca panas memang mulai terasa di kala menjelang siang sampai sore hari. Pagi tadi sempat terdeteksi awan cenderung mendung, agak gelap walaupun sudah pukul 6 lebih. Kami kira akan turun hujan, tetapi ternyata tidak.

Di negara kita memang musim panas seperti halnya di negara lainnya yang memiliki 4 musim. Di sini terasa sekali ketika pukul 6 sore tapi langit masih terang. 

Rabu, 22 Juli 2026

Cerita di Hari Rabu

Gambar dari pixabay
Pagi hari setelah adzan Shubuh berkumandang, kami sudah bersiap-siap untuk keluar rumah guna berbelanja sayur dan keperluan lainnya. Maklum Rabu adalah jadwal kami untuk berbelanja sayur di pagi hari.

Kurang lebih jam 5 kurang sedikit kami sudah mulai berada di luar rumah, Alhambulillah kami tidak terlalu telat untuk keluar. Kalau telat keluar, maka biasanya kembali ke rumah agak siang (langit sudah terang) sekitar jam 6 pagi. Memang biasanya kami usahakan untuk kembali ke rumah sebelum jam 6 walaupun terkadang tidak bisa diprediksi. Karena terkadang kami berbelanja tidak di satu tempat saja dan itu takes time, he he he.

Tujuan kami adalah pedagang sayur di lokasi yang paling jauh dari tempat tinggal kami. Itu adalah pedagang sayur langganan kami. Mungkin karena sudah biasa, jadi kami merasa ok saja walaupun jaraknya agak jauh ya. Di tempat itu kami biasa membeli ikan basah, buah pepaya dan sayur tentunya.

Kami semangat menuju pedagang langganan, tapi siapa sangka si pedagang tersebut tidak jualan alias libur alias tutup warung. Wah... kami harus putar balik dan berbelanja di tempat lainnya. Yo wis, tidak apa-apa, mungkin ia ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan di kampung halamannya.

Selasa, 21 Juli 2026

Hari Ini ke Puskesmas

Berhubung obat darah tinggi yang kami dapatkan sudah sisa 3, maka sudah saatnya kami kontrol ke puskesmas daerah kami tinggal. Kurang lebih satu bulan yang lalu kami ke puskesmas dan diberikan obat darah tinggi untuk sebulan dan selanjutnya kami mesti rutin ke sana untuk periksa kesehatan secara rutin.

Kali ini kami hanya berangkat sendiri saja dan kami berangkat dengan memesan gojek seperti biasanya. Berangkat kurang lebih jam 8.10 pagi tak lama kami tiba di puskesmas yang kami tuju, maklum jaraknya tak seberapa jauh alias dekat saja dari tempat tinggal kami.

Sampai di puskesmas terlihat sudah banyak pasien lainnya yang antri menunggu giliran untuk diperiksa. Di puskesmas tempat tinggal kami menyediakan layanan kesehatan dasar seperti poli umum, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gigi, dan lansia. 

Puskesmasnya beralamat di Jl. Mufakat No.1, RT.01/RW.03, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (di belakang Kantor Kelurahan Bintaro).

Menunggu sesuai dengan nomor antrian, akhirnya kami pun dipanggil untuk ke loket pendaftaran lalu selanjutnya menunggu untuk tensi darah, kemudian menunggu untuk dipanggil ke ruang dokter dan terakhir menunggu untuk panggilan penerimaan obat.

Minggu, 19 Juli 2026

Pentingnya Membawa Uang Cash

Di era modern ini sistem pembayaran sudah kian maju dan memudahkan kita sebagai penggunanya. Pembayaran yang dahulunya hanya dengan uang tunai atau cash saja, perlahan kian bergeser menjadi pembayaran dengan uang digital.

Kini sistem pembayaran yang tanpa menggunakan uang tunai atau cashless , bisa kita temukan di mana-mana. Awalnya yang hanya di tempat tertentu saja, kini sudah mulai meluas sehingga kita tidak perlu menggunakan uang cash ketika hendak melakukan pembayaran.

Di beberapa pedagang sayur langganan kami pun bisa kita jumpai adanya sistem pembayaran tanpa uang tunai alias cashless. Selain itu di banyak pedagang sembako pun demikian, kita bisa membeli barang tanpa uang tunai.

Adapun definisi cashless adalah metode transaksi pembayaran yang menggantikan penggunaan uang tunai fisik dengan instrumen digital. Sistem ini menggunakan berbagai sarana seperti dompet digital (contoh: QRIS), kartu debit, kartu kredit, dan mobile banking untuk membuat transaksi menjadi lebih praktis, efisien, dan aman.

Di pedagang sayur langganan kami, tersedia barcode yang bisa di scan bila kita ingin melakukan pembayaran. Selain itu di agen telur pun demikian serta di pedagang sembako yang biasa kami tuju. 

Sabtu, 18 Juli 2026

Sabtu Pagi Ini

Gambar dari Google
Seperti biasa, Sabtu pagi tadi kami keluar belanja sayur dan keperluan lainnya. Kami belanja dekat rumah saja, sehingga kami tidak perlu menggunakan sepeda alias jalan kaki saja. Selain belanja sayur, kami juga membeli makanan untuk sarapan dan juga membeli beras.

Karena berasnya tidak seperti yang biasa beli di tempat langganan, kami hanya membeli satu liter saja untuk tambahan. Dengan harga yang sama, namun sepertinya kualitasnya berbeda. Tak apalah, senin atau di hari lain, kami rencana beli di tempat langganan. Untuk beli di tempat langganan, kami biasanya menggunakan sepeda karena memang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami.

O ya, pagi tadi kami membeli bubur ayam untuk sarapan. Sudah lama sekali kami tidak sarapan bubur ayam. Kamis lalu kami berencana untuk beli bubur ayam yang biasa lewat depan rumah, tapi ternyata tukang bubur tersebut hari itu tidak lewat, mungkin ia tidak jualan alias libur. Bubur ayam yang kami beli memang bukan yang biasa lewat di depan rumah kami. Tapi, tidak apa2. Kami beli saja.

Sebelumnya tukang bubur tersebut singgah di masjid yang ada di seberang jalan tempat tinggal kami. Ia bercerita bahwa ada seseorang yang biasa memintanya untuk memberikan 100 porsi buburnya kepada jamaah masjid tersebut kala Sabtu pagi setelah kajian Shubuh.

Jumat, 17 Juli 2026

Membuat Bubur Kacang Ijo

Bubur kacang ijo siap disantap
Sudah lama sekali kami tidak membuat bubur kacang ijo. Biasanya kami campur dengan ketan hitam, tapi kali ini kami hanya menggunakan kacang ijo saja. Namanya juga bubur kacang ijo, he he he... 

Berikut ini info tentang kacang ijo atau kacang hijau yang kami ambil dari Wikipedia

Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae)[3] ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Oya, kami ngga sengaja ingin membuat bubur kacang ijo sebenarnya. Tapi karena ketika di tukang sayur kami melihat kacang ijo, jadilah kami beli dan terlintas untuk membuatnya menjadi bubur. Pernah kami beli bubur kacang ijo yang dijual dekat tukang sayur langganan kami dan rasanya terlalu manis buat kami. Jadi kami hanya beli sekali saja dan kali ini kami ingin membuat bubur kacang ijo sendiri.

Flag Counter