Tampilkan postingan dengan label latihan menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label latihan menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2014

Suatu hari mengurus (kembali) kartu flazz bca

Kartu Flazz Bca
Hari ini kembali mengurus kartu flazz yang rusak setelah sepekan yang lalu gagal.

Akhirnya, hari ini kami putuskan untuk mengurusnya karena takutnya besok-besok sulit mengatur waktunya. Kami menuju kantor cabang tempat kami pertama kali membuka rekening tabungan di Bca.

Kantor cabang yang terletak di kawasan perkantoran Bona Indah. Pukul 8.15 kami meninggalkan rumah dan tiba di tempat yang kami tuju sekitar pukul 8.40. lalu lintas lancar dan angkotnya pun lumayan cepat meluncur menelusuri jalurnya, yakni pasar jum’at, batan, kompleks lebak lestari indah dan akhirnya tepat di depan perkantoran Bona Indah kami turun dari angkot.

Langsung kami menuju kantor bca yang tak jauh dari pintu masuk perkantoran tersebut. Seorang petugas menyambut kedatangan kami sambil membukakan pintu. Seperti biasa kami ucapkan selamat pagi dan terima kasih telah berkenan membukakan pintu buat kami.

Lalu kami sampaikan keperluan kami dan petugas tersebut pun memberikan kami nomor antrian untuk divisi csnya. Tak lama kami menunggu kemudian giliran kami tiba.

Selasa, 29 Oktober 2013

Sudah jatuh, ketiban “anu”

Gambar dari catatankamis.blogspot.com  
Tersebutlah di suatu desa, orang sombong yang pelit bin koret buntut gasir. Tak pernah ia memberikan bantuan pada orang yang membutuhkan. Ia memang terkenal sebagai orang yang sombong bin pedit di kampungnya.

Para tetangga, mulai tetangga dekat hingga tetangga jauh sudah tahu persis tingkah laku dan kesombongan serta kekikiran orang itu. Dengan harta yang tak seberapa memang dan tempat tinggal yang ala kadarnya namun orang itu selalu menyombongkan diri sebagai orang yang berpunya di kampungnya. Mulutnya yang sering membual sering membuat mual para pendengarnya.

Orang sekampung mencibirnya manakala ia menyombongkan diri di depan mereka. Tak bosan-bosannya ia membicarakan kekayaaannya yang konon bermilyar-milyar jumlahnya. Suatu kali ia berkata bahwa ia punya tabungan deposito di bank tertentu dalam bentuk emas batangan. Lalu di lain waktu ia pun menceritakan tabungannya di bank negara lain untuk simpanan masa depan katanya. Para pendengarnya tak menghiraukan apa pun yang ia bicarakan.

Huh…. Hanya meng-aku-aku saja tak ada bukti. Nihil. Padahal tetangganya pun tahu persis apa yang selalu ia konsumsi tiap hari. Makan di warung nasi yang murah demi menghemat alias pelit. 

Rabu, 23 Oktober 2013

Sendu

Gambar dari Google
Terkulai lemas
Sebatang pohon di hadapanku
Pohon mangga nan gagah

Ia terkulai
Kini….

Tak ada sepatah pun
Yang ia ucapkan
Tak seperti biasa

Pohon mangga nan kokoh
Tak seperti dulu 

Kejujuran Wira

gambar dari  http://meditateinkansas.org/
“Sudahlah wira, cepat kau mandi. Nanti terlambat ke sekolah!” suara ibu terdengar dari arah dapur.
Pagi itu ibu sedang menyiapkan sarapan pagi. Rutinitas yang biasa ia lakukan sebelum ia pun berangkat mengajar.

“Baik ibu, sebentar lagi. Aku mau menyikat lantai kamar mandi dulu.”
“Aku pasti tak akan telat bu.” Wira menjawab dengan semangat.

Tak sampai setengah jam, Wira sudah siap berangkat ke sekolah dengan sepedanya. Maklum jarak sekolah dari rumahnya tidaklah jauh dan lebih nyaman baginya bersepeda daripada di antar sang ayah.

ia suka bersepeda ke sekolah bersama teman-temannya. Ayah mengantar ibu ke Sekolah Menengah Pertama, tempat ia mengajar sebelum akhirnya ia pergi ke kantor yang cukup jauh dari sekolah itu. 

Kamis, 10 Oktober 2013

Keponakan kami....

Gambar dari Google 
Hari ini belum nulis, wah….

Ok, untuk hari ini kami akan menulis tentang keponakan kami yang baru. Ga terlalu baru sih J karena usianya sudah 3 bulan. Ya, keponakan perempuan kami itu dilahirkan 3 bulan yang lalu, awal Juli.

Ia keponakan perempuan kami yang kelima setelah sebelumnya sudah ada empat keponakan perempuan yang kami miliki. Semuanya cantik lho J

Keponakan perempuan kami yang paling besar usianya kayaknya 11 tahun. Kini sedang duduk di SMP kelas satu. Ia berkulit hitam manis dengan senyumnya yang dihias oleh lesung pipinya.
Flag Counter