Rabu, 09 September 2026

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Gambar dari Google
Gunung Anak Krakatau sebuah gunung yang terletak di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Gunung ini merupakan gunung yang terbentuk akibat letusan eksplosif Krakatau pada tahun 1883 yang menghancurkan pulau Krakatau.

Kini gunung Anak Krakatau erupsi sejak jum'at lalu dan dikabarkan pada hari Senin ini (7 September 2026) erupsi menerusnya berhenti setelah 25 jam. Namun kini gunung Anak Krakatau mengalami letusan Strombolian, yakni  jenis letusan gunung berapi dengan ledakan yang relatif ringan. Aktivitas letusan stromboli dapat berlangsung sangat lama, sehingga sistem erupsi dapat berulang kali mengatur ulang dirinya sendiri.

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi tersebut sampai di Jabodetabek. Di tempat kami tinggal pun terasa abunya di lantai rumah kami. Awalnya kami ngga ngeh ketika kami menyikat lantai tempat kami menjemur pakaian kok seperti lantai yang lama tidak pernah dibersihkan padahal dalam sehari kami bisa 2 sampai 3 kali menyikatnya. 

Dan di rumah ibu kami yang ada di Lebak Bulus pun seperti itu. Banyak abu vulkanik yang tersebar di bangku yang ada di luar rumah, pun di atas mobil yang terparkir di luar rumah. Sampai lantai rumah ibu kami pun terasa sekali abunya.

Abu vulkanik yang diakibatkan dari erupsi gunung Anak Krakatau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia karena kandungan dari abu vulkanik tersebut adalah partikel silika tajam yang menyerupai serpihan kaca, yang tidak hanya mengancam kesehatan tubuh tetapi juga lingkungan dan transportasi. 

Bahaya bagi Kesehatan

Saluran Pernapasan: Menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, hingga memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memperparah penyakit asma. 

Mata: Menimbulkan rasa perih, kemerahan, berair, peradangan (konjungtivitis), hingga luka gores pada kornea (abrasi) akibat gesekan partikel tajam. 

Kulit: Memicu iritasi, gatal-gatal, dan kemerahan jika menempel langsung pada kulit yang sensitif. 

Jumat, 04 September 2026

Halo September 2026

Gambar dari Google
Bulan Agustus akhirnya sudah berakhir dan kini digantikan oleh bulan September. Ya, kini sudah memasuki bulan September - bulan ke sembilan dalam kalender Masehi, tepatnya sudah memasuki hari ke empat.

Hmmm... tanggal 4, hari Jum'at pertama di bulan September ini, cuaca panas seperti biasanya kadang disertai dengan angin semilir. Tapi memang cuaca dari pagi sudah terasa panas.Pagi ini kami tidak keluar belanja sayur karena sudah di hari Kamis kemarin.

Besok - Sabtu - kami akan keluar untuk belanja lagi. Jadi dalam seminggu, empat kali kami keluar untuk belanja sayur di pagi hari. Oya, tadi pagi kami keluar untuk membeli gas tabung 3 kilo untuk stok. Kami memang ada dua tabung - jadi saat tabung yang satu sedang digunakan, kami masih ada satu tabung lagi.

Untuk membeli gas, kami hanya pergi ke warung kecil milik tetangga kami yakni Mak Poni yang letakknya berdempetan dengan rumah yang kami tempati. Jadi, kami tinggal jalan ke samping saja. Dan sengaja kami beli gas di awal pagi sebelum jam 6 pagi tadi karena sang pemilik warung pasti ada sehingga kami tak perlu khawatir.

Setelah membeli gas, kami lanjutkan pekerjaan kami yang memang pekerjaan harian - rutinitas harian, dimulai dari menyuci pakaian, memasak nasi, memasak menu hari ini dan lainnya hingga selesai.

Hmm.... ini masih awal bulan, semoga bulan ini kami bisa menjadi lebih baik dari bulan sebelumnya. Amin... Kami juga semakin rajin untuk menulis di sini. Memang sih tak terlalu penting yah, tapi ini salah satu cara buat kami untuk tetap mengasah kemampuan menulis kami. Menceritakan hal-hal yang tampak sepele tapi kami suka melakukannya seperti halnya bercerita secara langsung.

Senin, 31 Agustus 2026

Hari Terakhir di Bulan ini


Hmmm.... ini adalah hari terakhir di bulan Agustus ini yakni hari Senin di tanggal 31. Besok sudah akan berganti hari dan berganti bulan pula. Berganti menjadi bulan September yang banyak dikenal dengan sebutan September Ceria. Semoga demikian adanya, amin....

Hari terakhir dengan cuaca yang masih sama yakni cuaca panas 34 derajat celsius dengan angin semilir. Semoga bulan depan tidak sepanas bulan ini sehingga rumput-rumput yang mulai mengering karena panasnya cuaca bisa mulai bersemi menghijau kembali. Amin...

Memang sih kalau cuaca panas seperti ini ada sisi baiknya bagi para ibu yakni jemur menjemur lebih cepat kering dan juga bila bepergian tak perlu khawatir akan turun hujan, jadi lebih leluasa bepergian walaupun memang pasti akan berkeringat dengan cuaca yang ada.

Kamis, 27 Agustus 2026

Pray for Nepal

Gambar dari detik news
Berita yang mengejutkan datang dari Nepal - sebuah negara yang terkurung daratan di Asia Selatan yang terkenal dengan pegunungan Himalaya dan Gunung Everest. Ya, di tanggal 26 Agustus 2026 - Rabu, terjadi banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah Rasuwa.

Banjir bandang tersebut meninggalkan kerusakan parah di sejumlah kawasan. Air bah dan material lumpur menghantam permukiman warga, membawa duka bagi banyak keluarga yang terdampak dari banjir tersebut. 

Dilaporkan bahwa bencana tersebut telah menewaskan paling tidak 165 orang dan lebih dari 1.300 orang hilang di perbatasan Nepal - Tibet. Semoga bisa segera diketemukan mereka yang hilang tersebut. Aminn...

Dugaan awalnya banjir dipicu oleh gempa berkekuatan 4.4 kala Richter, namun setelah dilakukan analisis lebih jauh ternyata getaran yang disangka gempa tersebut adalah longsoran batuan dan es dari pegunungan Himalaya yang kemudian masuk ke aliran sungai dan memicu gelombang air, lumpur serta material longsoran dalam jumlah besar. Banjir bandang dahsyat tersebut sungguh diluar dugaan karena tidak adanya hujan sebelum kejadian tersebut.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Bulan Agustus tahun ini

Di bulan ke delapan alias bulan Agustus ini tepatnya tanggal 19 yang jatuh di hari Rabu, kami menggunakan jasa tetangga kami yang berprofesi sebagai ahli di bidang perlistrikan untuk memindahkan kipas angin gantung.

Kipas angin tersebut ada di ruang tengah dan kipas angin ini sangat-sangat-sangat jarang kami gunakan. Salah satu alasan sangat-sangat-sangat jarang digunakan adalah tombol untuk menghidupkan dan mematikan kipas angin tersebut letaknya di luar rumah, yakni di teras. Tentu saja bila ingin menggunakan kipas angin tersebut kami harus keluar rumah lebih dahulu. Repot sekali ya, he he he. Dan hal itu pun suatu hal yang sangat-sangat-sangat aneh. 

Pak suami mempunyai ide untuk pindahkan saja kipas angin tersebut ke dapur beserta tombol untuk menghidupkan dan mematikannya, sehingga memudahkan kami jika ingin menggunakannya. Setelah mengubungi tetangga kami yang berprofesi ahli listrik tersebut pada tanggal yang sudah ditetapkan yakni tanggal 19 jam 2 siang, ia datang ke rumah kami dan mengerjakan pemindahan kipas angin tersebut.

Jumat, 21 Agustus 2026

Akhir Agustus 2026

Gambar dari Google
Hmm... hari ini sudah memasuki tanggal 21 di bulan Agustus ini, berarti tinggal 10 hari lagi bulan ini akan segera berganti. Bulan Agustus berakhir di tanggal 31 hari Senin. Memang demikianlah adanya. Hari akan berganti, bulan berganti dan tahun pun demikian. Tak ada yang tetap, tak ada yang abadi, semuanya sedang berlalu.

Bulan ini kami tidak banyak menulis di sini karena satu dan lain hal. Kalau dibilang banyak kerjaan ya tidak juga ya. Tapi begitulah. Terkadang beberapa hari tidak bisa duduk lama di depan sini. Jadi terlewatlah waktu untuk menulis di sini. 

Bulan ini memang kami mondar-mandir untuk keperluan yang tidak bisa dihindari. Kami memeriksakan kesehatan yang memang mau tidak mau membutuhkan waktu. Hal itu kami lakukan untuk kebaikan kami supaya tidak was-was terkait kesehatan kami.

Bulan ini masih dominan dengan cuaca yang panas yang berkisar di angka 33 derajat suhunya. Terkadang disertai angin kencang dan terkadang angin sepoi-sepoi. Mungkin karena musim dengan cuaca panas ini terbilang agak lama, di beberapa daerah terdengar mulai kesulitan air bersih. Dan kabarnya pemerintah daerah Jakarta mengadakan modifikasi cuaca agar bisa turun hujan. Mungkin itu terjadi di awal bulan ini dan minggu lalu pun demikian sempat turun hujan walau tak seberapa di tempat kami.

Hari ini pun kabarnya diadakan lagi modifikasi cuaca, sejak pagi tadi cuaca agak redup lalu terang kembali, redup, terang kembali. Begitu saja dari pagi dan kini panas cuacanya seperti biasa. Apakah bisa dibilang upaya modifikasi cuacanya gagal? Entahlah, kami tidak tahu pastinya.

Oya, Senin ini tanggal 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan bangsa kita, bangsa Indonesia yang ke 81 tahun. Berhubung hari libur nasional - tanggal merah - kami tidak keluar belanja sayur khawatir kalau-kalau penjual sayur ikut libur. Jadi di hari minggunya kami belanja untuk keperluan di hari Senin itu. 

Flag Counter