Tampilkan postingan dengan label Beajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2020

Selama di rumah aja

Bolu Kukus Pisang
Ini sudah memasuki bulan ke enam saya di rumah aja, tidak bepergian selain pergi belanja sayur dan kebutuhan sehari-hari di dekat rumah saja.

Keluar rumah untuk kebutuhan itu pun tidak setiap hari seperti sebelum adanya pandemi virus corona ini. Tiap tiga hari sekali saya keluar rumah untuk belanja sayur dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Tidak juga membeli makanan di luar. Jadi, makanan yang saya dan suami konsumsi dimasak sendiri. Karena itulah, saya mencoba untuk membuat cemilan sendiri.

Dulu tidak pernah terpikir untuk membuat roti, tapi.... karena di rumah aja dan sering melihat channel youtube milik mba Yuni Leasure, saya jadi pingin juga membuat roti. Di channelnya itu, mba Yuni sering kali sharing resep membuat roti.

Karena ia menetap di Birmingham, Inggris lantaran ikut suaminya, maka mau tidak mau ia sering membuat roti, entah itu untuk sarapan, makan siang atau untuk makan malam. Dan, setelah saya perhatikan, ternyata setelah selesai makan, mereka terbiasa untuk makan hidangan penutup berupa kue.

Dan, kue-kue atau roti yang disajikan adalah buatan mba Yuni sendiri yang sering kali ia upload ke channel youtubenya.

Roti buatan saya

Setelah melihat beberapa channel memasak dan membuat kue, saya mencoba untuk membuatnya. Pertama kali yang saya buat adalah bolu kukus pisang, selanjutnya saya mencoba untuk membuat bakpao pandan isi coklat.

Donut

Setelah itu kok saya terbayang-bayang adonan roti saat membuat bakpao. Yo wis, saya pun mencoba untuk membuat donut dan juga pizza mini teflon.

Bakpao Pandan Isi Coklat


Kamis, 13 Agustus 2020

Pengalaman baru (kolektif)

Di tahun 2020 ini memang banyak hal baru yang belum pernah kita temukan ataupun lakukan sebelumnya. Tahun dua nol dua nol ini memang nampaknya tahun yang ajaib, setidaknya demikian saya rasa.

Tahun yang tak akan mudah dilupakan lantaran banyak hal yang baru tadi. Hmm.... semua pasti merasakan dan mengalaminya. Demikian menurut saya. Ya, covid 19 memang membuat banyak hal berubah, cara pandang kita pun sebenarnya mesti berubah.

Pasti teman-teman sudah tahu bukan, hal-hal baru yang menjadi pengalaman kita semua di tahun 2020 ini? Hmmm... apa saja sih?

Pakai masker tiap kali keluar rumah

Ini merupakan hal yang baru bagi kita semua. Dulu, kita hanya pakai masker ketika sedang flue atau batuk saja (meskipun banyak juga yang tidak). Kini dengan adanya wabah covid 19, mau tidak mau kita mesti menjalankan protokol kesehatan yang salah satunya adalah menggunakan masker ketika keluar rumah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virusnya sehingga tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

Menggunakan handsanitizer

Di awal pandemi, barang ini sempat langka dan harganya melambung tinggi. Yang tadinya orang tak peduli dengan keberadaan barang ini, sejak adanya pandemi, handsanitizer menjadi primadona, banyak dicari.

Ya, handsanitizer memang diperlukan untuk membersihkan tangan bilamana tidak ada sabun dan air bersih tentu saja. Sehingga penggunaan handsanitizer di kala pandemi ini menjadi amat meningkat.

Sering mencuci tangan

Virus covid 19 menular melalui sentuhan tangan, sehingga untuk mencegah penularan virus ini kita dianjurkan untuk sering mencuci tangan. 

Ketika berada di rumah, maka kita mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air sedangkan ketika di luar rumah dan tidak tersedia air dan sabun, maka kita menggunakan handsanitizer.

Sabtu, 19 Januari 2019

Puisi untuk Bapak Anand Krishna


Minggu pagi yang sudah kelewat itu, Satria sedang asyik menikmati sarapan pagi yang tentu saja sudah terlambat. Maklum hingga larut malam ia berkutat dengan pembuatan konten video untuk akun youtubenya. Alhasil ia bangun kesiangan, tatkala jam di dindingnya menunjukkan pukul 8, ia baru bangun.

“Wah.. asyik bener tuh bubur ayamnya!” Tau-tau Santo muncul di hadapan Satria yang tengah sarapan bubur ayam sambil menonton tv.

“Iya nih San. Kalo kamu belum sarapan, gih pesan aja sana. Sekalian bayarin nih, aku juga belum bayar.” Santai Satria menjawab sambil mengulurkan tangannya dengan selembar uang Rp. 20.000

Bergegas Santo memesan bubur ayam dengan mangkok legendaris – berlogo ayam jago.

“Bang, jangan pake ayam, daun bawang dan kacang yah!” Santo memesan seraya  memberikan mangkoknya ke penjual bubur ayam itu.

“Siap mas!” Si penjual bubur menjawab mantap.

Keduanya pun menikmati bubur ayam di pagi yang telah terlewat itu di ruang tengah sambil menyaksikan acara tv.

“Eh San, kok pagi-pagi kamu ke sini? Jangan bilang kamu mau numpang sarapan yah!” Satria mulai bertanya.

“Lha... kan lu tau itu. Ha ha ha... itu alasan pertama Sat.” Santo menjawab dengan tertawa.

“Lantas, alasan lainnya apa, San?” “Aku mulai curiga nih!” Satria menatap sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanda tanya. 
Flag Counter