Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2021

Catatan awal tahun

Ada catatan akhir tahun, maka sepertinya perlu juga catatan awal tahun, he he he...

Awal tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya yakni tidak hujan deras. Ya, turun hujan namun hanya gerimis ataupun deras sebentar dan kemudian berhenti ujannya. Alhamdulillah...

Di malam tahun baru saya dan suami menonton 3 buah film yakni wonder woman 84, soul dan satu lagi saya lupa judulnya. Dari ketiganya saya paling suka yang judulnya soul, film yang dibuat oleh yang diproduksi Pixar Animation Studios untuk Walt Disney Pictures.

Kartunnya  lucu dengan isi film yang bagus sekali. Bahwasanya kita mesti menghidupi hidup kita dari waktu ke waktu.  Ini dia cerita film tersebut yang saya ambil dari wikipedia 

Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah, merasa terjebak dalam hidup dan tidak puas dengan pekerjaannya. Dia memimpikan karir di jazz, yang menjadi objek dari ibu penjahitnya, Libba. Secara kebetulan, mantan muridnya, Curly, memberi tahu dia tentang pembukaan band legenda jazz Dorothea Williams. Joe mengesankan Dorothea dengan permainan pianonya dan ditawari pekerjaan saat itu juga. Saat Joe dengan senang hati bersiap untuk penampilan pertamanya malam itu, dia jatuh ke lubang got.

Joe menemukan dirinya sebagai jiwa yang menuju ke "Great Beyond". Tidak ingin mati sebelum terobosan besarnya, dia mencoba melarikan diri tetapi berakhir di "Great Before", di mana para penasihat jiwa — semuanya bernama Jerry — mempersiapkan jiwa yang belum lahir untuk kehidupan di Bumi. Joe berperan sebagai instruktur yang diatur untuk melatih jiwa dan ditugaskan 22, jiwa sinis yang tetap di Yang Agung sebelumnya selama ribuan tahun dan tidak melihat ada gunanya hidup di Bumi. 22 mengungkapkan bahwa dia memiliki lencana yang dipenuhi dengan sifat. Dia perlu menemukan "percikan" nya untuk menyelesaikannya dan mengatakan dia akan memberikannya kepada Joe agar dia bisa kembali ke rumah.

Senin, 16 Juli 2018

White fang, Sebuah Film yang Layak Ditonton


Mengisi hari Sabtu lalu, kami menonton film drama keluarga berjudul White Fang. Setelah kami search di Google, White Fang adalah sebuah novel yang dibuat oleh Jack London, pengarang berkebangsaan Amerika.

Film yang kami tonton sedikit berbeda alur dan jalan ceritanya dari novel tersebut meskipun keduanya sama-sama menceritakan tentang seekor anjing serigala (wolfdog) yang gagah berani dan setia kepada majikannya.

Di film tersebut dikisahkan bagaimana White Fang dijadikan sebagai petarung di antara anjing oleh pemiliknya yang membelinya dari pemiliknya yang pertama. Pemilik atau majikannya yang pertama terpaksa menjual White Fang lantaran uang hasil penjualan sarung tangan yang dimilikinya hilang dicuri (pencurinya tak lain dan tak bukan adalah anak buah yang membeli White Fang).

Padahal uang tersebut amat ia butuhkan untuk membeli tanah yang ditempatinya bersama kelompoknya. Dengan berat hati, sang majikan menjual White Fang kepada orang jahat tersebut.

Ketika sedang diadu di pertandingan, White Fang kalah karena ia harus melawan 2 ekor anjing yang ganas. Padahal White Fang terkenal sebagai the terror of Yukon, namun akhirnya ia kalah.

Kali ini ada seorang petugas keamanan yang membubarkan pertandingan tersebut. Namun si petugas tersebut juga ikut terluka dan pingsan di atas tubuh White Fang karena si pemilik White Fang tidak terima dengan perlakukan petugsa keamanan tersebut.
Flag Counter