Tampilkan postingan dengan label tehnik meditasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tehnik meditasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 November 2013

Meditasi untuk Mengatasi Stress

Gambar dari putuprasasta.wordpress.com
Bilamana emosi-emosi seperti amarah, kekecewaan, kesedihan, kekhawatiran dan lainnya tidak diekspresikan atau dipendam sedemikian rupa, akibatnya tentu saja tubuh kita yang akan terkena dampaknya.

Dan bila sudah terlalu banyak emosi-emosi yang kita pendam, maka kita tentu saja kita pasti tidak akan sanggup memikul beban-beban emosi tersebut sehingga terkadang kita “meledak”. Menjadi mudah marah-marah tanpa alasan.

Nah, bila sudah begitu, maka suatu metode meditasi dinamis Ananda yang diracik oleh bapak Anand Krishna pendiri Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) amat sangat membantu kita untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Selasa, 28 Mei 2013

Yuk berlatih bersyukur melalui Offering Meditation!


Program neo sufi training yang senantiasa diadakan tiap hari senin pukul 7 malam yang bertempat di Anand Ashram Jakarta, tadi malam kembali pada latihan Offering meditation, meditasi persembahan. Dalam latihan itu, kita diajak untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Sang Maha Kuasa kepada kita. Entah itu kesehatan, rejeki, keluarga yang sehat, pikiran yang jernih atau hal-hal yang mungkin dulunya sering kita lupa.

Tak lupa, dalam latihan tersebut, selain kita mensyukuri pemberianNya, kita juga diajak untuk mempersembahkan keburukan-keburukan yang ada pada kita. Mungkin ada yang heran, kok mempersembahkan keburukan kita pada Dia? Bukannya sedari kecil kita diajarkan bila memberi, ya, mesti yang terbaik dong. 

Senin, 25 Februari 2013

Mengatasi Amarah yang Terpendam

Dari comedyrants.com 

Ku kira rasa sakit hati itu telah hilang. Pupus begitu saja tatkala kata maaf keluar dari mulut orang itu. ku kira amarah yang ada dalam diri telah hilang bak uap yang menguap seiring angin menghalaunya.

Ternyata tidak. Rasa sakit hati itu, rasa dendam itu, amarah itu masih ada. Mengendap. Terdesak perlahan ke bawah alam bawah sadar ku. Ya, semua rasa di atas itu masih ada dan aku menyadari tatkala ku lihat orang yang telah menabrak ku lewat di depan mata ku.

Amarah itu muncul begitu saja saat ku lihat orang itu. Aku yakin orang itu mengingat betul wajah ku, orang yang kemarin telah ia tabrak dan ia tak meminta maaf sebelum seorang preman hendak menghujamkan kepalan tangannya dengan tak sabar ke wajahnya.

Uh…. Sungguh sebel, marah aku pada orang itu. kenapa kemarin tak ku biarkan saja para preman menghajarnya habis-habisan?  Aku bertanya-tanya dalam hati. Tak puas rasanya melihat orang itu hanya minta maaf dan berlalu begitu saja.

Flag Counter