 |
| Gambar dari Google |
Siang kali itu. Terik sinar di siang hari membuat semua mahkluk tak menyangsikan lagi keberadaan matahari. Matahari memang sungguh berjasa bagi semua mahkluk walaupun terkadang sinarnya itu terasa menyengat di kulit kita.
Di teras rumahnya, Adit sedang ditemani sang kakak. Mereka ngobrol santai menikmati cuaca panas siang itu. Adit yang masih duduk di bangku kelas 2 smp, berambut cepak ala rambut polisi lalu lintas. Sedangkan sang kakak, Wawan sudah mulai masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang tak terlalu terkenal.
Keduanya mempunyai salah satu hobi yang sama, yakni ngerujak. Aneh ya, kok cowok-cowok hobinya ngerujak, kayak cewek aja. Tapi, biarkan saja yah...
Siang itu pun mereka sedang menikmati rujak sederhana buatan sang ibu. Untung di pekarangan rumah mereka ada pohon jambu air dan mangga yang sedang berbuah, jadilah kedua buah-buahan tersebut bahan untuk rujak mereka. Hmm... pasti nikmat rasanya rujak buatan sang ibu.
“Dit, kamu itu kalau sedang makan sesuatu, apa siah yang terlintas di benakmu?” tanya sang kakak sambil membenarkan posisi duduknya mendekati mangkok rujak.
“Kok, kakak tanya seperti itu?” Adit sedikit menyeringai karena menjawab pertanyaan sang kakak dengan pertanyaan juga.