Rabu, 30 September 2026

Hujan di Akhir September

Musim penghujan di Indonesia biasanya sudah dimulai sejak bulan Agustus atau bahkan bulan Juli pun hujan sudah turun, tapi kali ini hujan belum turun juga dikarenakan adanya faktor iklim seperti El Nino, yakni fenomena alam berupa memanasnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas rata-rata normalnya.

Dengan hujan yang tak kunjung turun, beberapa daerah sudah kekurangan air dan beberapa tempat yang menjadi sumber air seperti sungai dan danau diberitakan airnya surut signifikan tak seperti biasanya. 

Berikut ini link berita tentang sungai yang dikabarkan surut airnya:

Sungai Cisadane Surut Lagi, Warga Memancing di Sisa Genangan Air

Sungai Barito Surut, Hamparan Pasir-Daratan Muncul di Tengah Aliran Air

Sungai Kapuas Surut, Pertamina Pakai Fasilitas BBM Alternatif 

BMKG memprediksi awal musim hujan di tahun ini akan mulai di bulan November 2026 dan akan terjadi secara bertahap. Dan sebagian besar wilayan di Indonesia diprediksi akan mengalami puncak musim hujan di bulan Desember. Bulan Januari dan Februari 2027 pun hujan diprediksi masih turun.

Jumat, 18 September 2026

Akhirnya Pohon Petai Itu Berbuah Juga

Gambar dari Google
Hmmm... pohon petai itu sepertinya sudah lebih dari satu tahun ada di sana, di kebun tetangga kami. Ya, Pohon petai milik tetangga kami itu kalau tak salah sudah lebih dari satu tahun. Dan baru beberapa hari yang lalu kami liat pohon itu berbuah, buahnya menjuntai-juntai bergoyang tertiup angin.

Memang belum banyak ya buahnya, sepertinya dalam satu tangkai itu ada sekitar 5 buah petai. Pohon petai itu bukannya malas berbuah, kami perhatikan dari tahun kemarin pun ia sudah berusaha untuk berbuah. Banyak sekali tangkai bunga yang nantinya akan menjadi bakal buah, tetapi sekian banyak tangkai bunga petai itu satu persatu jatuh dan tak menyisakan satu pun tangkai yang menjadi bakal buah.

Dan tahun ini kembali sang pohon petai dengan bangganya memamerkan banyak tangkai bunganya. Sampai saat ini pun banyak sekali tangkai bunga yang masih kecil dan salah satu tangkai bunga tersebut ada yang menjadi buah petai. Wah.... selamat ya pohon petai, you did it.

Teruslah menghasilkan buah sehingga sang pemilik mu menjadi senang dan bangga pada mu wahai pohon petai. Kami melihat dari kejauhan saja sudah senang sekali bahwa pohon petai tersebut akhirnya berbuah. Kami pun menunggu buah petai tersebut bergantungan pada tangkai buahnya. 

O ya, menurut kami bunga petai itu bentuknya seperti mikrophon, lucu ya. Apakah ada juga yang berpendapat sama seperti kami.

Kamis, 10 September 2026

Pagi ini (Hari Kamis)

Gambar dari Google
Pagi tadi seperti biasanya kami keluar untuk belanja sayur dan kebutuhan lainnya. Memang yang biasanya kami keluar di hari Rabu, kami ganti menjadi kamis. Pagi setelah terdengar adzan shubuh, kami siap-siap untuk pergi keluar rumah. Kenapa keluar belanja harus pagi-pagi sekali? Ada beberapa alasan yang membuat kami memutuskan untuk belanja sayur di awal pagi. Salah satunya adalah kalau awal pagi (sebelum jam 6 pagi) kendaraan yang lalu lalang belumlah terlalu ramai sehingga membuat kami merasa lebih aman saat berkendara menggunakan sepeda listrik.

Dan kalau masih di awal pagi, di penjual sayurnya pun belum terlalu ramai pengunjungnya sehingga kami bisa menghemat waktu berbelanja.Dan bila di awal pagi, udaranya masih segar dan tidak banyak polusi dan tidak panas juga. 

Rabu, 09 September 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Gambar dari Google
Gunung Anak Krakatau sebuah gunung yang terletak di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Gunung ini merupakan gunung yang terbentuk akibat letusan eksplosif Krakatau pada tahun 1883 yang menghancurkan pulau Krakatau.

Kini gunung Anak Krakatau erupsi sejak jum'at lalu dan dikabarkan pada hari Senin ini (7 September 2026) erupsi menerusnya berhenti setelah 25 jam. Namun kini gunung Anak Krakatau mengalami letusan Strombolian, yakni  jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan. Aktivitas letusan stromboli dapat berlangsung sangat lama, sehingga sistem erupsi dapat berulang kali mengatur ulang dirinya sendiri.

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi tersebut sampai di Jabodetabek. Di tempat kami tinggal pun terasa abunya di lantai rumah kami. Awalnya kami ngga ngeh ketika kami menyikat lantai tempat kami menjemur pakaian kok seperti lantai yang lama tidak pernah dibersihkan padahal dalam sehari kami bisa 2 sampai 3 kali menyikatnya. 

Dan di rumah ibu kami yang ada di Lebak Bulus pun seperti itu. Banyak abu vulkanik yang tersebar di bangku yang ada di luar rumah, pun di atas mobil yang terparkir di luar rumah. Sampai lantai rumah ibu kami pun terasa sekali abunya.

Abu vulkanik yang diakibatkan dari erupsi gunung Anak Krakatau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena kandungan dari abu vulkanik tersebut adalah partikel silika tajam yang menyerupai serpihan kaca, yang tidak hanya mengancam kesehatan tubuh tetapi juga lingkungan dan transportasi. 

Bahaya bagi Kesehatan

Saluran Pernapasan: Menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, hingga memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memperparah penyakit asma. 

Mata: Menimbulkan rasa perih, kemerahan, berair, peradangan (konjungtivitis), hingga luka gores pada kornea (abrasi) akibat gesekan partikel tajam. 

Kulit: Memicu iritasi, gatal-gatal, dan kemerahan jika menempel langsung pada kulit yang sensitif. 

Jumat, 04 September 2026

Halo September 2026

Gambar dari Google
Bulan Agustus akhirnya sudah berakhir dan kini digantikan oleh bulan September. Ya, kini sudah memasuki bulan September - bulan ke sembilan dalam kalender Masehi, tepatnya sudah memasuki hari ke empat.

Hmmm... tanggal 4, hari Jum'at pertama di bulan September ini, cuaca panas seperti biasanya kadang disertai dengan angin semilir. Tapi memang cuaca dari pagi sudah terasa panas.Pagi ini kami tidak keluar belanja sayur karena sudah di hari Kamis kemarin.

Besok - Sabtu - kami akan keluar untuk belanja lagi. Jadi dalam seminggu, empat kali kami keluar untuk belanja sayur di pagi hari. Oya, tadi pagi kami keluar untuk membeli gas tabung 3 kilo untuk stok. Kami memang ada dua tabung - jadi saat tabung yang satu sedang digunakan, kami masih ada satu tabung lagi.

Untuk membeli gas, kami hanya pergi ke warung kecil milik tetangga kami yakni Mak Poni yang letakknya berdempetan dengan rumah yang kami tempati. Jadi, kami tinggal jalan ke samping saja. Dan sengaja kami beli gas di awal pagi sebelum jam 6 pagi tadi karena sang pemilik warung pasti ada sehingga kami tak perlu khawatir.

Setelah membeli gas, kami lanjutkan pekerjaan kami yang memang pekerjaan harian - rutinitas harian, dimulai dari menyuci pakaian, memasak nasi, memasak menu hari ini dan lainnya hingga selesai.

Hmm.... ini masih awal bulan, semoga bulan ini kami bisa menjadi lebih baik dari bulan sebelumnya. Amin... Kami juga semakin rajin untuk menulis di sini. Memang sih tak terlalu penting yah, tapi ini salah satu cara buat kami untuk tetap mengasah kemampuan menulis kami. Menceritakan hal-hal yang tampak sepele tapi kami suka melakukannya seperti halnya bercerita secara langsung.

Senin, 31 Agustus 2026

Hari Terakhir di Bulan ini


Hmmm.... ini adalah hari terakhir di bulan Agustus ini yakni hari Senin di tanggal 31. Besok sudah akan berganti hari dan berganti bulan pula. Berganti menjadi bulan September yang banyak dikenal dengan sebutan September Ceria. Semoga demikian adanya, amin....

Hari terakhir dengan cuaca yang masih sama yakni cuaca panas 34 derajat celsius dengan angin semilir. Semoga bulan depan tidak sepanas bulan ini sehingga rumput-rumput yang mulai mengering karena panasnya cuaca bisa mulai bersemi menghijau kembali. Amin...

Memang sih kalau cuaca panas seperti ini ada sisi baiknya bagi para ibu yakni jemur menjemur lebih cepat kering dan juga bila bepergian tak perlu khawatir akan turun hujan, jadi lebih leluasa bepergian walaupun memang pasti akan berkeringat dengan cuaca yang ada.

Flag Counter