Selasa, 05 Februari 2019

Pulang


Kala lelah menggelayut
Dan pikiran kusut
Namun tak ingin berlarut-larut

Tak ingin berkelana lebih lama
Karena isi dunia seperti ini adanya

Keluar masuk hutan belantara
Di tengah gemerlapnya kota
Yang ada tetaplah sama 

Resep Membuat Sayur Bayam Bening

Sayur bayam bening yang sederhana
Setiap hari kala saya ke pedagang sayur di sekitar tempat tinggal, pasti selalu ada bayam selain kangkung, kacang panjang, daun katuk dan sayuran hijau lainnya. Di sekitar tempat tinggal saya ada beberapa pedagang sayur dan semua pedagang sayur tersebut pasti membawa bayam.

Bayam memang salah satu sayuran hijau yang paling gampang ditemui. Kalau kita ke pasar swalayan pun ada. Bayam yang ternyata berasal dari Amerika tropik memiliki kandungan zat besi yang tinggi oleh karenanya bayam bermanfaat dalam hal mencegah anemia.

Kali ini saya ingin sharing mengenai resep membuat sayur bayam bening yang mudah sekali dan cepat. Bahan-bahannya adalah:


  • Bayam
  • Wortel
  • Garam
  • Penyedap rasa atau kaldu jamur
  • Air

 Bumbu-bumbu 
  • Bawang merah
  • Temu kunci
  • Daun salam

Sabtu, 02 Februari 2019

Solusi dari Bapak Anand Krishna Agar Terhindar Dari Penyesalan

Jam 2 lewat dini hari saat itu ketika Santo terbangun dari tidurnya dan sulit untuk tidur kembali. Sejenak ia berpikir bahwa sudah beberapa kali dalam satu bulan belakangan ini hal itu terjadi padanya. Tidak seperti biasanya.

Ia pun bergegas pergi ke kamar mandi dan setelah itu menuju dapur untuk meneguk segelas air putih lalu kembali ke kamarnya. Tak ingin berlarut-larut dalam kegelisahannya, ia duduk bersila di atas tempat tidurnya. Berupaya untuk mencari tahu penyebab dari hal yang ia alami.

Santo mencoba untuk mengatur nafasnya sambil memejamkan mata dan masih dengan posisi duduk bersila di atas tempat tidurnya. Ia menarik nafas dan perutnya otomatis mengembung kemudian membuang nafas, perutnya mengempis, berkali-kali ia melakukan proses pernafasan itu yang ia ketahui dari menyimak video-video Bapak Anand Krishna di channel Youtube beliau dan juga buku-buku yang beliau tulis.

Masih melakukan proses pernafasannya, Santo perlahan-lahan bertanya pada dirinya sendiri (bertanya dalam hati) mengapa ia gelisah dan sering terbangun di tengah malam. Pertanyaan itu diulanginya terus menerus. Sudah lewat 15 menit, namun jawaban tak didapatinya. Detak jarum jam terdengar jelas di keheningan malam.

Santo tak berkecil hati. Ia terus melakukan proses pernafasan sambil terus bertanya. Ia bersikeras untuk menemukan jawaban dari kegelisahan yang ia alami akhir-akhir ini. Lamat-lamat ia teringat kata-kata Satria, sahabatnya; “Dalam salah satu wejangan Bapak Anand Krishna terkait pembahasan Bhagavad Gita, beliau mengatakan untuk tidak menunda niat baik dan menunda niat buruk karena pikiran kita mudah berubah.”

Terngiang-ngiang suara Satria masih melanjutkan: “Dalam penjelasan tentang Bhagavad Gita Percakapan 02 Ayat 31-41 yang mengambil tema besar Jangan Ragu Jalanilah Hidupmu Sesuai Kodratmu Itulah Yoga, Bapak AnandKrishna memaparkan bahwasanya bila kita memiliki niat baik atau ingin melakukan suatu hal yang baik maka hendaknya janganlah ditunda namun bila ada niat buruk maka kiranya ditunda hal ini berkaitan dengan pikiran kita yang mudah berubah.

Selasa, 29 Januari 2019

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Buku Kearifan Mistisisme karya Bapak Anand Krishna

Malam sudah agak larut, namun Satria nampaknya masih belum ingin merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Setelah selesai membuat konten video untuk channel Youtubenya, ia merasa masih memiliki sedikit energi untuk melakukan aktifitas ringan lain.

Setelah berpikir sebentar, akhirnya ia memutuskan untuk membaca kembali salah satu buku karya Bapak Anand Krishna – seorang spiritual humanis – yang memang menjadi salah satu penulis favoritnya.

Dan buku yang ia ambil dari rak buku yang ada di kamarnya itu adalah sebuah buku dengan judul Kearifan Mistisisme – Panduan untukMenyelaraskan diri dengan Semesta dan menyerap Suara Yang Maha Ada.

Satria juga mengambil buku catatan yang ada dalam tasnya. Sudah lama ia tidak membaca buku itu setelah pertama kali ia membacanya setelah membelinya. Ia membuka cover buku tersebut, di lembar paling depan yang berisi judul buku, di bawahnya terdapat tanda tangan Bapak Anand Krishna dengan tulisan Rahayu.

“Terima kasih Bapak...” ia bergumam dalam hati diikuti dengan mata yang berkaca-kaca. Terlintas rasa haru ketika mengucapkan kalimat tersebut dalam hati.

Lembaran berikutnya ia buka dan ia temui bilamana buku Kearifan Mistisisme tersebut diterbitkan pertama kali oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2015. Dilanjutkan dengan Daftar Isi yang diawali dengan pengantar yang bertema Sebelum Memulai Perjalanan.

Buku Kearifan Mistisisme ini dibagi menjadi enam bagian dengan masing-masing bagian memiliki judul tersendiri dan bahasannya tersendiri juga. Dimulai dengan bagian pertama yang mengulas tentang Mengenal Mistisisme.

Kata “Mistik” berasal dari kata “mystique” dalam bahasa Perancis kuno yang diambil dari kata “mustikos  dalam bahasa Yunani kuno. Nah, kata Mustikos ini terkait dengan kata mustes, seorang yang telah menjalani inisiasi dan inisiasi yang dimaksud adalah keteguhan hati dan kebulatan tekad untuk melakoni muein – memejamkan mata dan menutup mulut.

Namun itu bukan berarti seorang mistik harus hidup dengan mata dan mulut yang tertutup, melainkan mesti menyepi secara menyeluruh bukan hanya fisik saja. Menyepi yang dimaksud adalah keadaan jiwa dimana seseorang tidak tergantung pada sesuatu apa pun. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Seorang mistik adalah seorang yang berdaya.

Satria masih menggoreskan penanya di atas buku catatan yang bersampul kopi (kayak jaman sekolah dasar aja nih si Satria he he he...) 

Kamis, 24 Januari 2019

Yuk, Simak Bhagavad Gita oleh Bapak Anand Krishna, Mudah Dipahami Lhoo...

Sore itu, setelah pulang mengajar, Satria menuju ke kediaman sahabatnya yakni Santo. Ada keperluan karena Santo memintanya untuk membantu untuk setting email di laptopnya yang rada error.

Baru saja Satria duduk di salah satu bangku yang tersedia di kamar sahabatnya itu, ia rada tertegun melihat dua wayang yang terpasang di dinding kamar itu.

Wayang Shri Krishna dan Arjuna
“Eh, kapan kamu beli wayang-wayang itu San? Aku baru liat, kemarin-kemarin kayaknya belum ada.” Satria bertanya sambil menunjuk dua wayang yang terpasang di dinding kamar Santo.

“Itu udah lama banget Sat, kebetulan minggu lalu gua beres-beres gudang. Gua liat dua wayang itu ada di lemari gudang. Ya, sudah gua pasang aja di dinding ini.” Santo menjelaskan

“Wayang-wayang itu gua beli dari pedagang yang lewat Sat, tumben-tumbenan ada yang menjual wayang keliling.” Santo masih meneruskan kalimatnya.

“Nah, baru-baru ini gua kepikiran. Kok gua milih sosok wayang itu ya? Padahal penjual itu juga membawa beberapa sosok wayang lainnya. Apa mungkin karena di alam bawah sadar gua sudah ada rekaman dua sosok wayang itu ya, Sat?” Dengan nada yang tidak yakin, Santo bertanya pada Satria.

Sabtu, 19 Januari 2019

Puisi untuk Bapak Anand Krishna


Minggu pagi yang sudah kelewat itu, Satria sedang asyik menikmati sarapan pagi yang tentu saja sudah terlambat. Maklum hingga larut malam ia berkutat dengan pembuatan konten video untuk akun youtubenya. Alhasil ia bangun kesiangan, tatkala jam di dindingnya menunjukkan pukul 8, ia baru bangun.

“Wah.. asyik bener tuh bubur ayamnya!” Tau-tau Santo muncul di hadapan Satria yang tengah sarapan bubur ayam sambil menonton tv.

“Iya nih San. Kalo kamu belum sarapan, gih pesan aja sana. Sekalian bayarin nih, aku juga belum bayar.” Santai Satria menjawab sambil mengulurkan tangannya dengan selembar uang Rp. 20.000

Bergegas Santo memesan bubur ayam dengan mangkok legendaris – berlogo ayam jago.

“Bang, jangan pake ayam, daun bawang dan kacang yah!” Santo memesan seraya  memberikan mangkoknya ke penjual bubur ayam itu.

“Siap mas!” Si penjual bubur menjawab mantap.

Keduanya pun menikmati bubur ayam di pagi yang telah terlewat itu di ruang tengah sambil menyaksikan acara tv.

“Eh San, kok pagi-pagi kamu ke sini? Jangan bilang kamu mau numpang sarapan yah!” Satria mulai bertanya.

“Lha... kan lu tau itu. Ha ha ha... itu alasan pertama Sat.” Santo menjawab dengan tertawa.

“Lantas, alasan lainnya apa, San?” “Aku mulai curiga nih!” Satria menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya. 
Flag Counter