Tampilkan postingan dengan label puisi jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi jiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2019

Tarianku


Banyak tarian
Kawan
Yang menyenangkan
Yang menyedihkan
Yang menyeramkan

Pun ada
Teronggok
Di sana

Di sudut terdalam
Tampak tak tersentuh
Oleh diri karena temaram 

Jumat, 28 Juni 2019

Sungguh

Tiada yang tidak mungkin
BagiNYa segala bisa terjadi
Tak ada yang mustahil
BagiNya...

Suatu yang nampak mustahil
BagiNya hal yang amat kecil

Nampak jelas di depan mata
Dia memang Sang Maha Kuasa

Mungkin kelihatan susah
Tapi...
BagiNya teramat mudah

Jangan berhenti berharap padaNya
Teruslah berupaya dari waktu ke waktunya

Sabtu, 19 Januari 2019

Puisi untuk Bapak Anand Krishna


Minggu pagi yang sudah kelewat itu, Satria sedang asyik menikmati sarapan pagi yang tentu saja sudah terlambat. Maklum hingga larut malam ia berkutat dengan pembuatan konten video untuk akun youtubenya. Alhasil ia bangun kesiangan, tatkala jam di dindingnya menunjukkan pukul 8, ia baru bangun.

“Wah.. asyik bener tuh bubur ayamnya!” Tau-tau Santo muncul di hadapan Satria yang tengah sarapan bubur ayam sambil menonton tv.

“Iya nih San. Kalo kamu belum sarapan, gih pesan aja sana. Sekalian bayarin nih, aku juga belum bayar.” Santai Satria menjawab sambil mengulurkan tangannya dengan selembar uang Rp. 20.000

Bergegas Santo memesan bubur ayam dengan mangkok legendaris – berlogo ayam jago.

“Bang, jangan pake ayam, daun bawang dan kacang yah!” Santo memesan seraya  memberikan mangkoknya ke penjual bubur ayam itu.

“Siap mas!” Si penjual bubur menjawab mantap.

Keduanya pun menikmati bubur ayam di pagi yang telah terlewat itu di ruang tengah sambil menyaksikan acara tv.

“Eh San, kok pagi-pagi kamu ke sini? Jangan bilang kamu mau numpang sarapan yah!” Satria mulai bertanya.

“Lha... kan lu tau itu. Ha ha ha... itu alasan pertama Sat.” Santo menjawab dengan tertawa.

“Lantas, alasan lainnya apa, San?” “Aku mulai curiga nih!” Satria menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya. 

Selasa, 26 Juli 2016

Pasti salah

Lha memang salah
Ga perlu diperdebatkan lagi
Apa yang menggantung di sana itu
Memang salah

Tak perlu diperjelas lagi
Ataupun diperdengarkan lagi
Salah

Biarkan saja
Tak usah didatangkan lagi
Tapi mungkin
Sudah demikian adanya

Selasa, 04 Agustus 2015

Buram

Gambar dari Google
Langit buram
Gelap di angkasa sana
Burung-burung hitam
Beriring-iringan

Langit buram
Muram
Terdiam

Ku tatap sekali
Dua kali
Langit buram
Tak seperti biasa

Minggu, 01 Juni 2014

Tentang Situs Gunung Padang

Gambar dari http://situsgunungpadang.info/?p=42
Sebuah penemuan yang mencengangkan
Di sebuah wilayah kawasan Cianjur, Jawa Barat, Indonesia
Penemuan itu pasti menggemparkan
Akan gemparkan dunia
Bisa mengubah sejarah peradaban jagat manusia

Hmm…
Di negeri tercinta ini
Ternyata peradaban tertua berada

Tentu saja
Banyak yang tak rela
Banyak alasan dikemukakan
Menjawab penemuan tim peneliti

Tak mungkin lah
Mosok kok ada peradaban setinggi itu
Di sini?

Rabu, 18 Desember 2013

Jalur Sutra Cinta – Poems of Kabir

Poems of Kabir
Buku kecil berjudul Jalur Sutra Cinta yang merupakan puisi-puisi karya Kabir yang diterjemahkan oleh Rabindranath Tagore dan disadur serta diulas dalam Bahasa Indonesia oleh Anand Krishna ini tidaklah kecil.

Kabir bukan sekedar nama. Ia adalah sebuah revolusi yang berhasil mengantar banyak sekali orang kea lam pencerahan dan mengubah pola pikir siap pun yang mau membuka diri.

Kabir adalah seorang pelintas batas sehingga bagi orang-orang yang berpikiran sempit, ia sangat berbahaya! Kemudian ia dan Tagore – pertemuan yang sungguh luar biasa. Jarak 5 abad di antara mereka sirna dalam sekejap. Kabir seolah menerjemahkan pikiran Tagore lewat puisinya, dan Tagore seolah menyuarakan nurani Kabir.

Jumat, 24 Mei 2013

Malam itu


Pekat sekali langit di atas sana
Seekor kucing kecil mendekam di bawah temaramnya lampu taman
Hmmm….
Gelap sekali malam itu
Hanya cahaya lampu taman
Tapi tak seberapa

Tiba-tiba bak air bah
Hujan turun
Si kucing ketakutan
Ia mencari-cari tempat
Tuk berlindung

Minggu, 13 Januari 2013

Lukisan di wajah mu

Gambar dari http://www.tumblr.com 

Mendung
Biru
Bergantian bergelayut di mata tajam mu

Awan belum berlalu
Hari masih pagi terlalu

Sekilas bukan kau itu
Menekuk wajah kian sayu

Selasa, 08 Januari 2013

Dialog sendiri?

Terbayang
Namun tak bisa dilukiskan
Terpikir selintas saja
Tapi tak bisa dilupakan

Ah…
Apa ya
Entah lah

Sunyi
Tak ada jawab
Sepi
Biar saja semua mengendap

Rabu, 26 Desember 2012

Sebuah Hadiah


Kemarin sudah berlalu
Esok pun belum tiba
Yang ada hanyalah hari ini

Ya…
Hari ini yang ada
Terpampang di depan pelupuk mata

Semua tak menyangkalnya
Hanya hari ini memang yang ada
Nyata

Tak mengapa menengok yang tlah berlalu
Toh itu untuk pelajaran yang mesti dilalui
Pun tak soal memandang jauh ke depan
Demi merencanakan yang harus dilakukan

Minggu, 27 Mei 2012

Sebuah tanya

Kau kah itu?
Tentu saja
Tiada yang lain

Kenapa tanya itu ada
Selalu ada
Keraguankah dalam benakmu?

Entahlah...
Hei...
Tiadakah ragu itu kerap
Muncul?

Minggu, 29 April 2012

Dia


Dia tak sepenuhnya feminine
Dia juga tak sepenuhnya maskulin
Tapi Dia itu feminine
Dia juga maskulin

Peduli apa tentang hal tersebut
Gak penting

Dia sempurna adaNya
Tapi tak sempurna juga
Ada ketak sempurnaan dalam ciptaanNya

Flag Counter