Baru saja sampai di rumah setelah mengikuti acara menyambut tahun 2013 di Sunter mas barat, tepatnya di Anand Ashram. Kami berangkat bertiga. Berangkat dari rumah kurang lebih pukul 2 siang berhubung untuk menghindari macet. Maklum hari ini kan hari terakhir di bulan Desember 2012 yang artinya malam ini akan jadi malam pergantian tahun. Dari tahun 2012 menjadi tahun 2013. Dan seperti biasanya jalan-jalan akan macet.
Kami harus naik angkot 3 kali. Dari rumah kami menuju pasar jum'at kemudian dari sana kami naik kopaja p 20 jurusan Lebak bulus - Senin dan untuk selanjutnya ganti angkot mikrolet m 37.
Senin, 31 Desember 2012
Rabu, 26 Desember 2012
Sebuah Hadiah
Kemarin sudah berlalu
Esok pun belum tiba
Yang ada hanyalah hari ini
Ya…
Hari ini yang ada
Terpampang di depan pelupuk mata
Semua tak menyangkalnya
Hanya hari ini memang yang ada
Nyata
Tak mengapa menengok yang tlah berlalu
Toh itu untuk pelajaran yang mesti dilalui
Pun tak soal memandang jauh ke depan
Demi merencanakan yang harus dilakukan
Selasa, 04 Desember 2012
Death is beautiful, as beautiful as life…
Death is beautiful, as beautiful as life — if you just know how to communicate with death. It is beautiful because it is relaxation. It is beautiful because the person has fallen back into the source of existence — to relax, to rest, to be ready to come back again.
A wave rises in the ocean, then falls back into the ocean, then rises again. It will have another day, it will be born again in some other form. And then it falls again and disappears.
Death is just disappearing into the source. Death is going to the unmanifested. Death is falling asleep into God. You will bloom again.
Rabu, 28 November 2012
Obat jiwa (Katarsis)
“Kok gak diteruskan?” sebuah tanya muncul
“ah, malas…. Ceritanya jelek, aku sendiri ga tau mau nulis
apa, padahal aku harus belajar menulis,” jawab ku sendiri agak ketus
“ya, kalau begitu menulis lah,” suara itu kembali
“tapi aku ga tau mau nulis apa, kau lihat sendiri tadi aku
sudah berupaya menulis, tapi… apa coba. Tulisan itu ku hapus kembali. Ku pikir
itu jelek, ga ada artinya,” sambungku
Jumat, 23 November 2012
Kasus Yang Diperbincangkan
“Gundul mu itu yang akan aku ketok palu duluan,” sungut Joko mendengar perkataan Lutfi bahwasanya dia pun mungkin saja berbuat seperti yang telah dilakukan oleh hakim agung Ahmad Yamani.
Kedua nya sedang berbincang-bincang santai di rumah tante Lutfi, maklum lufti memang tinggal bersama tantenya di Jakarta untuk kuliah, sementara ke dua orang tuanya menetap di Jogja. Lutfi dan Joko berteman akrab sejak di bangku SMA kedua nya kini kuliah di jurusan yang sama yakni hukum.
Rabu, 21 November 2012
Suatu Ketika ( Obrolan dengan seorang teman )
“Fan, ini nih kayaknya kabar yang memang sudah santer dari dulu tapi baru sekarang mulai terkuak kebenarannya,” teman ku berkata sambil menjawil lengan kanan ku
“kabar tentang bobroknya peradilan di negeri kita ini, baru-baru ini kan tersiar kabar bahwa salah seorang hakim agung mengajukan permohonan untuk mundur dari jabatannya. Katanya sih dengan alasan sakit mag tapi banyak pihak yang meragukan alasan mundurnya tersebut, bukan karena sakit tapi karena hal yang lebih besar lagi,” teman ku masih melanjutkan omongannya, sesekali ia menenggak teh manis di hadapannya.
Langganan:
Postingan (Atom)


