Tampilkan postingan dengan label pelanggaran kode etik hakim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelanggaran kode etik hakim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2011

SKANDAL BUSUK SEORANG APARAT MENODAI WAJAH HUKUM ( lanjutan )


Kejanggalan-kejanggalan Hari Sasangka yang Diambil Langsung dari Transkrip Persidangan.

Majalah TIRO
Edisi Spesial Oktober 2011

Aneh bin ajaib, salah satu saksi yang telah diperbolehkan untuk mengikuti jalannya persidangan yang tertutup ialah Shinta Kencana Kheng mengacungkan jari dan meminta ijin untuk mengungkapkan bahwa dirinya pernah diganti namanya oleh terdakwa Anand Krishna dan diberikan baju oleh terdakwa dan Shinta Kencana Kheng membawanya.

SKANDAL BUSUK SEORANG APARAT MENODAI WAJAH HUKUM

Majalah TIRO
Spesial Edition

Hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dikarenakan ulah aparat hukum itu sendiri.  Hakim Hari Sasangka adalah contoh buruk bagi penegakan supremasi hukum. Hari Sasangka tertangkap “main mata” dengan saksi pelapor.

Belum tuntas kasus Hakim Syarifudin Umar, beberapa waktu lalu gempar pemberitaan di media tentang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Hari Sasangka tertangkap kamera “bermain” dengan saksi pelapor kasus Anand Krishna dimana Hari merupakan ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

Rabu, 12 Oktober 2011

Catatan perjalanan Hukum Kasus Anand Krishna ( Bagian 2 – Habis )


Suara Pembaruan
Edisi Rabu 12 Oktober 2011

Sejumlah Kejanggalan Dakwaan Jaksa Di Mata Kuasa Hukum

Duduk sebagai terdakwa dalam sidang kasus dugaan pelecehan seksual di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, selama hampir satu tahun, ternyata tak membuat tokoh spiritualis lintas agama, Anand Krishna patah arang. Semangatnya dalam memberi motivasi hidup dan penyembuhan lewat terapi holistik tetap dilakoninya di sela-sela jadwal persidangan yang harus ia ikuti.

Warga Negara Indonesia keturunan India ini yakin dirinya tak bersalah atas laporan mantan muridnya, Tara Pradipta Laksmi. Tara mengaku telah dilecehkan oleh Anand di tempat terapi holistik L’ayurveda milik Anand di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan pada tahun 2009.

Flag Counter