Tampilkan postingan dengan label belajar bikin puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar bikin puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2021

Pada diriku


Hey...Langit biru cerah di atas sana

Burung-burung mendendangkan lagu ceria


Angin semilir berhembus 

sejuk ...

Suasana di sekitar sungguh indah


Hey

Tak kau rasakan semua?

Tak kau syukuri kah?

Tak kau pahami kah?

Sabtu, 19 Januari 2019

Puisi untuk Bapak Anand Krishna


Minggu pagi yang sudah kelewat itu, Satria sedang asyik menikmati sarapan pagi yang tentu saja sudah terlambat. Maklum hingga larut malam ia berkutat dengan pembuatan konten video untuk akun youtubenya. Alhasil ia bangun kesiangan, tatkala jam di dindingnya menunjukkan pukul 8, ia baru bangun.

“Wah.. asyik bener tuh bubur ayamnya!” Tau-tau Santo muncul di hadapan Satria yang tengah sarapan bubur ayam sambil menonton tv.

“Iya nih San. Kalo kamu belum sarapan, gih pesan aja sana. Sekalian bayarin nih, aku juga belum bayar.” Santai Satria menjawab sambil mengulurkan tangannya dengan selembar uang Rp. 20.000

Bergegas Santo memesan bubur ayam dengan mangkok legendaris – berlogo ayam jago.

“Bang, jangan pake ayam, daun bawang dan kacang yah!” Santo memesan seraya  memberikan mangkoknya ke penjual bubur ayam itu.

“Siap mas!” Si penjual bubur menjawab mantap.

Keduanya pun menikmati bubur ayam di pagi yang telah terlewat itu di ruang tengah sambil menyaksikan acara tv.

“Eh San, kok pagi-pagi kamu ke sini? Jangan bilang kamu mau numpang sarapan yah!” Satria mulai bertanya.

“Lha... kan lu tau itu. Ha ha ha... itu alasan pertama Sat.” Santo menjawab dengan tertawa.

“Lantas, alasan lainnya apa, San?” “Aku mulai curiga nih!” Satria menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya. 

Minggu, 31 Juli 2016

Rasa dalam diri

Gambar dari Google
Mendung masih di sana
Bergelayut di wajahnya
Entah apa yang berkecamuk

Tak ada sapa
Entah mengapa
Tak ada kata jua

Masih nampak
Raut air mukanya
Mendung
Dia tidak sedang bersenandung

Entah mengapa
Tak seperti biasa

Ingin ku telisik
Sedikit demi sedikit
Tapi...
Tak ada tanda 

Selasa, 26 Juli 2016

Dia (sesuai opiniku)

Dia luar biasa
Sungguh
Namun Dia sangat manusiawi
Sungguh

Kalau kau mengenal Dia
Pasti kau pun
Berkata demikian

Sungguh
Tak terhingga
Yang bisa
Ku ungkapkan tentang Dia

Sungguh

Pasti salah

Lha memang salah
Ga perlu diperdebatkan lagi
Apa yang menggantung di sana itu
Memang salah

Tak perlu diperjelas lagi
Ataupun diperdengarkan lagi
Salah

Biarkan saja
Tak usah didatangkan lagi
Tapi mungkin
Sudah demikian adanya

Flag Counter