Selasa, 21 Juli 2026

Hari Ini ke Puskesmas

Berhubung obat darah tinggi yang kami dapatkan sudah sisa 3, maka sudah saatnya kami kontrol ke puskesmas daerah kami tinggal. Kurang lebih satu bulan yang lalu kami ke puskesmas dan diberikan obat darah tinggi untuk sebulan dan selanjutnya kami mesti rutin ke sana untuk periksa kesehatan secara rutin.

Kali ini kami hanya berangkat sendiri saja dan kami berangkat dengan memesan gojek seperti biasanya. Berangkat kurang lebih jam 8.10 pagi tak lama kami tiba di puskesmas yang kami tuju, maklum jaraknya tak seberapa jauh alias dekat saja dari tempat tinggal kami.

Sampai di puskesmas terlihat sudah banyak pasien lainnya yang antri menunggu giliran untuk diperiksa. Di puskesmas tempat tinggal kami menyediakan layanan kesehatan dasar seperti poli umum, kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gigi, dan lansia. 

Puskesmasnya beralamat di Jl. Mufakat No.1, RT.01/RW.03, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (di belakang Kantor Kelurahan Bintaro).

Menunggu sesuai dengan nomor antrian, akhirnya kami pun dipanggil untuk ke loket pendaftaran lalu selanjutnya menunggu untuk tensi darah, kemudian menunggu untuk dipanggil ke ruang dokter dan terakhir menunggu untuk panggilan penerimaan obat.

Minggu, 19 Juli 2026

Pentingnya Membawa Uang Cash

Di era modern ini sistem pembayaran sudah kian maju dan memudahkan kita sebagai penggunanya. Pembayaran yang dahulunya hanya dengan uang tunai atau cash saja, perlahan kian bergeser menjadi pembayaran dengan uang digital.

Kini sistem pembayaran yang tanpa menggunakan uang tunai atau cashless , bisa kita temukan di mana-mana. Awalnya yang hanya di tempat tertentu saja, kini sudah mulai meluas sehingga kita tidak perlu menggunakan uang cash ketika hendak melakukan pembayaran.

Di beberapa pedagang sayur langganan kami pun bisa kita jumpai adanya sistem pembayaran tanpa uang tunai alias cashless. Selain itu di banyak pedagang sembako pun demikian, kita bisa membeli barang tanpa uang tunai.

Adapun definisi cashless adalah metode transaksi pembayaran yang menggantikan penggunaan uang tunai fisik dengan instrumen digital. Sistem ini menggunakan berbagai sarana seperti dompet digital (contoh: QRIS), kartu debit, kartu kredit, dan mobile banking untuk membuat transaksi menjadi lebih praktis, efisien, dan aman.

Di pedagang sayur langganan kami, tersedia barcode yang bisa di scan bila kita ingin melakukan pembayaran. Selain itu di agen telur pun demikian serta di pedagang sembako yang biasa kami tuju. 

Sabtu, 18 Juli 2026

Sabtu Pagi Ini

Gambar dari Google
Seperti biasa, Sabtu pagi tadi kami keluar belanja sayur dan keperluan lainnya. Kami belanja dekat rumah saja, sehingga kami tidak perlu menggunakan sepeda alias jalan kaki saja. Selain belanja sayur, kami juga membeli makanan untuk sarapan dan juga membeli beras.

Karena berasnya tidak seperti yang biasa beli di tempat langganan, kami hanya membeli satu liter saja untuk tambahan. Dengan harga yang sama, namun sepertinya kualitasnya berbeda. Tak apalah, senin atau di hari lain, kami rencana beli di tempat langganan. Untuk beli di tempat langganan, kami biasanya menggunakan sepeda karena memang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami.

O ya, pagi tadi kami membeli bubur ayam untuk sarapan. Sudah lama sekali kami tidak sarapan bubur ayam. Kamis lalu kami berencana untuk beli bubur ayam yang biasa lewat depan rumah, tapi ternyata tukang bubur tersebut hari itu tidak lewat, mungkin ia tidak jualan alias libur. Bubur ayam yang kami beli memang bukan yang biasa lewat di depan rumah kami. Tapi, tidak apa2. Kami beli saja.

Sebelumnya tukang bubur tersebut singgah di masjid yang ada di seberang jalan tempat tinggal kami. Ia bercerita bahwa ada seseorang yang biasa memintanya untuk memberikan 100 porsi buburnya kepada jamaah masjid tersebut kala Sabtu pagi setelah kajian Shubuh.

Jumat, 17 Juli 2026

Membuat Bubur Kacang Ijo

Bubur kacang ijo siap disantap
Sudah lama sekali kami tidak membuat bubur kacang ijo. Biasanya kami campur dengan ketan hitam, tapi kali ini kami hanya menggunakan kacang ijo saja. Namanya juga bubur kacang ijo, he he he... 

Berikut ini info tentang kacang ijo atau kacang hijau yang kami ambil dari Wikipedia

Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae)[3] ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Oya, kami ngga sengaja ingin membuat bubur kacang ijo sebenarnya. Tapi karena ketika di tukang sayur kami melihat kacang ijo, jadilah kami beli dan terlintas untuk membuatnya menjadi bubur. Pernah kami beli bubur kacang ijo yang dijual dekat tukang sayur langganan kami dan rasanya terlalu manis buat kami. Jadi kami hanya beli sekali saja dan kali ini kami ingin membuat bubur kacang ijo sendiri.

Kamis, 16 Juli 2026

Hai musang, mau kemana kamu?

Sudah lama sekali kami tidak melihat musang yang melintas melewati atap rumah tetangga belakang. Dulu, awal-awal kami tinggal di sini, sering kami melihat musang. Tapi mungkin karena sering diburu, jadi mereka lebih hati-hati untuk menampakkan diri. 

Kemarin di awal pagi menjelang waktu shubuh, seekor musang melintas melewati atap tetangga. Ia berukuran agak besar denga ekor panjang dan warna bulu yang coklat gelap mendekati hitam. 

Di belakang rumah kami masih banyak lahan yang dijadikan kebun dengan aneka pohon buah-buahan yang mungkin menyebabkan musang masih berkeliaran di daerah kami mengingat makanan yang mereka konsumsi masih banyak tersedia.

Berikut ini informasi dari Ai mengenai musang, hewan yang aktif di malam hari.

Musang adalah kelompok mamalia kecil (famili Viverridae) yang ramping, arboreal, dan bersifat nokturnal. Terkenal sebagai pemakan buah dan serangga (omnivora), musang memiliki kelenjar anal yang mengeluarkan aroma wangi seperti daun pandan saat terancam. Spesies paling populer adalah musang pandan (Paradoxurus hermaphroditus), yang juga dikenal sebagai produsen biji kopi luwak

Senin, 13 Juli 2026

Nyamuk Di Saat Cuaca Panas

Cuaca masih panas siang ini seperti siang-siang sebelumnya. Suhu di layar monitor tercantum angka 32 derajat celsius. Hmmm... cuaca panas seperti ini kita harus banyak minum air putih supaya ga dehidrasi. Oya, kalau cuaca panas seperti ini, malam hari banyak nyamuk di tmpt kami walaupun ngga terlalu banyak yah.

Kami katakan banyak nyamuk karena kalau tidak panas, bisa dibilang tidak ada nyamuk. Kalaupun ada paling satu ato dua ekor saja. Malam hari sangat mengganggu nyamuknya. Sepertinya kalau cuaca panas, nyamuk bisa terbang lebih tinggi, he he he...

Yuk kita tengok sekilas pembahasan nyamuk yang kami ambil dari Wikipedia ini

Nyamuk, atau Culicidae, adalah sebuah famili lalat kecil yang terdiri atas 3.600 spesies. Kata mosquito (terbentuk dari kata mosca dan diminutif -ito)[2] berasal dari bahasa Spanyol dan Portugis yang berarti lalat kecil.[3] Nyamuk memiliki tubuh beruas yang ramping, sepasang sayap, tiga pasang kaki panjang serupa rambut, serta alat mulut khusus yang sangat panjang untuk menusuk dan mengisap. Seluruh nyamuk meminum sari bunga; namun nyamuk betina dari banyak spesies telah beradaptasi untuk juga mengisap darah. Kelompok ini terdiversifikasi selama periode Kapur. Para biologi evolusioner memandang nyamuk sebagai mikropredator, yakni hewan kecil yang memparasiti hewan yang lebih besar dengan mengisap darah mereka tanpa membunuh mereka secara langsung. Para ahli parasitologi medis memandang nyamuk sebagai vektor penyakit, yang membawa parasit protozoa atau patogen bakteri maupun viral dari satu inang ke inang lainnya.

Flag Counter