![]() |
| Gambar dari Google |
Karena berasnya tidak seperti yang biasa beli di tempat langganan, kami hanya membeli satu liter saja untuk tambahan. Dengan harga yang sama, namun sepertinya kualitasnya berbeda. Tak apalah, senin atau di hari lain, kami rencana beli di tempat langganan. Untuk beli di tempat langganan, kami biasanya menggunakan sepeda karena memang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal kami.
O ya, pagi tadi kami membeli bubur ayam untuk sarapan. Sudah lama sekali kami tidak sarapan bubur ayam. Kamis lalu kami berencana untuk beli bubur ayam yang biasa lewat depan rumah, tapi ternyata tukang bubur tersebut hari itu tidak lewat, mungkin ia tidak jualan alias libur. Bubur ayam yang kami beli memang bukan yang biasa lewat di depan rumah kami. Tapi, tidak apa2. Kami beli saja.
Sebelumnya tukang bubur tersebut singgah di masjid yang ada di seberang jalan tempat tinggal kami. Ia bercerita bahwa ada seseorang yang biasa memintanya untuk memberikan 100 porsi buburnya kepada jamaah masjid tersebut kala Sabtu pagi setelah kajian Shubuh.
Orang tersebut membayar 100 porsi bubur yang diberikan kepada jamaah masjid itu. Sungguh suatu pelajaran bahwa kita bisa berbagi kepada sesama tanpa harus bersusah payah membuat makanan sendiri. Dengan memberikan uang kepada pedagang makanan, kita bisa berbagi kepada sesama. Banyak cara untuk berbagi.
Demikian cerita untuk hari ini, semoga bermanfaat.
Terima kasih untuk hari ini...
