Tampilkan postingan dengan label covid 19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label covid 19. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2022

Berhubung

                 

Berhubung kasus covid 19 sedang naik lagi, padahal sebelumnya sudah sangat landai, jadilah saya tidak bisa berkunjung ke rumah ibu saya.

 

Kasus covid 19 naik lagi dengan sub varian yang konon katanya lebih ringan tapi daya tularnya cepat. Naiknya tuh baru minggu lalu. Wis… di rumah saja…

 

Beginilah jadinya. Covid 19 kabarnya akan menjadi endemic, jadi mungkin naik turun naik turun sampai akhirnya menjadi penyakit yang biasa, flue biasa.

 

Selasa, 22 Juni 2021

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 9)

Sudah kira-kira 1 tahunan lebih ya sejak kasus covid 19 pertama kali diumumkan di Indonesia, yakni Maret 2020. Kini kasusnya belum reda juga di negeri kita ini, malah tinggi. Kemungkinan besar karena banyak hal yang salah satunya mungkin tidak dijalankannya prokes dengan maksimal.

Kala musim libur tiba, biasanya orang-orang akan pergi ke tempat-tempat rekreasi dan umumnya kan pasti jadi rame tempat rekreasi yang didatangi. Dan biasanya setelah itu kasus menjadi tinggi.

Kini, padahal sudah lewat hampir satu bulan dari hari idul fitri tapi kasusnya belum menurun.

Padahal kan kalao dipikir-pikir, masker tersedia banyak dan mudah didapatkan baik itu masker kain ataupun masker medis. Kini di setiap minimart juga banyak pilihan kedua jenis masker tersebut yah. Teman-teman pasti juga sudah tahu.

Mestinya kan membuat orang-orang untuk memakai masker jadi mudah, tapi nyatanya masih ada saja yang tidak mengggunakannya. Padahal memakai masker kan bukan hanya untuk diri kita sendiri tapi juga untuk orang lain juga.

Memang sulit dijelaskan yah kalao orang tidak mau percaya.

Rabu, 02 Desember 2020

Sejak wabah corona meluas (bagian ke 8)

Sudah memasuki bulan akhir di tahun ini dan virus corona masih belum juga kunjung menjauh dari muka bumi. Dari internet dikatakan bahwa hingga saat ini di seluruh dunia Total kasus 63,8 jt orang, yang sembuh sebanyak 41 jt orang, sedangkan yang meninggal dunia 1,48 jt  orang. 

Untuk di Indonesia, total kasus 544 rb orang yang positif, yang  sembuh 455 rb orang dan yang meninggal dunia sebanyak 17.081 orang.

Sejak awal wabah ini dikatakan bahwa tak ada satu negara pun yang siap menghadapi wabah ini dan oleh karenanya penanganannya pun belum benar-benar diketahui yang paling optimal yang mana. Hingga saat ini pun (hampir satu tahun virus ini ada) vaksin masih menjadi pilihan untuk mengatasi virus.

Di negara kita pun sudah ada rencana untuk melakukanvaksinasi

Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Nah, baru-baru ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis grand design pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Menurut hitungan Kemenkes, setidaknya Indonesia membutuhkan 320 juta vaksin corona. Dalam jumlah itu terdapat lima kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, yaitu:

  1. Garda terdepan, meliputi medis dan paramedis contact tracing; pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 3,4 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan dua kali lipat dari jumlah tersebut, yakni 6,9 juta dosis.
  2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah dari RT/RW hingga kecamatan,  sebagian pelaku ekonomi. Populasi kelompok sekitar 5,6 juta orang. Mereka perlu pasokan vaksin dua kali lipat dari populasi, yakni 11,2 juta dosis.
  3. Seluruh tenaga pendidik dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Kelompok ini menyasar 4,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, atau 8,7 juta dosis vaksin.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan lembaga legislatif/DPR). Kelompok ini menyasar 2,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 4,6 juta dosis.
  5. Peserta BPJS PBI, yaitu penerima jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu. Kelompok ini menyasar 86,6 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 173,2 juta dosis.

Kamis, 13 Agustus 2020

Pengalaman baru (kolektif)

Di tahun 2020 ini memang banyak hal baru yang belum pernah kita temukan ataupun lakukan sebelumnya. Tahun dua nol dua nol ini memang nampaknya tahun yang ajaib, setidaknya demikian saya rasa.

Tahun yang tak akan mudah dilupakan lantaran banyak hal yang baru tadi. Hmm.... semua pasti merasakan dan mengalaminya. Demikian menurut saya. Ya, covid 19 memang membuat banyak hal berubah, cara pandang kita pun sebenarnya mesti berubah.

Pasti teman-teman sudah tahu bukan, hal-hal baru yang menjadi pengalaman kita semua di tahun 2020 ini? Hmmm... apa saja sih?

Pakai masker tiap kali keluar rumah

Ini merupakan hal yang baru bagi kita semua. Dulu, kita hanya pakai masker ketika sedang flue atau batuk saja (meskipun banyak juga yang tidak). Kini dengan adanya wabah covid 19, mau tidak mau kita mesti menjalankan protokol kesehatan yang salah satunya adalah menggunakan masker ketika keluar rumah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virusnya sehingga tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

Menggunakan handsanitizer

Di awal pandemi, barang ini sempat langka dan harganya melambung tinggi. Yang tadinya orang tak peduli dengan keberadaan barang ini, sejak adanya pandemi, handsanitizer menjadi primadona, banyak dicari.

Ya, handsanitizer memang diperlukan untuk membersihkan tangan bilamana tidak ada sabun dan air bersih tentu saja. Sehingga penggunaan handsanitizer di kala pandemi ini menjadi amat meningkat.

Sering mencuci tangan

Virus covid 19 menular melalui sentuhan tangan, sehingga untuk mencegah penularan virus ini kita dianjurkan untuk sering mencuci tangan. 

Ketika berada di rumah, maka kita mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air sedangkan ketika di luar rumah dan tidak tersedia air dan sabun, maka kita menggunakan handsanitizer.

Sabtu, 18 Juli 2020

Sejak Wabah Corona Meluas (Bagian 7)

Beberapa Handsanitizer yang saya beli

Kini telah memasuki bulan ke empat saya dan suami tidak kemana-mana, lebih banyak di rumah saja. Kalau keluar pun hanya saya saja untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari itupun tiga hari sekali.

Wabah corona di beberapa negara memang sudah menunjukkan penurunan. Saya melihat beberapa Youtuber Indonesia yang tinggal di luar negeri sudah bisa beraktifitas di luar baik itu bekerja ataupun kegiatan lainnya dengan menggunakan masker tentu saja.

Anak-anak sekolah pun di beberapa negara sudah mulai belajar kembali di sekolah dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan di negara tersebut tentu saja.

Sedangkan di

Indonesia


Kasusnya masih terbilang tinggi, hampir tiap hari bertambah seribu kasus baru. Saya cek di sini
bahwa menjelang new normal atau normal baru kasus yang positif bertambah hampir seribu kasus.

Dan hari ini, Sabtu, 18 Juli 2020 diberitakan bertambah 1.752 kasus baru 

Kondisi di sekitar


Dari pengamatan saya, kini kondisinya sudah seperti biasa hanya saja memang kebanyakan tetangga menggunakan masker ketika keluar rumah seperti ketika belanja sayur meskipun dekat rumah. 

Namun, ada juga yang tidak, mereka cuek saja. Mungkin mereka berpikir, untuk apa pakai masker, kan Cuma keluar sebentar dan jaraknya dekat dengan rumah.

Dulu, yang awalnya banyak tetangga yang berjemur ketika pagi hari, kini tak saya temukan lagi. Sudah seperti biasa, seperti belum ada corona.

Dulu, di awal wabah, handsanitizer dan masker medis langka dan harganya pun melambung tinggi demikian juga dengan vitamin C, namun kini sudah berubah. Handsanitizer, masker medis dan vitamin C sudah bisa didapatkan di supermarket terdekat dengan harga yang biasa.

Dulu, yang awalnya desinfektan langka dan mahal, kini sudah banyak tersedia dengan harga yang normal.

Kamis, 14 Mei 2020

Memori Bulan Ramadhan (Bagian 2)

Gambar dari Google

Bulan Ramadhan akan segera berlalu, hal ini merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri. Di saat terjadinya pandemi virus Corona yang tengah melanda dunia, bulan Ramadhan amatlah berbeda dengan bulan Ramadhan di tahun-tahun lalu.

Tak hanya di Indonesia, di banyak negara pun demikian. Biasanya, di bulan Ramadhan seperti ini, masjid ramai tatkala menjelang berbuka puasa (maghrib) dan saat shalat tarawih dilaksanakan. Pemandangan seperti itu umum di masjid manapun. Namun, kini tidaklah demikian.

Di salah satu masjid di kawasan Lebak Bulus dekat tempat tinggal ibu saya contohnya, biasanya di bulan Ramadhan seperti ini menyediakan takjil dan nasi bungkus untuk yang membutuhkan kurang lebih 250 an paket tiap harinya dan keadaan masjid ramai saat shalat tarawih. Kini, itu hanyalah kenangan.

Flashback ke bulan-bulan Ramadhan sebelum ini, masih terselip beberapa memori

Tape ketan hitam


Merupakan hasil fermentasi beras ketan hitam yang sebelumnya mendapat pencampuran ragi yang kemudian didiamkan beberapa hari untuk mendapatkan hasil fermentasi berupa kandungan alkohol. Dimana alkohol tersebut yang menyebabkan beras ketan hitam menjadi berasa manis menyegarkan.

Menjelang idul fitri, almarhum bapak saya selalu membuat tape ketan hitam ini. Seakan itu menjadi suatu ritual baginya di setiap tahun. Dengan dibantu oleh ibu saya, beliau membuatnya dengan telaten.

Dan kami, anak-anaknya amat suka dengan tape ketan hitam buatan beliau. Kini sepeninggal beliau, tidak ada lagi tape ketan hitam di saat idul fitri.
Flag Counter