![]() |
Siang kala itu, suasana tenang dan adem-adem saja seperti
biasanya. Tiba-tiba...
“Hey... Ungu... kenapa kau nampak sedih?” si baju hitam
bertanya pada kaos ungu
“Aku sedih memikirkan si Abu-abu yang kemarin hilang bersama
si batik merah muda dan batik hijau, pingin nangis saja aku rasanya.” Si kaos
ungu tertunduk, matanya mulai berkaca-kaca
“Iya... aku juga kehilangan dia, aku kangen.” Sahut si batik
biru ikut nimbrung pembicaraan.
Suasana jadi ramai
“Si Abu-abu itu celana panjang yang baik, ia tidak congkak
bilamana dipadankan dengan aku yang hanya kaos biasa ini,” timpal si Ungu
tambah sedih dia.
“Benar kamu Ungu, tapi aku juga kehilangan si batik merah
muda dan si batik hijau itu. Mereka kan lebih dahulu di sini dari pada aku.”
Kini giliran si batik kembang-kembang ikutan.
“Si driver itu jahat ya, aku ga suka dengan driver seperti
itu. Kok barang penumpang bisa hilang, bisa jatuh. Berarti dia itu ga bisa
jagain amanah. Ga baik orang kayak gitu. Aku ga suka.” Panjang lebar si celana putih
membeberkan pendapatnya.

