Tampilkan postingan dengan label pak Marhento. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pak Marhento. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Agustus 2015

Blog suka suka

Gambar dari Google
Mungkin beberapa pengunjung atau banyak pengunjung blog ini yang bingung dan bertanya-tanya. Blog apa ini kok isinya kayak begini, Cuma hal-hal sederhana, biasa malah dan ga penting juga.

Ya, mungkin itu pendapat beberapa atau banyak dari kamu-kamu yang mengunjungi blog kami ini. Sebelumnya kami minta maaf atas nyasarnya kamu-kamu ke blog kami ini :-)

Memang sejak awal blog ini kami tujukan untuk belajar menulis. Menulis apa saja yang ingin kami tulis dan kami memang tidak mempunyai tujuan lain selain yang itu aja. Pokoknya blog ini sebagai sarana kami untuk menulis, menuangkan sesuatu hal atau kejadian yang kami alami atau ketahui melalui tulisan, paparan kalimat.

Kami pun mengakui bahwa bahasa tulisan kami belumlah baik atau baku sesuai dengan ejaan bahasa yang dibakukan ataupun belum sempurna. Kami masih terus belajar untuk itu, namun kami bersyukur bahwa kami bisa menuangkannya di blog sederhana ini, blog gratisan ini.

Blog Gado-Gado

Isi blog ini memang macam-macam, ada tentang resep masakan, resep minuman sederhana, cerita harian, tentang meditasi pun ada, atau tentang jualan template dan kursus bikin web. Macam-macam memang isinya.

Meskipun isinya macam-macam, tetapi kami berusaha untuk tidak menulis hal-hal yang bisa memprovokasi untuk melakukan sesuatu hal yang bisa dikatagorikan kejahatan. Kami tidak menulis hal-hal yang bisa memicu terjadinya hal negatif.

Kami berusaha untuk menulis hal-hal yang umum saja yang tidak akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Malah kami berusaha untuk menulis hal-hal yang bermanfaat, yang bisa memberikan inspirasi bagi para pengunjung untuk bertindak positif atau bisa menghibur atau malah bisa memberikan solusi bagi suatu masalah (cie cie cie).

Blog ini gado-gado dengan aneka topik yang kami berusaha untuk tuliskan. kami masih terus belajar untuk menulis. Kami masih belajar untuk menulis dengan sebaik mungkin sehingga kalaupun ada kesalahan di sana-sini, maka kami meminta maaf untuk itu.

Jumat, 07 Agustus 2015

Reiki Sungguh Membantu

Gambar dari Google
Senin, 3 Agustus 2015 yang lalu, keponakan kami yang berusia 2 tahun terserang gejala diare. Begitu diagnosis dokter pagi hari saat ia diperiksakan di rumah sakit swasta di kawasan pasar pondok labu.

Menjelang malam, belum terlihat ada perubahan meskipun sudah minum obat yang diresepkan dari dokter yang memeriksanya. Ia agak demam dan muntah-muntah.

Kami teringat akan teman kami yang mampu melakukan reiki jarak jauh. Kami minta pertolongan pada teman kami, pak Marhento. Kami minta padanya agar mau me-reiki keponakan kami tersebut.. Untung saja ia belum tidur dan menyanggupi untuk me-reiki keponakan kami. Saat itu kira-kira pukul 10 malam.

Malam itu, keponakan kami muntah beberapa kali dan baru bisa tertidur lewat tengah malam. Sang ibu sudah khawatir sekali karena takut anaknya dehidrasi lantaran muntah-muntah. Ia membangunkan kami untuk membawa anaknya itu ke rumah sakit kembali. Itu pukul 2.30 pagi hari.

Kami lihat keponakan kami sedang tertidur dan tidak ada demam sama sekali, suhu tubuhnya pun tak terlalu dingin. Akhirnya kami mencoba me-reikinya saat itu juga. Ya, kami baru bisa melakukan reiki first degree saja (healing atau menyalurkan energi reiki dengan cara meletakkan telapak tangan kami pada tubuh keponakan kami itu).

Kami sarankan pada sang ibu yang tak lain adalah adik kami sendiri untuk tidak panik dan lihat perkembangan si anak sampai keesokan harinya. Bila tidak ada kemajuan, maka boleh dirawat di rumah sakit.

Keesokan harinya, selasa, keponakan kami bangun agak siang kira-kira jam 8.30. berarti ia tertidur pulas dan itu bagus untuk membantu penyembuhannya. Dan muntah-muntah yang terjadi pada malam sebelumnya nampak seperti pengeluaran racun-racun atau virus yang ada dalam tubuhnya, lambungnya. 

Sang ibu pun agak lega mendapati perubahan yang ada pada anaknya. Siang harinya, kami minta tolong kembali pada pak marhento untuk me-reikinya lagi. Malam harinya pun demikian. Hal itu berlangsung sampai hari ini (saat tulisan ini kami buat). 
Flag Counter