Seperti biasa, kedua orang sahabat yakni Satria dan Santo sedang mengobrol di Minggu sore yang agak mendung. Biasa itu si Santo, seneng banget main ke rumah Satria. Maklum dia kalau main ke rumah sahabatnya itu bisa makan dan ngopi gratis, he he he...
"Sat, tadi malem gua dapet mimpi ke rumah nenek gua trus di sana gua lihat banyak orang yang pada kumpul." Santo mulai percakapan sore itu.
"Trus kenapa?" Satria balik bertanya
"Lha sekarang gua takut ada apa-apa dengan nenek gua itu. Takut kalau ada kejadian buruk yang menimpa nenek gua atau apalah gitu." Santo menjelaskan dengan serius.
"Orang-orang yang kumpul di rumah nenek mu itu, siapa tau pertanda baik, bukannya pertanda buruk. Siapa tau nenek mu mendapat rejeki sehingga orang-orang pada kumpul untuk ikut berbahagia bersama nenek mu itu." Satria berupaya untuk menjawab sahabatnya.
"Jadi, pikiran mu itu yang perlu ditata San, jangan sedikit-sedikit berpikir yang negatif melulu. Soalnya Bapak Anand Krishna mengungkapkan dalam salah satu videonya yang membahas tentang mimpi bahwa pikiran negatif yang terlintas itu mesti dialihkan ke suatu yang berlawanan. Jadi mesti manage pikiran." Lanjut Satria membantu sahabatnya.
Kamis, 10 Januari 2019
Membaca Mimpi dan Cara Mengatasi Pikiran Negatif ala Bapak Anand Krishna
Senin, 07 Januari 2019
Pembahasan Bapak Anand Krishna Mengenai Hantu : Menyimak Rahasia Roh
Siang yang cerah diselingi dengan hembusan angin yang
semilir, di teras rumah Satria di bilangan Jakarta selatan itu Satria dan teman
karibnya Santo sedang ngobrol santai.
“Sat, sepupuku, Rahayu pernah cerita bahwa suatu kali dia
pernah lompat dari kendaraan yang ditumpanginya karena saat itu di kendaraan
tersebut ada orang yang berantem. Nah, dia lompat karena takut kena pukulan
atau sasaran orang yang berantem itu. Untungnya laju kendaraan itu tak terlalu
kencang katanya.” Santo mulai bercerita kepada Satria.
Satria yang duduk nggelosor di lantai, sambil sesekali
nyeruput kopi pahit kesukaannya itu mendengarkan sahabatnya dengan seksama.
“Sebelum dia lompat, dia sempat menyebut salah satu
namaNya. Hup, dia lompat. Nyusruk lah dia di atas jalanan yang beraspal.
Untungnya tak ada kendaraan lain di belakang kendaraan tadi. Kemudian, dia
bilang tiba-tiba ada yang membantunya berdiri. Setelah sepupuku itu berdiri,
dia ingin ucapkan terima kasih kepada orang yang menolongnya tadi, tapi setelah
ia tengok kiri kanan tapi kok ga ada orang.” Santo masih melanjutkan cerita
tentang sepupunya itu.
Kamis, 03 Januari 2019
Resep Membuat Cireng Yang Enak
Siang ini rencananya membuat cireng salju seperti
beberapa hari lalu saya membuatnya. Ya, jadi ini sudah kedua kali saya membuat
cireng yang direncanakan cireng salju.
Inilah bahan-bahannya:
- Tepung tapioka atau tepung sagu
- Daun bawang diiris-iris
- Santan bubuk
- Minyak goreng
- Air
Bumbu-bumbu:
- Bawang putih haluskan
- Lada bubuk
- Garam
- Kaldu bubuk
Rabu, 02 Januari 2019
Renungan Awal Tahun
Lha memang seperti itu adanya. Siapa pun sepertinya sama.
Dan semakin saya memahami dan menyadari bahwasanya masing-masing orang memiliki
dunianya sendiri. Terlebih lagi dengan adanya gadget, bisa kita lihat dengan
jelas hal itu.
Meskipun sedang berkumpul bersama keluarga ataupun teman,
masing-masing punya dunia sendiri. Sering kali ketika sedang acara
kumpul-kumpul itu ada saja yang asyik dengan gadgetnya sendiri.
Dan itu memang bukanlah suatu hal yang terlalu salah,
namun kadang kala kita hendaknya menghargai waktu ketika kumpul bersama
keluarga atau pun teman karena toh saat-saat seperti itu mungkin tidak akan
terulang kembali.
Saya tidak sedang menghakimi siapa pun juga, saya hanya
sedang melakukan perenungan (gaya mu itu Har... he he he...)
Senin, 24 Desember 2018
Catatan Akhir Tahun
Ini tumbenan saya menulis tentang catatan di akhir tahun.
Entah kenapa beberapa hari sebelumnya saya ada terlintas untuk menulis tentang
catatan akhir tahun. Apakah karena tahun ini spesial, atau karena hal lain
seperti makin bertambahnya usia saya?
Ngga tau juga sih alasannya, yang pasti terlintas pikiran
seperti itu. Mau bikin catatan akhir tahun.
Dan sekarang pas sudah mulai ketak-ketik masih agak belum
tau apa yang mau dituliskan. He he he...
Yo wis, tak pikir dulu sebentar...
Tahun ini memang berbeda dengan tahun lainnya. Lha memang
seperti itu kan. Setiap tahun bahkan setiap detik berbeda, tidak pernah sama.
Mulai dari hal yang kecil saja, seperti yang terlintas dalam pikiran kita pun
berbeda tiap detiknya, tak sama.
Tahun ini, 3 orang teman seperjalanan telah berpulang
lebih dahulu. Pasti ada pelajaran yang mesti saya petik atau ambil hikmahnya
dari kepulangan mereka. Tiap saat saya mesti berusaha untuk tetap ingat
ajaran-ajaran Sang Guru Sejati.
Tak hanya mengingat ajaranNya saja, namun lebih penting
lagi adalah mesti melakoninya supaya bisa menjadi bekal kepulangan saya
nantinya. Toh semua orang termasuk saya pasti akan berpulang juga, entah kapan
waktunya. Itu yang selalu mesti diingat-ingat.
Kepulangan ketiga orang teman itu menjadi pelajaran bagi
saya bahwa betapa pentingnya peran seorang Guru Sejati dalam mengarungi hidup
ini hingga menjelang kepulangan kita nanti. Saya mesti berupaya menanamkan
dalam diri tentang hal itu.
Senin, 03 Desember 2018
Pengalaman Berharga (Jangan terlalu percaya bantuan orang lain)
Sebenarnya dengan sharing pengalaman yang menurut saya
berharga ini, saya membuka aib diri saya sendiri yakni kebodohan masih ada
dalam diri saya, saya masih bisa dibodohi oleh orang lain. Dan aib saya lainnya
yakni saya ingin kemudahan atau ingin instan, ga mau ribet.
Tapi saya punya alasan sendiri kenapa saya mau sharing
pengalaman ini. Yakni dengan tujuan supaya teman-teman yang membaca sharing ini
tidak akan mengalami hal serupa yang terjadi pada saya. Halah belagak bijak he he he...
Simak ya, ini dia kejadiannya:
Kejadiannya adalah jum’at kurang lebih pukul 10.25 malam
saat itu saya sedang melakukan order ojek online. Karena saya biasa menggunakan
ojek online bila bepergian. Saat itu saya sendiri, berdiri di sisi jalan di depan
sebuah SPBU di kawasan Jakarta Selatan.
Tiba-tiba ada seorang driver berseragam mendatangi saya,
menanyakan tujuan saya. Saya jawab bahwa saya sedang pesan ojek online. Dia
menganjurkan untuk memakai jasanya saja dan menyuruh saya untuk tidak melakukan order
lebih dulu.
Lalu dia kasih instruksi pada saya untuk melakukan order.
Saya melakukan instruksinya. Benar saja, dia yang mengambil order saya tadi,
jadi orang tersebut akan menjadi driver saya.
Namun ada yang aneh, lokasi saya yang tertera di hp kok
berbeda dengan lokasi saya sebenarnya. Di hp lokasi saya berada di sebuah pusat
perbelanjaan, sekitar 300 meter mungkin dari lokasi saya berada. Nah...
Saya bilang ke driver tersebut, kok lokasi saya ini berbeda.
Dia bilang ga masalah karena nama driver dan no polisi kendaraan yang tercantum
di hp/aplikasi sesuai.
Baiklah, saya tak terlalu pusing.
Langganan:
Postingan (Atom)





